Articles

Found 9 Documents
Search

MENINGKATKAN KREATIVITAS DALAM TINDAKAN EKONOMI MELALUI PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBASIS KEGIATAN DAUR ULANG SAMPAH Sayekti, Sri
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 2 Desember (2012): MEDIA PENELITIAN PENDIDIKAN
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengalaman empiris dan pengamatan di sekolah, ditemukan bahwa kegiatan pembelajaran masih menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga bersifat teacher center. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Gagasan Kreatif dalam tindakan Ekonomi melalui Problem Based Instruction (PBI) Berbasis Kegiatan Daur Ulang Sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan tiga siklus. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII A SMP Negeri 30 Semarang tahun pelajaran 2011/2012, dengan dibantu oleh kolaborator yang terdiri dari 2 guru. Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) berbasis kegiatan daur ulang sampah ini telah berhasil 1) meningkatkan pemahaman siswa tentang kreativitas  2) meningkatkan kreativitas siswa untuk menciptakan hasil karya 3) meningkatkan kebiasaan siswa untuk hidup bersih, dan 4) meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya adalah penerapan model pembelajaran PBI dengan daur ulang sampah dapat meningkatkan proses pembelajaran pada materi gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran dari penelitian ini yaitu pelaksanaan pembelajaran untuk materi gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi sebaiknya digunakan model pembelajaran PBI  karena telah terbukti dapat meningkatkan proses maupun hasil belajarnya. Kata kunci: Gagasan Kreatif, Problem Based Instruction (PBI). Daur ulang Sampah
Permasalahan Anak Berbakat Di Indonesia Sayekti, Sri
PAWIYATAN Vol 20, No 3 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakat yang dimiliki oleh sebagian individu  masih belum terwujud,yaitu masih berupa potensi ,maka perlu dikembangkan. Berkembangnya bakat dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan juga faktor lingkungan. Sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memiliki peranan yang cukup besar untuk mengembangakan bakat khususnya bagi peserta didik. Banyak peserta didik yang memiliki bakat yang luar biasa , tetapi tidak dapat berkembang secara optimal. Hal ini berarti ada permasalahan dengan keberbakatan yang dialami oleh peserta didik. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah kurang atau belum adanya pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meskipun saat ini di sekolah baik negeri maupun swasta telah menyelenggarakan pendidikan khusus untuk anak berbakat akademik (program akselerasi ),namun masih banyak mengalami permasalahan. Untuk itu penyusunan  program pendidkan di sekolah bagi peserta didik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan juga budaya Indonesia. Kata Kunci : Anak berbakat dan Permasalahanya
Tinjauan Terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Sayekti, Sri
PAWIYATAN Vol 20, No 4 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah badan usaha yang paling banyak digunakan dewasa ini dan masa yang akan datang adalah Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Terbatas ini berasal dari Hukum Dagang Belanda yaitu Wetboek van Koophandel (WvK) yang dikenal dengan istilah Naamloze Vennoatschap (NV). Dalam rangka lebih meningkatkan pembangunan perekonomian nasional dan sekaligus memberikan landasan yang kokoh bagi dunia usaha dalam menghadapi perkembangan perekonomian dunia dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diera globalisasi pada masa mendatang, perlu di dukung oleh suatu undang-undang yang mengatur tentang perseroan terbatas yang dapat menjamin terselenggaranya iklim dunia usaha yang kondusif. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu: (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas dibentuk dan dibangun berdasarkan latarbelakang filosofis, sosiologis serta dalam rangka memenuhi perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat; (2) Undang-Undang Perseroan terbatas memuat substansi pokok, seperti ketentuan umum, pendirian, anggaran dasar dan perubahan anggaran dasar, daftar perseroan dan pengumuman, tanggung jawab sosial dan lingkungan, Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan pengawas syariah dan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan usaha; dan (3) Undang-Undang Perseroan Terbatas merupakan satu pilihan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu: (a) Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; (b) Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan Perseroan Terbatas sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah dan kecil; (c) Mencegah praktek monopoli dan/atau persaingan usaha yang tidak sehat; dan (d) Terciptanya efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha. Kata Kunci : Undang-undang, Perseroan Terbatas.
TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN MEREK YANG BELUM TERDAFTAR DI INDONESIA Sayekti, Sri
PAWIYATAN Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merek sebagai salah satu karya intelektual perlu mendapatkan perlindungan hukum dalam penggunaannya. Merek sangat diperlukan dalam kegiatangan perdagangan baik barang maupun jasa ,hal ini karena peranan merek sebagai identitas suatu barang  maupun jasa yang menunjukkan asal barang dan jasa tersebut dari produsen atau pengusaha tertentu. Peniruan dibidang merek marak terjadi utamanya pada Usaha-usaha Mikro Kecil dan Menengah, oleh karena itu perlindungannya perlu diperhatikan agar didapat iklim yang kondusif dalam kegiatan perdagangan baik barang maupun jasa. Perubahan system perlindungan merek dari deklaratif ke konstitutif telah mengakibatkan diwajibkannya pendaftaran sebagai syarat untuk mendapatkan perlindungan hak atas merek. Sehingga mengakibatkan timbulnya istilah Merek  Terdaftar dan Merek yang Belum Terdaftar. Hal ini menyebabkan adanya Merek yang terlindungi dan Merek yang tidak terlindungi. Pendaftaran Merek sebagai syarat untuk mendapatkan perlindungan tidak sesuai dengan konsepsi Hak Kekayaan Intelektual itu sendiri yaitu untuk melindungi setiap karya intelektual yang beretikat baik. Lamanya proses pendaftaran dan mahalnya biaya pendaftaran serta kesadaran hukum yang rendah menyebabkan UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek tidak efektif sehingga diperlukan suatu sitem perlindungan yang menyeluruh guna melindungi penggunaan Merek di Indonesia sesuai dengan prinsip keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Seharusnya titik berat perlindungan Merek bukan pada pendaftaran melainkan pada penggunaannya dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Pendaftaran merek tidak seharusnya menghapus hak pemilik merek untuk mendapatkan perlindungan hukum.                                                           Kata Kunci: Perlindungan,  Merek yang Belum Terdaftar, Tinjauan Yuridis
Perbedaan Motivasi Belajar dan Kepercayaan Diri Antara Siswa Low Class dengan Siswa Potential Class Sayekti, Sri; Suroso, Suroso
PERSONA Vol 3, No 03 (2014)
Publisher : PERSONA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.832 KB)

Abstract

Intisari. Tujuan utama penelitian adalah: 1) untuk menentukan perbedaan antara motivasi belajar siswa kelas rendah dan kelas potensial, 2) untuk menentukan perbedaan antara kepercayaan diri siswa kelas rendah dan potensi siswa kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Waru Sidoarjo 100 siswa yang terdiri dari 50 siswa kelas rendah dan 50 siswa kelas potensial, dengan teknik pengambilan sampel proporsional stratified random sampling (pemilihan didasarkan pada kelompok mata pelajaran dan tingkatan kelas penelitian tujuan, dengan cara acak melalui undian). Analisis ini digunakan untuk melihat perbedaan motivasi dan kepercayaan diri antara siswa dan kelas rendah dan kelas potensial dengan menggunakan t-Test. Berdasarkan hasil analisis, perbedaan antara siswa motivasi belajar kelas rendah dan potensi siswa kelas diperoleh hasil t (-6129) <t tabel (-1.984), dengan sig. 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara motivasi belajar kelas rendah siswa dan potensi siswa kelas, yang berarti motivasi siswa potensial class (rata-rata = 269,92) lebih tinggi daripada motivasi siswa kelas rendah (rata-rata = 237, 88). Demikian pula, berdasarkan analisis, perbedaan kepercayaan diri antara siswa kelas rendah dan kelas potensial diperoleh hasil t (-4770) <t tabel (-1.984), dengan sig. 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara siswa percaya diri kelas rendah dan potensi siswa kelas, yang berarti siswa percaya diri potensi kelas (rata-rata = 185,56) lebih tinggi dari rasa percaya diri yang rendah siswa kelas (rata-rata = 169,00).Kata kunci: Kelas rendah, kelas potensial, motivasi belajar, percaya diri
MENINGKATKAN KREATIVITAS DALAM TINDAKAN EKONOMI MELALUI PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBASIS KEGIATAN DAUR ULANG SAMPAH Sayekti, Sri
Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 2 Desember (2012): MEDIA PENELITIAN PENDIDIKAN
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengalaman empiris dan pengamatan di sekolah, ditemukan bahwa kegiatan pembelajaran masih menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga bersifat teacher center. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Gagasan Kreatif dalam tindakan Ekonomi melalui Problem Based Instruction (PBI) Berbasis Kegiatan Daur Ulang Sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan tiga siklus. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII A SMP Negeri 30 Semarang tahun pelajaran 2011/2012, dengan dibantu oleh kolaborator yang terdiri dari 2 guru. Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) berbasis kegiatan daur ulang sampah ini telah berhasil 1) meningkatkan pemahaman siswa tentang kreativitas  2) meningkatkan kreativitas siswa untuk menciptakan hasil karya 3) meningkatkan kebiasaan siswa untuk hidup bersih, dan 4) meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya adalah penerapan model pembelajaran PBI dengan daur ulang sampah dapat meningkatkan proses pembelajaran pada materi gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran dari penelitian ini yaitu pelaksanaan pembelajaran untuk materi gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi sebaiknya digunakan model pembelajaran PBI  karena telah terbukti dapat meningkatkan proses maupun hasil belajarnya. Kata kunci: Gagasan Kreatif, Problem Based Instruction (PBI). Daur ulang Sampah
TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN MEREK YANG BELUM TERDAFTAR DI INDONESIA Sayekti, Sri
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merek sebagai salah satu karya intelektual perlu mendapatkan perlindungan hukum dalam penggunaannya. Merek sangat diperlukan dalam kegiatangan perdagangan baik barang maupun jasa ,hal ini karena peranan merek sebagai identitas suatu barang  maupun jasa yang menunjukkan asal barang dan jasa tersebut dari produsen atau pengusaha tertentu. Peniruan dibidang merek marak terjadi utamanya pada Usaha-usaha Mikro Kecil dan Menengah, oleh karena itu perlindungannya perlu diperhatikan agar didapat iklim yang kondusif dalam kegiatan perdagangan baik barang maupun jasa. Perubahan system perlindungan merek dari deklaratif ke konstitutif telah mengakibatkan diwajibkannya pendaftaran sebagai syarat untuk mendapatkan perlindungan hak atas merek. Sehingga mengakibatkan timbulnya istilah Merek  Terdaftar dan Merek yang Belum Terdaftar. Hal ini menyebabkan adanya Merek yang terlindungi dan Merek yang tidak terlindungi. Pendaftaran Merek sebagai syarat untuk mendapatkan perlindungan tidak sesuai dengan konsepsi Hak Kekayaan Intelektual itu sendiri yaitu untuk melindungi setiap karya intelektual yang beretikat baik. Lamanya proses pendaftaran dan mahalnya biaya pendaftaran serta kesadaran hukum yang rendah menyebabkan UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek tidak efektif sehingga diperlukan suatu sitem perlindungan yang menyeluruh guna melindungi penggunaan Merek di Indonesia sesuai dengan prinsip keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Seharusnya titik berat perlindungan Merek bukan pada pendaftaran melainkan pada penggunaannya dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Pendaftaran merek tidak seharusnya menghapus hak pemilik merek untuk mendapatkan perlindungan hukum.                                                           Kata Kunci: Perlindungan,  Merek yang Belum Terdaftar, Tinjauan Yuridis
Tinjauan Terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Sayekti, Sri
PAWIYATAN Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah badan usaha yang paling banyak digunakan dewasa ini dan masa yang akan datang adalah Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Terbatas ini berasal dari Hukum Dagang Belanda yaitu Wetboek van Koophandel (WvK) yang dikenal dengan istilah Naamloze Vennoatschap (NV). Dalam rangka lebih meningkatkan pembangunan perekonomian nasional dan sekaligus memberikan landasan yang kokoh bagi dunia usaha dalam menghadapi perkembangan perekonomian dunia dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diera globalisasi pada masa mendatang, perlu di dukung oleh suatu undang-undang yang mengatur tentang perseroan terbatas yang dapat menjamin terselenggaranya iklim dunia usaha yang kondusif. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu: (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas dibentuk dan dibangun berdasarkan latarbelakang filosofis, sosiologis serta dalam rangka memenuhi perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat; (2) Undang-Undang Perseroan terbatas memuat substansi pokok, seperti ketentuan umum, pendirian, anggaran dasar dan perubahan anggaran dasar, daftar perseroan dan pengumuman, tanggung jawab sosial dan lingkungan, Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan pengawas syariah dan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan usaha; dan (3) Undang-Undang Perseroan Terbatas merupakan satu pilihan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu: (a) Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; (b) Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan Perseroan Terbatas sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah dan kecil; (c) Mencegah praktek monopoli dan/atau persaingan usaha yang tidak sehat; dan (d) Terciptanya efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha. Kata Kunci : Undang-undang, Perseroan Terbatas.
Permasalahan Anak Berbakat Di Indonesia Sayekti, Sri
PAWIYATAN Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakat yang dimiliki oleh sebagian individu  masih belum terwujud,yaitu masih berupa potensi ,maka perlu dikembangkan. Berkembangnya bakat dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan juga faktor lingkungan. Sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memiliki peranan yang cukup besar untuk mengembangakan bakat khususnya bagi peserta didik. Banyak peserta didik yang memiliki bakat yang luar biasa , tetapi tidak dapat berkembang secara optimal. Hal ini berarti ada permasalahan dengan keberbakatan yang dialami oleh peserta didik. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah kurang atau belum adanya pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meskipun saat ini di sekolah baik negeri maupun swasta telah menyelenggarakan pendidikan khusus untuk anak berbakat akademik (program akselerasi ),namun masih banyak mengalami permasalahan. Untuk itu penyusunan  program pendidkan di sekolah bagi peserta didik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan juga budaya Indonesia. Kata Kunci : Anak berbakat dan Permasalahanya