Djoeli Satrijo
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

Development of Wireless Smart Sensor for Structure and Machine Monitoring

TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 11, No 2: June 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vibration based condition monitoring is a method used for determining the condition of a system. The condition of mechanical or a structural system can be determined from the vibration. The vibration that is produced by the system indicates the condition of a system and possibly used to calculate the lifetime of a system or even used to take early action before fatal failure occurred. This paper explains how the wireless smart sensor can be used to identify the health condition of a system by monitoring the vibration parameters. The wireless smart sensor would continously  senses the vibration parameters of the system in a real-time systems and then data will be transmitted wirelessly  to a base station which is a host PC used for digital signal processing, from there the vibration will be plotted as a graph which used to analyzed the condition of the system. Finally, several tested performed to the real system to verify the accuracy of a smart sensor and the method of condition based monitoring.

PERANCANGAN DAN ANALISATEGANGAN PADA BEJANA TEKAN HORIZONTAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.364 KB)

Abstract

Dalam merancang bejana tekan, tahap awal yang dilakukan adalah mendefinisikan fungsi bejana tekan tersebut dan juga kapasitas operasi bejana tekan tersebut. Fungsi dan kapasitas akan menetukan dimensi awal bejana tekan tersebut, ditambah dengan tekanan kerjanya, akan dapat menentukan tebal dinding minimal yang akan digunakan untuk konstruksi bejana tekan. Ketebalan awal yang diperoleh setelah disesuaikan dengan tebal plat yang ada di pasaran adalah 3” pada bagian shell dan head. Setelah itu, pembebanan bejana tekan diberikan sesuai kondisi operasi dari bejan tekan tersebut. Beban yang diberikan antara lain tekanan internal, berat mati bejana tekan. Konsentrasi tegangan dan diskontinuitas tegangan pada bagian lubang dan pada bagian pertemuan shell dan head. Oleh karena itu, bagian-bagian kritis tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus, agar konsentrasi tegangan dan diskontinuitas tegangan yang terjadi tidak mengakibatkan kegagalan pada struktur. Dari hasil analisa tegangan pada struktur bejana tekan menggunakan software analisa yang berbasin metode elemen hingga, ditemukan nilai tegangan von mises pada bagian kritis bejana tekan. Pada bagian manway 13437 psi, 11750 psi pada inlet dan 13566 psi pada drain, nilai tegangan maksimum tersebut masih dibawah tegangan yang diijinkan, yaitu 15700 psi, maka bejana tekan tersebut telah memenuhi kriteria yang diperlukan, dan layak untuk diproduksi.

DISTRIBUSI TEGANGAN PADA PERCABANGAN PIPA 90O AKIBAT TEKANAN INTERNAL MENGGUNAKAN MEH

TEKNIK Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.992 KB)

Abstract

Piping system is very important in many industries. Ones of crucial in design of piping system are todetermine the stress distribution around the branch. In this research, the distributed stress over 90o branchpiping system was evaluated with finite element method. Five models piping 90o branch which differentratio of diameter of pipe have been developed. The load applied on the models is internal pressure.The results indicate that around the branch there is stress distribution. The maximum stress is located atcenter of the branch but decrease significantly in the distance 30mm-45mm from it. Beyond the distance75mm from center, for diameter ratio 1, the model gives good agreement with experiment data

PENGUJIAN LELAH SIKLUS RENDAH BESI COR KELABU

ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.652 KB)

Abstract

Bus dan truk merupakan moda transportasi darat untuk penumpang dan barang yang terpenting. Kehandalan operasional bus/truk ditentukan oleh komponen-komponen pendukungnya misalnya tromol rem. Komponen ini dibuat dari besi cor kelabu. Pada saat pengereman, energi kinetik diserap menjadi panas lewat gesekan antara kanvas rem dengan tromol rem. Pola pengereman yang berbeda-beda, menyebabkan troml rem ini menerima beban dinamis. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kekuatan lelah siklus rendah besi cor kelabu yang akan digunakan untuk tromol rem bus/truk.Pada penelitian ini besi cor kelabu FC200 dan 3 paduan besi cor kelabu FC200 dengan Cr (0,23%, 0,32% & 0,47% wt) dan Cu (0,6%-0,7%) dilakukan pengujian lelah siklus rendah. Dimensi spesimen uji mengacu pada standar ASTM E739. Sebanyak 60 spesimen berdiameter 8mm diuji pada lelah pada servo pulser dengan amplitudo regangan antara 0,15 s/d 0,5%. Spesimen dibuat dengan mesin CNC dengan tujuan meminimalkan efek proses pemesinan terhadap sifat mekanisnya.Data pengujian diolah menggunakan metoda yang diajukan oleh Downing (1983) and Fash (1982). Hasil pengujian menunjukkan bahwa koefisien kekuatan lelah (A) antara 2,336 –2,896 dan eksponen kekuatan lelah antara –0,251 to –0,266.

PENGEMBANGAN SIMULASI UNTUK STUDI AWAL ANALISA RIDE PADA KENDARAAN NIAGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.88 KB)

Abstract

Kendaraan dalam kondisi beroperasi merupakan subjek yang dikenai beban dinamis yang menyebabkan getaran. Masalah getaran kendaraan ini erat kaitannya dengan masalah kenyamanan( ride), dimana kualitas ride berhubungan dengan sensasi yang dirasakan pengemudi dalam kendaraan. Karena itulah analisa ride diperlukan untuk memberikan petunjuk dasar dalam pengontrolan getaran kendaraan, sehingga sensasi ketidaknyamanan pengemudi tidak melebihi level yang ditentukan. Makalah ini membahas simulasi yang digunakan untuk menyelidiki respon dinamik kendaraan dan parameter yang berpengaruh terhadap kenyamanan ride kendaraan niaga. Kendaraan dimodelkan sebagai sistem banyak derajat kebebasan yang terintegrasi atas sasis, lantai, rangka kendaraan dan elemen massa.Eksitasi terhadap model berasal dari gelombang acak jalan raya yang dikarakteristikan dalam bentuk kerapatan spectrum daya (Power Spectral Density/PSD). Respon dinamik acak kendaraan dianalisa dalam domain frekuensi yang disimulasikan menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Output dari simulasi ini adalah frekuensi pribadi, bentuk modus getar serta respon percepatan PSD. NIlai respon percepatan PSD kemudian ditransformasikan menjadi respon percepatan ( Root Mean Square/RMS ) dalam 1/3 octave band untuk dibandingkan dengan standar kenyamanan ISO 2631 dalam menilai ride yang dialami pengemudi.

PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR Cr DAN Cu TERHADAP KEKUATAN TARIK BESI COR KELABU FC20

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 9, Nomor 1, Januari 2007
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.469 KB)

Abstract

The mechanical properties of grey cast iron are influenced by cooling rate, thickness of casting, heat treatment,liquid treatment and alloying. Some aplications of its materials need high strength grey cast iron. To improve itstensile strength usually its added with unsures which known as carbide promoteur ie. Cr and Cu.In these research the effect of Cr and Cu on the mechanicals properties of grey cast irons has been evaluated.Base material FC 20 which alloyed with Cr 0,23 %, 0, 32% and 0,47% and Cu between 0,6% to 0,7% have beentested. The tensile test and metallographyc examinations have been conducted to known of its efects.From tensile test there is an improvement of tensile strength about 20% from 191MPa to 232MPa. However themicrostructure of specimens are same which are pearlitic grey cast irons, with graphite type VII (flake), Adistributions and size of graphite are 3-5.

PENGARUH TEMPERATUR REHEATING DAN JENIS BILLET PADA PROSES SSF THIXOCASTING PADA PADUAN Al-18Si

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 9, Nomor 2, April 2007
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.832 KB)

Abstract

Proses Semi-Solid Forming (SSF) merupakan salah satu alternatif proses pembentukan logam yang sedang banyak dikembangkan karena proses ini banyak memberikan keuntungan jika dibandingkan dengan teknik pengecoran biasa atau tempa konvensional. Ada tiga tahapan penting dalam proses SSF thixocasting, yaitu pembuatan billet berstruktur non-dendritik, pemanasan kembali (reheating) dan pembentukan produk akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti apakah proses SSF dengan jalur thixocasting pada paduan Al-18Si dapat dilakukan dengan peralatan skala laboratorium yang lebih sederhana. Dalam penelitian ini telah dilakukan percobaan proses reheating pada billet tipe A dan tipe B dengan variasi temperatur reheating dan waktu penahanan, selain itu juga telah dilakukan percobaan pembuatan prototype piston pada billet tipe A dan tipe B dengan temperatur reheating 594oC dan 597oC untuk mengetahui kecenderungan jenis billet dan temperatur reheating pada proses SSF thixocasting. Hasil pengukuran volume memperlihatkan kecenderungan bahwa billet tipe A memiliki mampu alir yang lebih baik daripada billet tipe B dan kecenderungan bahwa pada temperatur reheating 597oC memiliki fraksi solid yang lebih kecil dibandingkan pada temperatur reheating 594oC. Hasil pengujian kekerasan memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan derajat kekerasan sekitar 28%-55% yaitu dari 61,13 HBN menjadi 78,25-95,10 HBN untuk billet tipe A dan sekitar 10%-26% yaitu dari 73,83 HBN menjadi 81,58-93,20 HBN untuk billet tipe B.

PROSES REHEATING BILLET DAN THIXOCASTING PADUAN Al-18Si BERSTRUKTUR NON-DENDRITIC

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 9, Nomor 2, April 2007
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.203 KB)

Abstract

One of the important steps in semi-solid forming (SSF) especially thixoforming is the reheating process to achieve the required semisolid state of the billet. The reheating process is not only necessary to achieve the required semi-solid state of the billet, but also to control the microstructure of the billet. In the reheating process, billets are heated up to the temperature between the solidus and liquidus of the alloy to obtain accurately controlled solid fraction and spherical particles uniformly dispersed. The process variables such as reheating time, reheating temperature, reheating holding time, and induction heating power have much effects on the quality of the reheated billets. It is difficult to consider all the variables at the same time to predict the billet quality. In this paper, the process variables focused on reheating temperature and reheating holding time to see the correlation relationship between the process variables and the conditions of the billet quantitatively, and then simulate the thixocasting process to know the correlation relationship between the process variables and properties of the materials, which is the flow ability of the billet and the hardness of the thixocasting products. The alloys used in this experiment is non-dendritic Al-18Si alloy which formed used mechanical stirring method.

ANALISIS KEKUATAN UNDER FRAME KERETA BARANG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.866 KB)

Abstract

Kereta merupakan salah satu modal transportasi massal untuk barang dan penumpang yang penting. Transportasi barang yang menggunakan kereta semakin meningkat. Guna mendukung fungsinya, maka diperlukan suatu analisis terhadap under frame kereta. Under frame barang dianalisis kekuatannya menggunakan metode elemen hingga (MEH). Beban yang dibekerja pada rangka, disimulasikan mendekati pembebanan yang sebenarnya. Beban utama yang dikenakan adalah beban kontainer seberat 30 ton. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak MEH, menunjukkan bahwa under frame kereta masih aman.

KONTROL GETARAN GAGAL – AMAN MENGGUNAKAN PEMBANGKIT GAYA AKTIP

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 3, Nomor 1, Januari 2001
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.703 KB)

Abstract

Using the concept of force generators, various active vibration configurations have been axamined for theirperformance potential. It is shown that an active vibration control system offers a great deal of flexibility in that by aproper choice of active companent its transmisibility characteristics can be altered to suit the requirements. It is alsoshown how the full potential of active systems can be achieved even when there are passive components. An activesystem is designed in such a way that it gives the desired performance even in the event of the failure of the activecomponents through the reliability offered by a passive system.