Articles

Found 34 Documents
Search

PENGAMBILAN MINYAK KEDELAI DARI AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL Buchori, Luqman; Sasongko, Setia Budi; Anggoro, Didi Dwi; Aryanti, Nita
JURNAL ILMU LINGKUNGAN Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : PSIL UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kedelai adalah komoditi terbesar setelah padi di Indonesia. Kebutuhannya mencapai 2,3 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut 50% dikonsumsi berupa tempe, 40% berupa tahu, dan 10% berupa minyak kedelai. Dari produksi tahu, dihasilkan limbah ampas tahu. Dalam penelitian ini, lemak pada ampas tahu diekstraksi untuk mendapatkan minyak kedelai yang dijadikan bahan baku biodiesel. Hasil ekstraksi kemudian dianalisa untuk dibandingkan dengan standar bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung berat lemak yang terekstrak dari ampas tahu terhadap lama waktu ekstraksi dan jenis solven yang digunakan, serta mengetahui komposisi minyak ampas tahu tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu ekstraksi dan jenis solven mempengaruhi jumlah lemak yang dapat terekstrak. Benzene merupakan solven yang dapat mengekstrak minyak lebih baik daripada solven toluene dan n-heksane. Solven benzene memiliki waktu optimum lima jam untuk mengekstrak lemak yang terdapat di dalam ampas tahu. Dari hasil analisa, diketahui bahwa kadar FFA minyak kedelai yang menggunakan solven benzene sebesar 4,8%, lebih kecil daripada menggunakan solven toluene (5,4%) dan n-heksan (5,8%). Sedangkan bilangan penyabunan diperoleh 184,22 mgKOH/gr untuk benzene, 193,55 mgKOH/gr untuk toluene dan 184,22 mgKOH/gr untuk n-heksan. Kandungan posfor yang didapat sebesar 0,19 untuk benzene, 0,23 untuk toluene dan 0,12% untuk n-heksan. Nilai ini masih dalam kategori besar sehingga harus melewati pretreatment terlebih dahulu sebelum melewati proses transesterifikasi menjadi biodiesel. Kata Kunci: ampas tahu; biodiesel; kedelai; minyak kedelai; transesterifikasi ABSTRACT Soybeans are the largest commodity after rice in Indonesia. Needs to reach 2.3 million tons per year. Of this amount 50% is consumed in the form of tempeh, 40% in the form of knowing, and 10% of soybean oil. From tofu production, tofu waste generated. In this study, fat on tofu extracted for soybean oil used as biodiesel feedstock. The results are then analyzed for compared to standard biodiesel feedstock. This study aimed to calculate the weight of fat extracted from the tofu waste to extraction time and the type of solvent and determines the composition of the oil tofu. The results showed that the extraction time and the type of solvent affects the amount of fat that can be extracted. Benzene is a solvent that can extract oil better than the solvents toluene and n-hexane. Benzene had five hours optimum to extract the fat in the tofu. From the analysis, it is known that the FFA content of soybean oil using benzene was 4.8%, smaller than toluene (5.4%) and n-heksane (5.8%). While these numbers obtained by saponification 184.22 mgKOH/gr for benzene, 193.55 mgKOH/gr for toluene and 184.22 mgKOH/gr for n-heksane. The content of phosphorus of 0.19 for benzene, 0.23 for toluene and 0.12% for n-heksane. This value is still in the major categories that must be passed before pretreatment process trough transesterification into biodiesel. Keywords: tofu waste; biodiesel; soybean; soybean oil; transesterification
ALGORITMA MODULAR UNTUK SISTEM PROSES DENGAN RECYCLE - KEADAAN TUNAK PADA PERANGKAT LUNAK BEBAS BIAYA LISENSI Sasongko, Setia Budi
REAKTOR Volume 12, Nomor 2, Desember 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.152 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.2.117-122

Abstract

Computer simulasion can be developed to comprehend a system process characteristic and can be used to train the operator of process. The first problem of programming is high price of the licence. Using the FOC (free of charge) software solve of the previous problem such as Scilab and Open Office which comparable with Matlab and Excel. The objectives of this article develop process system programming which has recycle system and user friendly programming. Modular algorithm programming is introduced to solve recycle process system. Graphical User Interface (GUI) also introduces to make user friendly programming. Execution of the program performs stable and correct results.
MIGRASI KE SCILAB UNTUK VISUALISASI SERTA PENYELESAIAN MODEL MATEMATIS Sasongko, Setia Budi
REAKTOR Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.134 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.1-6

Abstract

Perangkat lunak merupakan salah satu komponen yang mutlak diperlukan dalam simulasi komputer. Permasalahan harga menjadi salah satu kendala dalam pengembangan sistem tersebut. Akan tetapi problema tersebut dapat diatasi dengan menggunakan Scilab sebagai “Open Source Software”. Scilab merupakan perangkat lunak berbasis matrik dalam menyelesaian permasalahan matematis dan visualisasi hasilnya.Penyusunan program didasarkan pada model matematis untuk bioreaktor. Validasi hasil dari Scilab dilakukan melalui komparasi hasil visualisasi dengan perangkat lunak Polymath 5 versi pendidikan. Hasil yang diperoleh dari Scilab tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan hasil yang diperoleh dengan Polymath 5. Berdasarkan hasil tersebut, perlu dikembangkan lebih lanjut simulasi komputasi dengan menggunakan Scilab.
KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADA PROES EKSTRAKSI KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI ) Budi, Faleh Setia; Sasongko, Setia Budi
REAKTOR Volume 12, Nomor 4, Desember 2009
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.372 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.4.232 – 238

Abstract

Tanaman kayu manis mengandung minyak atsiri yang mempunyai banyak manfaat seperti bahan antiseptis, pewangi/peningkatan cita rasa untuk menyegarkan bau sabun, deterjen, lotion, parfum, dan cream. Pengambilan minyak atsiri kayu manis pada penelitian ini dilakukan dengan cara ekstraksi dengan pelarut n-heksana teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konstanta kesetimbangan ekstraksi kulit kayu manis serta mempelajari pengaruh diameter pengaduk dan kecepatan putar pengaduk terhadap nilai koefisien transfer massa dan juga nilai difusivitas efektifnya. Setiap 40 gram kayu manis yang telah dihaluskan dan diayak dengan ukuran tertentu diekstraksi dengan 200 ml n-heksana teknis pada labu leher tiga dengan pengaduk magnetik selama 150 menit pada suhu 55°C. Setiap 25 menit diambil cuplikan untuk dianalisa kadar minyaknya dengan cara penimbangan. Data-data konsentrasi solut dalam solven dari penelitian diolah lebih lanjut untuk mendapatkan nilai Kc dan De dengan menyelesaikan persamaan diferensial parsial menggunakan metode Finite Difference Approximation cara implisit dan optimasi 2 peubah menggunakan minimasi Hooke-Jeeves. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah harga Kc naik sebanding  dengan kenaikan  kecepatan  putar pengaduk dan diameter pengaduk, sedangkan harga De yang diperoleh relatif tetap, sehingga dapat diperoleh hubungan persamaan kelompok tak berdimensi Sh =  4,8136 x 10-3 .Re 0,6716  dengan kesalahan relatif rara-rata 2,620%.
PENGEMBANGAN PIRANTI LUNAK SISTEM PROSES BERSIFAT USER FRIENDLY DENGAN SCILAB (Open Source Software) Sasongko, Setia Budi
METANA Volume 5 Nomor 2 Desember 2007
Publisher : METANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5655.258 KB)

Abstract

Abstract Requirement of software is necessary for the process system-computer simulation. ln reality, costly of software is one of restriction for the software development. However, the costly constraint can be solved using open source software such as Scilab and OpenOffice. The goa lof this article formulates user friendly program of the process system. Scilab program by Graphical User Interface (GUI) and interaction with Open Office-Cale for the data-base physical property. Scilab program has been listed in this article and algorithme of rhe program as the methodology has been presented in this article. Results of the simulation program indicate goodfinding for the process system.   Kata kunci : scilab; open office, simulasi komputer; oss (open source sortuare), Antar Muka Pcngguna - Graphical User Interface (GUI).
PENGENDALIAN EMISI GAS BUANG BOILER BATUBARA DENGAN SISTEM ABSORBSI Djayanti, Silvy; Purwanto, P; Sasongko, Setia Budi
JURNAL ILMU LINGKUNGAN Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : PSIL UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absorption study of emission gas (SO2, NO2, CO, and CO2) from coal boiler with NaOH absorber waste of textile industry has been done. Acid gasses neutralized and particulate trapped by NaOH solution.  NaOH was chosen for efficiency of waste neutralized and obtained from waste absorber and conventional textile finishing process (NaOH) with the concentration of 100 mol/m3. Emitted disposal gas concentration at flow rate 500, 1000, 2500, 5000, and 10,000 L/hour before and after absorption was measured and analyzed using MATLAB and EXCEL software. There was no significant difference between observation and theoretical calculation data (P<0,05). At flow rate 2500 L/hour concentration of emission gas have shown under threshold values. A liquid-gas absorption model that obtained form this study could be used to predict optimum flow rate required for reducing the emission gas concentration to the quality threshold values.
RANCANG BANGUN DAN REKAYASA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT (Studi Kasus Rumah Sakit Kristen Tayu, Pati) Nurdijanto, Stephanus Agus; Purwanto, P; Sasongko, Setia Budi
JURNAL ILMU LINGKUNGAN Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : PSIL UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair Rumah sakit Kristen Tayu Pati terdiri atas limbah cair infeksius dan non infeksius yang memberikan Nilai COD (Chemical Oxygen Demand) cukup tinggi sebesar 121,60 mg/l yang menunjukkan kandungan senyawa organik  yang cukup tinggi.Limbah Cair tersebut terbuang ke sungai di  Desa Sambiroto Kecamatan Tayu,Pati tanpa diolah dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) .Proses Aerob dan Anaerob yang menjadi dasar teori memberikan solusi bahwa Proses Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit menggunakan sistim Trickling Filter dan  Baffled Tank Reaktor . Penelitian ini dilakukan dengan Sistem Batch dan Sistim Kontinyu, dengan Analisa SWOT, Kekuatan dan Kelemahan cenderung memberikan Nilai Skor total pada Kelemahan : 1,0 sedangkan Peluang dan Ancaman memberikan deregulasi skor total pada Peluang 0,8 untuk membuat IPAL. Dari hasil peneitian didapatkan bahwa dengan menggunakan lumpur aktif melalui sistim Batch dan Kontinyu didapatkan hasil sesuai dengan baku mutu yang diharapkan perlu dilakukan pengelolaan dan pemantaun hubungan serta evaluasi dan analisis terhadap pola limbah cair di rumah sakit ,desain rancang bangun IPAL, dan sisa limbah IPAL  sebaiknya diproses.
PENGARUH SUHU DAN LAJU ALIR UDARA PENGERING PADA PENGERINGAN KARAGINAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SPRAY DRYER Dwika, Ruben Tinosa; Ceningsih, Trisna; Sasongko, Setia Budi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.156 KB)

Abstract

Carrageenan, as one of the treatment of seaweed, is very important role in food and beverage industry, pharmaceuticals, and others. The low quality of carrageenan in the state due to the less accurate drying system which is used as the final materials handling unit (finishing product). The method of spray dryer is drying the liquid by contacting the liquid droplets in the opposite direction or the direction of hot air. Humidity can be reduced by passing the air in the adsorbent column that will absorb moisture in it before entering the furnace room. Carrageenan with a spray drying process using zeolite as an absorbent of moisture is an alternative option to achieve an effective hot air. Variable used in this research was the temperature change of air for drying (70°C, 80oC, 90oC, 100oC) and a flow rate of air dryers (11 m / sec, 12 m / sec, 13 m / sec, 14 m / sec). The results showed that water content carrageenan products affected by temperature and air velocity dryer into the column. Carrageenan results with the lowest water content of 11.19% is achieved on the process conditions with a temperature of 100oC column with drying air velocity 14 m / sec. In addition, the heat transfer process (based on temperature) is more affected than the mass transfer processes of momentum transfer (based on drying air flow rate). As well, the efficiency of the drying process the product increases with increasing drying temperature and air velocity. The efficiency of the drying process the product for 83.33% carrageenan obtained at 100oC temperature conditions and the drying air velocity 14 m/sec.
PEMISAHAN KARBON TIDAK TERBAKAR DARI ABU TERBANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM DISSOLVED AIR FLOTATION (DAF) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS ABU TERBANG Surjaatmadja, Vherlly; Mangkoto, Winandyo; Sasongko, Setia Budi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.497 KB)

Abstract

Fly ash is a solid waste product of  coals combustion. Potential areas for the utilization of fly ash is in cement production, butthe unburned carbon in fly ash adversely affects the quality of final product (Miura, K 2010), and this research is a way to separate unburned carbon from fly ash using a flotation column with DAF system(Dissolved Air Flotation). This research is also aim to calculate the unburned carbon using LOI test (Lost On Ignition). This method, used to calculate unburned carbon content, will estimate energy potential from  fly ash recycles.The variable that used in this research is flotation times (15, 25, 35, 45, and 55) minutes and feed concentrations (10, 20, 30, 40, 50) gram/liter. The result shows that the biggest of average % reduction of LOI is 55.1782% at 55 minutes of time variable. For concentration variable there is no significant differences because the average % differences is 7.5395%. Therefore the most effective variable in this research is 50 gram/liter of concentrations and 55 minutes of flotation times.
PENGAMBILAN PEKTIN DARI KULIT PEPAYA DENGAN CARA EKSTRKSI Sofiana, Heni; Triaswuri, Khrista; Sasongko, Setia Budi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2990.409 KB)

Abstract

Pektin merupDari berbagPadahal baPemanfaatamerupakan kemampuanumumnya, ppelarut asammemanfaatkdalam ekstrpenelitian m1; 1,5; 2 jamorganik asaditentukan lsambil diaduberulang-uladianalisa kapektin mengrendemen pKondisi optidihasilkan teKata kunciPectin is oprocessing such as pecan additionalter the fufrom the plnew sourcetemperaturConduct ofextraction acid and owith the spwhile stirrirepeatedly.galacturonasolvent is mis 3.495% aof 80 ° C foKey words:MBILAN PHeni Sofiurusan Teknof. Soedartoupakan salah sgai pengolahagian tersebuan kulit pepakomponen tnnya dalam mpengambilan m. Tujuan dakan kulit pepayraksi pektin kmenggunakan m dengan meam asetat. Klalu bahan disuk-aduk hinggang. Pektin yadar metoksilggunakan peektin dengan pimum proses eergolong pekt: pektin, kulitone fruith thacan be productin. Utilizational componenunctional proplant can be does of pectin re and time inf research usitime 1, 1.5, 2rganic solvenpecified variabing until the p Pectin obtaiat. From the more optimumand 2.835% ofor 2 hours. Pe: pectin, papayPEKTIN iana, Khrisnik Kimia, o, Tembalansatu buah yanan tersebut dut masih meaya menjadi tambahan damengubah sifpektin dari ari penelitian ya sebagai bakemudian memetode ekstranggunakan duKulit pepaya ysaring denganga terbentuk eyang diperoll dan galaktularut asam kpelarut asamekstraksi pengtin dengan kadt pepaya, ekstrat can be conuced waste ason of papaya pnt in the food perties such asdone by extracusing papayan the extractioing the metho2 hours by usint acetic acid.bles and the pectin precipitined was drieanalysis showm than the aceof acetic acid. ectin is producya peel, extraDARI KUEKSTRAsta TriaswuFakultas Teng, SemaranAbstrang dapat dikodapat dihasilkemiliki kandpektin dapatalam industri fat fungsionaltanaman dapini adalah uahan bakunya,enetapkan konaksi dengan mua jenis pelaryang telah dn kertas saringendapan pektileh dikeringkaronatnya. Daklorida lebih klorida adalagambilan pektdar metoksil rtraksiAbstransumed directs the peel. Thpeel of pectinindustry, coss viscosity proction using aca peel as a on of pectin tod of extractiing two types Which has bmaterial wastate formed. Ted in an oven ws that the reetic acid solveThe optimumced relatively ctionULIT PEPAKSI uri, Setia Beknik, Univng, 50239, Tak nsumsi langsukan limbah sdungan senyat meningkatkamakanan, kl produk seppat dilakukanuntuk mengem, mengetahui pndisi optimummenvariasikanrut yaitu pelardihaluskan dieg. Filtrat hasiin. Endapan dan dalam ovari hasil analioptimal darah 3,495 % setin adalah padrendah untuk kct tly or processhough the sec can increasesmetics and poducts, emulsicid solvent. Thraw materialthen sets the oion with varias of solvents, been mashed ps filtered withThe precipitatand weighedesults of extraent. The averam conditions oflow levels mePAYA DEBudi Sasongversitas DipoTelp/Fax: (0ung atau diolaseperti kulit yawa yang bekan nilai tamkosmetik mauperti kekentalan dengan carmbangkan sumpengaruh jenm berdasarkan suhu 70, 80,rut anorganikekstraksi sesuil penyaringandisaring dan dven dan ditimisa menunjukripada pelaruedangkan asada suhu 80oC kedua jenis pesed into foodction still cone the value-addharmaceuticaions and gels.he purpose ofl, determine toptimum condation of tempnamely inorgpapaya peel ih filter paper.te was filteredd, then analyzaction of pectiage yield withf extraction petoksil for botENGAN Cgko *) onegoro 024)746005ah menjadi pryang dibuangermanfaat sembah dari peupun obat-oban, emulsi dra ekstraksi mmber pektin bis pelarut , sun rendemen. , 90oC dan wak asam kloridauai dengan vn ditambah ddicuci dengan mbang beratnkkan bahwa hut asam asetam asetat sebeselama 2 jamelarut. d products. Frntains compoudded from papals because of. In general, mf this study wthe effect of ditions based perature 70, 8ganic solvents is extracted in Filtrate addd and washedzed for levels in using hydrh hydrochloricprocess is at ath types of solvCARA 58 roduk pangan.g begitu saja.eperti pektin.epaya. Pektinbatan karenadan jel. Padamenggunakanbaru denganuhu dan waktuPelaksanaanaktu ekstraksia dan pelarutvariabel yangdengan etanoletanol secaranya kemudianhasil ekstraksitat. Rata-rataesar 2,835 %.m. Pektin yangFrom variousunds is usefulaya. Pectin isf its ability tomaking pectinwas to developsolvent type,on the yield.80, 90oC andhydrochloricn accordanceded to ethanold with ethanolmetoksil androchloric acidc acid solventa temperaturevents.