Bandi Sasmito
Diponegoro University

Published : 77 Documents
Articles

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP HASIL PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN PATI TAHUN 2001 – 2011 Nawangwulan, Nila Hapsari; Sudarsono, Bambang; Sasmito, Bandi
2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.779 KB)

Abstract

Lahan Pertanian memiliki peran dan fungsi strategis bagi masyarakat yang bercorak agraris dimana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Namun saat ini banyak alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian, contohnya di Kabupaten Pati. Jadi, jika terjadi alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian pasti akan berdampak pada perekonomian masyarakatnya dan ketersediaan pasokan beras terkait dalam hal ketahanan pangan lokal penduduk Kabupaten Pati per tahunnya. Penelitian ini memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh dalam mendeteksi perubahan lahan pertanian yaitu sawah irigasi, sawah tadah hujan, dan tegalan dari tahun 2001 – 2011 dengan lokasi penelitian di Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah Metode Supervised Classification dan menggunakan proses Raster to Polygon dalam melakukan delineasi. Dimana hasil yang diperoleh adalah lahan sawah irigasi dan lahan tegalan yang menurun masing-masing 12.606,9775 Ha dan 3.537,842 Ha. Namun untuk luas lahan sawah tadah hujan mengalami peningkatan sebesar 24.239,8506 Ha. Untuk mencari perubahan lahan pertaniannya menggunakan overlay jenis intersect. Dengan memanfaatkan Metode Supervised Classification, maka dapat diketahui bahwa Kabupaten Pati defisit dalam ketersediaan pasokan beras terkait Ketahanan Pangan Lokal. Dengan kebutuhan beras per kapita per hari sebesar 0,24 kg, sedangkan angka ketetapan dari Dinas Ketahanan Pangan sebesar 0,3 kg. Kata Kunci : Perubahan Lahan, SIG dan Penginderaan Jauh, Kabupaten Pati
APLIKASI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK PEMODELAN TAMPAK MUKA BANGUNAN (STUDI KASUS: GEDUNG PT. ALMEGA GEOSYSTEMS, KELAPA GADING-JAKARTA) Yuniar Maharsayanto, Pitto; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.461 KB)

Abstract

Perkembangan dunia survei dan pemetaan sangatlah pesat. Di era sekarang ini, pemanfaatan teknologi Terrestrial Laser Scanner  dapat memberikan solusi untuk pendokumentasian suatu bangunan maupun pengukuran topografi. Teknologi ini dinilai sangat efisien jika dibandingkan dengan teknologi pengukuran lainnya. Hasil pengukuran Terrestrial Laser Scanner berupa point clouds yang mempunyai koordinat 3 dimensi.  Dalam tugas akhir ini, metode pengukuran  Terrestrial Laser Scanner   digunakan untuk pemodelan  tampak muka bangunan gedung PT. Almega Geosystems, Kelapa Gading-Jakarta. Proses akuisisi  data di lapangan dan pengolahan data menggunakan software Cyclone V.7.4 (compatible with Leica Scan Station 2). Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model tampak muka bangunan gedung PT. Almega Geosystems, Kelapa Gading-Jakarta. Pengujian hasil pengolahan model dilakukan dengan dua pengujian, yaitu perbandingan jarak antar sisi gedung hasil  pengukuran Electronic Total Station dan laser disto meter. Nilai rata-rata kesalahan dari perbandingan jarak antar sisi mengunakan Electronic Total Station sebesar 0.00527 meter dan nilai rata-rata kesalahan dari perbandingan jarak antar sisi dengan laser disto meter sebesar 0.00708 meter.  Kata Kunci : Terrestrial Laser Scanner, Point Cloud, Pemodelan Tampak Muka Bangunan, Cyclone V.7.4
DETEKSI PENURUNAN MUKA TANAH KOTA SEMARANG DENGAN TEKNIK DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DINSAR) MENGGUNAKAN SOFTWARE ROI_PAC BERBASIS OPEN SOURCE Saputro, Eko Andik; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.708 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah yang terletak di koordinat -6°58’ LS dan +110°25’ BT. Semarang terbentuk dari endapan alluvial yang terdiri dari material berukuran lempung dan pasir. Lapisan pembentuk tersebut berumur muda (sekitar 10.000 tahun) yang memiliki derajat kompaksi rendah sehingga masih memungkinkan tahapan pemadatan dan berpengaruh dengan penurunan muka tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  penurunan muka tanah di Kota Semarang dengan teknik DInSAR. DInSAR adalah teknologi pencitraan radar kesamping dengan memanfaatkan informasi fase, amplitudo dan panjang gelombang dalam pengolahannya untuk mendapatkan topografi dan deformasi. Metode yang digunakan adalah two-pass interferometric dengan menggunakan 3-arsec (90 m) Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) sebagai Digital Elevation Model (DEM) referensi untuk menghapus unsur fase topografi. Data yang digunakan adalah tiga citra satelit ALOS PALSAR (Level 1.0) dengan akuisisi data Juni 2007 sampai September 2009. Teknik DInSAR ini diproses dengan menggunakan software ROI_PAC berbasis open source. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laju penurunan muka tanah dengan teknik DInSAR rata-rata sebesar 0.78 cm/tahun hingga 14.13 cm/tahun. Hasil pengolahan DInSAR dibandingkan dengan hasil penurunan muka tanah menggunakan teknik levelling yang menghasilkan nilai standar deviasi sebesar 1.217 cm. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik DInSAR dapat digunakan dalam mendeteksi penurunan muka tanah di kota Semarang.
ANALISIS KETELITIAN HASIL PEMERUMAN PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER Dewantoro, Angkoso; Sabri, LM.; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.284 KB)

Abstract

The activities of the underwater gas pipelaying takes bathymetry data  as the imaging of seabed surface. Bathymetry data will be used at  planning and implementing of the installation of gas pipeline owned by PT Nusantara Regas. In the implementation of data retrieval, PT Nusantara Regas choose PT Calmarine as the executor of the work. At the time of the surveying  and reporting, PT Nusantara Regas have the  right to check the accuracy of the Bathymetry’s results. IHO as international organizations in the hydrography sector has established procedures  standardization  for data collection and Bathymetry’s level order from the data which generated in those activities. Installation of equipment and calibration processes are also required to follow the procedures from the IHO and data retrieval software guide. In this research, the data was take using the Multibeam Echosounder (MBES) branded Elac Seabeam 1180, while the retrieval software and data processing using HYPACK software. All the surveying activities was held in Muara Karang and Bay Jakarta waters. Precision inspection process carried out by calculating the difference between the main lanes of Multibeam Echosounder (MBES) measuring data and Bathymatry cross line which  measured using Singlebeam Echosounder (SBES). With the formula   was performes the  calculations on the data using a Multibeam Echosounder (MBES) and the Singlebeam Echosounder (SBES) cross line data which give the  results that included to the order 1 of IHO accuration level. Keywords : Bathymetry, Multibeam Echosounder (MBES), IHO Standarts
ANALISIS ZONASI DAERAH RENTAN BANJIR DENGAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KOTA KENDAL DAN SEKITARNYA) Matondang, Jhonson Paruntungan; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.469 KB)

Abstract

Kota Kendal merupakan daerah dataran rendah yang berada di pesisir pantai utara Laut Jawa yang sering dilanda bencana banjir, tidak terkecuali daerah-daerah di sekitar Kota Kendal. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Kota Kendal dan sekitarnya akan memberikan dampak terhadapan pembangunan pemukiman yang baru yang akan mempersempit ruang resapan air. Disamping Kota Kendal dan sekitarnya yang memiliki drainase yang buruk dan banyaknya sungai yang sering meluap ketika hujan turun akan menimbulkan terjadinya banjir. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) sangatlah penting, dimana kurangnya aplikasi SIG yang bisa menjelaskan, mempresentasikan objek daerah rentan banjir dari dunia nyata yang digunakan di dalam bentuk digital. Dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah data kemiringan lereng, jenis tanah, jaringan drainase, curah hujan, dan penggunaan lahan tahun 2008 yang diperoleh dalam bentuk peta digital. Peta digital akan diolah dengan menggunakan software ArcGIS 9.3. Setiap data parameter akan diskoring dengan pemberian harkat dan bobot sesuai pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay intersect. Pada tahap akhir dilakukan validasi yang bermanfaat untuk menguji kebenaran kerentanan banjir di lapangan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah Peta Kerentanan Banjir Kota Kendal dan Sekitarnya. Kata Kunci : Banjir, Sistem Informasi Geografis, Kota Kendal dan Sekitarnya.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS DAERAH RESAPAN AIR (STUDI KASUS : KOTA PEKALONGAN) Adibah, Niswatul; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.261 KB)

Abstract

Daerah resapan air di daerah perkotaan sangat penting keberadaannya, karena berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian tata air di kawasan perkotaan khususnya dalam pelestarian air tanah dan mencegah terjadinya banjir lokal. Namun dewasa ini, pembangunan telah mengalami kemajuan yang pesat dan menimbulkan perubahan fungsi penggunaan lahan yang berdampak pada permasalahan berkurangnya daerah resapan air di kawasan perkotaan seperti yang terjadi di Kota Pekalongan. Penelitian ini memanfaatkan aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis kondisi daerah resapan air di Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode supervised classification yang disertai dengan raster to polygon, metode skoring dan overlay peta-peta tematik. Hasil penelitian menunjukkan confusion matrix citra landsat di daerah penelitian sebesar 95,75 %. Hasil analisis kondisi daerah  resapan air di Kota Pekalongan yang mempunyai kondisi mulai kritis sebesar 4007,3702 ha (84%) dan daerah resapan air dalam kondisi agak kritis seluas 751,1084 ha (16%). Serta diperoleh hasil perhitungan nilai volume air larian pada tahun 2011 sebesar 55.028.378,9 m3 dengan nilai debit tampungan DASnya sebesar 148.219.200 m³/th. Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan kondisi daerah resapan air di Kota Pekalongan secara umum dalam kondisi mulai kritis namun tidak rentan banjir Kata Kunci :  Daerah Resapan Air, Kota Pekalongan, Penginderaan Jauh dan  Sistem Informasi Geografis
DETEKSI PERUBAHAN LUAS LAHAN TAMBAK MENGGUNAKAN DELINEASI METODE DENSITY SLICING (STUDY KASUS: KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH) Rustikasari, Nevy Dyah; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.188 KB)

Abstract

Tambak di daerah Demak merupakan sumberdaya yang menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat di sekitar pesisir pantai. Beberapa tempat di areal pesisir dan pertambakan telah terkikis (abrasi pantai) dan  rob yang lebih dalam ke daratan. Tambak-tambak udang yang terkikis menjadi hilang dan berubah kondisinya menjadi laut dan akibat pemanasan global menyebabkan air masuk lebih dalam. Terjadinya air masuk ke daratan merupakan perubahan garis pantai yang sangat mempengaruhi perubahan luasan tambak tiap tahunnya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui luas lahan tambak secara periodik, laju perubahannya, dan distribusi spasialnya. Penggunaan inderaja untuk menganalisis perubahan luas lahan tambak yang merupakan salah satu alternative untuk mendapatkan informasi tentang perubahan luas lahan tambak. Sistem Informasi Geografis (SIG) diterapkan untuk menentukan klasifikasi lahan tambak berdasarkan beberapa parameter yang digunakan. Metode density slicing dan supervised classification merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan proses klasifikasi menggunakan software er mapper dan arcGIS. Data yang digunakan yaitu citra Landsat dan  Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Proses klasifikasi akan didapatkan parameter tambak yang selanjutnya dilakukan uji akurasi Confussion Matrik dan ke lapangan. Tahap selanjutnya yaitu delineasi lahan tambak sehingga diperoleh luas lahan tambak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa lahan tambak dari tahun 1999 sampai 2009 mengalami peningkatan meskipun ada beberapa wilayah yang terkena abrasi. Perubahan luas dengan kedua metode menunjukkan perbedaaan luasan. Di seluruh wilayah yang mempunyai lahan tambak mengalami kenaikan tiap tahunnya. Wilayah tersebut yaitu Kecamatan Sayung, Karang Tengah, Bonang, dan Wedung. Perubahan Luas dengan metode Density slicing yaitu Kecamatan Sayung sebesar 551,65 H(46,66%), Kecamatan Karang Tengah 33,60 Ha(2,84%), Kecamatan Bonang 42,30 Ha(3,58%), dan Kecamatan Wedung sebesar 554, 70 Ha(46,92%).Perubahan luas metode supervised classification yaitu Kecamatan Sayung sebesar 533,54Ha(44,25%), Kecamatan Karang Tengah sebesar 67,0H(5,36%), Kecamatan Bonang sebesar 103,96Ha(7,25%), dan Kecamatan Wedung yaitu 546,52 Ha(43,68%).
ANALISIS DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED MATTER DAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA TERRA MODIS LEVEL 1B RESOLUSI 250 METER DAN 500 METER (Studi Kasus Daerah Pesisir Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Tahun 2012) Dicky H., Muhamad; Sasmito, Bandi; Parwati, Ety; Budhiman, Syarif
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TSM (Total Suspended Matter) adalah material tersuspensi berupa zat organik maupun anorganik yang memiliki diameter >1mm yang  berada di permukaan air, sedangkan Klorofil-A adalah kelompok pigmen fotosintesis yang menyerap cahaya biru, dan merah, serta merefleksikan cahaya hijau. Keduanya dengan jumlah yang besar dapat menutupi permukaan air dan membuat air menjadi hangat dan mengurangi kemampuan air untuk memenuhi kebutuhan oksigen untuk kehidupan biota laut dengan kata lain dapat menganggu ekosistem perairan. Dalam pengamatan kualitas air, perlu adanya pengamatan tentang TSM dan Klorofil-A untuk waktu dan tempat yang spesifik, serta berkelanjutan. Data pengideraan jauh dapat menganalisa beberapa parameter dalam cara spasial dan temporal. Akan tetapi masalahnya adalah sulit untuk menemukan algoritma yang sesuai untuk setiap daerah. Dikarenakan setiap daerah memiliki karakteristik yang belum tentu sama. Dengan menggunakan data time series akan lebih baik dalam memonitoring kondisi kualitas air. MODIS adalah  satelit yang memiliki time series harian, jadi sangat bagus untuk pengamatan daerah perairan. Data yang digunakan dalam pengamatan ini adalah Terra-MODIS level 1B resolusi 250 meter dan 500 meter bulan januari sampai september dan di validasi dengan data in situ bulan Agustus 2012. Beberapa model persamaan digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis sebaran konsentrasi TSM dan Klorofil-A. Hasil pengolahan data didapatkan transformasi kromatisiti kanal merah pada MODIS dapat digunakan untuk analisa sebaran koefisien TSM dengan nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,484 sedangkan rasio antara kanal NIR dengan Kanal biru dapat digunakan untuk analisa sebaran konsentrasi Klorofil-A dengan koefisien korelasi sebesar (R2) 0,924.
APLIKASI ECHOSOUNDER HI-TARGET HD 370 UNTUK PEMERUMAN DI PERAIRAN DANGKAL (STUDI KASUS : PERAIRAN SEMARANG) Kautsar, Muhammad Al; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.044 KB)

Abstract

Wilayah pantai di kepulauan Indonesia memiliki potensi pembangunan yang sangat bagus. Kawasan laut memiliki dimensi pengembangan yang lebih luas dari daratan karena mempunyai keragaman potensi alam yang dapat dikelola. Kawasan pantai adalah wilayah yang paling berpotensi untuk dikembangkan, sedangkan wilayah tersebut memiliki kedalaman yang dangkal.Untuk perencanaan pembangunan di wilayah perairan, maka dibutuhkan survei hidrografi. Salah satu alat yang digunakan untuk survei hidrografi adalah echosounder. Echosounder menggunakan prinsip akustik untuk merekam kedalaman dasar laut. Terdapat dua tipe echosounder, yaitu Echosounder Multi Beam dan Echosounder Single Beam. Echosounder Hi-Target HD 370 merupakan jenis Single Beam.Berdasarkan pengolahan data hasil, Echosounder Hi-Target HD 370 memiliki akurasi kedalaman yang teliti sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Semakin rapat titik-titik pemeruman, maka akurasi data semakin teliti.Kata Kunci    : Kawasan Pantai, Echosounder, Standar Nasional Indonesia
PEMETAAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MULTI TEMPORAL DI DANAU RAWA PENING PROVINSI JAWA TENGAH Nurandani, Pinastika; Subiyanto, Sawitri; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.497 KB)

Abstract

Rawa Pening is a natural lake located in Central Java that vital existence. Quality and quantity of water are mayor concern. One of water quality parameter is Total Suspended Solid (TSS). TSS are solid materials, including organic and anorganic, that are suspended in the water. High concentration of TSS can reduce the penetration of sunlight into water bodies, increase water turbidity, and can settle at any time, causing silting.Distribution of TSS cab be identified using satellite remote sensing imagery. Metode used is development of modelling algorithms using regression equation of the relationship between the insitu value and reflectance of Landsat-7 ETM+ image at 2013. This research aims to determine the suitable empirical algorithm to estimate the concentration of TSS and mapping the distribution of TSS in Rawa Pening at 2002, 2007, and 2013.The research result shows that ratio between blue band and green band of Landsat-7 ETM+ using logarithmic regression are the most suitable algorithm for estimating TSS concentration in Rawa Pening. The equation are TSS=368,7ln(x)+31,52. Water Quality in Rawa Pening has decrease at 2007 compared to 2002, and increase at 2013.Keywords: Total Suspended Solid (TSS), remote sensing, Landsat-7ETM+, empirical algorithm, insitu, reflectance
Co-Authors Adiasti Rizqi Hardini Adib Fahrul Arifin, Adib Fahrul Ahmad Hidayat Almira Delarizka, Almira Amirul Hajri, Amirul Andi Trimulyono Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba, Andri Yanto Parulian Angkoso Dewantoro Arief Laila Nugraha Arnita Ikke Sari Arwan Putra Wijaya Avini Sekha Rasina, Avini Sekha Ayu Hapsari Aditiyanti Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Barkah Amirudin Ahmad, Barkah Amirudin Bintang, Alan Aji Bram Ferdinand Saragih, Bram Ferdinand David Jefferson Baris, David Jefferson Denni Apriliyanto Desvandri Gunawan, Desvandri Deviana Putri Sunarernanda, Deviana Putri Dian Agus Widiarso Dian Ika Aryani Eko Andik Saputro Eko Didik Purwanto, Eko Didik Elsa Regina Rizkitasari Ety Parwati Fadhlan Hamdi, Fadhlan Fajar Dwi Hastono Farrah - Istiqomah, Farrah - Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Frandi Barata Simamora, Frandi Barata Fuad Hari Aditya, Fuad Hari Gunita Mustika Hati Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Haniah Haniah Harianto Harianto Harmeydi Akbar Hartomo Haryo Kuncoro, Hartomo Haryo Haryo Daruwedho, Haryo Hayu Rianasari Hestiningsih Hestiningsih, Hestiningsih Jaka Gumelar, Jaka Jerson Otniel Purba Jhonson Paruntungan Matondang L. M. Sabri Latifah Rahmadany LM. Sabri Mamei Saumidin Meiska Firstiara Maudi Moehammad Awaluddin Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhamad Dicky H. Muhammad Al Kautsar Muhammad Dimas Aji N. Muhammad Fadhli Auliarahman, Muhammad Fadhli Muhammad Helmi Muhammad Ilman Fanani, Muhammad Ilman Nasrul Arfianto Nevy Dyah Rustikasari Nila Hapsari Nawangwulan Niswatul Adibah Noviar Afrizal Wahyuananto, Noviar Afrizal Nurul Huda Patriot Ginanjar Satriya Pinastika Nurandani Pitto Yuniar Maharsayanto Pratama Irfan Hidayat, Pratama Irfan Putri Auliya, Putri Putri Mariasari Sukendar, Putri Mariasari Raditya Wahyu Utomo, Raditya Wahyu ratih kumala dewi Restu Maheswara Ayyar Lamarolla Sabri, LM Samuel Samuel Sawitri Subiyanto Setiaji Nanang Handriyanto Sindi Rahma Erwanti, Sindi Rahma Sri Purwatik Sutomo Kahar Syafiri Krisna Murti Syarif Budhiman Theresia Niken Kurnianingsih, Theresia Niken Tika Murni Asih Wahyu Eko Saputro, Wahyu Eko Wenang Triwibowo, Wenang Wilma Amiruddin Wisnu Wahyu Wijonarko, Wisnu Wahyu Yenny Paras Dasuka, Yenny Paras Yosevel Lyhardo Sidabutar, Yosevel Lyhardo Yudo Prasetyo Yugi Limantara