Articles

Penggunaan Media Alam Sekitar dan Kemampuan Berfikir Logis Anak Usia Dini

Jurnal PG-PAUD Vol 4, No 1 (2018): JPA
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.057 KB)

Abstract

The problem of this research was the ability to think logically in early childhood in use object that had still low. This research aimed to determine the correlation between the use of vicinity media nature with logical thinking ability children group B. This research was a correlation quantitative research. Sample were 30 students. Sampling technique was used Purposive Sampling technique. Data were collected by observation and documentation. Data was analize by using test table analysis and Spearman Rank data correlation test. The results showed that there was a positive correlation between the use of vicinity media nature with ability of logical thinking children by 0.536.Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir logis pada anak usia dini yang masih rendah dalam mengaplikasikan benda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media alam sekitar dengan kemampuan berfikir logis anak Kelompok B. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji analisis tabel dan uji korelasi data Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara penggunaan media alam sekitar dengan kemampuan berfikir logis anak sebesar 0,536.Kata kunci : anak usia dini, berfikir logis, media alam sekitar.

EVALUASI KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN

Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the performance of teachers in the elementary schools in Learning in Natar South Lampung regency , specifically to analyze : (1) the school environment, the vision and the mission of the school, the support of the leadership in implementing learning and development of curriculum conducted at school, (2) the availability of facilities and infrastructure of learning , human resource competencies, educational qualifications and knowledge of teachers in learning , (3) the ability of teachers in designing of learning , implementing of learning and evaluation of learning. The population of the research were all teachers of high Indonesian Language subject of elementary school in Natar sub-district of South Lampung regency totaling 104 people . This was supported by the findings from : 1) Context Components of 68 % with good category. 2 ) Component Inputs of 62.6 % with good categoryPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, yang secara khusus untuk menganalisis: (1) lingkungan sekolah, visi dan misi sekolah, dukungan pimpinan dalam melaksanakan pembelajaran, dan pengembangan kurikulum yang dilakukan di sekolah, (2) ketersediaan sarana dan prasaran pembelajaran, kompetensi SDM, kualifikasi pendidikan dan pengetahuan guru dalam pembelajaran, (3) kemampuan guru dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini yaitu guru bahasa Indonesia kelas tinggi Sekolah Dasar di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan yang berjumlah 104 orang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Kinerja Guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan mencapai kategori baik dengan perolehan nilai 60,69%. Hal ini didukung dengan temuan dari: 1) Komponen context sebesar 68% dengan katagori baik. 2) Komponen input sebesar 62,6% dengan kategori baikKata Kunci : evaluasi, kinerja guru, pembelajaran. 

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI TEKNIK 4/3/2

Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of the research are: a)  to design a speaking English learning in form of appropriate Lesson Plan using 4/3/2 technique at SMA N 1 Gedongtataan pesawaran lampung; b) to describe the implementation of appropriate speaking English learning using4/3/2 technique at SMA N 1 Gedongtataan; c) to arrange an appropriate evaluation system of speaking English learning using 4/3/2 technique. The subjects of the research were 32 students of special class of X b. The results showed that by the implementation of 4/3/2 technique, there were improvements not only in  students’ speaking ability but also in the improvements of students’ learning activities. The improvement of the speaking abilities can be seen from various aspects: comprehension, fluency, pronunciation, and vocabulary. This means that at the initial position the students score of speaking was 59.37 percent at cycle I, then it increased to 81.25 percent at the second sycle, and finally increased to 93.62 percent at the third cycle.Penelitian ini bertujuan untuk: a) mendesain pembelajaran berbicara Bahasa Inggris dalam bentuk RPP yang  tepat dengan menggunakan Teknik 4/3/2 di SMA Negeri I Gedongtataan Pesawaran Lampung, b) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbicara bahasa Inggris dengan tepat menggunakan Teknik 4/3/2 di SMA Negeri 1 Gedongtataan, c) menyusun sistem evaluasi pembelajaran berbicara Bahasa Inggris yang tepat dengan menggunakan Teknik 4/3/2. Subjek penelitian adalah siswa kelas unggulan X b yang berjumlah 32 orang. Hasil Penelitian menunjukkan dengan penggunaan teknik 4/3/2 adanya peningkatan baik dalam hal kemampuan berbicara bahasa Inggris, maupun dalam aktivitas belajar siswa. Peningkatan kemampuan berbicara terlihat dari berbagai aspek baik dalam hal comprehension, fluency, pronunciation, vocabulary , yakni yang semula hanya 59,37 persen pda siklus I meningkat menjadi 81,25 persen pada siklus II, dan 93,62 persen  pada siklus III. Kata kunci : kelancaran, kemampuan, ketepatan berbicara dan teknik 4/3/2

PEMAHAMAN GURU SEKOLAH DASAR TENTANG PEMBELAJARAN TERPADU PADA KURIKULUM 2013

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.094 KB)

Abstract

This research focuses on the teachers understanding of primary school at the fourth grade about integrated learning on curriculum 2013 in the city of Bandar Lampung. The purpose this study is to determine understanding of teachers of the integrated learning in integrated learning concept aspect and in the aspect of integrated learning procedure which includes the preparation of the planning, implementation and evaluation. This study uses a  combination method with of the Sequential Explonatory research design. The study population is 18 primary school with 52 teachers . The sampling technique is purposive  sampling, so that study sample is 9 primary school with 30 teachers. The results of study indicate that 22 teachers or (73.33%) is lack at understanding about of integrated learning in evaluation procedure aspects integrated learning.Penelitian ini berfokus pada pemahaman guru sekolah dasar kelas empat tentang pembelajaran terpadu pada kurikulum 2013 di kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman guru tentang pembelajaran terpadu dalam aspek konsep pembelajaran terpadu dan dalam aspek prosedur pembelajaran terpadu yang meliputi penyusunan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan desain penelitian Sequential Explonatory. Populasi penelitian ini 18 sekolah dasar dengan 52 guru. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling, sehingga sampel penelitian ini 9 sekolah dasar dengan 30 guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 guru atau (73.33%) kurang memahami tentang pembelajaran terpadu dalam aspek prosedur evaluasi pembelajaran terpadu. Kata kunci: kurikulum 2013, pemahaman guru, pembelajaran terpadu.

STUDI DESKRIPTIF TENTANG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA SEKOLAH DASAR

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is focused on the implementation of thematic learning in the elementary school at Bandar Lampung. The purpose of the research is to describe the planning which made by teachers before implementing thematic learning and describe the implementation of thematic learning by teachers. This research was conducted at four elementary schools in Bandar Lampung which already implementing curriculum of 2013. This research was analyzed by mixture of quantitative analysis techniques-qualitative. The results of this research showed that all teachers prepare the planning for teaching (RPP), but the RPP only move the components in the teacher guide book into the planning thematic learning. Implementation of thematic learning has not been fully implemented. The thematic learning very needs support of media, but only some teachers are using it. That thing give the influence of the thematic learning implementation effectiveness.Penelitian ini berfokus pada implementasi pembelajaran tematik pada Sekolah Dasar di Kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan yang dibuat oleh guru sebelum mengimplementasikan pembelajaran tematik dan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tematik yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini dilaksanakan di empat Sekolah Dasar di Kota Bandar Lampung yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Penelitian ini dianalisa menggunakan teknik analisis data campuran kuantitatif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukan bahwa, semua guru menyiapkan RPP untuk mengajar, tetapi RPP tersebut hanya memindahkan komponen-komponen yang terdapat dalam buku panduan guru kedalam perencanaan pembelajaran tematik. Implementasi pembelajaran tematik belum terlaksana seutuhnya. Pelaksanaan pembelajaran tematik sangat memerlukan dukungan media, dan hanya sebagian guru yang menggunakannya dalam pembelajaraan, hal ini sangat mempengaruhi efektifitas pada implementasi pembelajaran tematik.Kata kunci: kurikulum 2013, implementasi pembelajaran, pembelajaran tematik.

STUDI DESKRIPTIF PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH BERDASARKAN KURIKULUM 2013

Jurnal Pedagogik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is focused on scientific approach application learning based on 2013 curriculum in the elementary school of Bandar Lampung City. The aim of the research is to describe plan and implementation of scientific approach learning which includes observing, inquiry activities, activities of collecting and associating and communicating the results of activities. This research has been implementedin the second semester of academic year 2013/2014. This research was conducted at four elementary schools in the city of Bandar Lampung which already implementing 2013 curriculum which consists of SD Negeri 2 Labuhan Ratu, SD Negeri 1 Pengajaran, SD Negeri 1 Surabaya and SD Negeri 3 Sawah Lama. This research was analyzed using data analysis techniques quantitative qualitative mix. The result of the research showed (1) the learning plan which made by teacher only administrative demands (2) implementation of scientific approach learning has not been implemented as demanded in the 2013 curriculum, especially in implementing activities to observe, inquire, gather and associate and communicate the results.Penelitian ini berfokus pada penerapan pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013 pada Sekolah Dasar di Kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah meliputi kegiatan mengamati, kegiatan menanya, kegiatan mengumpulkan dan mengasosiasikan serta kegiatan mengkomunikasikan hasil. Penelitian ini dilaksanakan di empat Sekolah Dasar di Kota Bandar Lampung yang sudah menerapkan kurikulum 2013 yang terdiri dari SD Negeri 2 Labuhan Ratu, SD Negeri 1 Pengajaran, SD Negeri 1  Surabaya dan SD Negeri 3 Sawah Lama. Penelitian ini dianalisa menggunakan teknik analisis data campuran kuantitatif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan yang dibuat guru hanya tuntutan  administrasi (2) implementasi pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah belum dilaksanakan sebagaimana yang dituntut dalam kurikulum 2013 terutama dalam melaksanaan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengasosiasikan serta mengkomunikasikan hasil.Kata kunci: kurikulum 2013, penerapan pembelajaran, pendekatan ilmiah

Bermain Kartu Emosi dan Keterampilan Berbahasa Anak Usia Dini

Jurnal PG-PAUD Vol 4, No 1 (2018): JPA
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.77 KB)

Abstract

The problem in this research was children low language skills in early childhood. This research aimed to determine the correlation between emotional cards play activity with children languange development skills. The research method was used quantitative research with correlation and eksplanatif design. The population were 30 students. Samples teqnique was total sampling with 30 student sample of early childhood. Data were collected by observation and documentation. The results of the study were analyzed by Spearman Rank test. The result showed that 66,7% has a positive corelation between emotional card play activity and children languange development. Therefore, playing emotional cards can be used as one of the play activities in early childhood, that can stimulate early childhood language skills.Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya keterampilan berbahasa pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bermain kartu emosi dengan pengembangan keterampilan berbahasa anak usia dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dan desain penelitian eksplanatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 anak. Sampel yang digunakan berjumlah 30 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis dengan Korelasi Spearman Rank sebesar 66,7% menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara bermain kartu emosi dengan pengembangan keterampilan berbahasa anak usia dini. Oleh sebab itu bermain menggunakan kartu emosi dapat dijadikan sebagai salah satu kegiatan bermain dalam pembelajaran untuk menstimulasi keterampilan berbahasa anak usia dini.Kata kunci : bermain kartu emosi, keterampilan berbahasa, anak usia dini.

HUBUNGAN PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI

Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research problem of this study was the ability of early children to express language that haven’t been developed. This study aimed to investigate the relationship between story telling method towards the skills to express the language in early childhood. This study used quantitative research and correlational method. The subject of this study was A group children in Mutiara Bangsaku kindergarden Bandar Lampung. Primary data were collected by observation while secondary data were colleted by documentation. The data was analyzed by using Correlation Spearman Rank. The result showed that there was positive relationship between story telling method and ability to express language in early childhood. The story telling method can be used as alternative learning activities in early childhood education, particularly in developing the ability to express language skills.Masalah dalam penelitian ini adalah belum berkembangnya kemampuan mengungkapkan bahasa pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan metode bercerita dengan kemampuan mengungkapkan bahasa pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Subyek penelitian ini adalah siswa TK Mutiara Bangsaku kelompok A Bandar Lampung. Pengumpulan data primer menggunakan metode observasi dan pengumpulan data sekunder dengan metode  dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis dengan Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara penerapan metode bercerita dengan kemampuan mengungkapkan bahasa pada anak usia dini. Oleh sebab itu hendaknya penggunaan metode bercerita dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran di PAUD, terutama dalam mengembangkan kemampuan mengungkapkan bahasa.Kata kunci : anak usia dini, kemampuan mengungkapkan bahasa, metode bercerita

PENGARUH PERMAINAN KARTU KATA BERGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI

Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research problem was the early reading skills of 5-6 year old children that was not optimal. This study aimed to know the effect of pictorial word card game on early reading skills in early childhood. The research used the correlational method that influences the views from the causal relationships between variables. The sampling technique was saturated sampling. Data were collected by observation and documentation. The data was analyzed using simple linear regression test. The result showed that the pictorial word card game have a significant impact on early childhoods ability for early reading skills.Penelitian ini dilatar belakangi adanya masalah kemampuan membaca permulaan pada anak usia dini kelompok usia 5-6 tahun yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh permainan kartu kata bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional, dimana pengaruh dilihat dari hubungan sebab-akibat antar variabel. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh permainan kartu kata bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia dini sebesar 0,744.Kata kunci: kartu kata bergambar membaca permulaan, permainan.

HUBUNGAN KEGIATAN BERMAIN PERAN MIKRO DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK USIA DINI

Jurnal PG-PAUD Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research problem of this study was the low social skills in children aged 5-6 years in kindergarten group B2 Assalam Bandar Lampung. This study aimed to investigate the relationship between micro role play activities with social skills in early childhood. The method that had been used was correlation method. An observation was used to collect primary data while interview and documentation were used to collect secondary data. The data was analyzed by using spearman rank correlation test. The results showed that there was relationship between micro role playing activities with social skills in early childhood. This can be proved from the calculation of Spearman rank correlation of 0.75, which means that micro role play activities and social skills in early childhood have a strong relationship and a positive value.Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan sosial pada anak usia 5-6 tahun di kelompok B2 TK Assalam Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kegiatan bermain peran mikro dengan keterampilan sosial pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode korelasional. Pengumpulan data primer menggunakan observasi dan pengumpulan data sekunder menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kegiatan bermain peran mikro dengan keterampilan sosial anak. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan korelasi spearman rank sebesar 0,75 yang berarti bahwa kegiatan bermain peran mikro dengan keterampilan sosial pada anak usia dini memiliki hubungan yang kuat dan bernilai positif.Kata Kunci: kegiatan bermain peran mikro, keterampilan sosial, anak usia dini.