Saryati Saryati
Technology Center for Nuclear Industrial Material, National Nuclear Energy Agency (BATAN), Jakarta

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

HEAVY METAL REMOVAL AT SOLUTION WITH NATURAL ZEOLITE Saryati, Saryati; Supardi, Supardi; Suminta, Supandi; S., Rohmad
Jurnal Zeolit Indonesia Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Zeolit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.254 KB)

Abstract

This research studied the effect of chemical activation processes of natural zeolite to heavy metal removing efficiency (%) and chemical composition of natural zeolite. The solutions 0,5M of HCl,NH4OH, KOH and NaOH was used as an activator. Heavy metal solutions (Cu, Cd, Pb, Zn, Fe and Mn) of 50 ppm was used as sample. Chemical composition of zeolite was viewed semi-quantitatively using a SEM EDX. The result indicate that Si/Al ratio was decreased because alkali activity and increased because the acid activity. The efficiency of zeolite without chemical activation on disposal heavy metals in water reached above 80% for Cd,Pb,Cu and Fe, 44% for Zn and 21% for Mn. Activation of natural zeolite with acid generally reduce the efficiency, except Fe and Pb, whereas activation with mineral salts and alkaline generally increase disposal heavy metal efficiency.
PENGEMBANGAN KIMIA AIR PENDINGIN REAKTOR Saryati, Saryati; Rukihati, Rukihati; Sutisna, Sutisna; Supardi, Supardi; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 3: JUNI 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.689 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.3.4835

Abstract

PENGEMBANGAN KIMIA AIR PENDINGIN REAKTOR. Pengelolaan kimia air pendingin yang meliputi pengamatan kandungan ion-ion dalam air, perilaku korosi logam-paduan logam dalam air serta proses pemurnian air pendingin sangat mendukung dalam pemeliharaan keselamatan reaktor nuklir. Dalam penelitian ini telah dipelajari beberapa metode voltametri untuk penentuan ion-ion Cu ,Cd ,Pb ,Zn, Fe dan Mn dalam air, serta unjuk kerja zeolit alam dalam mengadsorpsi ion-ion tersebut sebagai langkah awal dalam pengembangan kimia air pendingin reaktor nuklir. Unjuk kerja metode voltametri untuk penentuan ion-ion tersebut adalah prosen perolehan kembali berkisar (94,39 - 102,66)% dengan simpangan baku relatif (RSD) berkisar (1,62 - 9,23) %. Zeolit alam tanpa aktivasi secara kimia dapat menyerap ion-ion yang dipelajari dengan baik, dengan prosen penyerapan di atas 85%, kecuali untuk Zn hanya 44% dan Mn hanya 21%. Aktivasi dengan NaOH atau KOH dapat meningkatkan daya serap zeolit terhadap Zn dan Mn sampai di atas 80%, sedangkan aktivasi dengan HCl umumnya menurunkan daya serap kecuali untuk Pb dan Fe. Aktivasi dengan NH4Cl dapat menaikkan daya serap terhadap Zn di atas 80% dan Mn di atas 60%.
PENENTUAN Cu, Cd ,Pb DAN Zn DALAM BAHAN BIOLOGI DENGAN METODE VOLTAMETRI Saryati, Saryati; Rukihati, Rukihati; Sutisna, Sutisna; Wahyudianingsih, Wahyudianingsih; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.122 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2004.5.2.5225

Abstract

PENENTUAN Cu, Cd, Pb DAN Zn DALAM BAHAN BIOLOGI DENGAN METODE VOLTAMETRI. Telah dilakukan analisis Cu, Cd, Pb dan Zn dalam bahan biologi dengan metode voltametri. Dipelajari digesti (digestion) bahan biologi dengan campuran asam nitrat pekat dan perklorat, campuran asam nitrat pekat dan perklorat dan H2O2 serta digesti menggunakan gelombang mikro. Digunakan teknik Square Wave Anodic Striping Voltammetry dengan perangkat peralatan polarografi EG & G PAR M 384 B yang dilengkapi dengan SMDE EG & G PAR M 303 A. Untuk pengujian metode digunakan bahan biologi standar apple leave SRM-I 515, copepot SRM-MA-A-I TM dan bovin liver SRM l5 77b. Metode ini diaplikasikan pada analisis bahan sayuran. Terlihat bahwa digesti dengan campuran asam nitrat pekat dan perklorat pekat memberikan hasil lebih rendah dari harga sertifikat dengan recovery (38,00-87,52) %, digesti dengan penambahan H2O2 memberikan hasil lebih baik dengan recovery (84,42-104,48)% demikian pula digesti dengan gelombang mikro dengan recovery (98,4-107,2)%. Berdasarkan uji t dari data analisis dapat dinyatakan bahwa degesti dengan campuran asam nitrat dan perklorat serta H2O2 dan digesti dengan menggunakan gelombang mikro tidak berbeda nyata. Semua jenis sayuran yang diamati mengandung Cd (2,1-5,79) μg/g, Pb (1,57-4,99) μg/g, Cu (16,81-55,0) μg/g dan Zn (53,3-179,0) μg/g.
DIFFERENTIAL PULSE ANODIC STRIPPING VOLTAMMETRY FOR DETERMINATION OF SOME HEAVY METALS IN URANIUM Saryati, Saryati
Indonesian Journal of Chemistry Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.555 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21537

Abstract

The direct determination of some metals impurity in uranium by using differential pulse anodic stripping voltammetry (DPASV) method at a hanging mercury drop electrode and in a carbonate buffer media was developed. It was found that the carbonate buffer show the strongest affinity for uranium and gives the best separation between the DPASV peaks of heavy metals impurities. The carbonate concentration markedly affects the oxidation and reduction the major and the minor constituents of the uranium samples. In 0.1 M carbonate buffer solution pH 10, copper, bismuth, thalium, lead, cadmium, zinc, could be determined without the removal of the uranium matrix. Recovery and relative standard deviation (RSD) of this method was in the range of 174% - 85.2% for recovery and 36.8% - 1.2% for RSD. The larger error of analytical result was obtained for Zn at low concentration. In general, the analytic results error and RSD decreased with increasing metals concentration.   Keywords: heavy metal determination, differential pulse anodic stripping voltammetry, uranium
SQUARE WAVE CATHODIC STRIPPING VOLTAMMETRY ADSORPTIVE FOR NICKEL AND COBALT ANALYSIS Saryati, Saryati; Sumardjo, Sumardjo
Indonesian Journal of Chemistry Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.921 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21753

Abstract

The adsorptive stripping voltammetric determination of Ni and Co based on adsorption of the Ni/Co and dimethylglioxime (DMG) complex on a hanging mercury drop electrode is studied. The reduction current of the adsorbed DMG complex is measured by square wave cathodic stripping voltammetry method. The effect of various parameters such as ligand concentration, pH of supporting electrolytic, adsorption potential and adsorption time on the current peak of Ni and Co voltammogram were studied. Optimum condition of this method are supporting electrolyte pH 9, DMG concentration 5×10 -4 M, adsorption potential -0.7 V vs Ag/AgCl and adsorption time 180 second. A linier relationship between the current peak and Ni or Co concentration was obtained in the range 5 - 30 ng/mL and the detection limit 0.6 ng/ml for both Ni and Co. The recovery of Ni and Co were 98.11-104.17% using standard biological materials with RSD 2.59 - 10.37%. Based on ";t"; test can be conclude that the result are nearly equal to the standard reference material.   Keywords: adsorptive stripping voltammetric, dimethylglioxime complex, nickel, cobalt
MODIFIKASI BETAIN FOSFAT (CH3)3N+CH2COO-.H3PO4 DENGAN D20 Saryati, Saryati; Ridwan, Ridwan; Deswita, Deswita; Sugiantoro, Sugik
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 3: JUNI 2002
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.225 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2002.3.3.5074

Abstract

MODIFIKASI BETAIN FOSFAT (CH3)3N+CH2COO-.H3PO4 DENGAN D20. Telah dipelajari modifikasi betain fosfat (CH3)3N+CH2COO-.H3PO4 dengan D20 Digunakan cara penguapan perlahan larutan jenuh betain fosfat dalam D20 pada suhu tetap 40° C dalam kotak pengering, sampai diperoleh kristal kering. Berdasarkan data NMR, diperolch kesimpulan bahwa proses substitusi H dengan D telah berhasil dilakukan dan diperoleh betain fosfat-D. (CH3)3N+CH2COO-.D3PO4 Dari data difraksi sinar X dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan struktur kristal antara betain fosfat dan betain fosfat basil modifikasi. Dari diagram Defferential Scanning Colorimeter (DSC) pada suhu 30°C sampai 250°C diketahui bahwa Betain fosfat-H mengalami dua kali perubahan fasa endotermik, yaitu pada suhu 99°C dengan menyerap kalori sangat kecil dan pada suhu 22l,50°C dengan —26,75 kal/g. Sedangkan Betain fosfat yang telah dimodifikasijuga mengalami dua kali perubahan fasa endotermik pada suhu 99,86°C dengan —l ,94 kal/g . pada suhu 171,01°C dengan —3,48 kal/g. Dapat disimpulkan bahwa stubtitusi atom H dengan atom D pada Betain fosfat, mengubah struktur kristal, suhu perubahan fasa endotermik dan panas yang diperlukan untuk perubahan fasa tersebut .
HIDROKSIAPATIT BERPORI DARI KULIT KERANG Saryati, Saryati; S., Sulistioso Giat; Handayani, Ari; Supardi, Supardi; Untoro, Puji; Sugeng, Bambang
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.242 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.4.4753

Abstract

HIDROKSIAPATIT BERPORI DARI KULIT KERANG. Hidroksiapatit (HAp) Ca10(PO4)6(OH)2 merupakan material keramik bioaktif dengan bioafinitas yang tinggi dan bersifat biokompatibel terhadap tubuh manusia. Hidroksiapatit berpori saat ini sudahmenjadi kebutuhan yangmendasar bagi rekonstruksi tulang yang patah atau retak. Sementara banyak limbah kulit kerang yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan HAp untuk diproses lebih lanjut menjadi HAp berpori. HAp berpori dibuat melalui pembuatan komposit HAp-porogen. Telah dilakukan pembuatan hidroksiapatit dari kulit kerang dengan jalan reaksi pengendapan. Kulit kerang diubah menjadi CaO kemudian direaksikan dengan diamoniumfosfat dan endapannya dikalsinasi sehingga terbentuk HAp dimana kitosan digunakan sebagai porogen. Hasil yang diperoleh dikarakterisasi dengan X-Ray Diffractometer (XRD) dan Scanning ElectronMicroscope (SEM). Dari Data XRD terlihat bahwa kemurnian fasa HAp dipengaruhi oleh suhu kalsinasi. Diperoleh untuk HAp murni, suhu kalsinasi tidak lebih dari 700 oC. Morfologi permukaan serbuk HAp dan HAp berporogen, tidak terlihat perbedaan yang berarti, tersusun oleh bentuk granular (aglomerasi) dari partikel dengan ukuran berkisar 0,1 μm hingga 1 μm dan membentuk pori-pori dengan ukuran berkisar pada 0,1 μm hingga 1,0 μm. Sementara dalam bentuk pelet, permukaan HAp berporogen terlihat mempunyai pori-pori yang lebih besar dan lebih banyak dari HAp yang tidak berporogen.
PEMBUATAN KOMPOSIT ARANG AKTIF-ZEOLIT- CMC SEBAGAI BAHAN PENYARING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM Saryati, Saryati; Sutisna, Sutisna; Rukihati, Rukihati; Z, Wildan; Wahyudianingsih, Wahyudianingsih; Suprapti, Siti; Sumarjo, Sumarjo; Istanto, Istanto; Handayani, Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.432 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5084

Abstract

PEMBUATAN KOMPOSIT ARANG AKTIF-ZEOLIT- CMC SEBAGAI BAHAN PENYARING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM. Telah dibuat bahan untuk pengolahan air minum dengan sitem catu, komposit arang aktif-zeolit dengan karboksi metil selulosa (CMC) sebagai pengikat. Komposisi komposit yang optimum, yang diukur dari kemampuannya menjerap Fe dan MB (biru metilena), adalah l gram arang aktif, 2 gram Mn-zeolit dan O,l gram CMC. Dibandingkan dengan komposit arang aktifzeolit - bentonit dan komposit arang aktif-zeolit - kaolin, penjerapan terhadap ion Fe oleh komposit arang aktif-zeolit -CMC adalah rendah. Komposit arang aktif-zeolit CMC telah diaplikasikan dalam pengolahan air sumur dan air kran. Untuk lOO mL air sumur digunakan l gram komposit dikoeok selama 15 inenit dan diamati kandungan Fe, Cd, Pb dan bakteri coli dalam air sebelum dan sesudah perlakuan. Terlihat bahwa komposit tersebut menurunkan kandungan Fe, Cd, Pb dan bakteri coli dalam air. Kandungan Cd dan Fe turun lOO %, kandungan Pb turun (47,5- 100)%, dan kandungan bakteri coli turun dalam skala l03 sampai 105.
ANALISIS CUPLIKAN LINGKUNGAN DAN BAHAN GEOLOGI DENGAN INDUCTIVELY COUPLED PLASMA-MASS SPECTROMETRY. Rukihati, Rukihati; Saryati, Saryati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.861 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4829

Abstract

ANALISIS CUPLIKAN LINGKUNGAN DAN BAHAN GEOLOGI DENGAN INDUCTIVELY COUPLED PLASMA-MASS SPECTROMETRY. Inductively coupled plasma-mass spectrometry (ICP-MS) adalah teknik analisis multi unsur untuk menentukan unsur dan isotop yang terkandung di dalam berbagai jenis sampel. Lebih dari 90% unsur-unsur yang tercantum dalam tabel periodik dapat ditentukan dengan menggunakan ICP-MS, termasuk logam alkali, logam transisi, dan unsur tanah jarang. Informasi tentang kelimpahan isotop dan perbandingan isotop dapat diperoleh dengan teknik ini. Sejak 1990, di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tenaga Nuklir, BATAN Serpong telah diinstal seperangkat sistem ICP-MS SCIEX ELAN Model 250. Alat ini telah digunakan untuk: Penentuan unsur kelumit dari cuplikan lingkungan, penentuan unsur-unsur yang terkandung dalam partikulat udara, penentuan unsur-unsur tanah jarang dalam cuplikan geologi, serta penentuan nisbah isotop (isotope ratio) Pb dan Sr dalam bahan acuan standar (SRM = standard reference materials) dan yang terkandung dalam bahan geologi. Semua cuplikan dilarutkan dengan campuran asam (HNO3, HClO4 dan HF) menggunakan microwave dan larutan akhir dalam media HNO3 1%. Larutan cuplikan dimasukkan ke dalam plasma, pengumpulan data dari masing-masing cuplikan dalam kurun waktu hampir seperempat jam. Simpangan baku relatif (RSD = relative standard deviation) pengukuran ICP-MS terhadap cuplikan lingkungan adalah dalam kisaran 0,7 % sampai dengan 4,1 %. Hasil penentuan konsentrasi unsur tanah jarang dalam bahan standar geologi (Canadian Certified Reference Standard Rock) adalah dalam kisaran konsentrasi harga sertifikat. Simpangan baku relatif penentuan nisbah isotop Pb dan Sr dalam dalam bahan geologi berkisar antara 0,3 % sampai dengan 4,4 %. Pada umumnya, simpangan baku relatif penentuan nisbah isotop adalah kurang dari 5 %.
KOMPOSIT TAWASARANGAKTIFZEOLIT UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS AIR Saryati, Saryati; Sutisna, Sutisna; Sumarjo, Sumarjo; L, Wildan Z; Wahyudianingsih, Wahyudianingsih; Suprapti, Siti
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 4, NO 1: OKTOBER 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.961 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.4.1.4887

Abstract

KOMPOSIT TAWASARANGAKTIFZEOLIT UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS AIR. Telah dipelajari kemampuan komposit tawas, arang aktif dan zeolit untuk memperbaiki kualitas air. Penelitian ini mencari komposisi optimum komposit, sebagai langkah awal penyediaan teknologi sederhana dalam penyediaan air minum secara catu dengan volume kecil, yang merupakan gabungan dari beberapa prosedur, seperti koagulasi, flokulasi, pengendapan, penukaran ion dan penyerapan, yang terjadi dalam satu proses. Digunakan air sungai Cisadane sebagai sampel. Perbaikan kualitas air dilihat dari penurunan kekeruhan, bilangan permanganat, kandungan ion ion Cu, Cd, Pb dan Al dalam air setelah diproses. Diperoleh kesimpulan bahwa komposit tawas, arang aktif dan zeolit mempunyai kemampuan menurunkan kekeruhan air lebih besar dari pada komponen - komponennya. Penambahan kanji dalam komposit mempercepat proses penjernihan air. Komposit ini menurunkan kekeruhan, bilangan permanganat, dan jumlah bakteri coli dalam air. Komposisi komposit optimum adalah 1000 mg arang aktif, 1000 mg zeolit, 60 mg tawas, 40 mg natrium bikarbonat dan 50 mg kanji dengan ukuran butiran lebih kecil dari 80 mesh.