Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU PADA PENGINTEGRASIAN MATERI PENGURANGAN RISIKO BENCANA DALAM MATA PELAJARAN IPS SMP TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA

Bumi Lestari Vol 1, No 1 (2013): BUMI LESTARI
Publisher : Bumi Lestari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.678 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran terpadu pada pengintegrasian materi pengurangan risiko bencana erupsi Gunungapi Merapi dalam mata pelajaran IPS terhadap pengetahuan kebencanaan dan kesiapsiagaan bencana pada siswa SMP di lereng Gunungapi Merapi Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonrondomized control group, preetest dan posttest design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP di lereng Gunungapi Merapi Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten dan sampelnyaadalah siswa kelas VII E SMPN 2 Kemalang sebagai kelas eksperimen (kelas dengan penerapan model pembelajaran terpadu) dan siswa kelas VII D SMPN 1 Kemalang sebagai kelas kontrol (kelas dengan penerapan model pembelajaran parsial).Sampeltersebutdiambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kovarian (Anacova). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran terpadu pada pengintegrasian materi pengurangan risiko bencana erupsi Gunungapi Merapi dalam mata pelajaran IPS sangat efektif meningkatkan pengetahuan kebencanaan dan kesiapsiagaan bencana pada siswa SMP di lereng Gunung Merapi Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Kata Kunci: Model Pembelajaran Terpadu, Bencana, Pengetahuan, Kesiapsiagaan

KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA HUBUNGANNYA DENGAN INDEKS MASA TUBUH DAN KADAR HAEMOGLOBIN

Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.52 KB)

Abstract

This research is intended to determine whether or not there is a correlation between body mass index and content of hemoglobin with physical fitness, either separately or simultaneously. The research method employed is a survey conducted from August 1999 to January 2000. The subjects of the research were 80 students of the Sport and Health Department of FKIP UNS. The data, the score of performance of three variables above, were collected through measurement and tests. The technique of data analysis applied here was the technique of regression and correlation. The result of analysis showed that there was a negative correlation between body mass index and physical fitness, and a positive correlation between content of hemoglobin and physical fitness, either separately or simultaneously.

Perencanaan Pengembangan Wisata Alam Dan Pendidikan Lingkungan (Studi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Cikampek)

WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 15, No 3 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KHDTK Cikampek merupakan kawasan hutan yang difungsikan untuk tempat penelitian dan pengembangan kehutanan. Dalam perkembangannya, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata bagi masyarakat sekitar. Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan (Pusprohut), sebagai pengelola kawasan merespon dinamika perkembangan yang terjadi dengan mewacanakan pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan. Pengembangan kawasan dilakukan agar kegiatan wisata dapat dikelola sekaligus dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis proses perencanaan pengembangan kawasan, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses perencanaan, 3) aktor yang terlibat dalam proses perencanaan pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan di KHDTK Cikampek. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Perencanaan pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan di KHDTK Cikampek melalui tahapan 1) Penyiapan Kondisi Pemungkin, 2) Kajian Studi Pengembangan Potensi dan Program Wisata, serta Kajian Feasibility Pengusahaan Wisata, 3) Penyiapan Sumberdaya Manusia, 4) Penguatan Kelembagaan, 5) Penyiapan infrastruktur dan fasilitas, 6) Penyusunan Program, 7) Sosialisasi, 8) Pelaksanaan dan Implementasi Kegiatan, 9) Monitoring dan Evaluasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perencanaan pengembangan kawasan adalah faktor sumberdaya manusia, faktor lingkungan, faktor kebijakan, serta faktor dana dan anggaran. Pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan adalah Pemerintah, akademisi dan masyarakat. Pemerintah adalah Pusprohut sebagai pengelola, Disbudpar, akademisi tim pengkaji dari universitas, serta masyarakat sekitar kawasan. Pemerintah memiliki peran yang penting khususnya di bidang pembuatan kebijakan, akademisi menjadi konsultan pembantu dan masyarakat dapat memberikan masukan, saran serta pemikiran dalam proses perencanaan melalui diskusi atau pertemuan. Kata Kunci: perencanaan, wisata alam, pendidikan lingkungan, kawasan hutan, stakeholders.

Dinamika Pembuatan Kebijakan Desentralisasi Di Timor-Leste

WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap tentang dinamika pembuatan kebijakan desentralisasi di Timor-Leste yang meliputi beberpa aspek, yakni: pertama, isu desentralisasi yang berkembang di Timor-Leste; kedua,  aktor-aktor yang berkepentingan dalam menanggapi isu desentralisasi; ketiga, dinamika isu desentralisasi menjadi agenda kebijakan; dan keempat, proses pembahasan agenda kebijakan desentralisasi menjadi Undang-Undang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, desentralisasi telah menjadi sebuah tuntutan masyarakat yang perlu segera direspon oleh pemerintah; kedua, orientasi aktor lembaga kebijakan telah memanfaatkan isu desentralisasi sebagai komoditas politik untuk memperjuangkan dan atau mempertahankan kekuasaan tertentu dalam tubuh pemerintahan; ketiga, sosialisasi, realisasi program pembangunan lokal, serta konsultasi dimanfaatkan sebagai cara-cara untuk menyusun agenda kebijakan, baik agenda sistemik dan agenda institusional; dan keempat, adanya intervensi dari kepentingan aktor resmi lain, sebagai akibat dari distribusi kekuasaan, menyebabkan penundaan pembahasan agenda kebijakan desentralisasi di parlemen nasional. Kata kunci: Isu desentralisasi, Kepentingan Aktor, dan Agenda Kebijakan.

The Implementation of Community Empowerment Program in Reducing the Poverty (Case Study of PNPM-Mandiri Urban in Besito Village, Gebog Sub-district, Kudus Regency, Central Java Province, Indonesia)

WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PNPM-Mandiri as community empowerment program is a national program to accelerate the poverty reduction. The implementation of the program in some areas showed the successful by the poverty reduction. Nevertheless, many areas failed in implementing the program showed by the poverty remains, even worse. Therefore, it needs further analysis whether successful of the implementation of the program could not automatically reduce the poverty rate. The problem was occured in Besito Village Gebog Sub-District Kudus Regency. BKM Besito Makmur, the community based organization in the Village, won Kudus Regency awards in some years and also from Provincial level, but the poverty rate is still relatively high. This research used qualitative method in analyzing the implementation of PNPM Mandiri Urban in Besito Village, a community empowerment project supported by World Bank joint funded by local community. Besides this research analyzed the effectiveness of PNPM - Mandiri in reducing the poverty, this research also analyzed the roles of stakeholders to reduce the poverty through PNPM - Mandiri, the constraining factors, and the result of program implementation. As a result of evaluation, this program seems to be failed in terms of poverty reduction as final goal. The poverty reduction in Besito Village cannot be achieved although the BKM won awards because the implementation of the program only good in administration. The roles of stakeholders were not optimal, since the poor, women, and community leaders were not involved in all activities especially in the planning stage. The constraining factors divided into two categories, structural problems and operational problems. The poverty alleviation program needs some improvement to be more effective, efficient, relevant, sustainable and give positive impact in reducing the poverty. To cope with, the poor should be centered in implementing the program. Keywords: Community Empowerment; Poverty Reduction; National Program

Perencanaan Terpadu Penanganan Pekerja Anak (Studi Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat)

WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan karunia yang berharga bagi orang tua, lingkungan, bangsa dan negara untuk masa kini dan masa yang akan datang. Anak merupakan generasi penerus bangsa yang mempunyai hak asasi atau hak dasar. Salah satu hak dasar anak adalah adanya jaminan untuk tumbuh kembang secara optimal baik secara fisik, mental, sosial dan intelektual. Namun pada kenyataannya tidak semua anak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hak dasar tersebut secara optimal. Bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi akan mendorong anak-anak ini untuk bekerja. Membantu orang tuanya dalam mencari nafkah. Tidak jarang anak-anak ini bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak (BPTA). Mereka bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan yang sifatnya dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan anak tersebut dan  tentunya akan  berpengaruh pula pada tumbuh kembangnya. Latar belakang penelitian ini adalah mengenai perencanaan terpadu dalam menangani pekerja anak. Dimana anak-anak yang bekerja tersebut adalah anak-anak yang putus sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penanganan pekerja anak di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat serta mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan terpadu  dalam penanganan pekerja anak di Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumen serta menggunakan analisis data kualitatif model interaktif (Miles dan Huberman).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan pekerja anak di Kabupaten Bandung Barat sudah dilaksanakan melalui upaya preventif, kuratif dan represif dengan melibatkan stakeholders di Kabupaten Bandung Barat. Para stakeholders sudah berpartisipasi aktif pada upaya penanganan pekerja anak melalui Program Pengurangan Pekerja Anak dalam mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH). Namun masih harus lebih meningkatkan koordinasi supaya pekerja anak yang putus sekolah ini tidak menemui kesulitan dalam memperoleh fasilitas untuk melanjutkan pendidikannya. Kata Kunci :  Pekerja Anak, perencanaan terpadu, stakeholders

Sistem Pendukung Keputusan Kepegawaian dengan Metode AHP dan Pemetaan Digital

Jurnal Pekommas Vol 17, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjang pengambilan keputusan kepegawaian dengan memetakan data pegawai secara digital dalam bentuk peta tematik untuk merepresentasikan data kepegawaian, serta melakukan penilaian kinerja dan penempatan pegawai sesuai kompetensinya dengan metode Analisis Proses Hirarki (AHP), sebagai pertimbangan untuk meningkatkan kualitas masukan data dan informasi bagi baperjakat dalam pengambilan keputusan kepegawaian di BPS Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian Triangulasi, dengan melakukan studi pustaka, survei dan observasi dalam bentuk wawancara dan wawancara terstruktur (kuesioner). Sampel penelitian dari jenis Purposive Sampling. Penenitian ini telah memberikan: (1) penilaian kualitas kinerja dan kompetensi pegawai di lingkungan BPS Kalimantan Tengah, dimana hasil simulasi pemeringkatan pegawai menggunakan SPK menunjukkan skor untuk Pegawai A sebesar 3,393; Pegawai B sebesar 3, 927;  dan Pegawai C sebesar 2,658; (2) peta tematik digital sebagai representasi data kepegawaian (klasifikasi dan profil pegawai) di BPS Kalteng.  Selain itu diperoleh pula kriteria-kriteria yang dianggap mempengaruhi penilaian kinerja dan penempatan pegawai. Perpaduan data kriteria serta bobotnya dengan data pegawai mampu menghasilkan nilai kinerja masing-masing pegawai sekaligus urutan pemeringkatan pegawai.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR ANTROPOSFER SISWA KELAS XI IPS 5 SMA NEGERI 1 JUWANA TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014

GeoEco Vol 1, No 1 (2015): Jurnal GeoEco Januari 2015
Publisher : GeoEco

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are to improve: (1) the learning activities of the students in Grade XI of Social Science Program 5 of State Senior Secondary School 1 of Juwana in Academic Year 2013/2014 in the basic competencies of Anthroposphere through the Mind Mapping learning model; and (2) the learning results of the students in Grade XI of Social Science Program 5 of State Senior Secondary School 1 of Juwana in Academic Year 2013/2014 in the basic competencies of Anthroposphere through the Mind Mapping learning model. This research used the classroom action research. The subjects of the research were the students in Grade XI of Social Science Program 5 of State Senior Secondary School 1 of Juwana. The data of the research were gathered through observation, content analysis, questionnaire, and test. The quantity data of the research were analyzed by using the the comparative analysis whereas the qualitative ones were analyzed by using the the descriptive analysis followed with reflection.The results of the research are as follows: 1) The application of the Mind Mapping learning model on the basic competencies of Antroposphere can improve the Geography learning activities of the students in Grade XI of Social Science Program 5 of State Senior Secondary School 1 of Juwana in Academic Year 2013/2014. Prior to the treatment, the percentage of their learning activities is 64.6%. Following the treatment, it becomes 73.% in Cycle I and 80.7% in Cycle II, meaning that the performance indicators of the  determined learning activities have been fulfilled. 2) The application of the Mind Mapping learning model on the basic competencies of Antroposphere can improve the Geography learning results of the students in Grade XI of Social Science Program 5 of State Senior Secondary School 1 of Juwana in Academic Year 2013/2014. Prior to the treatment, the percentage of their classical learning completeness is 17.65%. Following the treatment, it becomes 64.71% in Cycle I and 88.24% in Cycle II, indicating that the performance indicators of the determined learning completeness have been fulfilled.Keywords: mind mapping, learning activities, learning results, and anthroposphere.

PERUBAHAN DAYA DUKUNG LAHAN KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2003 - 2012

GeoEco Vol 1, No 1 (2015): Jurnal GeoEco Januari 2015
Publisher : GeoEco

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Research aims to determine: 1) Population growth, 2) Landuse changes, 3) Land carrying capacity changes in Boyolali District in the year 2003-2012, 4) The prediction of land carrying capacity in Boyolali District in the year 2022.The method that used in the research is descriptive quantitative. This research use stratified random sampling. The sample are: Zone of city frame: Boyolali, Mojosongo, Teras, Sawit, and Ngemplak, zone of city-village frame: Sambi and Klego, zone of village-city frame: Selo. Primary data were obtain from direct observation to know the landuse in boyolali district, and the secondary data obtained from the many kinds of instancess that appropriate to the data.The analysis and  interpretation to the research data shown that: 1) The population growth in Boyolali District in the year 2003-2012 is low in the amount of 0,29% each year compared with national population growth in the amount of 1,49% each year. The biggest population growth is in Ngemplak Subdisdtrict with average of population growth is 0,73% each year and then Teras Subdistrict with average of population growth is 0,62% each year and the least is in Banyudono and Nogosari Subdistrict with the average of population growth is 0,01% each year. 2) Landuse changes in Boyolali District based on the subdistrict sample in the year 2006, 2009, and 2012, agriculture and moor landuse largery changes in to settlement area, and the other changes in to structure (building/factory), garden, and an empty land. The biggest changes is in zone of the city – village frame with the average of changes is 105,2 ha, and  in the zone of the city frame with the average of changes is 38,6 ha, and the least is in zone of the village – city frame about 11,2 ha. 3) Carrying capacity in Boyolali District in the year 2003 – 2012 is surplus. In the zone of the city frame the land carrying capacity is deficit, in the zone of the city - village frame the land carrying capacity is deficit, in the zone of the village – city frame is surplus. 4) The prediction of land carrying capacity in the Boyolali District at 2022 is surplus. In the zone of the city frame 4 subsdistricts are surplus and the other 4 subsdistricts are deficit, in the zone of city – village frame is deficit, and in the zone of village – city frame is surplus.Keywords: Population Growth, Landuse, Land Carrying Capacity

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA MATERI SEJARAH PEMBENTUKAN MUKA BUMI DAN JAGAD RAYA SISWA KELAS X SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN 2013

GeoEco Vol 1, No 1 (2015): Jurnal GeoEco Januari 2015
Publisher : GeoEco

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1).  pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap  hasil belajar geografi materi sejarah pembentukan muka bumi dan jagad raya. (2). pengaruh motivasi belajar geografi   terhadap  hasil belajar geografi materi sejarah pembentukan muka bumi dan jagad raya. (3). Pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar geografi terhadap hasil belajar geografi materi sejarah pembentukan muka bumi dan jagad raya.          Penelitian ini menggunakan Metode eksperimen semu dengan desain postes. Data penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar geografi bentuk pilihan ganda dengan 5 pilihan  jawaban dan angket motivasi belajar geografi dengan rating scale dengan 5 alternatif  jawaban. Analisis data menggunakan teknik analisis varians faktorial 2 x 2.          Hasil penelitian adalah (1). Model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS)  lebih efektif dibandingkan dengan  model  ceramah dalam pembelajaran geografi  materi sejarah pembentukan muka bumi dan jagad raya.  (2). Motivasi belajar geografi  berpengaruh positif terhadap hasil belajar geografi materi sejarah pembentukan muka bumi dan jagad raya. (3). Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar geografi terhadap hasil belajar geografi pada materi sejarah pembentukan muka bumi dan jagad raya .Kata Kunci: model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS), model pembelajaran ceramah, motivasi belajar geografi , hasil belajar geografi.