Articles

PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA PADA PENGEMBUNAN CAMPURAN METANOL-PROPANOL-UDARA DALAM KONDENSOR TEGAK Sarto, Sarto; Soehendro, Bambang; Bendiyasa, I Made; Rochmadi, Rochmadi
REAKTOR Volume 13, Nomor 2, Desember 2010
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.873 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.2.109-116

Abstract

Pengembunan campuran uap dan gas melibatkan mekanisme perpindahan panas dan massa secara simultan yang sangat rumit sehingga pendekatan teoritis terhadap peristiwanya belum cukup untuk diterapkan pada perancangan kondensor. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh persamaan semi-empirik yang sederhana dan cukup teliti sebagai dasar memperkirakan koefisien perpindahan panas dan massa proses pengembunan campuran metanol(1)-propanol(2)-udara. Percobaan pengembunan dilakukan di dalam kondensor pipa ganda tegak sepanjang 1,7 m. Ukuran pipa luar dan dalam berturut-turut sebesar 50 mm dan 25 mm. Campuran uap dan gas dialirkan dari atas melalui anulus sedangkan air pendingin dialirkan di dalam pipa dari bawah sehingga sistem menjadi berlawanan arah. Data percobaan meliputi kecepatan alir dan suhu air pendingin, komposisi dan suhu campuran uap-gas, kecepatan alir dan suhu kondensat, kecepatan alir udara, dan tekanan sistem. Koefisien perpindahan panas dan massa dievaluasi melalui model matematik yang disusun berdasarkan neraca massa dan panas yang diselesaikan secara simultan. Hasil penelitian dinyatakan dalam bentuk bilangan tak berdimensi yaitu Nu=19,9297(1-yn)2,9164Re0,8142Pr1/3. Adapun hubungan fungsional bilangan Sherwood yang merupakan bentuk bilangan tak berdimensi koefisien perpindahan massa dinyatakan dengan persamaan Sh1=15,1042(1-yn)2,9696Re0,8068Sc1/3 dan Sh2=5,7227(1-yn)2,9916Re0,8113 Sc1/3
Pemodelan matematis pengurangan COD dalam air limbah industri penyamakan kulit secara adsorpsi kontinyu menggunakan abu terbang bagas Prasetya, Agus; Sarto, Sarto; Sholeh, Muhammad
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.475 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i1.214

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research was to obtain suitable mathematical model for ChemicalOxygen Demand (COD) removal originated from tannery wastewater using bagasse fly ash incontinuous system. In the column experiment, effect of flowrate, concentration of wastewater,and bulk density were studied. Three models: Adams-Bohart, Thomas, and Yan were applied toexperimental data to predict the breakthrough curve. The best model was evaluated usingcorrelation coefficients. Yan model was found to give the most accurate to describe dynamicbehavior of the column experiment. The best result was obtained at flowrate of 100 mL/min,concentration of 400 mg/L, and bulk density of 61 g/L. The Yan kinetic constant (k ) and the Yadsorption capacity (q ) were 0.3210 mL/mg/min and 17.0947 mg/g respectively and the Ycorrelation coefficient obtained was 0.9379.Keywords: Chemical Oxygen Demand, tannery wastewater, bagasse fly ash, adsorptionABSTRAKpengurangan COD dalam air limbah industri penyamakan kulit mengunakan abu terbang bagassecara kontinyu. Variasi percobaan adsorpsi dalam kolom yang dilakukan yaitu: kecepatan aliranair limbah, konsentrasi air limbah, dan bobot isi. Persamaan Adams-Bohart, Thomas, dan Yandiaplikasikan ke data percobaan untuk memprediksikan kurva breakthrough. Koefisien korelasidigunakan untuk mengevaluasi model terbaik. Proses pengurangan COD dengan abu terbangbagas secara kontinyu dalam kolom paling cocok dimodelkan dengan model Yan. Hasil terbaikdiperoleh pada kecepatan aliran air limbah 100 mL/menit, konsentrasi air limbah 400 mg/L, danbobot isi 61 g/L. Parameter konstanta kinetika (k ) dan kapasitas adsorpsi (q ) yang diperoleh Y Yberturut-turut sebesar 0,3210 mL/mg/menit dan 17,0947 mg/g dengan nilai koefisien korelasiyang didapatkan yaitu 0,9379.Kata kunci: Chemical Oxygen Demand, air limbah industri penyamakan kulit, abu terbang bagas,adsorpsi
Pengolahan air limbah industri penyamakan kulit menggunakan abu terbang bagas secara batch Sholeh, Muhammad; Prasetya, Agus; Sarto, Sarto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.709 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v28i1.202

Abstract

The objective of this research was to evaluate the adsorption ability of chemically activated bagasse fly ash using H O or H SO to remove COD from tannery wastewater and to obtain 2 adsorption isotherm model in batch system. Two stages have been carried out, namely the activation experiment and the adsorption isotherm experiment. In the activation experiment, effect of H O dan H SO (3% and 7,5% w/w) were studied. The best result of the variation was used in the next experiment. In the adsorption isotherm experiment, variation of the initial concentrations of COD from 52,53 to 1665,79 mg/L and mass of bagasse fly ash from 0,1 to 0,4 g were used. Equilibrium data was used to evaluate the parameters in the Langmuir, Freundlich, and Temkin equations. The best model was evaluated using determination coefficients. The results showed that bagas fly ash had better ability to reduce the COD when it was not activated with H O nor H SO (3% and 7,5%). Freundlich model was best to describe COD removal using bagasse fly ash in batch system. Freundlich equation constants K and n were F 0,4360 (mg/g)/(L/mg)1/n and 1,2969 respectively and the determination coefficient obtained was 0,93.  Keywords: Chemical Oxygen Demand, tannery wastewater, bagasse fly ash, adsorption
THE DETERMINATION OF LANDFILL (TPA) ALTERNATIVE LOCATION IN WEST TULANG BAWANG DISTRICT OF LAMPUNG PROVINCE Renisita, Desy; Sunjoto, Sunjoto; Sarto, Sarto
ASEAN Journal of Systems Engineering Vol 3, No 1 (2015): ASEAN Journal of Systems Engineering
Publisher : Master Program of Systems Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Tulang Bawang is one of the new regencies in Indonesia which was a new expanded area that continues to grow. It is followed by population growth rates resulting in increased volume of waste. The landfill (TPA) is an important component of any waste management system. A good waste has several characteristics. To ensure the appropriate selected land, a systematic process must be developed and followed.The study of the selection of the landfill (TPA) is aimed at finding feasible area as the location of the landfill, so that the allocation of the new landfill will be in accordance with local policies in regional spatial planning and meet the criteria of ISO No. 19-3241-1994. The role of Geographic Information System (GIS) in the management of solid waste is important because many aspects of planning and operations are highly dependent on the spatial data. The landfill selection process consists of three stages of filtering, i.e., the feasibility of the environment by utilizing Geographic Information System (GIS) to map the location of viable landfill, regional filtering phase based on the regional policy and the elimination filtering using SNI 19-3241-1994.The results of the study showed that with an estimated population in 2033 which is 330 807 people, the amount of waste that will go to the landfill through the 3R principle reached 309.36 m3 / day or 61.87 tons / day so that the area of the required land for the sanitary landfill pattern with a 20 year planning is 17.70 Ha. The alternative location was selected by with a priority level which is located on the Panaragan Jaya Utama of Central Tulang Bawang sub-district with a land of 99.68 hectares, Tulang Bawang village districts Panaragan Central with a land area of 136.26 ha and the Kagungan Ratu village of Tulang Bawang sub-district of 74 , 65 Ha.
POTENSI PEMANFAATAN AIR LIMBAH PEMUCAT INDUSTRI TENUN ATBM UNTUK MENURUNKAN KEBUTUHAN OKSIGEN KIMIAWI (KOK) AIR LIMBAH PEWARNAAN Sarto, Sarto; Bendiyasa, I Made; Rusnawati, Yustina
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 19, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Kegiatan tenun ATBM di Gamplong menghasilkan air limbah terutama dari proses pewarnaan dan proses pemucatan. Bahan pewarna merupakan senyawa komplek dan relatif stabil sehingga sulit ditangani. Proses oksidasi lanjut telah terbukti mampu menurunkan kadar bahan pewarna dalam air limbah. Penelitian ini mempelajari potensi air limbah pemucatan untuk menurunkan kadar bahan pewama dalam air limbah pewarnaan. Proses pencampuran air limbah pewarna dengan air limbah pemucatan dilakukan di dalam sebuah reaktor batch yang dilengkapi empat lampu UV masing-masing 10 Watt dan sebuah pengaduk magnit. Penurunan kadar zat warna dinyatakan dalam Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK). Setiap jangka (interval) waktu tertentu, cuplikan air limbah sebanyak 2 mL diambil dari reaktor lalu dianalisis KOK nya. Rasio volume limbah pewarnaan terhadap limbah pemucatan adalah 3:1, 2:1, 1:1, 1:2, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil nisbah limbah pewamaan dengan limbah pemucatan menghasilkan penurunan KOK semakin besar. Dengan volume limbah total 150 m, potensi oksidasi limbah pemucatan setara dengan sekitar 2 mL hidrogen peroksida 50% dalam 150 mL air limbah.
PENURUNAN TOKSISITAS LEACHATE (AIR LINDI) DARI TPAS PUTRI CEMPO MOJOSONGO SURAKARTA DENGAN PAC (POLY ALUMINUM CHLORIDE) Astuti, Dwi; Sarto, Sarto; Iravati, Susi
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menetapkan persen penurunan toksisitas sesudah diperlakukan dengan PAC. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen murni dengan pretest-posttest with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah air lindi yang berasal dari TPAS Putri Cempo M<rjosongo Surakarta. Sampel penelitian berupa air lindi sebanyak 250 liter yang diambil dari bagian outlet, cara pengambilan sampel dengan metode quota sampling. Hasil menunjukkan bahwa toksisitas air lindi terhadap ikan uji berdasarkan LC50 24-96 jam sebagai berikut: (1) tanpa perlakuan PAC: 25,06% (24 jam); 21,07% (48 jam); 17,49% (72 jam); dan 14,97% (96 jam). (2) Dengan perlakuan PAC: 89,44% (24 jam); 63,73% (48 jam); 49,99% (72 jam); dan 40,96% (96 jam). Sehingga persentase penurunan toksisitasnya adalah: 64,38% (24 jam), 42,66% (48 jam), 32,50% (72 jam), dan 25,99% (96 jam). 
OXIDATION OF ORGANIC COMPOUNDS WITH UV RADIATION AND HYDROGEN PEROXIDE : TOLUENE IN AQUEOUS SOLUTIONS Bendiyasa, I Made; Sarto, Sarto; Kusumaningtyas, Aprodhita
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 14, No 3 (2007)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Generally, waste water contains a large variety of organic and inorganic compounds. Most organic compounds are resistant to conventional chemical and biological treatments. Among them are aromatic compounds, such as toluene. This paper presents the results of experimental oxidation of toluene with combinations of UV and H2O2 which are usually called Advanced Oxidation Processes (AOPs). The experiments were performed in a batch system at room temperature. The experimental results exhibit that both initial concentration of hydrogen peroxide and initial pH affect the degree of oxidation. It is found that the order of reaction is pseudo first order with regard to toluene. The value of kapparent. is observed linearly with respect to the initial hydrogen peroxide concentration and exponentially with regard to the initial pH. The effect of the initial hydrogen peroxide concentrations on  kapparent is expressed as kapparent = 0,0015 Cinitial + 0,0204 min-I and of the initial values of pH is kapparent =  0,0309 -0,027 (pH) min-I. The effect of Cinitial and pH on kapparent can be expressed as kapparent = (0,0374+ 0,0009 Cinitial) e -0,0316 (pH) min-1.
STUDI BIODEGRADASI POLI HIDROKSI BUTIRAT DALAM MEDIA CAIR Sari, Eka; Syamsiah, Siti; Sarto, Sarto
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 14, No 3 (2007)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Poli hidroksi butirat (PHS) termasuk dalam golongan bioplastik. Plastik jenis ini diharapkan dapat menjadi plastik altematif yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sintetis yang bersifat sangat suI it terdegradasi. Penelitian ini bertujuan menguji potensi biodegradabilitas PHS komersial dalam media cair dengan menggunakan lumpur aktif dan unit pengolahan limbah pabrik plastik sintetik. Identifikasi proses degradasi dilakukan dengan cara mengamati perubahan karakteristik PHS yang meliputi perubahan visual, perubahan morfologi permukaan, penurunan berat, perubahan kristalinitas, dan perubahan berat molekul selama 15 pekan inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan PHS se1ama proses degradasi dapat dilihat secara visual. Disamping itu, morfologi permukaan mengalami perubahan signifikan. Adapun penurunan berat, kristalinitas, dan berat molekul berturut-turut mencapai 22,91 %,57.44 %, dan 29,52 %.
LIFE CYCLE ASSESSMENT PILIHAN PENGELOLAAN SAMPAH : STUDI KASUS WILAYAH KARTAMANTUL PROPINSI D.I. YOGYAKARTA Gunamantba, Made; Fandeli, Chafid; Tandjung, Shalibuddin Djalal; Sarto, Sarto
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 17, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Berbagai skenario sistem pengelolaan sampah telah dikembangkan dan dibandingkan untuk sampah yang dikelola di wilayah KARTAMANTUL dengan menggunakan metodologi life cycle assessment (LCA). Metode pengelolaan sampan yang dipertimbangkan dalam skenario adalah landfilling tanpa atau dengan pemungutan energi, insinerasi, gasifikasi, dan anaerobic digestion. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai indikator dampak dalam menentukan pilihan sistem pengelolaan sampah yang paling sesuai dari aspek lingkungan. Jumlah sampah yang dikelola ditetapkan sebagai unit fungsi dari sistem yang diarnati. Life cycle inventory (LCI) dilakukan dengan melibatkan asumsi-asumsi pada masing-masing metode pengolahan dalam sistem pengelolaan sampah. Produksi energi dan inventori emisi dihitung dan diklasifikasikan ke dalam kategori dampak pemanasan global, asidifikasi, eutrofikasi, dan pembentukan oksidan fotokimia. Indikator kategori dampak dikuantifikasi dengan faktor ekuivalensi dari emisi yang sesuai untuk mengembangkan kinerja lingkungan dari masing-masing skenario. Pada sebagian besar kategori dampak gasifikasi langsung ditemukan sebagai metode pengelolaan yang paling layak, kecuali untuk kategori asidifikasi. Analisis sensitivitas telah digunakan untuk menguji perubahan hasil dalam berbagai variasi masukan tetapi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil secara keseluruhan. Oleh karena itu, alternatif terbaik terhadap sistem pengelolaan yang ada saat ini dapat diidentifikasi.
PENJERAPAN P-KHLOROFENOL DALAM AIR LIMBAH DENGAN ZEOLIT Sarto, Sarto; Syamsiah, Siti; Herdito, Andreas Didit
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 14, No 2 (2007)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan zeolit untuk menjerap p-khlorofenol dari limbah cair secara batch, pada suhu 30 °C dan tekanan 1 atmosfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penjerapan mengikuti persamaan Freundlich dan bersifat reversibel sebagian. Nisbah kinerja desorbsi dan penjerapan adalah antara 31,85 % dan 49,36 %. Kemampuan zeolit untuk menjerap p-khlorofenol meningkat dengan semakin rendahnya pH. pada nilai pH 3,92, berat zeolit 30 g, dan konsentrasi awal p-khlorofenol 97,302 mg/L. Adapun jumlah p-khlorofenol yang terjerap adalah sebesar 8,319 mg/L.