Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kedokteran Brawijaya

Efek Ekstrak Kulit Manggis terhadap Ekspresi Protein Bcl-2 dan Jumlah Sel Mati Tubulus Ginjal Tikus yang Diinduksi Formalin

Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit manggis mengandung antioksidan yang melindungi terhadap kerusakan sel. Formalin masih disalahgunakan sebagai pengawet makanan yang merupakan sumber oksidan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh ekstrak kulit manggis (EKM) terhadap ekspresi protein Bcl-2 dan jumlah kematian sel tubulus ginjal tikus akibat formalin. Sebanyak 18 tikus Wistar jantan diberi formalin 200mg/kgBB/hari melalui sonde 2 minggu; dibagi 3 kelompok; K tanpa EKM; P1 dan P2 diberi EKM 200 dan 400mg/kgBB/hari seminggu. Dilakukan penilaian ekspresi protein Bcl-2 dan jumlah kematian sel tubulus ginjal tikus. Data dianalisis dengan One Way ANOVA. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan ekspresi protein Bcl-2 (p=0,006) dan kematian sel tubulus ginjal (p=0,005) antara ketiga kelompok. Ekspresi protein Bcl-2 dan kematian sel tubulus ginjal P2 secara signifikan lebih rendah dibanding K. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan EKM 400mg/kgBB/hari selama 1 minggu menurunkan ekspresi protein Bcl-2 dan memperbaiki kerusakan sel tubulus ginjal yang diinduksi formalin.Kata Kunci: Bcl-2, formalin, manggis, kematian sel tubulus ginjal 

Efek Moringa oleifera terhadap Gula Darah dan Kolagen Matrik Ekstraseluler Sel β Pankreas Diabetes Eksperimental

Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Moringa oleifera mengandung zat-zat bioaktif yang memperbaiki dan merangsang sel β pankreas untuk mensekresi insulin yang mengatur kadar gula darah. Kelangsungan hidup dan fungsi sel β pankreas memerlukan matriks ekstraseluler (ECM) yaitu fibronektin, laminin dan kolagen. Apakah kadar gula dan kolagen ECM yang mungkin terpengaruh streptozotocin yang merusak sel β pankreas diteliti pada diabetes eksperimental yang diberi perlakukan  M.oleifera. Studi ini menggunakan 24 tikus. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah induksi streptozotocin 2 hari yang berdampak hiperglikemi, sesudah itu tikus dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dua grup kontrol yang diterminasi pada hari 0 dan 21 hiperglikemi, dan dua kelompok diperlakukan dengan ekstrak daun M.oleifera dosis 250 dan 500mg/kg BB/hari selama 21 hari. Data dianalisis dengan statistik parametrik dan non-parametrik. Taraf kemaknaan p<0,05. Kadar gula menurun pada masing-masing kelompok perlakukan dosis 250 dan 500mg/BB/kg BB/hari (p=0,000). Kadar gula menjadi normal pada kelompok perlakuan dosis 500mg/kg BB/hari. Ketebalan kolagen ECM pulau Langerhans pankreas tetap normal di semua kelompok penelitian. Ekstrak daun M.oleifera dosis 500 mg/kg BB/hari adalah dosis efektif untuk menormalkan  kadar gula darah pada diabetes eksperimental.Kata Kunci: Diabetes melitus, kadar gula darah, ketebalan kolagen ECM, Moringa oleifera, Streptozotocin,  sel β pankreas