Rika Maya Sari
Loka Litbang P2B2 Baturaja, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Jl. Jend. A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, OKU, Indonesia

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

KARAKTERISTIK MASYARAKAT PENDERITA MALARIA DI PROPINSI BENGKULU Sari, Rika Maya; Ambarita, Lasbudi P.
Buletin Spirakel Edisi 2012
Publisher : Buletin Spirakel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Diseases transmitted by vectors such as malaria is sWI a problem in lndonesia.One of the provinces outside Java island which have problems with malaria that Bengkulu Province. Riskesdas is a community-based research to get a picture of the health of the community including the basic malaria and the factors that predicted role in takes. This research aims to see relationships with community characteristics of Malaria in the province of Bengkulu. Analyzed Data obtained from The Utbangkes who have undergone the process of data management. Analysis test done in bivariat using logistic regression (binary logistic) using the SPSS program Ver. 15. Results of a statistical analysis shows a statistically significant relationship with the occurrence of malaria that age and this type of work. Risk factors that play a role in the transmission of malaria in Bengkulu Province-based data Riskesdas 2007 did not describe risk factors comprehensively However a number of facts to present actionable.Keywords: malaria, Bengkulu, basic medical ResearchAbstrak Penyakit yang ditularkan oleh vektor seperti malaria masih menjadi masalah di lndonesia. Salah satu propinsi di luar Pulau Jawa yang memiliki masalah malaria yaitu Propinsi Bengkulu. Riskesdas adalah riset berbasis masyarakat untuk mendapatkan gambaran kesehatan dasar masyarakat diantaranya adalah penyakit malaria dan faktor­faktor yang diperkirakan berperan dalam penularannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik masyarakat dengan kejadian Malaria di Provinsi Bengkulu. Data yang dianalisis diperoleh dari Badan Litbangkes yang telah menjalani proses manajemen data. Uji analisis dilakukan secara bivariat untuk melihat hubungan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil analisis statistik menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik antara kejadian malaria yaitu umur dan jenis pekerjaan. Faktor-faktor resiko yang berperan dalam penularan malaria di Propinsi Bengkulu berbasis data Riskesdas 2007 memang tidak menggambarkan faktor-faktor resiko secara komprehensif namun menyajikan sejumlah fakta yang perlu ditindaklanjuti.Kata kunci: malaria, Bengkulu, Riset Kesehatan Dasar
AKSES PELAYANAN KESEHATAN DAN KEJADIAN MALARIA DI PROVINSI BENGKULU Sari, Rika Maya; Ambarita, Lasbudi P.; Sitorus, Hotnida
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 23, No 4 Des (2013)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHingga saat ini malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan salah satunya adalah Provinsi Bengkulu. Penyakit ini tersebar luas di berbagai daerah, dengan derajat infeksi yang bervariasi. Terdapat banyak faktor yang berperan dalam penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan kejadian malaria di Provinsi Bengkulu berbasis data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 diperoleh dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan jarak rata-rata akses pusat pelayanan kesehatan A (rumah sakit, Puskesmas, praktek dokter, praktek bidan) sekitar 1.766,98 meter, sedangkan ke pusat pelayanan kesehatan B (Posyandu, Poskesdes, Polindes) sekitar 724,24 meter. Waktu tempuh rata-rata ke pusat pelayanan kesehatan A adalah 17 menit 66 detik dan 11 menit 95 detik ke pusat pelayanan kesehatan B. Terdapat hubungan antara jarak ke pusat pelayanan kesehatan A dengan kejadian malaria (p<0,05; OR=1,91), ada hubungan antara jarak ke pusat pelayanan kesehatan B dengan kejadian malaria (p<0,05; OR=1,09), ada hubungan antara waktu tempuh ke tempat pelayanan kesehatan A dan kejadian malaria (p<0,05; OR=1,48), serta tidak ada hubungan antara waktu tempuh ke pusat pelayanan kesehatan B dan kejadian malaria. Pemerintah daerah setempat perlu memprioritaskan penyediaan fasilitas kesehatan yang mudah diakses masyarakat dalam rangka meningkatkan pembangunan desa yang berkelanjutan.Kata kunci : Malaria, Akses pelayanan kesehatan , BengkuluAbstractUntil now, malaria is still a public health problem in Indonesia, and one of the endemic malaria is Bengkulu province. The disease is widespread in many regions, with varying degrees of infection. There are many factors that contribute to the malaria infection. This study aims to determine the association between malaria cases and the accessibility to health facility in Bengkulu province based on Riskesdas data 2007 obtained from National Institute of Health Research and Development. Data were analysed by univariate and bivariate methods. The results show the average distance to access health care center A (hospitals, public health center, dotor practice, midwife practice) of approximately 1766,98 meters, whereas is the health care center B (Posyandu, Poskesdes, Polindes) approximately 724,24 meters. The average travel time to a health care center A is 17,66 minutes and 11,95 minutes to health center B. There is association between the distance to health care center A and the incidence of malaria (p<0,05; OR=1,91), similarly the distance to the health center B (p<0,05; OR=1,09). There was association between travel time to the health service A and the incidence of malaria (p <0.05, OR = 1, 48), while there is no association between travel time to the health center B. Local government should prioritize to the provision of health care facility that easily accessible by the public to enhance sustainable rural development.Keywords : Malaria, Health Care Access,  Bengkulu
HUBUNGAN PENGGUNAAN DIAPERS DENGAN KEMAMPUAN TOILETING PADA ANAK Abror, Rendika Baharudin; Rosjidi, Cholik Harun; Sari, Rika Maya
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEach child has a task that must be passed well, especially at the age of the child (12-36 months). One of the developmental tasks in toddlers is toilet training. Long-term use of diapers can cause toilet effects. This study aims to determine the relationship between diapers with the ability of toileting in children.The design of this research is Correlation with cross sectional approach. Large sample of 70 respondents. Sampling of the study using total sampling, data collection using questionnaires and calculations using Chi-square Correlation test using SPSS 16.0 error α 0.05.The results of the research variables The use of diapers in children interpreted most of the 47 children of respondents (67.1%) Did not use and almost half of the 23 respondents (32.9%) use. The ability of toileting in children is interpreted by most of the 42 respondents (60.0%) fulfilled, and almost half of 28 respondents (40.0%) are not met.Based on the calculation of Chi-square SPSS statistic shows that p value 0,000 <0,05) means that there is relationship of diaper usage with the ability of toileting in children with the closeness of cc relationship of 0.479 enough category.The results of this study concluded that almost half of them use diapers, and almost half of them do not meet the ability of toileting, the researcher suggests in the research place to put a picture or leaflet about the effect of Diaper Usage on Toileting Ability so that the wise mother in using Diapers.Keywords: diapers, toileting, children AbstrakSetiap anak mempunyai tugas perkembangan yang harus dilewati dengan baik, terlebih pada usia toddler (12-36 bulan). Salah satu tugas perkembangan pada anak usia toddler adalah toilet training. Pemakaian diapers dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek yang berbahaya serta bisa menghambat kemampuan toilet training anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Penggunaan diapers dengan kemampuan toileting pada anakDesain penelitian ini adalah Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 70 responden. Sampling penelitian menggunakan Total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji Korelasi Chi-square dengan menggunakan SPSS 16.0 kesalahan α 0,05.Hasil penelitian variabel Penggunaan diapers pada anak diinterpretasikan sebagian besar 47 anak responden (67,1%) Tidak menggunakan dan hampir setengahnya 23 responden (32,9%) menggunakan. Pada kemampuan toileting pada anak diinterpretasikan sebagian besar 42 responden (60,0%) tercapai, dan hampir setengahnya 28 responden (40,0%) belum tercapai.Berdasarkan perhitungan uji statistik Chi-square SPSS menunjukkan p value 0,000< 0,05) artinya ada hubungan penggunaan diapers dengan kemampuan toileting pada anak dengan keeratan hubungan cc sebesar 0,479 kategori cukupHasil penelitian disimpulkan hampir setengahnya menggunakan diapers, dan hampir setengahnya belum tercapai kemampuan toileting maka peneliti menyarankan pada tempat penelitian untuk memasang gambar atau leaflet tentang dampak Penggunaan Diapers Terhadap Kemampuan Toileting, sehingga ibu bijak dalam menggunakan Diapers.Kata kunci: Diapers, Toileting, Anak.
The Correlation of Knowledge and Breast Cancer Early Detection through BSE/Breast Self Examination in Nglames Villages Madiun Sari, Rika Maya
Journal of Ners and Midwifery Vol 2, No 3 (2015): Journal of Ners and Midwifery
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v2i3.ART.p276-281

Abstract

In Indonesia, based on data from the Global Burden of Cancer (Globocan), breast cancer inwomen (26 per 100,000), followed by uterus cancer (16 per 100,000). The easiest way and does notrequire a fee for early detection of breast cancer is the breast self examination (BSE). The purpose ofstudy was to analyze the correlation of women knowledge and early detection of breast cancer throughthe BSE. The design was analytic cross sectional study with the sample of 98 mothers in the villageNglames Madiun district. The data was collected using questionnaires and analyzed with Chi Square.The results showed most women had the knowledge and efforts of BSE well and there was a correlationsbetween women’s knowledge and early detection of breast cancer through the BSE with a significancelevel of p value 0,010 <0,05. The women were expected to enhance the knowledge about early detectionof breast cancer and for health centers to improve health education efforts in the community about theimportance of early detection of breast cancer.
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2014) Sari, Rika Maya; Zulbahridar, Zulbahridar; Azhari, Azhari
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2017): Wisuda Februari
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to examine the effect of profitability, laverage, size, age, and liquidity on the timeliness of the company annual financial reporting. Independent variables used in this study are profitability, laverage, size, age, and liquidity, while dependent variables in this study is the timeliness of the company annual financial reporting. The populations used in this study are all of maufacture compenies listed on IDX 2011-2014 where the total sample is used by 98 companies. The sampling thecnique in which the number of observation obtained this study was 392 (98x4). The method of analysis of this study using multiple regression analysis with help of softwere SPSS version 20,0. This study used classic assumption test composed of normality test , heteroskedasity test, autocorrelation test, and multi collinearity test. While hypothesis test is down with t test. The results of this study indicate that all independent variables are profitability, laverage, size, age, and liquidity affect the timeliness of the annual financial reporting on the level of significant (α) < 0,05. The coefficient of determination as big as 70,2 indicates that 70,2 % of the variations that occur in the timeliness of the annual financial reporting is affected by profitability, laverage, size, age, and liquidity while the rest of 29,8% were affected by other variabel that were not performed in this study.Keywords: Timelines, profitability, size company, age company, and liquidity.
The Correlation of Knowledge and Breast Cancer Early Detection through BSE/Breast Self Examination in Nglames Villages Madiun Sari, Rika Maya
Journal of Ners and Midwifery Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v2i3.ART.p276-281

Abstract

In Indonesia, based on data from the Global Burden of Cancer (Globocan), breast cancer inwomen (26 per 100,000), followed by uterus cancer (16 per 100,000). The easiest way and does notrequire a fee for early detection of breast cancer is the breast self examination (BSE). The purpose ofstudy was to analyze the correlation of women knowledge and early detection of breast cancer throughthe BSE. The design was analytic cross sectional study with the sample of 98 mothers in the villageNglames Madiun district. The data was collected using questionnaires and analyzed with Chi Square.The results showed most women had the knowledge and efforts of BSE well and there was a correlationsbetween women’s knowledge and early detection of breast cancer through the BSE with a significancelevel of p value 0,010 <0,05. The women were expected to enhance the knowledge about early detectionof breast cancer and for health centers to improve health education efforts in the community about theimportance of early detection of breast cancer.
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG JAJANAN SEHAT PADA ANAK Oktaviana, Mega; Nasriati, Ririn; Sari, Rika Maya
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSnacks had important role in providing energi and nutrition for children. But, the level of snacks safeties were concerned. Therefor, the snacks that were consumed by children need special attention for parents. The knowledge of parents were very influence for the children snacks habbit. The research objective was to knew the parentss knowledge about the healthy snacks on children.This research design was descriptive with a population of 252 parents at Bajang Village Mlarak District Ponorogo Regency. The sample were 63 respondents and the research method that used was purposive sampling. The data were collected by questionnaires and displayed with precentage.The results of this research indicate that from 63 respondents obtained the enough knowledge were 31 respondents (49%),the less knowledge were 22 respondents (35%), the good knowledge were 10 respondents (16%) about the healthy snacksBased on the results of research itcould be concluded that almost a half of respondents were knowledgeable enough about the healthy snacks. Hopefully the parents are expected to incrase knowledge about healthy snacks with a lot af reading print media or electronic media and actively asked the health workers so the parents could changed the life behaviour and more understand about the healthy snacks which wree good for children.Keywords: Knowledge, Parents, Healthy SnacksAbstrak Jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi san gizi bagi anak khususnya usia sekolah. Akan tetapi, tingkat keamanan jajanan sekarang ini cukup memprihatinkan. Oleh karena itu jajanan yang dikonsumsi anak perlu menjadi perhatian khusus bagi para orang tua. Pengetahuan orang tua sangat mempengaruhi kebiasaan jajan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan orang tua tentang jajanan sehat pada anak. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi adalah 252 orang tua di Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Besar sampel 63 responden dan metode penelitian menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner data ditampilkan dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 responden didapatkan hasil pengetahuan cukup 31 responden (49%), pengetahuan kurang 22 responden (35%), pengetahuan baik 10 responden (16%) tentang jajanan sehat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hampir setengahnya responden berpengetahuan cukup tentang jajanan sehat. Diharapkan untuk para orang tua untuk untuk menambah pengetahuan tentang jajanan sehat dengan banyak membaca media cetak atau media elektronik dan aktif bertanya kepada petugas kesehatan agar para orang tua dapat merubah perilaku hidup dan lebih memahami mengenai jajanan sehat yang baik dokonsumsi untuk anak.Kata Kunci :Pengetahuan, Orang Tua, Jajanan Sehat
FAKTOR RISIKO YANG MENYEBABKAN HIPERTENSI PADA WANITA PEKERJA PELINTING ROKOK Di Pabrik Rokok Berkah Nalami Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Saputra, Liyon Galra; Purwanti, Lina Ema; Sari, Rika Maya
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHypertension was the leading cause of morbidity and mortality in the world. Some of the risk factors that cause hypertension were age, period of work, genetic, and stress factors. The purpose of this study was to know risk factors that cause hypertension in women of cigarette roller workers in Cigarette Factory Berkah Nalami Sub-district Babadan Regency Ponorogo. As independent variables such as age, period of work, genetic, and stress. While the dependent variable was hypertension.Research design used was correlation with approach cros-sectional. Population 80 respondents  used Total Sampling technique. Data analysis used chi square with SPSS version 16.0.From statistical test result concluded that there was a significant relationship between ages (p=0,019, OR= 3,407), genetic (p= 0,000, OR= 13,033), stress (p= 0,001, OR= 6,923) with the incidence of hypertension. And there was no relationship between period of work with the incidence of hypertention (p= 0,300, OR= 0,616). The most influential factor of this research was genetic (p= 0,000, OR= 13,033). That the study subjects with a family history of hypertension were at risk 13 times for the occurence of hypertension.Based on the results of the research the suggestions for cigarette factory workers in order to further improve the health status with more regular health check one of them blood pressure workers. For the tobacco factory to further enhance the activities of periodic checks on women workers whose blood pressure was high so that workers better maintain their health.Keywords: risk factors, hypertension Abstrak Hipertensi merupakan penyebab angka kesakitan dan kematian tertinggi di dunia. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan hipertensi adalah faktor usia, masa kerja, genetik, dan stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang menyebabkan hipertensi pada wanita pekerja pelinting rokok di Pabrik Rokok Berkah Nalami KecamatanBabadan Kabupaten Ponorogo. Sebagai variabel bebas yaitu usia, masa kerja, genetik, dan stres. Sedangkan variabel terikatnya adalah hipertensi.Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cros-sectional. Jumlah populasi 80 responden dengan menggunakan tehnik Total Sampling. Analisa data menggunakan chi-square dengan SPSS versi 16.0. Dari hasil uji statistik disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia (p= 0,019, OR= 3,407), genetik (p= 0,000, OR= 13,033), stres (p= 0,001, OR=6,923) dengan kejadian hipertensi. Dan tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kejadian hipertensi (p= 0,300, OR= 0,616). Faktor yang paling berpengaruh dari penelitian ini yaitu genetik (p= 0,000, OR= 13,033). Bahwa subyek penelitian yang memiliki riwayat keluarga hipertensi berisiko 13 kali untuk terjadinya hipertensi.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka saran bagi pekerja di pabrik rokok supaya lebih meningkatkan status kesehatan dengan lebih teratur memeriksakan kesehatannya salah satunya tekanan darah pekerja. Bagi pihak pabrik rokok untuk lebih meningkatkan kegiatan pemeriksaan berkala pada wanita pekerja yang tekanan darahnya tinggi agar pekerja lebih menjaga kesehatannya.Kata kunci: faktor risiko, hipertensi       
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG EFEK JANGKA PANJANG PENGGUNAAN JAMU PADA RESIKO GAGAL GINJAL KRONIK DI DESA MILANGASRI RT 05/01 KECAMATAN PANEKAN KABUPATEN MAGETAN Rohmatin, Umi Isnayati; Isro'in, Laily; Sari, Rika Maya
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackPeople have been assuming that herbs are safer and lesser side effects, but it must be understood that herbs may not be safe for the body. Lack of public knowledge about the ingredients of herbs that are unknown. Society has not known that there are some herbs mixed by chemicals that are harmful to the body. This study aims to find out how the public knowledge about the long-term effects of herbal medicine on the risk of chronic renal failure (ggk).The research design used was descriptive, with a population of a sample of 148 people. The sampling technique used is purposive sampling with total sample of 30 respondents. Methods of data collection using questionnaires then performed data processed and analizyed based on percentage.The result of study on 30 respondents shows that most of the 16 respondent (53,3%) knowledgeable good, and a small portion 14 respondents (46,6%) knowladgeable bad.The result concluded that must people have a good knowledge about the long-term effects of herbal medicine use. The result showed that the level of community knowledge is influenced by various factors such as age, education, information, and information sources. Recommed for further research to examine the relationship of people who consume herbal medicine with chronic renal failure. Keyword : Knowledge, Society, Herb, Chronic Renal Failure AbstrakMasyarakat selama ini beranggapan bahwa jamu lebih aman dikonsumsi dan lebih kecil efek sampingnya, namun harus tetap dipahami bahwa jamu bisa saja tidak aman bagi tubuh. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kandungan jamu yang tanpa diketahui kandungannya. Masyarakat selama ini tidak tahu bahwa ada beberapa jamu yang dicampur oleh bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat tentang efek jangka panjang penggunaan jamu pada resiko gagal ginjal kronik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi sejumlah148 warga. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisa data menggunakan analisa prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 16 responden (53,3%) berpengetahuan baik, dan sebagiankecil14 responden (46,6%) berpengetahuan buruk.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang efek jangka panjang penggunaan jamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, pendidikan, informassi, dan sumber informasi.Untuk peneliti selanjutnya direkomendasikan dapat meneliti hubungan masyarakat yang mengkonsumsi jamu dengan gagal ginjal kronik.Kata Kunci : Pengetahuan, Masyarakat, Jamu, Resiko Gagal Ginjal Kronik.
PENYULUHAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN KEJANG DEMAM BALITA di Dukuh Ngembel Desa Baosan Lor Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo Puspita, Ria Indah; Maghfirah, Sholihatul; Sari, Rika Maya
Health Sciences Journal Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam adalah serangan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh. Sifat bangkitan dapat membentuk tonik-klonik, tonik, klonik, fokal atau kinetik.Apabila anak sering mengalami kejang demam akan mengganggu kerja sel dengan mengakibatkan kerusakan pada neuron. Banyak upaya pencegahan yang dilakukan pihak kesehatan yaitu dengan penyuluhan, namun tidak sering yang menggunakan media video. Di Ngembel Ngrayun jarang adanya penyuluhan, dan belum ada yang menggunakan media video dalam pencegahan kejang demam balita. Fenomena penderita  kejang  demam pada anak balita 1-5 tahun masih tinggi. Di Ngrayun prevalensi balita demam sebesar 227.Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu adanya penyuluhan kesehatan mengenai pengetahuan kejang demam pada balita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu dalam pencegahan kejang demam balita.Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimenone-group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 70 responden ibu yang memiliki anak balita. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil statistik didapatkan, sebelum penyuluhan didapatkan hasil minimal 33, dan nilai maksimal 100, dengan nilai rata-rata 73,79. Sesudah penyuluhan didapatkan hasil minimal 73, dan nilai maksimal 100, dengan nilai rata-rata 90,73.Pada penelitian ini menggunakan uji Paired T-test. Dari uji tersebut diketahui p value 0,000 ≤ nilai α 0,05. Dapat dikatakan bahwa ada pengaruh signifikan berdasarkan hasil pre dan post penyuluhan kesehatan menggunakan media video. Diketahui pengetahuan responden meningkat sesudah diberi penyuluhan.Dapat disimpulkan bahwa media video ini dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam melakukan penyuluhan. Bermanfaat bagi para ibu untuk meningkatkan pengetahuan terhadap penanganan demam yang benar pada anak balita mereka yang mengalami demam sehingga mencegah terjadinya kejang demam.