Articles
12
Documents
KENDALA-KENDALA PELAKSANAAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA FKIP UNS DI SMK NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN 2012

Jupe-Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)
Publisher : Jupe-Jurnal Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.255 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) persiapan mahasiswa calon peserta PPL yang akan melaksanakan PPL, (2) peranan guru pamong dan dosen pembimbing dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa PPL di SMK Negeri 1 Sukoharjo, (3) kendala-kendala yang ditemui mahasiswa dalam pelaksanaan PPL di SMK Negeri 1 Sukoharjo serta upaya penanganannya, (4) manfaat selama dan setelah pelaksanaan PPL di SMK Negeri 1 Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan terfokus pada satu lokasi, yaitu SMK Negeri 1 Sukoharjo. Sumber data yang digunakan adalah narasumber, peristiwa, lokasi serta dokumen dan arsip dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) persiapan mahasiswa calon peserta PPL sebelum penerjunan di sekolah mitra meliputi, a) persiapan administratif yaitu mahasiswa telah lulus minimal 86 SKS termasuk di dalamnya lulus semua mata kuliah MKB, MKK, Pengajaran Mikro, mata kuliah bidang studi prasyarat PPL yang telah ditentukan oleh masing-masing BKK atau Program Studi, telah mengisi blangko permohonan untuk mengikuti PPL,danpembekalandari Unit PPL, b) persiapan mental dan keterampilan yaitu pembekalan yang dilakukan oleh pihak Prodi dan BKK yang berupa latihan praktek mengajar dalam mata kuliah Pengajaran Mikro. (2) peranan guru pamong dalam pelaksanaan PPL di SMK Negeri 1 Sukoharjo meliputi, a) menghadiri upacara penyerahan mahasiswa PPL dari Fakultas kepada Kepala Sekolah, b) pembimbingan administrasi mengajar, c) pembimbingan model les, d) pembimbingan latihan terbimbing, e) pembimbingan latihan mandiri, f) pelaksanaan model bimbingan supervisi klinis, g) penilaian ujian praktek mengajar. Peranan dosen pembimbing dalam pelaksanaan PPL di SMK Negeri 1 Sukoharjo meliputi, a) monitoring mahasiswa PPL di sekolah, b) penilaian ujian praktek mengajar. (3) kendala-kendala mahasiswa dalam pelaksanaan PPL di SMK Negeri 1 Sukoharjo meliputi, a) kesiapan mental, b) pengelolaan kelas, c) penguasaan materi, d) metode pembelajaran, e) keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah. Upaya penanganannya meliputi, a) pemberian mata kuliah Pengajaran Mikro yang efektif untuk melatih mental dan keterampilan mahasiswa, b) pemberian model bimbingan supervisi klinis oleh guru pamong dan dosen pembimbing, c) memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah yang ada dan menciptakan media pembelajaran sendiri agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan semestinya. (4) manfaat yang diperoleh mahasiswa selama dan setelah mengikuti kegiatan PPL meliputi, a) mahasiswa mengenal lingkungan sekolah, b) mahasiswa mengetahui administrasi pembelajaran yang diperlukan sebelum mengajar, c) mahasiswa mengetahui cara mengajar yang baik dengan menerapkan keterampilan dasar mengajar, d) mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah, e) mahasiswa dapat mengembangkan empat aspek kompetensi guru, f) mahasiswa memperoleh pengalaman untuk menjadi seorang guru yang berkompeten. Kata Kunci : PPL, Kendala.   ABSTRACT The objectives of research were to find out (1) the preparation of prospect PPL participant students that will carried out PPL, (2) the role of guardian teacher and consultant lecturer in guiding the PPL students in SMP Negeri 1 Sukoharjo, (3) the constraints the students encountered in implementing PPL in SMK Negeri 1 Sukoharjo as well as the attempt of overcome them, (4) the benefit during and after the implementation of PPL in SMK Negeri 1 Sukoharjo. This research is a descriptive qualitative research by focusing on one location, SMK Negeri 1 Sukoharjo. The data source used was informant, event, location, as well as document and archive by using purposive sampling technique. The data collection was carried out using observation, interview and documentation methods. The results of research were as follows. (1) the preparation of prospect PPL participant students before entering the partner school included: a) administrative preparation with the criteria of the students had passed successfully at least 86 credit points including MKB, MKK, Micro Teaching, and PPL requirement courses that had been determined by each BKK or Study Program, had filled in application form for attending PPL, and briefing from PPL Unit, b) mental and skill preparation namely the briefing conducted by Study Program and BKK in the form of teaching practice in Microteaching course. (2) The role of guardian teacher in implementing PPL in SMK Negeri 1 Sukoharjo encompassing a) attending the ceremony of submitting the PPL students from the Faculty to the School Principal, b) teaching administration guiding, e) guiding independent practice, f) implementing the clinical supervision guiding model, g) assessing teaching practice examination. The role of guiding lectured in implementing PPL in SMK Negeri 1 Sukoharjo included: a) monitoring the PPL students at school, b) scoring the teaching practice examination. (3) The constraints the students encountered in PPL implementation in SMK Negeri 1 Sukoharjo included: a) mental readiness, b) class management, c) material mastery, d) learning method, e) learning infrastructure limitedness at school. The attempt of handling it included, a) delivering Microteaching course effectively to practice the students mental and skill, b) providing clinical supervision guiding model by the guardian teacher and consultant lecturer, c) utilizing the existing school infrastructure and creating distinctive learning media in order to make teaching and learning run as due. (4) The benefit the students obtained during and after attending PPL activity included: a) the students were familiar with school environment, b) the students recognize the learning administration needed before teaching, c) the students find out the good teaching method by applying the basic skill of teaching, d) the students could implemented the knowledge they obtained from lecturing, e) the students could develop four aspects of teacher competences, f) the students obtained experience to become a competent teacher. Keywords: PPL, Constraints.  

THE EFFECTIVENESS OF USING COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) METHOD TO IMPROVE STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS’ OF SMK TI KARTIKA CENDEKIA PURWOREJO IN ACADEMIC YEAR 2012/2013

SCRIPTA - Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 3 (2013): English Research Articles
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of the study are to find out whether there is effectiveness of using Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) method to improve students reading comprehension of the eleventh grade students’ of SMK TI Kartika Cendekia Purworejo and to know whether CIRC gives positive contributions to the students’ reading comprehension. The type of this research is quantitative and using experimental research. The total sample is 54 students divided into two groups, the experimental group is 27 students (XI TKJ) and the control group is 27 students (XI Multimedia). In collecting data, the researcher using reading test. The pre-test and post-test of reading consist 20 items of multiple choice. The result of the research finds that the mean score of pre-test in experimental group is 41.88 and the mean score of post-test is 82.88. While the mean score of pre-test in control group is 49.42 and the mean score of post-test is 70.00. Then the value of t-test is 4.55 and the t-table is 2.000. The result of computation shows that t-value is higher than t-table, that is 4.55>2.000 so it can be stated that the hypothesis “Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) as a Method to improve students’ reading comprehension is accepted. Key words: Reading, CIRC, quantitative.

RESIDU DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethane) PADA BURUNG CEREK JAWA (Charadrius javanicus Chasen 1938) DI KAWASAN PANTAI TRISIK KULON PROGO YOGYAKARTA

Prosiding Seminar Biologi Vol 11, No 1 (2014): Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.496 KB)

Abstract

Residues of DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethane) in coastal environment can reach into the Bird’s body through intermediary Javan Plover’s food. The residues will experience biomagnification and biotransformation in organism compartment. The purpose of this research was to determine residue of DDT in the Trisik seashore, natural food, and the Javan Plover’s body part. Research located in the area of lower Progo River and coastal Trisik. Environmental sampling methods made directly. Sampling of natural food by coring and sampling birds by mist nets. Detection of DDT residues in environment sample by gas chromatography (GC). Measurement of DDT residues in natural food and bird by spectrophotometer. Quantitative Data are obtained by measurement of environmental samples , food, and Javan Plover. Eventhough Qualitative Data are discussed in descriptive. The results showed DDT residues were detected in the water samples of the Progo River and coastal Trisik  of range 0,0407-0,0581 ppm, land sediments from the Progo River and Trisik seashore about 0,192 ppm-0,760 ppm, natural food ranging from 0.02-0.07 ppm, and finally the residue from the Javan Plover reached  0.04-1.05 ppm. Keywords: DDT, Javan Plover (Charadrius javanicus Chasen 1938), Trisik seashore.

Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata) Dengan Pengurangan Pupuk NPK Yang Digantikan Dengan Lumpur Kelapa Sawit (Sludge) Pada Tanah Ultisol

AGRITROP Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.15 KB)

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  mengetahui  kemampuan    lumpur  kelapa  sawitdalam mengurangi dosis pupuk NPK pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada  Oktober 2016 – Januari 2017 di Desa Taba Lagan, Kecamatan Talang  Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah  pada jenis Ultisol  di ketinggian  30  m  dpl.  Menggunakan  Rancangan  Acak  Kelompok  Lengkap (RAKL) dengan 6 perlakuan dan diulang 4 kali,  yaitu pemberian NPK mutiara dengan dosis 300 kg haˉ¹ (100%), pemberian lumpur sawit 30 ton haˉ¹, pemberian300 kg NPK mutiara + 30 ton haˉ¹ lumpur sawit, pemberian 225 kg NPK mutiara+ 30 ton haˉ¹  lumpur sawit, pemberian 150 kg NPK mutiara + 30 ton haˉ¹ lumpur sawit, dan pemberian 75 kg NPK mutiara + 30 ton haˉ¹ lumpur sawit. Hasil penelitian menunjukkan 150 kg NPK mutiara + 30 ton haˉ¹ lumpur sawit memberikan peubah tingkat kehijauan daun tertinggi (50,06), diameter batang terbesar (2,47 cm), produksi per petak berkelobot terberat (9,10 kg), dan produksi per petak tanpa kelobot terberat (8,12 kg). Hasil menunjukkan pemberian 30 ton haˉ¹ lumpur sawit mampu menggantikan kebutuhan jagung manis akan pupuk NPK Mutiara. Kata Kunci: Jagung Manis, Lumpur Sawit, NPK

Studi Perilaku Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Wisata Alam Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar

Prosiding KPSDA Vol 1, No 1 (2015): Prosiding KPSDA 2015
Publisher : Prosiding KPSDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long-tailed monkeys (Macaca fascicularis) are social primate animals that interact each other. Social interaction done by long-tailed monkeys give rise to different activities of individuals in the population. The purpose of this research was to study long-tailed monkeys behavior in Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar. This research was conducted in Tuesday, November 24th 2014 in Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar. Observational method that used in this research is focal sampling. Determination of sampling points was conducted by purposive sampling so that resulted 8 sampling points (8 individuals of long-tailed monkeys was observed). Observation was done by observing each long-tailed monkeys daily activity until 3 hours with 5 minutes intervals. Result of this research shows that the average percentage of daily activities of the observed long-tailed monkeys are: 2.27% sleeping; 20.76% inactive; 16.78% grooming; 1.99% mating; 32.85% moving; 13.37% eating; 4.97% take caring; 5.26% playing; 0.71% secreting; 0.42% making a voice; and 0.56% agonistic.

Uji Toksisitas Isolat Kristal Protein Bacillus thuringensis (Bt) sebagai Agen Pengendali Hama Terpadu Wereng Hijau (Nepotettix virescens ) Vektor Penyakit Tungro sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional

BIOEDUKASI Vol 8, No 1 (2015): BIOEDUKASI
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.027 KB)

Abstract

Bakteri Bacillus thuringensis adalah salah satu jenis mikroba yang telah dikembangkan sebagai salah satu bioinsektisida karena bersifat pathogen terhadap serangga. Sifat dari Kristal protein bakteri Bacillus thuringensis bersifat spesisfik terhadap serangga sehingga sangat efektif dan tidak membahayakan organisme non target. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bioinsektisida dari isolate Bacillus thuringensis yang memiliki konsentrasi tepat untuk mengendalikan serangan hama wereng hijau sebagai agen virus tungro pada tanaman padi. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi isolasi, pemurnian isolat, pemurnian Kristal protein intaseluler dan aplikasi melalui LD50. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi 0,01 ppm, 0,05 ppm, 0,07 ppm, dan 0,1 ppm. Dari hasil penelitian diperoleh hasil konsentrasi LD50 adalah 0,07 ppm. Keywords:     Bacillus thuringensis, Bioinsektisida Bt, Pengendali terpadu, wereng hijau

OPTIMALISASI KOMPOSISI PENYUSUN BRIKET BERBAHAN LOKAL SEBAGAI PAKAN SAPI

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimal bahan dalam pembuatan briket pakan sapi.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan penelitian adalah Rancangan acak lengkap ( RAL ). Teknik pengambilan data dilakukan 3x sehari selama 7 hari. Data yang diambil adalah sisa pakan pada setiap pemberian ransum. Teknik analisis data dengan analisis varians (ANAVA). Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi briket paling optimal adalah pada rancangan percobaan RS3 yaitu dengan komposisi hijauan 50, molase 30, dedak 10 dan garam 10.

Inovasi Pelayanan Perizinan dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kota Makassar

GOVERNMENT : Jurnal Ilmu Pemerintahan Volume 6 Nomor 2, Juli 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip Unhas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This journal describes a model of innovation licensing services in order to increase local revenue (PAD) in the neighborhood of Makassar city government get the spotlight of various parties, es­pecially from the aspect of service performance in increasing revenue. based on the view that the study aims to describe and analyze forms of innovation services in unit licensing services, factors that support and obstacling the implementation of service innovation, permitting an ac­countable, transparent, effective and efficient way to increase revenue in the department of li­censing services, and investments in the government city of makassar and as an indicator of good governance.Keywords: PAD, Services, licensing, good governance.Abstrak: Jurnal ini menjelaskan tentang model inovasi pelayanan perizinan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di lingkungan pemerintah Kota Makassar mendapatkan sorotan dari berbagai   pihak   terutama   dari   aspek kinerja pelayanan dalam peningkatan pendapatan asli daerah. Berdasarkan pandangan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis   bentuk inovasi pelayanan dinUnit  Pelayanan  Perizinan,  faktor- faktor yang  mendukung  dan menghambat pelaksanaan inovasi pelayanan, model ino­vasi pelayanan prerizinan  yang akuntabel, transparan, efektif dan efisien untuk meningkatkan PAD di Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Pemerintah Kota Makassar dan se­bagai salah satu indikator tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).Kata kunci: PAD, Pelayanan, perizinan, good governance.

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD AGRICULTURAL PRACTICE (GAP) UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN TINGGI MONCONG KABUPATEN GOWA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan prinsip-prinsip Good Agricultural Practice (GAP) sangat sulit diterapkan secara komprehensip pada suatu area atau wilayah pertanian, meskipun upaya kearah pendekatan tersebut terus dilakukan. Untuk terus menggiatkan prinsip pertanian berkelanjutan, maka dilakukan penelitian yang bertujuanuntuk mengetahui tingkat pemahaman petani tentang prinsip-prinsip GAP dan pengaruhnya terhadap nilai ekspektasi manfaat GAP untuk pertanian berkelanjutan pada usaha taninya, serta tingkat implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan sebagai sentra produksi tanaman sayuran. Pada petani yang mengusahakantanaman sayuran. Sampel petani dipilih secara acak sederhana (simple random sampling) dari desa yang dipilih secara sengaja. variabel ekosistem adalah lahan miring dan lahan datar. Data ditabulasi dan dianalisis sesuai tujuan penelitian menggunakan analisis data kuantitatif, Analisis regresi berganda dan Independent sampel t test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman petani hortikultura di kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa tentang prinsip-prinsip dan manfaat penerapan GAP masih sangat kurang, dimana aspek yang paling dipahami hanya aspek Lingkungan. Pemahamanpetani mengenai Prinsip-prinsip GAP yang rendah menyebabkan nilai ekspektasi manfaat penerapan prinsip-prinsip GAP untuk mendukung Pertanian Berkelanjutan diyakini hanya berpengaruh menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi dan bermutu lebih baik, sementara aspek berkurangnya serangan OPT, jaminan keselamatan petani dankepastian keberlangsungan usaha tani diyakini tidak banyak pengaruhnya. Tingkat penerapan prinsip-prinsip GAP petani pada Usahataninya pada dua ekosistem lahan miring maupun lahan datar berbeda tidak nyata. Adapun Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat Implementasi prinsip-prinsip GAP adalah Luas lahan dannilai ekspektasi terhadap manfaat penerapan prinsip-prinsip GAP

OPTIMALISASI KOMPOSISI PENYUSUN BRIKET BERBAHAN LOKAL SEBAGAI PAKAN SAPI

Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimal bahan dalam pembuatan briket pakan sapi.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan penelitian adalah Rancangan acak lengkap ( RAL ). Teknik pengambilan data dilakukan 3x sehari selama 7 hari. Data yang diambil adalah sisa pakan pada setiap pemberian ransum. Teknik analisis data dengan analisis varians (ANAVA). Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi briket paling optimal adalah pada rancangan percobaan RS3 yaitu dengan komposisi hijauan 50, molase 30, dedak 10 dan garam 10.