Articles

Found 4 Documents
Search

Kebiasaan makanan ikan lidah (Cynoglossus lingua) di perairan ujung pangkah, gresik, jawa timur

Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 14, No 3 (2009): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.421 KB)

Abstract

One of an fishery commodity in Ujung Pangkah is flatfish ( Cynoglossus lingua). This study was conducted in Ujung Pangkah waters, Gresik, East Java using fish samples (N=94 males, N=108 females) collected during August 2005 to January 2006. The Study aimed to investigate food habits of the flat fish caught in the area. Research result shows that shrimps was a main food, while crab and Bivalva were complementary food both for male and female fish. Based on index of stomach contents, the index was higher during September for male, and August for female fish. Kinds and percentage of stomach contents varied according to size both for male and female. Therefore, the main food of the male and female fish was simmilar (e.g. shrimps) According to simmilariy index, food habit of the male and female fish is simmilar.Keywords: Flatfish ( Cynoglossus lingua), Ujung Pangkah, Gresik, food habits.

Kebiasaan makanan ikan lidah (Cynoglossus lingua) di perairan ujung pangkah, gresik, jawa timur

Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 14, No 3 (2009): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1938.21 KB)

Abstract

One of an fishery commodity in Ujung Pangkah is flatfish ( Cynoglossus lingua). This study was conducted in Ujung Pangkah waters, Gresik, East Java using fish samples (N=94 males, N=108 females) collected during August 2005 to January 2006. The Study aimed to investigate food habits of the flat fish caught in the area. Research result shows that shrimps was a main food, while crab and Bivalva were complementary food both for male and female fish. Based on index of stomach contents, the index was higher during September for male, and August for female fish. Kinds and percentage of stomach contents varied according to size both for male and female. Therefore, the main food of the male and female fish was simmilar (e.g. shrimps) According to simmilariy index, food habit of the male and female fish is simmilar.

KEBIASAAAN MAKANAN IKAN LIDAH (Cynoglossus lingua) DI PERAIRAN UJUNG PANGKAH, GRESIK, JAWA TIMUR

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.715 KB)

Abstract

Salah satu sumberdaya perikanan yang terdapat di Ujung Pangkah adalah ikan lidah (Cynoglossus lingua). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makanan ikan lidah yang tertangkap di daerah tersebut. Penelitian dilaksanakan di daerah perairan Ujung Pangkah, Gresik, Jawa Timur dengan pengambilan sampel ikan (94 ekor jantan dan 108 ekor betina) sejak Agustus 2005 sampai Januari 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lidah memiliki makanan utama berupa udang dan makanan pelengkap berupa kepiting dan kerang baik pada ikan jantan maupun ikan betina. Berdasarkan nilai indeks kepenuhan lambung, ikan ini memiliki nilai yang cukup tinggi sekitar bulan September untuk jantan dan Agustus untuk ikan betina. Jenis dan persentase makanan yang dimakan ikan lidah bervariasi tergantung pada ukuran panjang baik pada ikan jantan maupun betina. Berdasarkan indeks similaritas, terdapat kesamaan jenis makanan baik ikan jantan maupun betina.Kata kunci: Gresik, ikan lidah (Cynoglossus lingua), kebiasaan makanan, Ujung Pangkah.

Gambaran pengetahuan siswa SMAN 8 Malang tentang foodborne disease

ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Foodborne disease adalah penyakit yang terjadi akibat mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh agen mikroorganisme atau zat toksin. Kejadian foodborne disease, seperti sakit perut dengan gejala klinis diare dan thypoid pada siswa di sekolah masih cukup tinggi hingga saat ini. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang foodborne disease serta kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian gambaran pengetahuan tentang foodborne disease ini bersifat deskriptif, dengan design penelitian menggunakan cross sectional study dengan populasi adalah siswa SMAN 8 Malang. Sampel dipilih secara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, sehingga diperoleh sampel 35 siswa kelas X-a SMAN 8 Malang. Hasil penelitian diperoleh informasi sebesar 34.29% pernah  mengalami sakit akibat jajanan di sekolah. Hasil analisa menunjukkan hanya 28.57% siswa mengetahui tentang foodborne disease, 22.86% mengetahui ciri-ciri jajanan terkontaminasi bakteri, dan 14.29% mengetahui penyakit foodborne disease akibat bakteri. Persentase siswa belum terbiasa menerapkan perilaku cuci tangan sebelum makan sebesar 80%. Gambaran pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah siswa SMAN 8 Malang tentang foodborne disease masih sangat kurang.