Cindy Puspita Sari
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DEFORESTASI HUTAN DI PROVINSI JAMBI MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH ( Studi Kasus Kabupaten Muaro Jambi ) Sari, Cindy Puspita; Subiyanto, Sawitri; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.896 KB)

Abstract

AbstrakProvinsi Jambi merupakan salah satu provinsi di pulau Sumatera yang memiliki wilayah hutan yang cukup luas dan dijadikan sebagai penyumbang oksigen di permukaan bumi. Namun banyaknya penebangan liar, kebakaran hutan, dan perluasan wilayah perkebunan maupun pemukiman menyebabkan terjadinya penurunan luas kawasan hutan atau yang disebut dengan deforestasi.Deforestasi yang ada di Provinsi Jambi  paling parah terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Di Kabupaten ini terdapat kawasan hutan Produksi dan kawasanj hutan lindung yang juga mengalami deforestasi bertahap setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan wilayah hutan dan membuat pemerintah daerah mengeluarkan moratorium untuk melindungi kawasan hutan yang masih utuh. Oleh sebab itu dibutuhkan informasi penurunan hutan pada setiap tahunnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan lahan dan penurunan kawasan hutan yang ada di Kabupaten Muaro Jambi. Metode yang digunakan adalah interpretasi citra menggunakan Software Arcgis 9.3 dan untuk mengetahui vegetasi yang ada digunakan metode NDVI dengan menggunakan software Er-Mapper 7.0.Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah deforestasi yang terjadi di kabupaten Muaro Jambi dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2013 adalah sebesar 9.6% atau sebesar 14.218,615 Ha dan terjadi di kecamatan Jambi Luar Kota, Bahar Selatan, Kumpeh, Kumpeh Ulu, Muaro Sebo, Taman Barjo, dan Sekernan. Kata kunci: Deforestasi, Wilayah Hutan, Ndvi, dan Interpretasi Citra AbstractJambi province is a province on Sumatra island that has a fairly extensive forest area and contributory as oxygen in the Earths surface. But the number of illegal logging, forest fires and the expansion of plantation areas and settlements led to the decline of forest area or called with deforestationDeforestation in Jambi provinces most severe case in Muaro Jambi Regency. In the County there are Production forest area and the kawasanj protected forest which also experienced a gradual deforestation every year. This led to the occurrence of change of forest area and make local governments issued a moratorium to protect forested areas that are still intact. Therefore, it needs information on forest loss every yearThe results obtained from the research is the deforestation that occurs in Muaro Jambi Regency from 2005 to 2013 is equal to 9.6% or  14.218,615 Ha and happened  in district outside the city of Jambi, South Bahar, Kumpeh, Kumpeh Ulu, Muaro Sebo, Taman Barjo and Sekernan.This research was conducted to find out the changes of land use and a decrease in forest area in Muaro Jambi Regency. The method used is the interpretation of the image using the Arcgis 9.3 Software and to know there are used methods of vegetation NDVI using Er-Mapper software 7.0.*) Penulis Penanggung Jawab
HUBUNGAN ANTARA LOKUS PENGENDALIAN INTERNAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA GURU SMA NEGERI DI KOTA BOGOR Sari, Cindy Puspita; Listiara, Anita
Empati Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.375 KB)

Abstract

Kesejahteraan psikologis penting untuk dimiliki oleh guru, karena akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Kesejahteraan psikologis pada guru dapat terwujud jika guru memiliki keyakinan bahwa dirinya memiliki control terhadap apa yang terjadi pada hidupnya, yaitu lokus pengendalian internal. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lokus pengendalian internal dengan kesejahteraan psikologis. Subjek penelitian ini terdiri dari 221 guru SMA Negeri di Kota Bogor. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis (30 aitem, α = 0,918) dan Skala Lokus Pengendalian Internal (31 aitem, α = 0,903). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara lokus pengendalian internal dengan kesejahteraan psikologis (rxy= 0,80; p< 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi lokus pengendalian internal maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis. Lokus pengendalian internal memberikan sumbangan efektif sebesar 64% terhadap kesejahteraan psikologis.