Ayu Permata Sari
Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemaknaan Pembaca Terhadap Kisah-kisah Rumah Tangga Bertema Perselingkuhan dalam Rubrik Oh Mama, Oh Papa di Majalah Kartini

Interaksi Online Vol 1, No 4 (2013): Wisuda Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemaknaan Pembaca Terhadap Kisah-kisah Rumah TanggaBertema Perselingkuhan dalam Rubrik Oh Mama, Oh Papa diMajalah KartiniSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Imu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusun :Ayu Permata SariD2C009109JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013Nama : Ayu Permata SariNIM : D2C009109Judul : Pemaknaan Pembaca Terhadap Kisah-kisah Rumah TanggaBertema Perselingkuhan dalam Rubrik Oh Mama, Oh Papa di MajalahKartiniABSTRAKKehadiran rubrik-rubrik confession di majalah-majalah sebagai tempat curahanhati penulis menjadi pilihan bagi pembaca yang ingin berbagi kisah pribadinya.Rubrik Oh Mama, Oh Papa di Majalah Kartini menjadi rubrik pengakuan yangcukup dikenal sejak awal kemunculannya. Dengan menyajikan berbagai kisahkisahrumah tangga termasuk yang bertema perselingkuhan, rubrik ini jugamenampilkan konstruksi wanita dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitianini untuk mengetahui bagaimana pemaknaan pembaca Majalah Kartini terhadapkisah-kisah rumah tangga bertema perselingkuhan di rubrik Oh Mama, Oh Papadan konstruksi wanita di dalamnya. Teori yang digunakan Encoding/DecodingModel Stuart Hall, Relevance Theory dan Konstruksionisme Sosial. Tipepenelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukandengan menggunakan indepth interview kepada keempat informan yaitu pembacarubrik Oh Mama, Oh Papa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca rubrik Oh Mama, Oh Papa melihatrubrik tersebut sebagai rubrik berbagi wanita yang bermasalah dengan rumahtangga. Manfaat lain yang diperoleh dari rubrik ini sebagai sarana pembelajarandan hiburan. Kisah-kisah rumah tangga bertema perselingkuhan menarik dibacadan membuat pembaca penasaran dengan ending cerita. Konten lain sepertitanggapan psikolog dan kotak simpati serta penampilan visual rubrik Oh Mama,Oh Papa ini juga menarik. Tanggapan psikolog dirasa menolong dengan memberipenyelesaian masalah serta dukungan dan saran bagi penulis. Kotak simpatisebagai wujud rasa empati pembaca terhadap masalah penulis. Rubrik Oh Mama,Oh Papa yang menarik serta memberikan manfaat tersebut tidak membuatinforman ingin berpartisipasi dalam menulis kotak simpati danmerekomendasikan rubrik ini kepada teman atau kerabat yang memiliki masalahrumah tangga. Kisah-kisah rumah tangga yang dramatis dan terkadang tragismerupakan hasil karya editting redaksi yang bertujuan meraup keuntungan.Konstruksi wanita di rubrik Oh Mama, Oh Papa sebagai wanita lemah, tertindas,dan hidup dalam diskriminasi gender dan partiarkhi. Dibalik konstruksi, wanitadinilai kuat dan tegar menghadapi masalah rumah tangga sendiri. Dalam kisahperselingkuhan, wanita dan pria memiliki peluang sama menjadi pelaku. Posisipelaku tidak membuat wanita terlihat superior namun justru dinilai tidakterhormat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembaca menerima rubrik OhMama, Oh Papa sebagai rubrik curahan hati yang berguna bagi yang bermasalahdengan rumah tangga.Kata kunci : Penerimaan pembaca, rubrik, konstruksi, rumah tanggaPendahuluan :Keluarga dan rumah tangga merupakan hal yang tak dapat dipisahkan darikehidupan seorang individu. Perselingkuhan oleh pasangan ini dinilai sebagaisalahsatu penyebab ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Ketidakharmonisandalam rumah tangga terkadang membuat pasangan ingin mengakhiripernikahannya dengan bercerai. Perselingkuhan juga bisa memicu konflikberkepanjangan yang perlu segera diatasi.Wanita yang menghadapi segala macam konflik rumah tangga inimembutuhkan tempat untuk berbagi cerita dan juga mendapatkan dukungan,saran, serta solusi untuk menyelesaikan konflik rumah tangga tersebut. Rubrik OhMama, Oh Papa di Majalah Kartini hadir sebagai tempat memenuhi kebutuhanwanita tersebut. Selain menampung berbagai macam kisah-kisah tentangpermasalahan rumah tangga yang dialami oleh wanita, rubrik ini jugamenyediakan bantuan psikologis yang mendukung wanita.Wanita yang pernah meluapkan kisah rumah tangganya dalam rubrik inidianggap lumrah oleh sebagian besar masyarakat, namun diluar dugaan ada pulakaum pria yang juga menceritakan kisahnya. Sosok pria dalam masyarakat kitadipandang lebih tangguh daripada wanita serta dapat menyelesaikan masalahnyasendiri. Psikolog dihadirkan dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa sebagai problemsolver yang menanggapi, memberi saran, solusi untuk permasalahan yangdihadapi. Disediakan juga kotak simpati di akhir sebagai tempat khusus untukpara pembaca mencurahkan simpati bagi penulis yang sedang menghadapimasalah.Kisah-kisah yang ditulis dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa terutama yangberkaitan dengan perselingkuhan seolah meyakinkan pembaca bahwa perempuanmemang perlu perlindungan dan dukungan. Kebebasan para wanita ini dalammencurahkan masalah mereka pada media massa mungkin merupakan salah satucara ampuh bagi mereka untuk menyelesaikan masalahnya. Hal-hal pribadi sepertimasalah rumah tangga bagi sebagian orang bukan suatu hal yang harusdisebarluaskan untuk dijadikan konsumsi khalayak umum. Namun di rubrik ini,wanita rela menceritakan masalah mereka untuk dibaca banyak orang.Pembaca diajak secara aktif menerima pesan dan memproduksi makna,tidak hanya menjadi individu pasif yang menerima makna yang diproduksi dalamrubrik Oh Mama, Oh Papa. Pemaknaan yang nantinya didapat oleh pembaca akandiolah dengan segala pengalaman dan latar belakang yang pernah pembaca alami.Majalah Kartini yang membidik kaum wanita sebagai pembacanya ternyatamenemukan sebagian kecil kaum pria pernah membaca dan ada pula yang tertarikmenuliskan kisahnya di rubrik Oh Mama, Oh Papa. Kesimpulan yang bisa ditarikadalah pembaca majalah ini tak hanya wanita namun pria juga memiliki peluangmenjadi pembacanya rubrik tersebut.Bagi wanita, rubrik ini bisa dirasa sangat bermanfaat sebagai tempatberbagi cerita dan mendapatkan solusi atas masalah rumah tangga yang dihadapi.Namun lain halnya dengan pria, bisa saja setuju atau menentang adanya rubrik OhMama, Oh Papa ini. Terbukti dengan adanya pria yang pernah menceritakanmasalah rumah tangga di rubrik Oh Mama, Oh Papa.Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba mengidentifikasi bagaimanapembaca secara aktif dapat memaknai isi pesan dari kisah-kisah rumah tanggaberkaitan dengan perselingkuhan yang disajikan dalam rubrik Oh Mama, Oh Papapada majalah Kartini.Tujuan Penelitian :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana khalayakmenginterpretasikan kisah-kisah rumah tangga berkaitan dengan temaperselingkuhan dalam teks media di rubrik Oh Mama, Oh Papa di MajalahKartini. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat bagaimana konstruksi sosokwanita di dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa.Kerangka Pemikiran :Stuart Hall’s Decoding Encoding ModelModel ini fokus pada ide bahwa audiens memiliki respon yang bermacammacampada sebuah pesan media karena pengaruh posisi sosial, gender,usia, etnis, pekerjaan, pengalaman, keyakinan, dan kemampuan merekadalam menerima pesan. Teks media dilihat sebagai sebuah jalanmenghadirkan “preferred reading” kepada audiens tetapi mereka tidakperlu menerima preferred reading tersebut. Preferred reading mengacupada cara untuk menyandikan kembali (decode) pesan yang menawarkanaudiens untuk menginterpretasikan pesan media pada segala kemungkinanyang dapat diperdebatkan.Teori Relevansi (Relevance Theory)Dan Sperber dan Deirdre Wilson dalam teori relevansi berusaha untukmenjelaskan bagaimana pendengar (listeners) memahami maksud atautujuan pembicara (speakers). Dua pendekatan yang digunakan untukmenjelaskan masalah ini yaitu model coding dan model inferential. Modelcoding sering kali dikaitkan dengan semiotika, atau berarti kata-kata dansimbol bersama-sama membentuk suatu makna. Model inferencemengusulkan bahwa makna tidak secara sederhana disampaikan tapi harusdisimpulkan oleh komunikator lewat bukti dalam pesan. Komunikasimanusia modern tidak bisa dijelaskan hanya dengan perspektif coding,membuat pendekatan inferential sangat penting. (Sperber dan Wilsondalam Littlejohn, 1999: 130)Khalayak Aktif Versus Khalayak PasifMedia mengenal dua kategori khalayak yaitu khalayak aktif dan pasif.Khalayak pasif dilihat sebagai orang-orang yang mudah dipengaruhi olehmedia. Sedangkan khalayak aktif dipandang sebagai kalangan orang-orangyang membuat keputusan aktif tentang bagaimana menggunakan media.Ide-ide mengenai konsep khalayak seringkali diasosiasikan denganberaneka ragam teori efek media sebagai kekuatan yang ‘powerful’ atauberkuasa terhadap khalayak pasif, sedangkan efek yang minim akandidapatkan media pada khalayak aktif.Media : Konstruksionisme SosialPaham konstruksionisme sosial (social constructionism) menurut hasilpenelitian Peter Berger dan Thomas lebih dipahami dan dikenal denganistilah the social construction of reality. Sudut pandang ini telahmelakukan penyelidikan tentang bagaimana pengetahuan manusiadibentuk melalui interaksi sosial. Identitas benda dihasilkan daribagaimana kita berbicara tentang objek, bahasa yang digunakan untukmenangkap konsep kita, dan cara-cara kelompok sosial menyesuaikan diripada pengalaman umum mereka. Oleh karena itu, alam dirasa kurangpenting dibanding bahasa yang digunakan untuk memberi nama,membahas, dan mendekati dunia. (Littlejohn, 2009:67)Rubrik dalam MajalahMajalah seperti sebuah club, yang mana fungsi utamanya adalahmemberikan wadah bagi pembaca untuk mendapatkan informasi denganmemberikan rasa nyaman dan menjadikannya kebanggaan bagiidentitasnya. (Winship dalam Jenny McKay, 2000:3). Ide yang dituangkandi dalam sebuah majalah memberikan wadah bagi pembaca agar dapatmenciptakan rasa saling memiliki dengan kelompok yang lebih luasmeskipun tujuan majalah utamanya adalah meningkatkan pendapatandengan menarik perhatian pembaca dengan segala konten yang ada didalamnya sehingga dapat mempertahankan konsumen yang tak lain adalahpembacanya.Kesimpulan Penelitian :1. Rubrik Oh Mama, Oh Papa diterima sebagai rubrik yang memberikan wanitatempat bercerita tentang kisah-kisah rumah tangganya. Rubrik ini mampumemberikan manfaat pembelajaran dan hiburan bagi pembaca.2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada keempat informan, kisah-kisahrumah tangga yang ditampilkan dalam rubrik Oh Mama, Oh Papamenunjukkan preferred reading yang ditawarkan dalam rubrik Oh Mama, OhPapa dapat dimaknai sebagai makna dominan dalam teks tersebut meliputikisah-kisah rumah tangga yang disajikan, tema perselingkuhan, tanggapanpsikolog, serta penampilan visual di rubrik Oh Mama, Oh Papa. Maknanegosiasi terjadi di dalam konstruksi wanita yang dihadirkan dalam rubrik OhMama, Oh Papa. Keempat informan menegosiasikan tentang bagaimanagambaran wanita yang sengaja ditampilkan sebagai sosok yang lemah,tertindas, selalu menerima ketidakadilan. Pemaknaan alternatif yang merekabentuk adalah menolak konstruksi sosok wanita dalam rubrik Oh Mama, OhPapa akan tetapi menganggap dengan adanya konstruksi tersebut,ditampilkan kekuatan, ketegaran dan kesabaran wanita dalam menghadapimasalah rumah tangga sendirian. Sedangkan posisi oposisi terdapat padaketidaktertarikan mereka untuk merekomendasikan teman atau kerabatmereka yang mengalami masalah rumah tangga bercerita ke rubrik Oh Mama,Oh Papa. Selain itu, kotak simpati untuk menunjukkan empati kepada penuliskisah dirasa tidak perlu ditampilkan.3. Konstruksi sosok wanita dalam rubrik Oh Mama, Oh Papa kurang berpihakpada wanita. Wanita digambarkan lemah, tertindas, terpaksa menerimaketidakadilan dalam diskriminasi gender dan budaya partiarkhi. Dalam kisahkisahbertema perselingkuhan, para informan memaknai berbeda tentangposisi pria dan wanita dalam perselingkuhan. Menurut para informan,perselingkuhan yang dilakukan wanita biasanya dilatarbelakangi alasanemosional sedangkan pada pria dilatarbelakangi faktor kejenuhan danbiologis. Citra wanita yang berselingkuh akan lebih buruk di mata masyarakatdaripada pria yang berselingkuh. Pria yang berselingkuh akan dipandangbiasa saja, namun pada wanita akan diberikan label rendahan, tidak terhormat,dan tidak bisa menjaga diri dan kelurga. Wanita menilai perselingkuhanmerugikan pihak wanita karena selain melukai hati wanita dan keluarganya,perhatian pria akan tercurah pada wanita lain. Pria menilai perselingkuhanbisa jadi wajar dilakukan apabila dalam rumah tangga tidak ditemuikeharmonisan dan kenyamanan.DAFTAR PUSTAKABuku :A. Bell, M. Joyce and D. Rivers. 1999. Advanced Media Studies. Hodder &StoughtonAllen, Pamela. 2004. Membaca, dan Membaca Lagi; [Re]interpretasi FiksiIndonesia 1980-1995 (terj. Bakdi Soemanto). Magelang: Indonesiatera.Downing, John, Ali, Mohammadi, dan Sreberny, Annabelle. 1990. QuestioningThe Media : A Critical Introduction. London : Sage Publication, Ltd.Assegaf, Djafar. 1983. Jurnalistik Masa Kini. Ghalia Indonesia. Jakarta.Baran, Stanley. 2003. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba HumanikaBaran, Stanley. 2012. Introduction to Mass Communication : Media Literacy andCulture (updated edition). McGraw-Hill EducationBerger, Peter L. & Thomas Luckmann. 1990. Langit Suci: Agama sebagaiRealitas Sosial (diterjemahkan dari buku asli Sacred Canopy olehHartono). Jakarta: Pustaka LP3ES.Burton, Graeme. 2002. More Than Meets The Eye: An intoduction to MediaStudies. London: Arnold PublisherByerly, Carolyn M dan Ross, Karen. 2006. Women and Media. United Kingdom :Blackwell PublishingChambers, Deborah, Steiner and Carole Fleming. (2004). Women And Journalism.London And New York.Djunaedi, Fajar. 2007. Komunikasi Massa Pengantar Teoritis. Yogyakarta:SantustaJane, Ritchie dan Luwis, Jane. 2003. Qualitative Research Practice. New Delhi :SAGE PublicationsJensen, Klaus Bruhn & Nicholas W. Jankowski. 1991. A Handbook of QualitativeMethodologies For Mass Communication Research. London : Routledge.Jensen, Klaus Bruhn & Nicholas W. Jankowski. 2002. A Handbook of Media andCommunication. Taylor&FrancisKasali, Rhenald. (1992). Manajemen Periklanan Konsep dan aplikasinya DiIndonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.Littlejohn, Stephen W dan Foss, Karen A. 2009. Teori Komunikasi: Theories ofHuman Communication. Jakarta : Salemba HumanikaMcKay, Jenny. 2000. The Magazines Handbook. New York.McKay, Jenny. 2003. The Handbook of Magazines. London : RoutledgeMcQuail, Dennis. 2003. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: ErlanggaMcQuail, Dennis. 2011. McQuail’s Mass Communication Theory. London : SagePublication, LtdMoleong, Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung :PT. Remaja Rosdakarya.Mosco, Vincent. 2009. The Political Economy of Communication (2nd edition).London : SAGE Publications, LtdNeuman, W. Lawrence. 2007. Social Research Methods: Qualitative andQuantitative Approaches – 6th Edition. Boston: Pearson EducationRayner, Philip, Wall, Peter dan Kruger, Stephen. 2004. Media Studies theEssential Resources. London dan New York: RoutledgeShoemaker, Pamela dan Resse, Stephen D. 1991. Mediating The Message :Theories of Influence on Mass Media Content- 2nd Edition. New York:Longmann PublisherTong, Rosemarie Putnam. 2004. Feminist Thought. Yogyakarta: JalasutraVivian, John. 2008. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : KencanaJurnal :Dwi Utami, Heni. 2004. KEKERASAN TERHADAP PREMPUAN DI MEDIAMASSA (Analisis Wacana Rubrik “Oh Mama, Oh Papa” di MajalahKartini). Universitas Muhammadiyah MalangIdi Subandi Ibrahim dan Hanif Suranto (Ed). 1998. Wanita dan Media, KonstruksiIdeologi Gender dalam Ruang Publik Orde Baru. Bandung: Remaja RosdaKaryaWiratmo, Liliek Budiastuti dan Mohammad Ghiffari. 2008. RepresentasiPerempuan dalam Majalah Wanita, Jurnal Studi Gender dan Anak, PSGSTAIN Purwokerto, Vol. 3, No.1.Internet :Tanesia, Ade. 2011. Representasi Perempuan dalam Media. Pusat Sumber DayaMedia Komunitas (http://www.antaranews.com/berita/1269598504/sumurkasur-dapur-citra-perempuandimedia-Massa).Kamus Bahasa Indonesia Online dalam http://kamusbahasaindonesia.org/rubrikdiakses pada tanggal 9 September 2013 pukul 17.30 WIBMajalah Kartini, Bacaan Kaum Wanita. Dalamhttp://www.anneahira.com/majalah-kartini.htm Diunduh pada tanggal 25Maret 2013 pukul 05.21 WIBRubrik Oh Mama, Oh Papa diangkat ke Layar Televisi. Dalamhttp://arsip.gatra.com/2005-06-29/versi_cetak.php?id=85404 Diakses padatanggal 25 Maret 2013 : 05.40 WIB

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK

PAUD Teratai Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No 2 Edisi Yudisium Mei 2105
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is anexperimentalresearchapproachthat aims toprovethere any influencelearning modelmake amatchof the abilityto readthe beginning ofa child. The samples werechildren in groupA in TK Putera Harapan Surabaya with the number of18 children. Results ofthis study indicate thatthere areeffects of the applicationof learningmodelsmake amatchtobeginningreading skillsof children.Key words: Learning model make a match, Early reading abilityAbstrak:  Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk membuktikan adakah pengaruh model pembelajaran  make a match  terhadap kemampuan membaca permulaan anak. Sampel  penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Putera Harapan Surabaya dengan jumlah 18 anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran  make a match  terhadap kemampuan membaca permulaan anak.Kata kunci:Model pembelajaran make a match, Kemampuan membaca permulaan

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAN 8 Kota Bengkulu

Prosiding Seminar Biologi Vol 12, No 1 (2015): Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.653 KB)

Abstract

This study aimed to improve understand the result study by using problem based learning of SMAN 8 Bengkulu. The study applied lesson study activity.  It can be concluded that by using problem-based learning in the form of lesson study activity can improve student’s activity and student’s learning outcomes in SMAN 8 Kota Bengkulu. Based on this research, it can be suggested for the teachers to develop lesson study activity to fix learning quality in order to improve their profesionalisme.Keywords: problem based learning, lesson study, learning result

Self Regulated Learning dan Locus Of Control Siswa Ditinjau dari Jenis Kelamin danLatar Belakang Budaya

Konselor Vol 4, No 2 (2015): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.972 KB)

Abstract

One of the BKs teacher roles at school is optimize the learning result of student. Self regulated learning (SRL) and locus of control (LOC) are the factors that greatly influencethe learning result of student. This research is based on inconsistency research innovating about SRL and LOC ofmen and women from all kind of the cultures in Indonesia. The goals of this research are:  (1) to describe SRL and LOC (2) to examine the differences of SRL and LOC of the students  based on sex and cultural background.This research is quantitative descriptive and comparative. The populations are student at SMAN 1 Batusangkarand at SMAN 1 Balige(2015-2016). The sample were taken by using random sampling technique, the total of the sample is 350 students. Data were analyzed by percentage and MANOVAtechnique.The result of this research show that (1) SRL are quite good and LOC is belong to internalization (2) there is no significant difference of students who have Minangkabau and Batak, there are significant difference on SRL of male and female students in Minangkabau, and LOC there is not difference, there are significant differences in SRL of male and female students in Batak, and LOC is no difference, there are no significant differences on men and women in Minangkabau and Batak. The implications of the results of this research can be used as input to create a program of guidance and counseling services, especially in the development of learning.

TINGKAT KEPEDULIAN SISWA/SISWI XII IPS 1 TERHADAP BAHAYA NARKOBA DI SMAN 18 JAKARTA UTARA TAHUN AJARAN 2016-2017

JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 1 (2017): Penelitian Maret 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.157 KB)

Abstract

Narkoba merupakan obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan/ psikologi seseorang serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik maupun kematian dengan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kepedulian Siswa SMAN 18 Jakarta Utara Terhadap Bahaya Narkoba di Kelas XII IPS 1 Tahun 2016/2017. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana penelitian metode deskriptif dengan mengambil sampel secara total sampling, sampel yang ditetapkan adalah siswa kelas XII IPS I SMAN 18 jakarta utara baik yang tidak hadir atau sakit yang berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden Wanita sebanyak 23 orang (66%) dan responden Laki-laki sebanyak 12 orang (34%), artinya responden wanita lebih banyak dari pada responden Pria. Responden usia 17 tahun sebanyak 30 orang (86%), responden usia 18 tahun sebanyak 5 orang (14%), artinya responden usia 17 tahun lebih banyak dari responden usia 18 tahun. Siswa/siswi kelas XII IPS I di SMAN 18 jakarta Utara rata-rata memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap Bahaya Narkoba itu sendiri yaitu sebanyak 31 orang dalam katagori tinggi, sebanyak 4 orang dalam katagori sedang, dari 35 orang tersebut tidak ada katagori rendah dan sangat rendah. Jadi salah satu karakteristik siswa/siswi terhadap Bahaya Narkoba di kelas XII IPS I adalah siswa/siswi dengan tingkat kepedulian tinggi terhadap Bahaya Narkoba. Hal ini di pengaruhi oleh jenis kelamin, usia responden.Kata kunci : Tingkat kepedulian, Siswa, Bahaya narkoba

SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA STKIP MUHAMMADIYAH SUNGAI PENUH

ENLIGHTEN (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam) Vol 1 No 1 (2018): Educational Counseling, Rehabilitation Counseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari kegelisahan peneliti yang melihat masih rendahnya hasil belajar mahasiswa dan kurangnya kemandirian mahasiswa dalam belajar di STKIP Muhammadiyah sungai penuh. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang keadaan self regulated learning (SRL) mahasiswa STKIP Muhammadiyah sungai penuh dan menguji apakah terdapat perbedaan SRL pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini di menggunakan metode deskriptif dan deskriptif komparatif dengan populasi seluruh mahasiswa STKIP muhammadiyah sungai penuh TA 2017/2018 yang berjumlah 991 dengan sampel 276 melalui teknik sratified random sampling. Analisis data dengan menggunakan rumus presentasi dan T-test.  Hasil penelitian menunjukan SRL mahasiswa tergolong menjadi 2 yaitu 32,5% tergolong kurang baik dan 27,5% tergolong baik. Uji hipotesis menunjukan adanya perbedaan signifikan antara SRL perempuan dan laki-laki dimana perempuan memiliki SRL lebih baik. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan oleh orang tua dan pihak pengelola kampus dalam membuat progra peningkatan SRL mahasiswa agar mendapatkan hasil belajar yang lebih memuaskan.

PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 13 KERINCI

JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Internet saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia modren. Saat ini para siswa selalu mengunakan internet baik itu melalui komputer maupun gadget yang mereka miliki. Diyakini bahwa internet memiliki pengaruh positif dan negatif bagi setiap penggunanya, lalu bagaimana dengan siswa?  apakah penggunaan internet bagi siswa memiliki dampak positif ataupun negatif terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hal tersebut, apakah terdapat pengaruh intensitas penggunaan internet dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan populasi seluruh siswa SMA Negeri 13 Kerinci tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 284 siswa yan memiliki perbedaan jenis kelamin, strata kelas dan penghasilan orang tua (Heterogen), sampel penelitian diambil menggunakan teknik Proportional Random Sampling dengan tingkat kesalahan 0,05 sehingga sampel menjadi 166 orang. Angket yang digunakan untuk melihat intensitas belajar mengunakan angket dengan skala likert dengan reliabel 0,888 sebanyak 22 butir dan untuk hasil belajar dilihat dari nilai tengah semester siswa. Analisis data menggunakan rumus koralasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas penggunaan internet pada siswa tergolong tinggi (61,21%) dan sedang (38,78%). Untuk prestasi belajar siswa rata-rata siswa adalah 68,94 yang masih tergolong rendah dan berada dibawah standar. Uji hipotesis menunjukan adanya pengaruh intensitas penggunaan internet terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 13 Kerinci, dengan besar pengaruhnya 14,1%. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan oleh pihak sekolah agar dapat membuat bebrapa seminar tentang penggunaan internet yang positif pagi siswa agar intrnet dapat digunakan oleh siswa dalam belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 13 Kerinci.  Kata Kunci: Intensitas Penggunaan Internet, Prestasi BelajarTHE EFFECT INTENSITY OF INTERNET USE ON STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT IN STATE HIGH SCHOOL 13 KERINCI ABSTRACTThe internet today is inseparable from modern human life. At present students always use the internet either through computers or gadgets that they have. It is believed that the internet has positive and negative influences for every user, then what about students? whether the use of the internet for students has a positive or negative impact on learning outcomes. This study aims to test this, whether there is an effect of the intensity of internet use with student learning outcomes. This study used a descriptive correlational method with a population of all students of the High School 13 Kerinci  in the 2017/2018 academic year, which amounted to 284 students who had differences in gender, class strata and income of parents (heterogeneous). 0.05 so that the sample becomes 166 people. Questionnaire used to see the intensity of learning using a questionnaire with a Likert scale with a reliable 0.888 as many as 22 items and for learning outcomes seen from the midterm scores of students. Data analysis using the correlation formula. The results showed that the intensity of internet use in students was classified as high (61.21%) and moderate (38.78%). For student learning achievement the average student is 68.94 which is still relatively low and under the standard. Hypothesis testing shows the influence of the intensity of internet use on student achievement in Kerinci Public High School, with a magnitude of 14.1%. The implications of this study can be used by the school to be able to make several seminars on the positive use of the internet in the morning so that the internet can be used by students in learning and improve the learning outcomes of students of High School 13 Kerinci. Keywords:  Intensity of Using the Internet, Learning Achievement