Rukmi Sari Hartati
Udayana University

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Ergonomic Redesign of Computer Laboratory to Improve Electric Power Performance and Working Efficiency Wijaya, I Ketut; Adi Putra, I Nyoman; Sutajaya, I Made; Sari Hartati, Rukmi
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 5, No. 1 Januari 2011
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current problems in the Computer Laboratory of Udayana UniversityTechnical Engineering Faculty include non-standard room temperature of 28 0 C, nonstandardlight intensity average in the room of 110 lux, seat height of 43 cm and tableheight of 74,50 cm being not adapted to the workers’ anthropometric measurements, anddazzling white-colored curtains. Baseline data on six students after 3-hour workingrevealed the following findings: eye fatigue 81%’ and general fatigue 88%;musculoskeletal complaints 51%; average learning achievement 59.5%, performance16.25%, and efficiency 10.09%. In an effort to improve the working conditions, a totalexperimental ergonomic intervention in the form of redesigning the Computer Laboratorywas introduced.In this study 30 subjects were recruited. The data collected were analyzed by usingdesriptive statistics, normality test, comparability test, and paired-simple t-test with asignificant level of 5%.Total ergonomic intervention has resulted in a decrease of room temperature from280 C to 25.830 C (p<0.05), increase in light intensity from 110 lux to 136.67 lux, decreasein eye fatigue from 81% to 23% (p<0.05), decrease in general fatique 88% to 41%,decrease in musculoskeletal complaints from 51% to 11% (p<0.05), increase in learningachievement score from 59.5% to 89.5% (p<0.05), increase in performance from 16.25%to 41.25%, and increase in efficiency from 10.09% to 75.09% (p<.05).The results of this study revealed that appropriate total ergonomic intervention in acomputer laboratory had succeeded in improving the quality of working and performanceof the workers.
PENERAPAN METODE PENDEKATAN TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI Sari Hartati, Rukmi; Sukerayasa, I Wayan
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 9, No 1 (2010): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pendekatan teknik dipergunakan untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi dengan menentukan lokasi recloser yang optimal pada penyulang- penyulang yang akan ditingkatkan keandalannya, sehingga diperoleh nilai indeks keandalan yang lebih baik. Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode tersebut untuk meningkatkan keandalan pada penyulang Penebel dan Marga untuk memenuhi target PLN ke depan yakni mencapai WCS (World Customer Service) serta WCC (World Class Company) yaitu SAIFI = 3 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI = 100 menit/pelangggan/tahun. Dari hasil penelitian pada 2 penyulang tersebut diperoleh nilai indeks keandalan SAIDI dan SAIFI untuk kedua penyulang tersebut sudah mendekati target WCS dan jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelum dipasang recloser. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pendekatan teknik untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi cocok untuk diterapkan, terutama pada sistem distribusi di Bali.
Perancangan Photovoltaic Stand Alone Sebagai Catu Daya Pada Base Transceiver Station Telekomunikasi Di Pulau Nusa Penida Indrawan, I P Eka; Sari Hartati, Rukmi
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 12 No 1 (2013): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perangkat dalam jaringan komunikasi seluler adalah BTS (Base Transceiver Station). BTS yang ada di pulau Nusa Penida adalah BTS Nusa Penida dengan alamat desa kutampi dengan luas 500 m2. Sistem kelistrikan BTS  Nusa Penida dipasok oleh PLN dan genset,  dimana pada saat terjadi pemadaman energi listrik pada umumnya mempergunakan genset sebagai sumber energi listrik. Penggunaan genset mengakibatkan biaya operasional sangat tinggi, untuk itu diperlukan sumber lain yang lebih efisien. Besarnya potensi insolasi sinar harian matahari di Nusa penida, bisa sebagai  alternatif lain untuk sumber energi listrik dimana energi matahari bisa sebagai energi terbarukan untuk catu daya tambahan di BTS Nusa Penida yang pada akhirnya dapat menjaga  kestabilan suplai energi listrik ke BTS dan akses masyarakat terhadap informasi melalui seluler menjadi tidak terganggu. PV (Photovoltaic) merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai energi terbarukan untuk catu daya tambahan di BTS. Sistem PV yang dikembangkan untuk mensuplai energi listrik di BTS direncanakan sebesar 25%, adalah sistem PV yang hybrid dengan suplai listrik PLN. Besar daya PV yang dibangkitkan untuk mensuplai energi listrik di BTS adalah 9 kWp, yang dihasilkan dari panel PV sebanyak 45 panel dengan kapasitas panel PV adalah 200Wp dan kapasitas baterai yang akan digunakan adalah 3.800 Ah dengan total baterai 16. Analisis kelayakan investasi PV tanpa baterai dan PV dengan baterai yang dilakukan dengan menggunakan NPV, PI dan DPP menunjukkan hasil bahwa investasi PV layak untuk dilaksanakan. Untuk nilai NPV dan PI didapatkan kedua hasil investasi (> 0). Sedangkan untuk DPP didapatkan kedua hasil investasi dihasilkan lebih kecil dari periode umur proyek yang sudah ditetapkan, yaitu selama 25 tahun.
Peramalan Beban Listrik Harian Dengan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inferrence System Sidemen, Meindra; Sari Hartati, Rukmi; Linawati, Linawati
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadi peningkatan kebutuhan tenaga listrik di Indonesia khususnya di Bali seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Adanya peningkatan kebutuhan tenaga listrik, maka diperlukan suatu perencanaan sistem tenaga listrik yang tepat. Perencanaan yang baik bisa dilakukan melalui peramalan yang tepat untuk kebutuhan beban listrik. Peramalan berdasarkan rentang waktu dikategorikan peramalan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Salah satu metode dalam sistem cerdas yang dapat digunakan untuk peramalan beban adalah metode adaptive neuro fuzzy inference sistem (ANFIS). Pada penelitian ini, metode tersebut digunakan untuk peramalan beban listrik jangka pendek atau harian. Data yang dipergunakan untuk pembelajaran pada peramalan ini adalah data sebenarnya (actual data) yang diambil dari PT.PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi Bali, mulai dari bulan Juni 2011 sampai dengan Agustus 2011 dan Desember 2012 sampai dengan Februari 2013. Pembangunan Model ANFIS menggunakan program Matlab. Fuzzy Inference System yang digunakan adalah tipe Takagi-Sugeno orde satu, dengan membership function yaitu time (jam), data histori beban listrik sebelumnya, kondisi hari sebelumnya (hari kerja atau hari libur) dan kondisi hari ini (hari kerja atau hari libur) masing-masing berjumlah 7, 10, 2 dan 2 dengan tipe fungsi keanggotan gbellmf. Penelitian ini menghasilkan nilai MAPE terbesar yaitu 9,92% yang terjadi pada bulan Juni 2011. Sehingga peramalan beban harian dengan metode ANFIS lebih baik dibandingkan dengan metode JST backpropagation. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode peramalan beban listrik harian  menggunakan metode ANFIS cukup akurat.
Manajemen Energi Di Rumah Sakit Surya Husadha Denpasar Weda Setyawan, I Putu Gde; Sari Hartati, Rukmi; Kumara, INS
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 11 No 2 (2012): (July - Decenber) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Surya Husadha Denpasar merupakan rumah sakit berstandar internasional dengan tingkat hunian kamar pada tahun 2011 cukup tinggi sekitar 75%.Yang berdampak pada tingkat pemakaian energi listrik. Tingkat pemakaian energi listrikrumah sakit tiap bulan rata-rata sebesar 123,071 kWh, diperuntukan pengoperasian AC sebanyak 43%, peralatan medis 29%, lampu 13%, elektronik 11% dan lainnya 4%. Dalam hal ini konservasi energi yang dilakukan difokuskan pada AC dan lampu karena hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan pengontrolan pemakaian, penggantian peralatan dan tidak termasuk kategori peralatan vital seperti halnya peralatan medis. Dari tahapan audit energi diperoleh data bahwa nilai IKE adalah 245,40 kWh/m2/tahun. Sebanyak 37,1% kapasitas AC dan 84,54% kuat pencahayaan telah sesuai dengan pembebanan ruangan dan pedoman pencahayaan rumah sakit. Untuk perancangan manajemen energi, pimpinan rumah sakit belum memiliki acuan penyusunan sehingga perlu dilakukan pemetaan terhadap kebijakan dan sistem, organisasi, motivasi, sistem informasi, promosi dan investasi. Rancangan manajemen energi yang disusun mengacu pada matriks manajemen energi. Hasil matriks manajemen energi menunjukan bahwa manajemen energi rumah sakit belum terkelola dengan baik namun dalam hal penerapan teknologi dan sistem perawatan lampu dan AC dapat dijadikan best practice.
Pengelolaan Energi Listrik Pada Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Kampus Sudirman Denpasar Putra Setanu M, Ida Bagus; Sari Hartati, Rukmi; Kumara, INS
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 11 No 2 (2012): (July - Decenber) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakultas  Kedokteran Universitas Udayana merupakan salah satu fakultas terbaik ke 10 di Indonesia, dengan jumlah dosen 245 orang, mahasiswa 2126 orang, pegawai 145 orang, dengan luas bangunan 6.745 m2, 4 lantai, serta kapasitas pasokan listrik dari PLN sebesar 312 kWh dan cadangan Genset sebesar 500 kVA. Pemakaian energi listrik berdasarkan pembayaran rekening per luas bangunan diperoleh IKE sebesar 82,94 kWh/m2/thn termasuk katagori sangat efisien. Dengan pemakaian per hari efektif; AC 44%, lampu 14%, komputer set 25%, dan 16% peralatan lainnya. Sistem pengkondisian udara ruangan berAC berkisar antara 25 – 26, dan kelembaban 61% - 65%. Sebagian besar ruangan telah memenuhi standar kenyamanan termal sebesar 72% dari keseluruhan ruangan. Untuk sistem pencahayaan yang belum memenuhi standar pencahayaan minimum sebesar 57%, sedangkan yang memenuhi sebesar 43% dari keseluruhan ruangan. Nilai rata-rata OTTV selubung bangunan 32,86 watt/m2 dari standar ditetapkan 45watt/m2 atau sesuai dengan syarat bangunan hemat energi, untuk melakukan penghematan perlu dibuatkan program pemakaian energi. Salah satu program yang dapat dilakukan adalah pengaturan jadwal pemakaian atau pengantian lampu TL dengan lampu LHE guna menghemat pemakaian energi, serta cahayanya dapat ditingkatkan dengan menaikan watt lampu. Pengaturan jadwal pemakaian peralatan dapat dilakukan dengan membuatkan program SOP, terutamanya pada pemakaian AC, lampu, PC dan peralatan lainnya.
Peramalan Beban Listrik Harian dengan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inferrence System Sidemen, I G.M.W. Meindra; Sari Hartati, Rukmi; Linawati, Linawati
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 13 No 1 (2014): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan tenaga listrik di Indonesia khususnya di Bali terjadi seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.  Peningkatan kebutuhan tenaga listrik memerlukan suatu perencanaan sistem tenaga listrik yang tepat. Perencanaan yang baik bisa dilakukan melalui peramalan yang tepat untuk kebutuhan beban listrik. Peramalan berdasarkan rentang waktu dikategorikan menjadi peramalan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Salah satu metode dalam sistem cerdas yang dapat digunakan untuk peramalan beban adalah metode adaptive neuro fuzzy inference sistem (ANFIS). Pada penelitian ini, metode tersebut digunakan untuk peramalan beban listrik jangka pendek atau harian. Data yang dipergunakan untuk pembelajaran pada peramalan ini adalah data sebenarnya (actual data) yang diambil dari PT.PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi Bali, mulai dari bulan Juni 2011 sampai dengan Agustus 2011 dan Desember 2012 sampai dengan Februari 2013. Pembangunan Model ANFIS menggunakan program Matlab. Fuzzy Inference System yang digunakan adalah tipe Takagi-Sugeno orde satu, dengan membership function yaitu time (jam), data histori beban listrik sebelumnya, kondisi hari sebelumnya (hari kerja atau hari libur) dan kondisi hari ini (hari kerja atau hari libur) masing-masing berjumlah 7, 10, 2 dan 2 dengan tipe fungsi keanggotan gbellmf. Penelitian ini menghasilkan nilai MAPE terbesar yaitu 9,92% yang terjadi pada bulan Juni 2011 yang nilainya lebih baik dibandingkan dengan metode JST backpropagation. Jadi metode peramalan beban listrik harian  menggunakan metode ANFIS cukup akurat.
ANALISA ALIRAN DAYA OPTIMAL PADA SISTEM KELISTRIKAN BALI Meilandari, Etis; Sari Hartati, Rukmi; Sukerayasa, I Wayan
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 11 No 1 (2012): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali saat ini merupakan daerah dengan tingkat pertumbuhan yang cukup pesat, Hal ini tentu saja memicu permintaan akan kebutuhan listrik yang semakin meningkat. Agar tetap dapat melayani permintaan akan kebutuhan listrik tersebut ketersediaan pasokan listrik harus berlangsung secara kontinyu. Metode optimasi aliran daya dengan fungsi tujuan untuk meminimalkan biaya pembangkitan dengan tetap memenuhi keseimbangan beban serta tidak melanggar kendala yang ditentukan diantaranya batas atas dan bawah daya aktif, daya reaktif serta tegangan pada suatu sistem kelistrikan telah banyak dciptakan dan dilakukan salah satunya adalah metode optimasi aliran daya dengan menggunakan Interior Point Optimal Power Flow (IP OPF) A Primal Dual Algorithms with Barrier Function. Hasil optimasi aliran daya yang dilakukan pada sistem kelistrikan Bali dengan meminimalkan biaya pembangkitan didapat penurunan Fuel Cost sebesar Rp.119,940,584.11 selama satu jam pada saat beban puncak malam Sehingga dapat disimpulkan hasil dari metode optimasi aliran daya cukup memuaskan dan dapat digunakan untuk analisa optimasi pada sistem kelistrikan Bali.
OPTIMASI TITIK INTERKONEKSI DISTRIBUTED GENER-ATION (PLTM MUARA) GUNA MEMINIMALKAN RUGI – RUGI DAYA MENGGUNAKAN METODE ARTIFICIAL BEE COLONY (ABC) PADA PENYULANG PANJI Arya Supartana, I Made; Sari Hartati, Rukmi; Sukerayasa, I Wayan
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 2 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i02.p28

Abstract

Distributed Generation (DG) is a small power plant that can increase realibility, voltage profil, and reduce power losses in distribution network. DG interconnection locations that are less suitable can in/crease power losses. A possibility that can be done to reduce these power losses is by optimizing DG interconnection points. Optimization of the DG interconnection points on the feeder of Panji aims to minimize power losses, where the initial power losses occur at 48.2 kW. Optimization technique is using the Artificial Bee Colony (ABC) method with losses after simulation at 32.263 kW. When compared with the conditions before and after optimization there is a differ-ence in power losses of 16.035 kW, to a decrease in power losses of 33.2% from the previous loss.
OPTIMASI PENEMPATAN RECLOSER UNTUK MEMPERBAIKI KEANDALAN PADA PENYULANG LEMBONGAN MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION-FUZZY Luis da Costa, Jaime; Sari Hartati, Rukmi; Setiawan, Widyadi
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 2 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i02.p16

Abstract

In Bali, especially at Tiga Nusa, the need for electricity is increasing along with the development of the construction of resorts and hotels. In this study, a sample of cases was taken in 2014 regarding the Lembongan feeder network system which was still installed with several LBS (Load Break Switch) which used to localize interference. Therefore, to anticipate interference and improve the reliability of feeders, one of many ways is to add an automatic back cover (recloser). This study aims to determine the optimal recloser location in the Lembongan feeder by using a combined method of fuzzy logic and particle swarm optimization with the help of MATLAB software. The results of this study obtained the best location of the recloser in group 5, namely the area between LBS SD 3, LBS Celagi Empak, and LBS Lembongan by adding one recloser. The SAIFI value is 1,9471 times / customer / year and the SAIDI value is 1,4596 hours / customer / year where the world class service parameter standard for the SAIFI reliability index is 3 times / customer / year and the SAIDI reliability index is 2,5 hours / customer / year.