Sarbino Sarbino
Tanjungpura University

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

UJI PREFERENSI BEBERAPA JENIS BAHAN UNTUK DIJADIKAN UMPAN TIKUS SAWAH ( Rattus argentiventer ) Dedi, Dedi; Sarbino, Sarbino; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) merupakan hama utama padi di Indonesia.  Pemilihan jenis umpan yang tepat merupakan salah satu keefektifan dalam pengendalian tikus secara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi tikus sawah terhadap jenis-jenis bahan untuk pembuatan umpan tikus sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cendrawasih Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya, mulai tanggal 4 September 2012 sampai 4 Desember 2012. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu dengan pemasangan umpan-umpan pada lahan sawah yang terserang tikus. Umpan dipasang sebanyak 15 unit, setiap unit terdiri atas 9 macam umpan yaitu : ikan teri, ubi kayu,mie instant, kelapa sangrai, kelapa bakar, beras, gabah, rebon dan jagung pipil, jarak antar unit umpan ± 50 m. Preferensi ditentukan berdasarkan nilai SDR dari masing-masing bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan teri merukan jenis umpan yang paling disukai dengan nilai SDR 19,54 yang kemudian disusul mie instan 13,69 %, kelapa sangrai 12,38 %, jagung 11,73 %, rebon 11,08 %, kelapa bakar 9,12 %, ubi kayu  dan gabah 7,82 %  serta beras 6,84 %. Kata kunci : Preferensi, Tikus sawah, Umpan.  
ANALISIS FAKTOR EPIDEMI PENYAKIT HAWAR BELUDRU (VELVET BLIGHT) PADA TANAMAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Sandi, Sandi; Suswanto, Iman; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara faktor budidaya dan lingkungan terhadap keparahan dan insiden penyakit hawar beludru pada lada. Penelitian dilakukan di Desa Ratu Sepudak Kecamatan Galing selama 3 bulan dari bulan Juli sampai Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dan kuisioner terbuka digunakan untuk melihat variabel yang berkaitan dengan penyakit hawar beludru. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 25 kebun yang diamati didapatkan keparahan penyakit berkisar antara 6% sampai 88% dengan masing- masing tingkat keparahan penyakit adalah 13 kebun kategori ringan, 9 kebun kategori sedang dan 3 kebun dengan kategori berat. Sedangkan insiden penyakit rata- rata 80%. Kebun dengan tingkat keparahan penyakit kategori berat terdapat pada kebun yang berbatasan dengan kebun karet, sistem tanam tumpang sari, penggunaan tanjar hidup, varietas Bengkayang, tanaman menghasilkan, pemupukan NPK rendah, tidak memberi pupuk organik, keadaan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya matahari berada pada di atas atau di bawah keadaan normal yang diinginkan tanaman. Kata kunci : insiden penyakit, keparahan penyakit, tanaman lada, penyakit hawar beludru.
Study of Fruit Fly Parasitoid diversity in Papaya (Carica papaya L) in farming at Siantan Hulu Pontianak. Umaiyanah, Siti; Sarbino, Sarbino; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya merupakan salah satu komoditi unggulan di Kalimantan Barat. Serangan lalat buah menyebabkan penurunan produksi pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keragaman parasitoid lalat buah pada pertanaman pepaya di Siantan Hulu. Buah yang terserang lalat buah di lapangan, dibawa ke Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Larva instar III lalat buah yang berada pada buah diambil dan dipelihara pada wadah plastik berdiameter 8 cm dengan tinggi 13 cm. Parasitoid yang muncul diidentifikasi berdasarkan morfologi. Jenis parasitoid yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu spesies Psyttalia incisi Silv. dan Psyttalia flectcheri Silv. termasuk Family Braconidae, dan satu termasuk spesies Stenomesius rufescens famili Eulophidae, keduanya termasuk dalam ordo Hymenoptera. Indeks keragaman dari semua lokasi kebun pengambilan sampel memiliki tingkat keragaman tergolong rendah (H’= 1,05), Eulophidae sebagai parasitoid yang dominan. Kata kunci; Keragaman, Lalat buah, Parasitoid, Pepaya
INVENTARISASI PARASITOID LALAT BUAH (Bactrocera sp.) DI PERTANAMAN HORTIKULTURA DI KOTA SINGKAWANG Harjuno, Ryan; Ramadhan, Tris Haris; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Singkawang adalah salah satu wilayah yang terkenal sebagai sentra tanaman hortikultura di Kalimantan Barat. Serangan lalat buah menjadi salah satu sebab turunnya produksi tanaman hortikultura di Kota Singkawang, khususnya tanaman buah – buahan dan sayuran buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lalat buah dan parasitoid lalat buah serta melihat tingkat serangan parasitoid lalat buah (Bactrocera sp.) pada tanaman hortikultura di Kota Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah survey lapangan dengan tekhnik purposive sampling. Tanaman sampel yang diambil dari lokasi diantaranya 10%  dari total populasi tanaman di lokasi penelitian. Buah yang dijadikan contoh adalah buah yang ada pada pohon dan buah yang sudah jatuh di tanah. Buah yang terserang lalat buah dari lapangan dibawa ke Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Larva instar III yang ada di buah diambil dan dipelihara dalam gelas plastik berdiameter 8 cm dengan tinggi 13 cm. Lalat buah dan parasitoid yang muncul diidentifikasi berdasarkan morfologinya. Jenis lalat buah yang diperoleh dari pemeliharaan, yaitu Bactrocera dorsalis, Bactrocera cucurbitae, Bactrocera albistrigata dan Bactrocera carambolae. Jenis parasitoid yang diperoleh, yaitu Psyttalia incisi Silv., Fopius Arisanus Sonan., dan Psyttalia fletcheri. Semua spesies parasitoid termasuk dalam Famili Braconidae. Tingkat pemarasitan dan keragaman parasitoid di pertanaman hortikultura Kota Singkawang tergolong rendah yaitu 2,41%  dan H’ = 1,08 dengan  Psyttalia fletcheri sebagai spesies yang paling dominan.
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADA PERKEBUNAN KARET DI DESA SEMPADIAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS Jumadi, Jumadi; sarbino, Sarbino; Astina, Astina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia karet alam merupakan komoditas strategis terutama ditinjau dari total area dan sumber devisa. Desa Sempadian merupakan salah satu daerah penghasil karet. Gulma yang tumbuh dipertanaman karet merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma berbahaya bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui struktur komunitas gulma pada perkebunan karet  di desa Sempadian Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis gulma dari 16 family. Pada areal perkebunan karet  TBM ditemukan 19 jenis gulma dari 11 family dan pada areal perkebunan karet TM ditemukan 19 jenis gulma dari 10 family. Spesies gulma yang paling dominan pada jalur tanaman TBM adalah gulma Ischaemum rugosum salisb dengan SDR sebesar 21.27% dan pada gawangan TBM didominasi oleh gulma Rhynchospora corymbosa dengan SDR sebesar 16.27%. Selanjutnya spesies gulma yang paling dominan pada Jalur tanamanTM adalah gulma Paspalum conjugatum dengan nilai SDR 42.44% dan pada gawangan TM didominasi oleh gulma Axonopus compressus SDR sebesar 22.11%.   Kata kunci : Gulma, Perkebunan karet, Struktur komunitas
PERANAN CENDAWAN ENDOFIT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN FUSARIUM OXYSPORUM PENYEBAB PENYAKIT KUNING PADA TANAMAN LADA (PIPER NIGRUM L.) SECARA IN VITRO wulan, wahyu sri; suswanto, iman; sarbino, sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dominansi cendawan endofit yang diisolasi dari jaringan batang tanaman lada yang sakit dan sehat serta mengetahui peranan cendawan endofit dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum penyebab penyakit kuning secara In vitro. Penelitian ini berlangsung selama ± 3 bulan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Untan. Cendawan diisolasi berdasarkan dua kriteria yaitu tanaman yang terserang penyakit kuning dan  tanaman sehat. Masing-masing kriteria diambil 5 sampel secara purposif. Hasil isolasi diperoleh tanaman sehat memiliki cendawan endofit sebanyak 19 jenis, sedangkan tanaman sakit terdapat 7 jenis cendawan. Cendawan yang mendominasi tanaman sehat adalah Trichoderma harzianum sedangkan tanaman sakit didominasi oleh cendawan F. oxysporum. Nilai koefisien komunitas yang didapatkan sebesar 22.88%. Sebagian besar cendawan endofit yang ditemukan mampu berperan dalam menghambat pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum secara in vitro. Kata Kunci: Cendawan Endofit, Fusarium oxysporum, in vitro, Penyakit Kuning, Tanaman Lada
PENGARUH BOKASHI LIMBAH AMPAS BATANG TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALLUVIAL Yusthiani, Fransiska; Nurjani, Nurjani; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala sifat fisik tanah alluvial yang mampat dapat diatasi dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bokashi limbah ampas batang tebu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di Pontianak menggunakan rumah plastik mulai bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2012. Metode penelitian ini adalah eksperimen lapang Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor yaitu dosis bokashi limbah ampas batang tebu (T) yang terdiri dari enam taraf perlakuan. Masing-masing taraf perlakuan diulang empat kali dan terdiri dari empat sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah T0 (tanpa penambahan bokashi limbah ampas batang tebu), T1 (dosis bokashi 28 g/polybag), T2 (dosis bokashi 428 g/polybag), T3 (dosis bokashi 828 g/polybag), T4 (dosis bokashi 1.228 g/polybag) dan T5 (dosis bokashi 1.628 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi limbah ampas batang tebu pada tanah alluvial dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, tetapi tidak dapat meningkatkan hasil tanaman tomat. Hasil panen tanaman tomat terendah diperoleh dari perlakuan T0 (tanpa penambahan bokashi) yaitu 200,18 g per tanaman dan hasil panen tomat tertinggi diperoleh dari perlakuan T4 (dosis bokashi 1.228 g/polybag) yaitu 260,04 g per tanaman atau setara dengan 5,98 ton per hektar. Kata kunci: Bokashi, Ampas Batang Tebu, Pertumbuhan, Hasil, Tanaman Tomat, Tanah Alluvial
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT SIGATOKA PADA PISANG KEPOK DAN BARANGAN DI KEBUN MASYARAKAT Fitriani, Aulia; suswanto, iman; sarbino, sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada kebun pisang masyarakat di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap. Identifikasi patogen dilakukan di laboratorium penyakit Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab penyakit bercak daun pisang, tingkat keparahan penyakit, dan mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh penyakit. Pengambilan data dilakukan dengan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik random sampling. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyakit bercak daun disebabkan oleh beberapa jenis cendawan yaitu Cordana sp., Phyllosticta sp., Cladosporium sp., Helmintosporium sp,  Mycosphaerella sp.,  Fusarium sp., dan  Pestalotia sp. Secara umum, tingkat keparahan semakin meningkat dengan bertambahnya umur tanaman. Perkembangan penyakit pada pisang barangan lebih tinggi dibandingkan pada pisang kapok. Tingginya tingkat serangan penyakit tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pisang.
FLUKTUASI POPULASI DAN KEPARAHAN SERANGAN WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F.) PADA TANAMAN PADI DI DESA SEJIRAM KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS NOFIARDI, EDI; Sarbino, Sarbino; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.025 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan populasi walang sangit, kerusakan dan penurunan hasil akibat serangan walang sangit. Penelitian dilaksanakan di Desa Sejiram Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Lama penelitian 2 bulan dari bulan Mei  sampai Juni 2016. Penelitian dilakukan dengan pendekatan survei. Populasi walang sangit ditentukan pada pengayunan di petak pengamatan di tiga sawah dengan agroekosistem yang berbeda, yaitu padi monokultur, tumpang sari padi dengan jeruk dan tumpang sari padi dengan karet. Penangkapan walang sangit dilakukan pada luasan petak pengamatan 1 m2 dengan 5 kali ulangan yaitu 17 MST, 18 MST, 19 MST, 20 MST dan 21 MST. Variabel pengamatan meliputi jumlah populasi walang sangit  pada semua periode penangkapan, jumlah bulir padi rusak atau hampa dan berat bulir per petak pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan populasi walang sangit tertinggi terjadi pada 18 MST, saat padi sedang mengalami fase pembungaan dan matang susu. Populasi tertinggi terdapat pada sawah tumpang sari padi dengan karet sebesar 18 individu per petak dan terendah pada padi monokultur sebesar 13,8 individu per petak. Populasi walang sangit pada fase tersebut yang akan menyebabkan kerusakan bulir padi pada saat panen. Keparahan serangan walang sangit belum menampakan penurunan hasil pada tiap sawah pengamatan dikarenakan perbedaan varietas dan cara pengelolaannya.Kata kunci : Agroekosistem, kerusakan,  padi, populasi walang sangit
PENGARUH KEPADATAN HAMA KEPIK LABU (Leptoglossus australis F.) TERHADAP KERUSAKAN BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) HANDAYANI, WURI; SARBINO, SARBINO; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                  Leptoglossus australis F. is one of the pests of cucumber that reduce the quality and quantity of yield. This study was aimed to see how many L. australis can cause damage. The study was conducted in the village of Rasau Jaya 1, subdistrict. Rasau Jaya, district. Kubu Raya. The design used was a randomized block design (RAK) with the level of treatment were the number of  L. australis infested (control without bug, 1 bug, 2 bug, and 4 bug L. australis) with six repetitions. L. australis used for the test is the tree instars of  Leptoglossus at the age of infested fruit 4 days after anthesis. Cucumber damage is measured by the length of the fruit, fruit diameter and weight of cucumber. The results showed that one bug is already capable of inflicting damage and loss of cucumber fruit.