Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBANGUNAN SISTEM AGRIBISNIS DI INDONESIA DAN PERANAN PUBLIC RELATION SARAGIH, BUNGARAN
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 3, No. 1 Februari 2003
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mistook of economic development strategy in lastime and economic crisis prolongedwith various its excess, to compel Indonesia choice alternative strategy in development ofeconomic, which hoped able to give solution of existing problems, without appear newproblems. Among some economic development strategy which fulfill the some conditions isAgribusiness Led Development, namely a strategy of economic development which integratedevelopment of agriculture (include estate crop, animal husbandry, fishery, and forestry) withdevelopment of agro-industry and linkage services setors. Development strategy ofagribusiness system to be convinced able to lead Indonesia economy has competitiveness andsinergys in the world economy.To develop the agribusiness system competitiveness, people-driven, sustainable anddecentralized are resposible all of agribusiness stake-holder, suitable with each role. Theentreprise is main actors of development agribusiness, the government have a role asfacilitator, regulator and promotor of agribusiness development, the researcher have a role todevelop of technology, education have a role to increase skill of human resources.Meanwhile, public relation profession have a role to build public good image, fordevelopment of agribusiness as well as for firm and agribusiness products.Special about the role of public relation (PR) in development of agribusiness system inIndonesia untill now still not develop yet. Whereas, PR functions very needed in developmentof agribusiness system, start from macro level till micro level. At macro level, role of PRhoped able to develop good image about importance to develop agribusiness in nationaleconomic development.
Implementasi Kebijakan Perberasan di Tingkat Petani: Kinerja dan Perspektif ke Depan Sembiring, Surya Abadi; Harianto, Harianto; Siregar, Hermanto; Saragih, Bungaran
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 8, No 4 (2010): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi kebijakan perberasan yang efektif menyebabkan tujuan kebijakan perberasan tercapai. Tujuan makalah adalah  menganalisis kinerja dan perspektif kedepan implementasi kebijakan perberasan dalam Instruksi Presiden terhadap petani. Basis informasi penelitian adalah 30 orang kontak tani yang ditentukan secara pursposive sampling dari 59 kelompok tani pada  enam desa sentra produksi padi di kecamatan Sei Rampah, kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan (1) implementasi  Bantuan Langsung Benih Unggul, pupuk bersubsidi dan perbaikan jaringan irigasi tidak efektif, sebaliknya implementasi Harga Pembelian Pemerintah efektif, dan (2) implementasi kebijakan yang tidak efektif menyebabkan kelangkaan pupuk, pemupukan berimbang tidak tercapai, terjadi peningkatan biaya produksi dan konversi lahan sawah. Kebijakan strategis yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah (1) membangun dan memperbaiki jaringan irigasi, (2) mengawasi distribusi pupuk bersubsidi, (3) membeli langsung gabah petani, (4) menaikkan harga pembelian pemerintah, (5) mendorong peningkatan kinerja penyuluh pertanian lapangan, dan (6) memberikan bantuan benih unggul kepada petani 25 kg per ha.
PROSPEK AGRIBISNIS 2001 DAN EVALUASI PEMBANGUNAN PERTANIAN 2000 SARAGIH, BUNGARAN
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 1, No. 1 Februari 2001
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan ekonomi tahun 2001 sudah mulai tampak ditandai oleh beberapa indikatorekonomi seperti sektor riil sudah mulai menggeliat, aktivitas perekonomina rakyat dipedesaan sudah mulai bangkit, ekspor beberapa produk agribisnis mengalami peningkatan.,kredit Perbankan untuk mendorong bangkitnya sektor riil sudah dilonggarkan, pendapatanpenduduk sudah mulai merangkak naik dibandingkan dengan ketika krisis tahun 1997/1998.Prospek agribisnis yang cerah ini tidak dapat diraih, jika tidak diikuti langkah strategismelalu pembangunan sistem agribisnis dan usaha-usaha agribisnis termasuk usahatanikeluarga dengan peningkatan produktivitas sebagai sumber pertumbuhan.
THE IMPACT OF GOVERNMENT POLICY OF PRESIDENTIAL INSTRUCTION IN 2005-2008 FOR RICE POLICY ON FOOD SECURITY) Sembiring, Surya Abadi; Harianto, Harianto; Siregar, Hermanto; Saragih, Bungaran
Forum Pasca Sarjana Vol. 35 No. 1 (2012): Forum Pascasarjana
Publisher : Forum Pasca Sarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.224 KB)

Abstract

The objectives of this research is to analyze the impacts of rice policy on the food security and on producer and consumer surplus. The research used time series data. The data was a monthly time series from March 2005-September 2009. Rice policy model specification uses the simultaneous equations consisting of 15 structural equations and 11 identity equations which was estimated using Two Stages Least Squares (2SLS) method. The results show that: (1) the increase of the government purchases price of dried harvest paddy by 15 percent improve food security whereas retail rice price decrease makes producer and consumer surplus increase, and (2) the increase of the ceiling retail price of NPK fertilizer by 15 percent gave a negative impact on food security whereas retail rice price increase makes a negative effect to consumer surplus. Food security would be achieved if the government purchase on dried harvest paddy is implemented accordingly.
PEMBAHASAN Saragih, Bungaran
BERITA BIOLOGI Vol 5, No 5 (2001)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.955 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v5i5.1473

Abstract

Menurut pendapat saya seharusnya NTT bisa lebih makmur daripada yang ada sekarang ini, tetapi sangat sayang sekali rupanya sumber daya alam yang sangat penting di sana itu tidak digunakan secara baik atau tidak dikelola secara baik. Oleh karena itu tidak bisa menyumbang untuk Pembangunan Daerah padahal altematif yang lain barangkali sangat sulit untuk ditawarkan. Kalau saya dengar tadi penjelasan, masalah yang pokok dari tanaman Cendana ini adalah bukan pada masalah teknis biologis; masalahnya adalah policy, kebijakan. Pemerintah Daerah melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Kolonialdan tidak memperbaikinya. Apa yang dibuat Pemerintahan Kolonial sudah bagus; bagus untuk mereka, bagus untuk kepentingan negara yang menjajah. Tetapi setelah kita merdeka konteks tidak kita pelajari, kita lakukan hal yang sama dan akibatnya seperti sekarang. Kalau tadi Bapak Kepala Dinas Kehutanan Propinsi mengatakan "semuanya tidak ada lagi biaya dinas", saya melihat dengan begitu cemasnya, jangan-jangan Cendana sudah akan punah. Seharusnya NTT bisa memiliki monopoli internasional terhadap cendana, tetapi itu tidak dimungkinkan lagi dan orang (negara) lain sudah mulai mencari alternatif, menanam. Cendana India yang asalnya dari Timor sekarang sudah lebih terkenal dari Cendana Timor sendiri, seperti yang dikatakan Bapak Hartono (Pembicara, Pengusaha dari PT Tropical Oil, Red.). Intinya adalah bahwa komoditi itu terlalu diregulasi oleh Pemerintah; dan tidak hanya diregulasi tapi dimonopoli, dan merampas hak rakyat untuk melakukan bisnis ini.
PEMBANGUNAN SISTEM AGRIBISNIS DI INDONESIA DAN PERANAN PUBLIC RELATION SARAGIH, BUNGARAN
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 1, No. 2 Juli 2001
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mistook of economic development strategy in lastime and economic crisis prolongedwith various its excess, to compel Indonesia choice alternative strategy in development ofeconomic, which hoped able to give solution of existing problems, without appear newproblems. Among some economic development strategy which fulfill the some conditions isAgribusiness Led Development, namely a strategy of economic development which integratedevelopment of agriculture (include estate crop, animal husbandry, fishery, and forestry) withdevelopment of agro-industry and linkage services setors. Development strategy ofagribusiness system to be convinced able to lead Indonesia economy has competitiveness andsinergys in the world economy.To develop the agribusiness system competitiveness, people-driven, sustainable anddecentralized are resposible all of agribusiness stake-holder, suitable with each role. Theentreprise is main actors of development agribusiness, the government have a role asfacilitator, regulator and promotor of agribusiness development, the researcher have a role todevelop of technology, education have a role to increase skill of human resources.Meanwhile, public relation profession have a role to build public good image, fordevelopment of agribusiness as well as for firm and agribusiness products.Special about the role of public relation (PR) in development of agribusiness system inIndonesia untill now still not develop yet. Whereas, PR functions very needed in developmentof agribusiness system, start from macro level till micro level. At macro level, role of PRhoped able to develop good image about importance to develop agribusiness in nationaleconomic development.