Siddhi Saputro
Unknown Affiliation

Published : 63 Documents
Articles

ANALISA POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PELABUHAN KENDAL, KABUPATEN KENDAL Situmorang, B. Maria Beatrix; Atmodjo, Warsito; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Kendal yang rencananya akan dijadikan pelabuhan penumpang dan juga pelabuhan niaga mengalami pendangkalan pada perairan di kolam pelabuhan dan sekitarnya. Pendangkalan ini terjadi karena adanya sedimentasi yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh arus dan gelombang di perairan tersebut. Untuk mengatasi masalah dan pendangkalan akibat sedimentasi tersebut, perlu diadakan suatu analisa mengenai kondisi pola sebaran sedimen di perairan sekitar pelabuhan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pola sebaran sedimen di Pelabuhan Kendal serta seberapa besar pengaruh sebaran sedimen tersebut terhadap Pelabuhan Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2011, di lokasi kolam dan luar kolam Pelabuhan Kendal, Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampling purposif karena pengambilan sampel hanya dilakukan di beberapa titik lokasi yang mewakili keadaan keseluruhan dan sampel tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitian. Analisa sampel sedimen dasar dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil, Universitas Diponegoro. Analisa yang dilakukan berupa analisa ukuran butir menurut skala Wentworth. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut, kecepatan arus rata-rata di Pelabuhan Kendal sebesar 10.105 m/detik dengan arah arus menuju ke barat laut. Jenis sedimen di perairan Pelabuhan Kendal adalah lanau, lanau pasiran, dan pasir lanauan yang terdapat di 12 titik lokasi. Sedimen yang mendominasi berupa lanau, dimana terjadi arus sepanjang pantai dengan sudut datang gelombang sebesar 19.225° dan arah longshore current menuju barat sepanjang pantai. Pergerakan arus yang terjadi di perairan Pelabuhan Kendal mempengaruhi pola persebaran sedimen dasar di Pelabuhan Kendal. Pola sebaran sedimen relatif sejajar pantai dengan pola ke arah laut ukuran butir sedimennya semakin kecil.
KAJIAN PENYEBARAN PLUME TERMAL OUTLET AIR PENDINGIN POWER PLANT PT NEWMONT NUSA TENGGARA DI PERAIRAN TELUK BENETE Panalaran, Satriyo; Prasetyawan, Indra Budi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1825.151 KB)

Abstract

AbstrakPanas yang masuk ke badan air dapat melalui interaksi antara atmosfer dan air, ataupun dapat melalui kegiatan yang dilakukan manusia. Panas yang bersumber dari kegiatan manusia disebut juga panas artificial, yang dalam hal ini bersumber dari outlet power plant. Konsentrasi termal di titik sumber (outlet) memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, sehingga terjadi kondisi dimana konsentrasi thermal menyebar dari sumber ke lingkungan sekitarnya, kondisi itu lah yang diistilahkan sebagai penyebaran plume termal. Proses penyebaran suhu di perairan dapat melalui tiga proses yaitu secara radiasi, adveksi, dan difusi. Proses adveksi berpengaruh besar terhadap proses-proses transport di badan air. Pengambilan data dilakukan di Teluk Benete pada tanggal 1 hingga 15 April 2011. Data primer yang digunakan pada penelitian ini adalah data arus perairan dan data suhu perairan. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data pasang surut, peta bathimetri, data angin dan cuaca. Hasil penelitian menunjukkan jenis pasang surut di Teluk Benete adalah campuran condong ke harian ganda. Karakteristik arus di Teluk Benete di lapisan dasar cenderung bergerak ke arah barat laut dan tenggara dengan kecepatan 0,6 – 17,4 cm/detik. Arus di lapisan menengah cenderung bergerak ke semua arah dengan kecepatan 0,2 – 14,2 cm/detik. Arus di lapisan permukaan cenderung bererak ke semua arah dengan kecepatan 0,15 – 21,7 cm/detik. Dari pemisahan kecepatan arus ke dalam komponen arus pasut dan arus residu, maka didapatkan bahwa arus di Teluk Benete lebih didominansi oleh arus residu. Hasil pengukuran suhu air di dekat outlet menunjukkan suhu di kolom air berkisar antara 28,0 – 28,8 °C. Sedangkan suhu pada stasiun kontrol suhu berkisar antara 27,7 – 28,9 °C. Hasil simulasi model penyebaran termal menunjukkan bahwa plume termal dari outlet air pendingin power plant tidak memiliki jangkauan yang luas, yaitu ditunjukkan pada jarak 50 meter dari outlet, suhu perairan hanya memiliki rentang kurang dari 0,5 °C. Hal ini menunjukkan bahwa pada jarak ini suhu air telah serupa dengan suhu lingkungan perairan di sekitarnya.
STUDI GELOMBANG LAUT TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG DI PELABUHAN SRENGSEM LAMPUNG Prasetiyo, Eko; Prasetyawan, Indra Budi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.376 KB)

Abstract

Abstrak Gelombang merupakan aspekoseanografi yang penting dalam pembuatan suatu pelabuhan. Untuk mengatasi pengaruh dari gangguan gelombang tersebut perlu dibuat suatu bangunan pemecah gelombang. Pembuatan bangunan pemecah gelombang dimaksudkan untuk mempermudah kapal untuk melakukan bongkar muat batubara dan mengurangi efek dari pengaruh gelombang terhadap kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi gelombang dan proses deformasi gelombang sebelum dan sesudah adanya pemecah gelombang (breakwater) pada lokasi studi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 19 Agustus 2011di Perairan Srengsem Lampung.Alat dan bahan yang digunakan antara lain: ADCP Nortek AS 1000 KHz Aquadopp Profiler, GPS 60CSX, Peta Alur Laut Kepulauan Indonesia skala 1:75.000DISHIDROS TNI-AL, PetaRBI skala 1:25.000BAKOSURTANAL, palem pasut, perahudan komputer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif.Pengolahan data angin dilakukan secara statistik menggunakan peramalan gelombang metode SMB. Software yang digunakan untuk membuat model gelombang adalah MIKE 21 Nearshore Spectral Waves. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum 3,500 meterdengan periode gelombang maksimum 8,00 detik.Tinggi gelombang signifikan Hssebesar1,393 meter dan periode gelombang signifikanTs sebesar 5,54 detik.Tinggi gelombang minimum 0,200 meter dan periode gelombang minimum 2,95 detik. Sedangkan hasil peramalan gelombang dengan metode SMB didapatkan untuk musim barat tinggi gelombang signifikan sebesar 0,937 meter dengan periode 4,00 detik, pada musim peralihan I tinggi gelombang signifikan sebesar 0,896 meter dengan periode 3,93 detik, pada musim timur tinggi gelombang signifikan sebesar 0,791 meter dengan periode 3,70 detik dan pada musim peralihan II tinggi gelombang signifikan sebesar 0,918 meter dengan periode 3,74 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lokasi Perairan Srengsem Lampung cocok jika akan dirancang suatu dermaga pelabuhan karena dapat menahan tinggi gelombang yang jauh lebih kecil.
LAJU SEDIMENTASI DI MUARA SUNGAI SLAMARAN PEKALONGAN Pradipta, Yodha; Saputro, Siddhi; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.393 KB)

Abstract

Abstrak Perairan pantai dan muara Sungai Slamaran berada di perairan pantai utara Pulau Jawa telah mengalami proses sedimentasi. Laju sedimentasi tergantung pada ukuran partikel sedimen, yang kebanyakan terbawa ke daerah estuaria dalam bentuk suspensi dengan ukuran partikel kecil (berdiameter < 2µm). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya laju sedimentasi di muara Sungai Slamaran Pekalongan dan faktor oseanografi yang mempengaruhi perubahan morfologinya. Metode yang digunakan dalam penentuan titik sampling adalah sampling purposive. Hasil analisis laboratorium dan perhitungan konsentrasi MPT per stasiun pengambilan sampel antara 0,15 – 0,26 gr/l. Hasil perhitungan laju sedimentasi diperairan muara Sungai Slamaran dalam rata-rata per hari berkisar antara 1 x 10-3- 1,38x 10-3kg/detik. Laju sedimentasi di muara Sungai Slamaran dipengaruhi oleh debit sungai dan debit suspensi. Faktor oseanografi paling mempengaruhi muara Sungai Slamaran Pekalongan adalah debit sungai. Debit sungai yang kecil di muara Sungai Slamaran pada saat musim kemarau menyebabkan suplai sedimen mengalami pengendapan di mulut sungai yang terjadi secara terus menerus sehingga mengakibatkan penutupan di mulut sungai dan pendangkalan dasar muara.
Kajian Morfologi Pantai di Pantai Slamaran Kabupaten Pekalongan Dewadaru, Dida Pratama; Hariadi, Hariadi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.673 KB)

Abstract

Abstrak Kawasan  pantai  utara  Jawa  Tengah  memiliki  potensi  perkembangan  sangat  tinggi  dengan karakteristik wilayah bertopografi landai dan dangkal, juga memiliki banyak kegiatan yang meliputi perikanan tambak, pelabuhan, industri dan bahkan sebagian kota merupakan water front city.  Selama 30 tahun terakhir, pantai utara Jawa Tengah merupakan wilayah dengan kegiatan ekonomi tertinggi dibanding pantai lain di Indonesia dimana terdapat kegiatan  mulai penambangan pasir, budidaya perikanan, bangunan untuk pelayaran, industri dan pemukiman. Pantai Slamaran sebagai salah satu andalan pariwisata di Kota Pekalongan seiring berjalannya waktu tentu akan mengalami perubahan kondisi fisik pantai karena sifat pantai yang dinamis. Perubahan fisik tersebut dapat berupa erosi dan sedimentasi. Akibat dari perubahan ini adalah menyebabkan kerusakan pantai serta dapat mempengaruhi bentuk morfologi pantai tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Morfologi Pantai Slamaran. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan selama 15 hari pada tanggal 28 Mei - 11 Juni 2012 di Pantai Slamaran, dengan titik lokasi 6°51’10” - 6°52’0” LS dan 109°42’0” - 109°42’50” BT. Metode yang digunakan untuk analisis hasil penelitian adalah metode survei. Berdasarkan hasil output baik dari data lapangan maupun hasil interpratasi citra, diketahui bahwa morfologi pantai di pantai slamaran memiliki satu jenis bentuk lahan asal, yaitu bentuk lahan asal marin, Dari bentuklahan asal tersebut kemudian didapat satuan bentuklahan  seperti laguna, cuspate, gosong pasir, gisik dan dataran aluvial pantai. Kemiringan lereng di daerah penelitian adalah <7%. Jenis sedimen yang dominan adalah pasir dan pasir lanau. Sudut datang gelombang pecahnya adalah 24.20 yang mengakibatkan longshore current dengan kecepatan 1.12 m/s.
Studi Pola Sebaran Sedimen Dasar Akibat Arus Sepanjang Pantai di Sekitar Pemecah Gelombang Pantai Kuta Bali Saputra, Hermawan; Subardjo, Petrus; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.691 KB)

Abstract

Abstrak            Pantai Kuta mengalami erosi yang cukup besar setiap tahunnya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dengan cara membangunan pemecah gelombang sejumlah tiga unit dan melakukan aktifitas pengisian pasir (beachfilling). Namun hal tersebut belum bisa mengatasi erosi yang terjadi, sehingga diperlukan adanya analisa tentang pola sebaran sedimen dasar sebagai langkah awal mengetahui penyebab erosi yang terjadi selama ini. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran sebaran sedimen dasar dan arus sepanjang pantai yang menjadi penyebab utama terjadinya erosi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif bersifat eksploratif sedangkan teknik pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive. Berdasarkan hasil penelitian  kecepatan arus sepanjang pantai  di sekitar pemecah gelombang Pantai Kuta Bali rata – rata sebesar 1.2676 m/det  dengan  kisaran kecepatan maksimal yaitu sebesar 1.6645 m/det dan minimal sebesar 0.9293 m/det dengan arah yaitu dari Barat Daya sedangkan  hasil analisa butiran sedimen menunjukan bahwa sedimen dengan jenis kerikil terdapat pada sisi  timur laut pemecah gelombang, jenis pasir berada pada sisi selatan pemecah gelombang, dan jenis pasir kerikilan berada  pada sisi paling selatan dari pemecah gelombang. 
STUDI PENGERUKAN ALUR PELAYARAN PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Firdaus, Soca Ratna; Saputro, Siddhi; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.936 KB)

Abstract

AbstrakPelabuhan Tanjung Emas adalah pelabuhan yang terletak di Semarang Jawa Tenggah, pelabuhan ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, namun pada alur pelayarannya mengalami pendangkalan yang dapat diakibatkan oleh transport sedimen, yang dipengaruhi oleh pasang surut dan arus yang dapat mempercepat pendangkalan alur. Oleh karena itu diperlukan perawatan alur pelayaran untuk mengatasi pendangkalan yang terjadi  yaitu dengan melakukan pengerukan.  Untuk mengetahui pengerukan yang dilakukan maka dibutuhkan studi lebih lanjut tentang pengerukan di alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,  yang bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jumlah sedimen yang dikeruk hingga didapatkan kedalaman yang diinginkan yaitu -10m LWSPenelitian ini dilakukan dengan 2 tahapan, pengambilan data primer  dan  data sekunder,  berdasarkan analisa sampel sedimen didapatkan sedimen dengan jenis lumpur berkisar 60%, hal ini dapat disebabkan karena material yang dikeruk 70% didominasi oleh air dan 30% material padatan dapat bersifat suspense.  Hasil peta batimetri dari pemeruman untuk alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didapatkan data jumlah keruk sebanyak 350.000 m3 dengan kedalaman -10 m dan lebar 100 m panjang alur 1400 m dan slope 1:2 serta perkiraan pengendapan 10%. Kedalaman maksimum pada alur pelayaran pada saat predredging sounding adalah 70 DM, saat progres sounding 50 % adalah 90 DM, dan pada saat final sounding adalah 100 DM. pengukuran disurutkan dibawah 0.00m LWS dari MSL.  Berdasarkan hasil analisa pasang surut didapatkan tipe pasang condong harian tunggal hal ini yang perlu diwaspadai untuk kapal yang akan masuk ke pelabuhan dengan kapal > GT  500 karena saat surut kapal tidak dapat sandar ke pelabuhan. Untuk pola arus relatif searah menyusur pantai tidak berpengaruh pada perjalanan kapal namun kecepatan arus yang harus diwaspadai karena dapat membawa material sedimen ke pantai  yang berpengaruh pada proses pendangkalan alur.  
Pemetaan Batimetri dan Analisis Pasang Surut Untuk Menentukan Elevasi Lantai Dermaga 136 di Muara Sungai Mahakam, Sanga – Sanga, Kalimantan Timur Nugraha, Adiguna Rahmat; Saputro, Siddhi; Purwanto, Purwanto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.001 KB)

Abstract

ABSTRAKPerairan muara Sungai Mahakam merupakan wilayah perairan yang sering dilalui oleh kapal-kapal pengangkut batubara maupun kapal-kapal penumpang lainnya yang terletak di Kalimantan Timur. Maka, dibutuhkan dermaga sebagai pendukung aktifitas transportasi air. Sehubungan dengan rencana Pertamina Unit Sanga-Sanga untuk membangun ulang dermaga yang telah ada sejak tahun 1980-an di perairan muara Sungai Mahakam maka dibutuhkan penelitian batimetri dan pasang surut. Pemetaan batimetri dan analisis komponen pasang surut merupakan parameter penting dalam proses penentuan elevasi lantai dermaga. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan informasi kondisi batimetri perairan dan komponen pasang surut perairan yang nantinya akan digunakan sebagai bahan acuan dalam pembuatan syarat batas elevasi lantai dan panjang dermaga di perairan muara Sungai Mahakam.Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 18-21 September 2012 di perairan muara Sungai Mahakam, Sanga – Sanga, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan metode ilmiah/scientifik karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik atau model.Perairan muara Sungai Mahakam merupakan perairan muara dengan kedalaman antara -1,3 - -8,6 m. Memiliki tipe pasang surut campuran dengan tipe ganda yang menonjol, dimana MSL 82 cm dengan interval pasang surut 242 cm, MLWL (-28,60 cm), LLWL (-75 cm) dan HHWL (167 cm). Elevasi dermaga yang didapatkan adalah + 2,76 m dengan nilai Zo sebagai titik ± 0,00 m dan + 2,04 dengan MSL sebagai titik ± 0,00 m , Dengan kedalaman perairan di depan dermaga yang dibutuhkan untuk melayani draft kapal terbesar adalah – 5 m agar kapal dapat sandar dengan aman.
PERUBAHAN GARIS PANTAI LARANGAN, KABUPATEN TEGAL MELALUI PENDEKATAN MODEL GENESIS ( Generalized Model for Simulating Shoreline Change ) Kristi, Lucky; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.106 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan garis pantai selama 5 tahun (2013-2018) dan mengetahui wilayah yang memiliki kemungkinan mengalami akresi dan erosi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2013 di Pantai Larangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel sedimen diambil dengan purposive sampling berupa sedimen dasar perairan. Pengukuran tinggi dan periode gelombang menggunakan ADCP Argonout XR. Peramalan gelombang menggunakan data angin yang diperoleh dari stasiun pengukuran angin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tegal. Prediksi perubahan garis pantai didekati dengan pendekatan model yaitu dengan GENESIS (Generalized Model for Simulating Shoreline Change). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rentang waktu 2013 sampai 2018, Pantai Larangan mengalami akresi atau penambahan sedimen sebanyak 764,16 m2 serta mengalami erosi sebesar 125,87 m2. Wilayah yang mengalami akresi paling besar berada di Desa Padaharja yaitu sebesar 358,63 m2 dan erosi paling besar berada di Desa Munjungagung sebesar 77,34 m2. Dengan demikian 5 tahun ke depan Pantai Larangan diprediksi akan mengalami penambahan luasan lahan atau akresi.
ANALISA PENGARUH PARAMETER OSEANOGRAFI TERHADAP SEBARAN GUMUK PASIR DI PANTAI PARANGTRITIS TAHUN 2005-2009 Sihotang, Willy Martahi; Subardjo, Petrus; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.346 KB)

Abstract

ABSTRAKGumuk pasir yang terbentuk di daerah parangtritis mengalami perubahan sesuai dengan arah hembusan angin. Gumuk pasir yang terbentuk di daratan mengalami persebaran. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan guna memonitoring perubahan gumuk pasir. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi yaitu angin, gelombang dan arus terhadap sebaran gumuk pasir. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwakecepatan rata-rata angin pada tahun 2005-2009 di Pantai Parangtritis adalah 3,75 knot dengan arah angin dominan dari arah Tenggara.Tinggi gelombang maksimum rata-rata  tahun 2005 sampai 2009 di Pantai Parangtritis sebesar 4,524 meter dan arah gelombang dominan datang dari arah Tenggara.Arah arus pada Pantai Parangtritis dominan menuju arah Barat Laut dan memiliki kecepatan rata-rata 0.71683 m/s.Hal ini menunjukkan adanya pengaruh parameter oseanografi terhadap sebaran gumuk pasir yang dominan bergerak ke arah Barat Laut.