Danang Dwi Saputro
Jurusan Teknik Mesin, FT, Universitas Negeri Semarang

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

Karakteristik Pembakaran Briket Arang Tongkol Jagung Saputro, Danang Dwi
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi biomass sebagai sumber energi alternatif sedemikian melimpah, namun belum terolah sepenuhnya. Tujuan penelitian ini adalah menguji temperatur pembakaran briket arang tongkol jagung dengan kecepatan udara 0,2 m/s, 0,4 m/s, 0,6 m/s dan 0,8 m/s. Penelitian awal dilakukan dengan pengujian proximate bahan baku meliputi kadar air, nilai kalor, kadar abu, volatile matter dan kadar karbon. Hasil penelitian karakteristik pembakaran arang briket tongkol jagung dengan variasi laju aliran massa udara adalah sebagai berikut : perubahan temperatur pembakaran dari temperatur awal 200°C sampai temperatur puncak berkisar antara 286°C -292°C, laju pengurangan massa berkisar selama 21 menit-30 menit, laju pembakaran mencapai puncak berkisar antara 0,3 gr/s-0,41 gr/s. Dari hasil penelitian didapatkan untuk membakar 5 gr arang briket tongkol jagung dibutuhkan udara kering 20,15 gr. Stoikiometris didapatkan perbandingan antara bahan bakar dengan udara 4:1. Aliran massa udara yang dapat memenuhi kebutuhan udara kering tersebut adalah 0,6 m/s. Pembakaran pada aliran massa udara 0,6 m/s merupakan pembakaran dengan pencapaian temperatur tertinggi yaitu 292°C, dengan laju pembakaran selama 21 menit. Kata Kunci: briket arang, tongkol jagung, pembakaran
PENERAPAN PANEL PERAGA SISTEM PENGAPIAN DALAM PEMBELAJARAN MODEL COOPERA TIF LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR KELISTRIKAN OTOMOTIF Nopilar, Aris; Saputro, Danang Dwi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajar materi sistem kelistrikan otomotif melalui pemanfaatan alat peraga sistem pengapian konvensional menggunakan model pembelajaran Cooperatif Learning. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu. Populasi penelitian adalah mahasiswa D3 Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang semester VI yang berjumlah 36 mahasiswa. Pengambilan sampel meng­gunakan teknik total sampling dan terbagi menjadi dua kelompok sampel, yaitu mahasiswa kelompok 1 menjadi kelas kontrol, sedangkan mahasiswa kelompok 2 menjadi kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan tes dan analisis data dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar dibuktikan dengan t test dua pihak menghasilkan t hitung i t tabel yaitu 2,71. Peningkatan pemahaman sebesar 27,33 (57,33%). Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan antara hasil belajar tentang sistem pengapian konvensional sebelum dan setelah menggunakan media pembelajaran pada mata kuliah Kelistrikan Otomotif.Kata kunci: hasil belajar, panel peraga pengapian konvensional, cooperatif learning   The purpose of the research was to increase the learning achievement ability of automotive electrical subject through the use of visual aid about conventional ignition system, using Cooperative Learning model. The method of the research was Quasi Experiment The population of it was the students of D3 Program from MechanicalEngineering Department, Semarang State University in the sixth semester consisting of 36 students. The sample was taken using total sampling and it was divided into two sample groups, they were group 1 as the control class, while group 2 as the experiment class. The result of the research showed that there was increase of learning result proven with T-test toward two sides resulting t count 2 t table which was 2,71. The increase of understanding was about 27,33 (57,33%). The result of research data showed that there was Increase between the learning result about conventional ignition system before and after using learning media in Automotive Electrical subjectKeywords: learning result, visual aid about conventional ignition, cooperative learning
PENGOLAHAN KERUPUK KULIT IKAN DI KELURAHAN BULU LOR KOTA SEMARANG Agustina, Titin; Saputro, Danang Dwi
Rekayasa Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di antara berbagai jenis makanan ringan, kerupuk merupakan makanan ringan yang sangat populer bagi segala lapisan masyarakat. Mengingat peluangbisnis kerupuki, munculah banyak pelaku usaha yang menekuninya. Dalam kegiatan ini dipilih mitra usaha kecil yang menghadapi permasalahan terkait aspek produksi, yaitu produk masih mengandung minyak goreng terlalu banyak karena belum ada proses penirisan minyak. Hal ini dapat berakibat daya tahan kerupuk kulit ikan menjadi berkurang karena menjadi mudah rusak/berbau tengik. Alamat mitra di Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara. Untuk mencapai target yang diinginkan, tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen, teknisi, dan mahasiswa dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dalam pelaksanaan kegiatan diterapkan beberapa metode yang saling mendukung, antara lain dengan ceramah/penyuluhan untuk materi yang bersifat teori dan motivasi, demonstrasi untuk menyampaikan materi praktik/keterampilan, praktik langsung oleh mitra dan pendampingan kegiatan. Dalam kegiatan ini dihasilkan teknologi tepat guna berupa mesin peniris minyak goreng (spinner) yang mampumeningkatkan produktivitas usaha dan kualitas produk.
ANALISA PERFORMA HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR SEBELUM DAN SESUDAH CLEANING DI PT INDONESIA POWER TAMBAK LOROK SEMARANG MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB R.12 Yusron, Ahmad; Saputro, Danang Dwi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v16i1.14044

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) atau pembangkit jenis combine cycle adalah gabungan antara Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dimana di dalam PLTGU memanfaatkan gas buang dari PLTG digunakan untuk menghasilkan uap yang digunakan sebagai fluida kerja di PLTU. Dalam instalasi PLTGU terdapat peralatan yang dinamakan Heat Recovery Steam Generator (HRSG). Peralatan utama dari pembangkit listrik tenaga uap yang berfungsi untuk memanfaatkan gas buang. Penggunaan HRSG dapat meningkatkan efisiensi dari pembangkit listrik tenaga uap karena HRSG hanya memanfaatkan gas buang dari turbin gas, gas buang yang terkandung didalam exhaust turbine gas yang temperaturnya masih mencapai 560o C masih bisa dimanfaatkan untuk memproduksi uap air bertekanan. Pada penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah variasi beban yang diberikan pada saat pagi, siang dan malam hari sedangkan Variabel terikat pada penelitian ini adalah temperature, tekanan, entalpi dan massa aliran. Pada bulan Agustus efisiensi HRSG sebesar 78,9% turun sebesar 4,05% untuk bulan September. Sedangkan penurunan bulan Oktober dan November masing-masing sebesar 9,64% dan 33,63%. Nilai penurunan efisiensi semakin besar mendekati masa cleaning. Hal ini karena semakin mendekati masa cleaning, kondisi HRSG semakin buruk yang berpengaruh terhadap kinerja HRSG yang semakin buruk pula. Pada bulan Desember setelah dilaksanakan cleaning, nilai rata-rata efisiensi HRSG kembali meningkat sebesar 89.3%.
OVEN PANGGANG SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN IKAN HIGIENIS DAN RAMAH LINGKUNGAN Martuti, Nana Kariada Tri; Rosidah, Rosidah; Saputro, Danang Dwi
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 4, No 2 (2013): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Ikan merupakan produk makanan yang mudah membusuk, sehingga untuk dapat mempertahankan kualitasnya diperlukan adanya pengolahan. Pengolahan ikan secara tradisional dengan pemangangan dilakukan oleh para nelayan dan keluarganya di Wilayah Tambakrejo Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang. Pemanggangan ikan yang dilakukan dengan cara dipanggang di atas bara arang batok kelapa menghasilkan produk yang kurang higienis. Selain itu asap yang dihasilkan menyebar ke lingkungan sekitarnya sehingga berdampak pada kesehatan bagi pemanggang maupun masyarakat disekitarnya. Kapasitas produksi cara tradisional 1,5 Kg ikan sekali panggang, sehingga jika memanggang ikan dalam jumlah yang banyak dibutuhkan waktu yang lama. Tujuan dari kegiatan pengabdian (IbM) ini ialah dihasilkannya metode pembuatan ikan panggang ramah lingkungan, yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan metode pembuatan ikan panggang menggunakan oven yang terbuat dari plat galvanis dan dilengkapi dengan cerobong asap serta turbin ventilator berpenggerak angin. Oven panggang dibuat dalam sistem bertingkat (3 tingkat) dimana setiap tingkat mampu menampung ikan 2 – 2,5 kg ikan iris. Oven pangang dilengkapi dengan tungku yang berada di bagian bawah oven dan cerobong asap setinggi 5 meter serta dilengkapi dengan ventilator. Turbin ventilator berfungsi untuk menarik asap keatas sehingga asap tidak mencemari linkungan sekitarnya. Proses pemanggangan ikan dengan oven panggang mampu meningkatkan kapasitas produksi pengrajin ikan, kecepatan proses produksi meningkat (ikan lebih cepat matang), warna ikan menarik, hemat bahan bakar, produk panggang higienis dan ramah lingkungan.
OVEN PANGGANG SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN IKAN HIGIENIS DAN RAMAH LINGKUNGAN Martuti, Nana Kariada Tri; Rosidah, Rosidah; Saputro, Danang Dwi
Rekayasa Vol 12, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish is a perishable food product, so as to be able to maintain the required quality processing. Processing of roasting fish traditionally done by the fishermen and their families in the region Tambakrejo Village Tanjung Mas Semarang. Roasting fish done by grilled over coconut shell charcoal produces less hygienic products. In addition, the resulting smoke spread into the surrounding environment so that the impact on the health of the toaster and the surrounding community. Traditional way of production capacity of 1.5 Kg of fish once baked, so if grilling fish in large numbers takes a long time. Roasting fish with oven roasted made from galvanized plate is advantageous alternative fish processing and environmentally friendly. Oven roast made in the multilevel system (3 level) where each level can accommodate fish from 2 to 2.5 kg of fish slices.
PENGARUH VARIASI SUHU POST WELD HEAT TREATMENT ANNEALING TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL BAJA EMS-45 DENGAN METODE PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW) Rusiyanto, Rusiyanto; Widayat, Widi; Saputro, Danang Dwi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5547

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui nilai kekerasan Vickers material Baja EMS-45 sebelum proses pengelasan dan setelah dilakukan proses pengelasan tanpa post weld heat treatment annealing, Untuk mengetahui berapakah suhu optimal post weld heat treatment annealing untuk material baja EMS-45 dengan variasi suhu yang digunakan 350 o C, 550 o C, dan 750 C. Untuk mengetahui struktur mikro dari material baja EMS-45 akibat variasi suhu post weld heat treatment annealing pada proses pengelasan dengan menggunakan metode pengelasan shielded metal arc welding. Bahan atau material dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah Baja EMS-45 dengan ketebalan pelat 10 mm, lebar pelat 20 mm dan panjang 100 mm. Berdasarkan hasil pengujian nilai kekerasan tertinggi setelah proses pengelasan terletak pada daerah Logam Las. Pengelasan non PWHT memiliki nilai kekerasan paling tinggi setelah proses pengelasan yaitu sebesar 183,2 VHN. Suhu optimal Post Weld Heat Treatment Annealing untuk material baja EMS-45 adalah pada suhu 750 C. Karena pada PWHT pada suhu tersebut mengalami penurunan kekerasan yang besar yaitu sebesar 127,2 VHN, sehingga material baja EMS-45 dapat memperbaiki sifat mampu mesinnya. Struktur mikro dari material baja EMS-45 sebelum proses pengelasan berupa grafit serpih, perlit dan ferit, setelah dilakukan proses pengelasan mempunyai struktur mikro berupa matrik ferit dan grafit pada daerah logam las, matrik perlit kasar dan grafit serpih pada daerah HAZ dan struktur perlit, grafit serpih dan ferit pada daerah logam induk o o
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET LIMBAH PENGOLAHAN KAYU SENGON (ALBAZIA FALCATARIA) Saputro, Danang Dwi; Widayat, Widi; Saptoadi, Harwin; Fauzun, Fauzun
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5570

Abstract

Saat ini pemanfaatan bahan bakar padat sudah jauh berbeda dan mengalami banyak perubahan, pembakaran adalah metode utama untuk mengubah bahan bakar padat menjadi energi. Dalam penelitian ini 3.5 gram briket dibakar dalam reaktor pembakaran tanpa adanya udara paksa. Termokontroler dipasang pada reaktor sebagai pengatur temperatur. Pengujian dilakukan dengan memanaskan briket pada reaktor sampai temperaturnya mencapai temperatur 823K, karakteristik pembakaran diamati dengan melihat perubahan massa briket saat dibakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembakaran briket serbuk kayu sengon sesuai dengan teori pembakaran bahan bakar padat yang menyatakan bahwa pembakaran bahan bakar padat dibagi menjadi tiga tahapan secara berurutan. yaitu pengeringan, dovolatilisasi dan pembakaran arang. Perubahan wujud fisis briket sebelum dan sesudah pembakaran tampak bahwa setelah dilakukan uji pembakaran tetap berbentuk silindris tetapi mengalami penyusutan dimensi baik diameter atau tinggi dan terlihat pori-porinya dan diduga bahwa pembakaran sampel dapat didekati dengan Shrinking Core Model (SCM),
PENGOLAHAN LIMBAH DAUN HUTAN MINI UNNES MENJADI BAHAN BAKAR PADAT Widayat, Widi; Saputro, Danang Dwi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i2.5536

Abstract

Limbah biomassa (daun) sangat potensial digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Keistimewaan konversi bahan baku limbah menjadi briket antara lain: meningkatkan nilai kalor per unit volume, memudahkan pengemasan dan pendistribusian, menyeragamkan ukuran dan kualitas. Penelititan ini bertujuan merancang dan membangun briquetter jenis screw press untuk membuat briket berbahan baku daun, serta mengetahui kinerjanya, memproduksi bahan bakar padat alternatif berupa briket limbah daun dengan metode screw press dan mengetahui karakter briket yang dihasilkan. Screw press briquetter dapat bekerja dengan baik untuk mentransfer bahan baku berupa serbuk daun dari hopper, menju ke luang keluaran cetakan, menekan bahan baku dan menghasilkan briket daun dengan kapasitas briquetter 11,4 kg/ jam. Biaya energi untuk menghasilkan 1 Kg briket daun nilai kalor 3950 kalori/ gr dan kepadatan energi 469,01 kalori/cc adalah Rp76,43
KARAKTERISASI BRIKET DARI SAMPAH ORGANIK DI LINGKUNGAN KAMPUS UNNES Saputro, Danang Dwi; Rengga, Wara Dyah Pita; Karnowo, Karnowo
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5541

Abstract

Potensi sampah organik di lingkungan Unnes sebagai sumber energi alternatif sangat melimpah, namun belum terolah sepenuhnya. Tujuan penelitian ini adalah menguji karakteristik briket sampah organik di lingkungan Unnes yaitu uji proximate, nilai kalor,dan densitas. Pembuatan briket dengan metode poston press dengan dengan tekanan kompaksi 2000 Psia, 3000 Psia, 4000 Psi, 5000 Psia, 6000 Psia dan 7000 Psia, sebelum dilakukan kompaksi sampah dihancurkan dangan ukuran partikel sebesar lolos mesh 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan kompaksi tidak berpengaruh terhadap nilai kalor pembakaran yaitu sebesar 3950 kalori/gram tetapi kandungan energi per unit volume naik seiring dengan meningkatnya tekana kompaksi. Densitas menentukan kualitas briket, angka yaang tinggi menunjukkan kekompakan briket, tekanan kompaksi 7000 Psia menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1.0127 gr/cc. Densitas yang tinggi mempunyai keunggulan dalam penyimpanan dan pengangkutan bahan bakar, semakin besar densitas maka volume atau ruang yang diperlukan lebih kecil untuk massa yang sama