Articles

Found 21 Documents
Search

Perancangan dan Simulasi Chopper Buck Boost pada Aplikasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin BAHRUM, MUSVIRATU ALVITA; CHANIAGO, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecepatan angin berfluktuasi dengan kecepatan tak tentu, mempengaruhi putaran rotor generator, menghasilkan tegangan keluaran yang tidak stabil. Hal ini menyebabkan tegangan keluaran tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Konverter adalah rangkaian elektronika daya berfungsi mengubah nilai tegangan dc menjadi lebih kecil atau lebih besar. Chopper buck-boost merupakan konverter yang mampu meregulasi tegangan dengan daerah kerja yang lebih luas. Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan dan simulasi sebuah sistem pembangkit listrik tenaga angin dengan spesifikasi ketinggian tower 30 m, radius blade 6 m, dan densitas udara 1,23 kg/m3, menggunakan generator sinkron 3 fasa 8,5 kW. Tegangan line to line keluaran generator disearahkan dengan rectifier bridge 6 pulsa, kemudian tegangan dc diregulasi dengan chopper buck-boost sehingga menghasilkan tegangan konstan yang diinginkan. Rentang input konverter adalah 50 V-100V. Kecepatan angin nominal yang digunakan adalah 5,113 m/s. Pada kecepatan angin tersebut, tegangan line to line keluaran generator adalah 80 V, tegangan dc 132,4 V, duty cycle buck 78%, duty cycle boost 0%. Pada kondisi ini, konverter berfungsi sebagai chopper buck. Sedangkan keluaran chopper buck boost adalah 102,3 V dari tegangan konstan yang diinginkan 100 V.   Kata kunci: Angin, Tegangan dc, Chopper Buck-Boost, Duty Cycle, Tegangan Konstan. Abstract Indefinitely fluctuative wind speeds will affect the speed frequency of rotor generator, so as generates the unstable output voltage. This causes the generator output voltage can not be fully utilized. Converters are power electronics circuit. It converts dc voltage into smaller or larger value. Chopper Buck-Boost is able to regulate the voltage with a wider working area. This research was designing and simulating a wind power generation system with this specification, a tower 30 m in height, blade radius 6 m in length, the air density in 1,23 kg/m3, and using 3 phases 8,5 kW Permanent Magnet Synchronous Generator. Line to line output generator voltage is rectified with 6 pulses Bridge Rectifier. Then dc Voltage is regulated by Chopper Buck-Boost so as to produce a desired constant voltage. Nominal wind speed that used was 5,113 m/s. In that wind speed, the generator line to line output voltage was 80 V, 132,4 Vdc, converter served as a chopper buck with 78% duty cycle in switch 1 and the output voltage of converter was 102,3 V from desired voltage, 100 V. Keywords: Wind, Dc voltage, Chopper Buck-Boost, Duty Cycle, Desired Constant Voltage.
PERANCANGAN DAN REALISASI LISTRIK WIRELESS MENGGUNAKAN RESONANT COUPLING MAGNETIC RAMDHANI, RAMDHANI; WALUYO, WALUYO; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Transfer energi listrik dapat dilakukan dengan metoda resonansi, yaitu dengan menyamakan frekuensi pada sisi pengirim (transmitter) dengan sisi penerima (receiver). Frekuensi yang digunakan adalah 22 khz yang dihasilkan pada rangkaian inverter setengah gelombang dengan tegangan output 100 Vac, dihubungkan dengan kapasitor dan kumparan pengirim. Pada listrik wireless ini dilakukan tiga kali percobaan yaitu kumparan pada 50 lilitan, 30 lilitan dan 20 lilitan. Ini dilakukan untuk mengetahui besar impedansi yang dihasilkan, yang berpengaruh untuk transfer energi listrik. Untuk kumparan optimalnya adalah 20 lilitan, Karena pada 30 dan 50 lilitan impedansi yang dihasilkan lebih besar dari pada 20 lilitan. Jarak transfer maksimal dari kumparan pengirim (transmitter) kepada kumparan penerima (receiver) adalah 25 cm dengan tegangan 6,32 Vac dan jarak minimal adalah sebesar 10 cm dengan tegangan 15,6 Vac. Ini membutikan jika jarak semakin jauh maka tegangan semakin kecil dan daya pancarnya semakin kecil dan jika jaraknya semakin dekat  maka tegangan semakin besar. Kata kunci: induksi, wireless, jarak ABSTRACT Electricity Energy Transfer can be done with the method resonansi, that is with frequency on the sender side equalize (transmitter) with a side of receiver (receiver). The frequency used is 22 khz resulting in a series of half-wave voltage inverter with 100 Vac, output is connected to the capacitor and the coil is the sender. Wireless electricity is conducted at three times the experiment is at 50 coil, 30 coil and 20 coil. This is done to know the large impedance is produced, the influential for the transfer of electrical energy. For optimal coil is a coil 20, because at 30 and 50 coil impedance resulting is greater than 20 coils.Transfer maximum distance of the coil the sender (transmitter) to coil the recipient (receiver) is 25 cm to voltage 6,32 Vac and a minimum distance is as much as 10 cm to voltage 15,6 Vac. This proves that if the far distance then the smaller voltage and if the distance getting closer voltage so thet the emissitivity is getting better. Keywords: induction, wireless, distance
Perancangan dan Realisasi DC Chopper Boost untuk Aplikasi Motor DC pada Prototype Pengangkat Jembatan Otomatis SETIADI, ADI; HARIYANTO, NASRUN; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Semakin berkembangnya jaman maka penggunaan sumber energi semakin besar, salah satunya adalah penggunaan motor listrik. Untuk memberikan sumber tegangan yang besar kepada motor dibutuhkan peralatan yang dapat mentransfer energi yang besar pula, sehingga perlu dirancang suatu DC chopper, dalam hal ini DC Chopper Boost. DC chopper boost adalah suatu sistem penaik tegangan dimana tegangan output yang dihasilkan lebih besar daripada tegangan inputnya. Dalam kasus ini penggunaan DC chopper boost pada pengangkat jembatan sebagai penaik tegangan baterai akan disuplai ke motor dc sesuai dengan tegangan kerja motor dc tersebut. Penyuplaian arus dan tegangan ini melalui beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu tegangan baterai sebesar 12 volt akan diteruskan ke transformer, transformer akan menaikkan tegangan dari baterai menjadi 18 volt hal ini telah teruji diukur dengan menggunakan multimeter. Tegangan ini merupakan arus bolak-balik (arus ac). Sebelum menggerakkan motor DC, tegangan ini harus diubah kembali ke arus searah (arus dc) karena motor harus disuplai dengan tegangan dc. Oleh karena itu diperlukan dua dioda untuk membuat arus ac tersebut menjadi searah. Motor dc ini akan bekerja apabila ada instruksi dari sistem kontrol. Motor dc ini berfungsi sebagai pengangkat lengan jembatan apabila ada kapal yang akan melewati jembatan tersebut. Dari hasil perancangan dan realisasi DC chopper boost dapat dianalisis dengan menghitung kapasitas beban, bahwa Motor dc akan mampu bekerja saat diberi beban maksimal 2 kg dengan nilai torka sebesar 0,47 Nm. Kata kunci: DC chopper boost, dioda, baterai, transformer, motor DC. ABSTRACT The recent development of the greater use of energy sources, one of which is the use of electric motors. To provide a high voltage source to the motor, it is need equipment that can transfer high energy, so that it was designed a DC chopper, in this case as DC Boost Chopper. DC boost chopper is a system in which the voltage increase as result of higher output voltage than the input voltage. In this case, the use of DC boost chopper on the bridge lifting is increase the battery voltage to supply to the dc motor in accordance with the working voltage. The supplying current and voltage were through the several stages. The first stage was a 12 volt battery voltage passed to the transformer, where it would increase the voltage of the battery to 18 volts. It has been measured using a multimeter. This voltage was alternating current. Before drive the DC motor, the voltage was converted back to a direct current because the motor must be supplied with dc voltage. Therefore, it was need two diodes, to make the AC into DC. The dc motor would work if there were instructions from the system controller. The dc motor served as a lever arm bridge if there was a ship that would pass through. From the results of the design and realization of DC boost chopper, it could be analyzed by calculation the load capacity. The dc motor would be able to work when be given a maximum load of 2 kg with 0.47 Nm of torque. words: DC boost chopper, diode, battery, transformers, DC motor.
RANCANG BANGUN MODEL PEMBATAS ARUS LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA328 DENGAN MODUL ARDUINO UNO PERDANA, SALISTIA PUTRA; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada umumnya, pembatasan arus dapat berupa MCB yang dapat disetting dan yang tetap. Pembatasan arus listrik yang mengambil fungsi-fungsi MCB dapat dilakukan dengan sebuah mikrokontroler ATmega328 dengan modul Arduino Uno. Masukan isyarat dicuplik oleh ADC dari sensor arus efek hall bertipe ACS714LLCTR-30A-T untuk menentukan besar arus RMS jala-jala. Waktu tunda pemutusan jala-jala dihitung dengan menggunakan kaidah pertidak-samaan dalam matematika. Pemutusan jaringan listrik dilakukan oleh rangkaian TRIAC BT139 yang didrive optoTriac MOC3041. Keypad, LCD, dan Pushbutton dipasang untuk tujuan antarmuka dengan pengguna. Setelah sistem dibuat, dilakukan pengujian. Pengujian ADC mempunyai kesalahan 0,47%. Pengujian pembacaan sensor arus mempunyai kesalahan sebesar 0,13%. Pada pengujian arus inrush, sistem bekerja dengan baik dengan menghindari trip saat beban dinyalakan. Pada pengujian beban lebih, sistem dapat memberikan waktu tunda untuk memutuskan jaringan sesuai penyetingan yang diberikan pada sistem. Terakhir, pengujian beban hubung singkat, sistem tidak mampu mencegah gangguan ini karena dua hal, arus hubung singkat (Isc>125A, dibuktikan oleh tripnya MCB Heger MY325 C) melebihi batas toleransi arus lebih sensor arus ACS714 (100 A) dan TRIAC BT139 (3 cyle untuk 120 A). Kata kunci: Arduino Uno, MCB, mikrokontroler AtMega328, pembatas arus, sensor arus ACS714, TRIAC BT139. Abstract Generally, a current limiting can do using setted or fixed MCB. In this project, a settable current limiting device has been develoved. Functions of the MCB that taked by eectric current limiting, can be performed by the microcontroller ATmega328 in Arduino Uno module. The input signals were sampled by the input ADC from the hall effect current sensor type ACS714LLCTR-30A-T to determine the magnitude of the RMS current in an electrical grid. A time delay termination electrical grid was calculated by using a mathematical linear inequalities theorem. This termination was done by a series of electrical grid TRIAC BT139 which was driven by the Optotriac MOC3041. The keypad, LCD and pushbutton were installed for user interface. Futhermore the system was created and tested. The ADC testing had 0.47% error. The current sensor reading test had error of 0.13%. In the inrush current testing, the system worked well by avoiding trips when the load was turned on. In other load testing, the system could provide a time delay to decide the appropriate network setup given in the system. Finally in the test load short circuit, the system was not able to work properly because of two factors, i.e short-circuit current (Isc> 125A, evidenced by the MCB trip Heger MY325 C) exceeds the tolerance limit overcurrent of current sensor (ACS714 Overcurrent Transient Tolerance as 100 A) and TRIAC BT139 (3 cyle to 120 A). Keywords: Arduino Uno, MCB, ATmega328 microcontroller, current limiters, ACS714 current sensor, triac BT139.
Analisis Penalaan Rele Jarak sebagai Proteksi Utama pada Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV Bandung Selatan – Cigereleng SUDRAJAT, RHAMANDITA; SAODAH, SITI; WALUYO, WALUYO
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transmisi daya listrik menggunakan saluran udara tegangan tinggi, Saluran tersebut sangat rentan terhadap gangguan karena jarak yang sangat jauh. Oleh karena itu, dibutuhkan kehandalan sistem proteksi yang tinggi untuk mengamankan saluran udara tersebut. Untuk memenuhi kehandalan dari sistem proteksi, maka perlu dilakukan penalaan rele jarak, Dalam kasus penelitian ini, diambil saluran transmisi yang menghubungkan gardu induk Bandung Selatan – Cigereleng. Dalam penalaan rele jarak tersebut dibagi ke dalam tiga Zona proteksi.  Dari hasil perhitungan, penalaan rele jarak untuk Zone 1 sebesar 0,205 ∠69,39o Ohm dengan waktu operasi trip 0 detik, Zone 2 sebesar  1,201 ∠70,76o Ohm dengan waktu operasi trip 0,4 detik, dan Zone 3 sebesar  2,175 ∠70,804o Ohm dengan waktu operasi trip 1,6 detik.   Kata kunci: Rele Jarak,Zona Proteksi,Saluran Transmisi,Sistem Proteksi. Abstract Electrical power transmission’s use overhead lines high voltage , The overhead lines are very vulnerable to disturbance because of long distances. It is needed realiability protection system to serves the protection of overhead high voltage. To meet the reliability of protection system, it is necessarsary it setting lines the distance relay for transmission lines. In this research sampel, it was the transmission line that  Connecting the substation Bandung selatan – Cigareleng. the setting of distance relay, it divided into three zones of protection. Wore done the result of calculation, the distance relay setting for Zone 1 was 0.205 ∠ 69.39o Ohm with the trip operating time 0 seconds, Zone 2 was 1.201 ohm ∠ 70.76o with trip operation time of o.4 seconds , and Zone 3 was 70.804 ∠ 2.175o Ohm with trip operating time of 1.6 seconds.   Keywords: Distance Relay,Zone Protection,Transmission Line,Protection System.
Realisasi dan Pengujian Prototype Alat Proteksi Petir dengan Metoda Pembalik Muatan MULYANTO, AJI TRI; SAODAH, SITI; ARFIANTO, TEGUH
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem  proteksi  petir  merupakan  suatu  sistem  yang  sangat  diperlukan  pada  saat  ini,  mengingat peralatan  listrik  semakin berkembang  dengan  pesat. Secara  umum,  sistem  proteksi  petir eksternal terdiri  dari  dua  yaitu  sistem  proteksi  Aktif  dan sistem proteksi Pasif. Pada tugas akhir ini akan merealisasi dan menguji sistem proteksi petir dengan metode pembalik muatan dengan menggunakan prinsip kerja Op-Amp dimana dalam pengujiannya akan membandingkan dua buah finial dengan mengukur kuat medan listrik antara keduanya, dimana salah satu finial akan dipasang alat pembalik muatan. Besar pengujian alat proteksi ini menggunakan tegangan 50 VAC dengan jarak finial 1-5 cm. Dimana pada penelitian ini didapatkan nilai muatan q1 sebesar 9,3 x 10-13 dan q2 sebesar 9,32 x 10-15 C dengan Gaya F sebesar 7,8 x 10-11 N  dari nilai Enon yang sudah di ukur sebesar 83,78 V/m yang telah dibangkitkan dengan tegangan 50 VAC dengan jarak antar  finial 1 cm pada sisi non-inverting dan untuk inverting di dapat nilai muatan q1 sebesar 9,3 x 10-13 C dan q2 sebesar 8,11 x 10-15 C dengan gaya 6,79 x 10-11 N dari nilai Einv yang sudah di ukur sebesar 73 V/m yang telah dibangkitkan dengan tegangan 50 VAC dengan jarak antar finial 1 cm pada sisi inverting. Kata kunci: air terminal, kuat medan listrik, muatan, sistem proteksi petir. Abstract Lightning protection system is a system that greatly needed at this time, due to the electrical equipment are growing rapidly. In general, the external lightning protection system consists of two types, active protection system and passive protection system. This research has realized and tested the lightning protection system with inverting charge method using op-amp work principle in which the test compared two finial by the measuring of electric field strength between both, which one was finial used inverting charge device. The large voltage testing used 50 VAC with the finial was 1-5 cm. The value of the charge q1 was 9,3 x 10-13 C and q2 was 9,32 x 10-15 C with the force F as 7,8 x 10-11 N and Enon value that has been measured at 83,78 V/m and the generated voltage was 50 VAC with the distance between the finial 1 cm on the side of the non-inverting and the inverting was achieved the charge q1 was 9,3 x 10-13 C and q2 was 8,11 x 10-15 C with the force was 6,79 x 10-11 N. The Einv measured value was 73 V/m which the generated voltage was 50 VAC, with the distance between two finials was 1 cm on the inverting side. Keywords: air terminal, charge, electric field, lightning protection system.
Perancangan dan Realisasi Konverter DC-DC Tipe Boost Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535 PADILLAH, FITRA; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kehidupan yang semakin modern ini peralatan elektronik semakin berkembang dan banyak digunakan dalam banyak sektor. Baik dalam industri, perkantoran, rumah tangga dan transportasi. Untuk semua aplikasi peralatan elektronika tersebut dibutuhkan sebuah alat penghasil daya tegangan searah (dc), konverter dc-dc adalah suatu alat penyedia tegangan dc yang diregulasi tegangan keluarannya sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini akan membuat sebuah konverter tegangan dc tipe switching topologi boost yang dapat menaikkan tegangan keluarannya, konverter ini merupakan non-isolated dc-dc converter. Tegangan keluaran konverter dikendalikan dengan mengatur besarnya duty cycle sinyal pulse width modulation (PWM) yang dihasilkan mikrokontroler menggunakan mode Phase Correct PWM, hasil tegangan keluaran konverter ini akan dirancang sebesar 48 volt. Pengujiannya nanti akan menggunakan beban resistansi variabel (rheostat), dengan mengukur tegangan dan arus pada sisi masukan dan keluaran. Setelah melakukan pengujian tersebut maka dapat dihitung efisiensi konverter boost ini terhadap perubahan beban dan duty cyle. Kata kunci: Konverter Boost, Mikrokontroler ATMEGA 8535, PWM, Optocoupler Abstract In modern life, electronic equipment grow rapidly and are widely used in many sectors, such as in industries, offices, households and transportations. For all applications, the electronic equipment need devices of direct voltage power (dc).  Dc-dc converter is a tool to provide regulated dc output voltage. This study made the switching type dc voltage converter topology which could increase the boost output voltage. This converter was non-isolated dc-dc converter. The converter output voltage was controlled by the magnitude adjusting of the signal duty cycle of pulse width modulation (PWM), that generated by using the microcontroller of phase correct PWM mode. The results of the converter output voltage was designed for 48 volts. The test used the variable resistance load (rheostat), by measuring of the voltage and current at both the input and output sides. The test  performance was used to determine the efficiency of the boost converter, to change in the load and duty cyle. Keywords: Boost Converter, ATMEGA 8535 Microcontroler, PWM, Optocoupler
Analisis Perhitungan Ekonomi dan Potensi Penghematan Energi Listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Pabrik Kelapa Sawit PT. X SIHOMBING, VALDO; HARIYANTO, NASRUN; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi fosil (minyak bumi, batu bara dan gas) persediaanya semakin lama semakin berkurangdan dan untuk perbaharuannya dibutuhkan waktu yang sangat lama. Penghematan energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi yang berlebihan atau yang terbuang. Penghematan energi merupakan unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi, semakin meningkatnya penggunaan energi sejalan dengan berkembangnya perkonomian dan industri, jika terjadi krisis energi akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan perekonomian negara serta dampak lain bagi industri seperti diberlakukannya tarif listrik dua kali lipat. Maka dari itu pembangkitan listrik pada PKS diperlukan penghematan  energi  listrik dan keekonomian. Metoda dalam penghematan energi listrik dan keekonomian, terlebih dahulu melakukan pengukuran  tegangan, arus, daya dan faktor daya pada generator, boiler dan  digester. Pada Penelitian Tugas akhir ini akan dianalisa penghematan energi untuk Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. X. Dari Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor Kebutuhan oleh generator 1800 kW sebesar 57,3 %, Penghematan pada rugi-rugi boiler dengan menggunakan Economizer dapat menghasilkan penghematan sebesar Rp.116.000.000 pertahunnya dengan payback period 1.7 tahun.   Kata kunci: Penghematan Energi, Faktor Kebutuhan, Faktor Daya, Boiler, Payback Period. Abstract Fossil energy (oil, coal and gas) is increasingly and to takes a very long time. Saving energy is the act of reducing the amount of energy use excessive or wasted. Saving energy is an important element of an energy policy, increasing energy use in line with the development of interconnected economy and industry, in the event of an energy crisis will greatly affect the continuity of the countrys economy as well as other effects such as the imposition of tariffs for industrial electricity doubled. Thus the generation of electricity at the PKS required electrical energy savings and frugality. Method in electrical energy savings and frugality, first perform the measurement voltage, current, power and power factor at the generator, boilers and digesters. In this thesis research will analyze the energy savings for palm oil mill (PKS) PT. X. From the results showed that the factors need by 1800 kW generator of 57.3%, savings in loss-boiler with economizer use can result in a savings of Rp.116.000.000 per year with payback period of 1.7 years.   Keywords: Energy Saving, Factor Supplies, Power Factor, Boiler,Payback Perriod
Analisis Pemilihan Pentanahan Titik Netral Generator Pada PLTMH 2 x 4,4 MW Nua Ambon AGRISELIUS, ASYER; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pentanahan titik netral generator pada pembangkit tenaga listrik sangat penting dalam hal proteksi peralatan dari gangguan hubung singkat ke tanah, pengamanan terhadap manusia dan penyaluran daya listrik, oleh karena itu diperlukan perhitungan dan perancangan agar generator dapat terproteksi jika terjadi gangguan hubung singkat ke tanah. Dalam penelitian ini, untuk menentukan jenis pentanahan titik netral generator dengan kapasitas 2 x 4,4 MW maka dilakukan perhitungan dan simulasi gangguan hubung singkat 3 phasa ke tanah, gangguan hubung singkat 1 phasa ke tanah, pemilihan metoda pentanahan titik netral generator, perhitungan tegangan sentuh dan perhitungan tegangan langkah. Dimana jenis pentanahan yang dipilih adalah pentanahan dengan tahanan yaitu 72 Ω, sedangkan model pentanahan yang dipilih untuk pengamanan area pembangkit adalah pentanahan menggunakan grid dengan jumlah batang konduktor yang terpasang = 12 batang, sehingga diperoleh Es sebenarnya = 225,3 Volt lebih kecil dari nilai Es yang diizinkan = 730,5 Volt dan El yang sebenarnya = 102,6 Volt lebih kecil dari nilai El yang diizinkan = 2429,7 Volt. Dengan demikian design pentanahan yang dilakukan telah memenuhi persyaratan. Pembahasan ini berdasarkan perhitungan dan simulasi menggunakan batasan-batasan yang terdapat dalam teori. Kata kunci: Pentanahan, Generator 2 x 4,4 MW, Gangguan Hubung Singkat,  Es,  El, Sistem Grid, Konduktor Abstract Neutral grounding Generator point on the power plant is very important in terms of equipment protection from short circuit to ground disturbance, human security and distribution of electrical power, therefore the necessary calculations and design so that the generator can be protected in the event of a short circuit fault to ground. In this study, to determine the type of grounding the neutral point of the generator with a capacity of 2 x 4.4 MW, the calculation and simulation of 3-phase short circuit fault to ground, short circuit interruption 1 phase to ground, the selection method of grounding the generator neutral point, touch voltage calculation and calculation of the voltage step. Where grounding type chosen is grounded with a resistance that is 72 Ω, while grounding the model chosen for securing the grounding area using a grid generation is the number of conductor bars are attached = 12 rods, in order to obtain the actual Es = 225.3 volts less than the value of Es which allowed = 730.5 Volts and actual El = 102.6 volts less than the allowable value of El = 2429.7 Volt. Thus the grounding design has been undertaken to meet the requirements. This discussion is based on calculations and simulations use restrictions contained in the theory. Keywords: Grounding, Generator 2 x 4.4 MW, Short-circuit Disorders, Es, El, Grid Systems, Conductor
Perancangan dan Realisasi Kebutuhan Kapasitas Baterai untuk Beban Pompa Air 125 Watt Menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya DJAUFANI, MUHAMAD BENY; HARIYANTO, NASRUN; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem photovoltaic dengan memanfaatkan energi surya pada sistem pompa air sebagai penyuplai daya adalah salah satu contoh proyek aplikatif pengembangan potensi daya elektrik menggunakan energi surya secara luas di Indonesia. Metoda penelitian ini menggunakan panel surya yang dibebani dengan pompa air pada keadaan cuaca cerah dan mendung. Dari hasil pengukuran dan analisis, didapatkan persentase jatuh tegangan dengan beban yang sama pada sistem fotovoltaik terbesar terjadi pada saat keadaan cuaca mendung sebesar 5,06 % dan jatuh tegangan terkecil pada keadaan cuaca cerah sebesar 4,32 %. Dari hasil pengukuran kapasitas baterai, arus yang terukur pada 10 menit pertama adalah 16,1 ampere, dan 10 menit ke enam sebesar 13,25 ampere, dibandingkan dengan hasil perhitungan sebesar 37,5 Ah. Sisa kapasitas baterai setelah pemakaian adalah 13,25 Ah. Efisiensi rata-rata inverter adalah 46,7835 %. Kebutuhan kapasitas baterai untuk beban pompa air 125 watt menggunakan pembangkit listrik tenaga surya sudah tepat. Kata Kunci : Fotovoltaik, Baterai, Pompa Air, Inverter, Jatuh Tegangan ABSTRACT Photovoltaic can be defined as a process of sunlight conversion directly into electrical energy with the help of solar cells. For instance, using solar energy extensively in Indonesia on water pump system as power supply, is a potential electrical supply project development application. The research method was the solar panel on the loaded water pump on sunny and cloudy condition. As trial and analysis results, the voltage drop percentage with the same debit on biggest photovoltaic system was happened on the cloudy weather, as 5.06 %, and the smallest on the sunny weather, as 4.32%. From the results of measurements of current battery capacity, it was measured in the first 10 minutes of 16.1 amperes, and sixth 10 minutes of 13.25 amperes, compared to the results of the calculation of 37.5 Ah. The remaining battery capacity after 1 hour due to the water pump loaded was 13.25 Ah. The inverter efficiency was 46,7835 % in average. The necessary battery capacity due to the water pump 125 watt loaded using solar power was proper choice. Key word: photovoltaic, battery, water pump, inverter, drop voltage