Articles

Found 40 Documents
Search

Downscaling Modeling Using Support Vector Regression for Rainfall Prediction Sanusi, Sanusi; Buono, Agus; S Sitanggang, Imas; Faqih, Akhmad
TELKOMNIKA Indonesian Journal of Electrical Engineering Vol 12, No 8: August 2014
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.512 KB) | DOI: 10.11591/telkomnika.v12i8.6195

Abstract

Statistical downscaling is an effort to link global scale to local scale variable. It uses GCM model which usually used as a prime instrument in learning system of various climate. The purpose of this study is as a SD model by using SVR in order to predict the rainfall in dry season; a case study at Indramayu. Through the model of SD, SVR is created with linear kernel and RBF kernel. The results showed that the GCM models can be used to predict rainfall in the dry season. The best SVR model is obtained at Cikedung rain station in a linear kernel function with correlation 0.744 and RMSE 23.937, while the minimum prediction result is gained at Cidempet rain station with correlation 0.401 and RMSE 36.964. This accuracy is still not high, the selection of parameter values ​​for each kernel function need to be done with other optimization techniques.
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI JAKARTA SELATAN Sanusi, Sanusi
Indonesian Journal of Dialectics Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Research using qualitative deductive approach. Research informants as many as 6 people consisting of four officials of bureaucracy, a member of the legislature, and a public figure. Determination of research informants using snow ball technique. Secondary data collection using library research, document and observational studies. The collection of primary data using interview techniques. Processing the data using descriptive analysis method. From the discussion of the research results obtained the following conclusions:Regional Leadership of Banten Province is  leadership of the government that took place in the administration of the system of administration and development management. Regional Leadership of Banten Province actualized as a spokesman, as a direction setter, as a coach  and as change agent is an important roles in the leadership of the head region.
The Understanding of Political Elites on the Consensus of Nation and State Life Sanusi, Sanusi; Yusuf, Rusli; Jannah, Miftahul
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v5i2.147

Abstract

This study discusses the understanding of the political elites in Kota Juang subdistrict, Bireuen District about the consensus of the nation and the state life. The state organizers both central and regional and all Indonesian citizens must be equally responsible for understanding and implementing the consensus values within their daily life. This research aims to (1) Describe the understanding of the political elites towards the consensus of the nation and the state life, (2) Describe the ability of the political elites to implement the consensus of the nation and the state life in the daily life. This research used a descriptive method with a qualitative approach. The findings of the research showed that: (1) Some political elites already understood the consensus of nation and state life in Kota Juang sub district, Bireuen District but some of them did not understand yet. (2) In general, the political elites in Kota Juang sub district, Bireuen District had implemented the consensus of the nation and state life in everyday life, but there were also political elites who did not know whether they had implemented it or not.
UPAYA PENINGKAKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA POKOK BAHASAN PELUANG DI SMA NEGERI 1 DAGANGAN MADIUN KELAS XI IPS Susmiatiningsih, Fitri; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar matematika yang rendah merupakan masalah yang sering muncul dalam pembelajaran matematika. Hal ini dimungkinkan penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang memberikan keberhasilan terhadap siswa untuk aktif berfikir dan berinovatif. Sedangkan pembelajaran Team-GamesTournament (TGT), merupakan salah satu pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk mencari informasi dari masalah dan merencanakan pembelajaran dengan pemikiran atau ide mereka sendiri. Melalui pembelajaran Team-GamesTournament (TGT), dapat menimbulkan aktivitas siswa dalam belajar matematika sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Team-GamesTournament (TGT), dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan peluang di SMA Negeri 1 Dagangan Madiun kelas XI IPS. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian kelas XI IPS3 dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui adanya peningkatan nilai rata-rata aktivitas kelas dari siklus I 73,55 meningkat pada siklus II menjadi 80,45. Dari rata-rata tes formatif yang dilaksanakan pada tiap akhir siklus dapat diketahui peningkatan prestasi belajar matematika siswa, yaitu dari rata-rata tes formatif pada siklus I sebesar 68,97% meningkat menjadi 80.45% pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe Team-GamesTournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematiaka pada pokok bahasan peluang di SMA Negeri 1 Dagangan Madiun kelas XI IPS.Kata Kunci : Kooperatif, Team-GamesTournament (TGT), Prestasi, Matematika.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN METODE PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING (CATATAN TERBIMBING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT SISWA KELAS VII MTs NEGERI KOTA MADIUN TAHUN AJARAN 2013/2014 Isari, Sri; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibanding dengan metode Guided Note Taking (Catatan terbimbing), (2) adakah perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan yang menggunakan metode pembelajaran Guided Note Taking (Catatan terbimbing). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MTs Negeri Kota Madiun. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan kelas yang dipilih adalah siswa kelas VII E sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan siswa kelas VII D sebagai kelas kontrol dengan jumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes untuk memperoleh data prestasi belajar matematika dan dokumentasi untuk data pendukung. Analisa data yang digunakan adalah uji keseimbangan dengan uji-t. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai t hitung = 2,864 dan nilai t tabel = 1,645. Sehingga  t hitung > t tabel maka H0 ditolak atau H1 diterima, artinya metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran Guided Note Taking (Catatan Terbimbing). Dapat dilihat pula dari nilai rata-rata kelas tes prestasi belajar. Kelas eksperimen memperoleh nilai     rata-rata 74,69 sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 67,33. Ini berarti, prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebih baik daripada yang diajar dengan menggunakan metode pembelejaran Guided Note Taking (Catatan terbimbing).Kata Kunci: Metode Pembelajaran Think Pair Share (TPS), Metode Pembelajaran Guided Note taking (Catatan Terbimbing), Prestasi Belajar Matematika.
ANALISIS KESALAHAN PENYELESAIAN SOAL URAIAN MATEMATIKA SISWA MTs PADA POKOK BAHASAN UNSUR-UNSUR LINGKARAN Apriliawan, Agita; Gembong, Sardulo; Sanusi, Sanusi
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal uraian pokok bahasan unsur-unsur lingkaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif karena penelitian mengarah pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi dilapangan. Dalam penelitian ini dipilih subyek sebanyak 6 siswa MTs Negeri Caruban. Subyek dipilih berdasarkan rekomendeasi guru mata pelajaran matematika dengan kriteria 2 siswa dengan kemampuan matematika tinggi, 2 siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan matematika rendah.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pokok bahasan unsur-unsur lingkaran, sedangkan wawancara digunakan untuk menelusuri kesalahan yang dilakukan siswa secara lebih mendalam. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber atau triangulasi data. Triangulasi ini mengarahkan peneliti agar di dalam mengumpulkan data, peneliti wajib menggunakan beragam sumber data yang tersedia. Sumber data yang digunakan adalah data hasil tes, dan data hasil wawancara. Dari hasil tes dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa 1) kesalahan dalam menginterprestasi bahasa yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam memahami maksud soal. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerjemahkan soal dari bahasa umum ke model matematika. 2) kesalahan konsep yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerapkan konsep. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam dalam menerapkan rumus. c) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menentukan prosedur pengerjaan soal. 3) kesalahan teknis yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam melakukan operasi hitung. 4) kesalahan kealpaan yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal. b) Siswa dengan kemampuan matematika tinggi cenderung tidak mengalami kesalahan dalam kecermatan meneliti hasil pekerjaannya.Kata Kunci : Analisis, Kesalahan Siswa, Unsur-Unsur Lingkaran
PROFIL BERPIKIR SISWA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIAKAN KESEBANGUNAN DAN SIMETRI PADA BANGUN DATAR KELAS V SDN REJOMULYO KABUPATEN MAGETAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Wijayanti, Anis Dwi; Sanusi, Sanusi; Handoyo, Beni
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dan mendeskripsikan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika khususnya pada sub bab kesebangunan dan simetri pada bangun datar. Penentuan subjek di dalam penelitian ini berdasarkan nilai tes formatif yang dilakukan guru pada ulangan harian siswa kelas V SDN Rejomulyo yang berjumlah 16 siswa. Teknik pengambilan subjek menggunakan hasil tes formatif berupa ulangan harian yang dilakukan guru sehingga di diperoleh 2 siswa berkategori tinggi, 2 siswa berkategori sedang dan 2 siswa berkategori rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah kegiatan mereduksi data, menampilkan data, dan melakukan verifikasi untuk membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan yang sedang dalam memeriksa proses dan hasil. Sedangkan untuk tahapan kreativitas yang lain siswa tergolong baik yaitu siswa mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian masalah dengan tepat dan benar dalam menyelesaikan masalah kesebangunan dan simetri pada bangun datar. Siswa kategori sedang memiliki kecenderungan yang sedang dalam tahapan kreativitas yaitu siswa mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah dan memeriksa proses dan hasil sehingga siswa dapat menyelesaikan soal kesebangunan dan simetri pada bangun datar dengan cukup runtut walaupun ada yang kurang tepat. Siswa kategori rendah memiliki kecenderungan yang sedang dalam menguraikan jawaban secara terperinci sedangkan untuk tahapan kreativitas yang lain siswa tergolong kurang yaitu siswa belum mampu memahami masalah, siswa belum mampu merencanakan penyelesaian masalah dan siswa belum mampu dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah kesebangunan dan simetri pada bangun datar dengan tepat dan benar.Kata kunci : berpikir Kreatif, Kreativitas Siswa, Pemecahan Masalah Matematika.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN POWER POINT DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Ghofuri, Ahmad Mizan; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) apakah penerapan pembelajan berbasis multimedia menggunakan power point lebih efektifdibanding dengan pembelajaran berbasis masalah , (2) pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar, dan (3) interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Taraf signifikansi (α) yang digunakan adalah 0,05. Sampel yang diambil dua kelas, diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi, angket motivasi dan tes efektivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model anava 2 jalan dengan sel tak sama. Hasil uji hipotesis dengan uji anava dua jalan sel tak sama (a = 0,05) menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan efek antar baris terhadap variabel terikat  Fobs = 0,1970 dan Ftabel = 4,1105 , (2) terdapat perbedaan efek antara kolom terhadap variabel terikat Fobs=16,9486 dan Ftabel = 3,2569 (3) tidak ada interaksi baris dan kolom terhadap variabel terikat Fobs=1,8338 dan Ftabel = 3,2569. Kesimpulan dari  hasil penelitian ini adalah (1)pembelajaran berbasis multimedia menggunakan Power Point sama efektifnya dengan pembelajaran berbasis masalahdalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa, (2) siswa yang memiliki motivasi tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi sedang maupun rendah, dan siswa yang memiliki motivasi sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi rendah, (3) Tidak ada interaksi antara pembelajaran bebasis multimedia menggunakan Power Point dan pembelajaran berbasis masalahdengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika.Kata kunci: Multimedia, Power Point,  Motivasi Belajar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MICROTEACHING UNTUK MELATIHKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK YANG MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN NILAI-NILAI KARAKTER Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang antara lain memiliki kompetensi tertentu, yaitu kompetensi pedagogik (kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik), kompetensi kepribadian (kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik), kompetensi sosial (kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar), dan kompetensi profesional (kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam). Di dalam pendidikan calon guru, dirasa penting sekali untuk dilatihkan kompetensi-kompetensi tersebut. Salah satu kompetensi yang dapat dilatihkan dalam mata kuliah Microteching adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik tersebut seharusnya dapat mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar Microteaching untuk melatihkan kompetensi pedagogik yang mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter. Urgensi penelitian adalah pentingnya penguasaan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter oleh mahasiswa yang terintegrasi melalui perkuliahan Microteaching. Tahap awal penelitian pada tahun pertama adalah menyusun instrumen untuk investigasi, melakukan analisis, membuat perencanaan dan merancang prototipe. Pada tahun pertama bahan ajar yang telah dirancang meliputi: SAP, Buku Ajar, Media, dan Pedoman Penilaian. Pada tahun kedua adalah dilanjutkan dengan pengembangan bahan ajar Microteaching dan mengimplementasikannya dalam perkuliahan. Setelah dilakukan pengembangan (development) telah diperoleh bahwa bahan ajar yang telah dirancang (SAP, Buku Ajar dan Pedoman Penilaian) dinyatakan valid oleh validator baik internal maupun eksternal. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar layak untuk digunakan pada pembelajaran Microteaching.Kata Kunci : Microteaching, TIK, dan Karakter
KONSEP PEMBELAJARAN FIQH DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN REPRODUKSI Sanusi, Sanusi
EDUKASIA Vol 10, No 2 (2015): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.104 KB)

Abstract

Dilatarbelakangi  oleh permasalahan pendidikan di Indonesia dewasa ini yang dinilai  semakin kompleks, penulis berupaya mengkaji tentang  pembelajaran   fiqh  berdasarkan kesehatan reproduksi.  Dalam pelaksaannya  kajian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan  metode  analisis deskriptif. Pembelajaran  Fiqh berdasarkan kesehatan reproduksi adalah konsep pengembangan materi Fiqh yang dihasilkan  dengan meninjau kurikulum sebelumnya yang dianggap tidak sadar dengan masalah remaja, khususnya dalam konteks kesehatan reproduksi. Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta  kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.  Di sisi lain,  remaja sendiri mengalami perubahan  fisik yang cepat. Harus ada keyakinan bersama bahwa membangun generasi penerus yang berkualitas perlu dimulai sejak anak, bahkan sejak dalam kandungan. Konsep pembelajaran fiqh berbasis kesehatan reproduksi merupakan sebuah tawaran pengembangan materi mata pelajaran fiqh madrasah aliyah terkait dengan tema-tema tertentu yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi, seperti materi, zina, iddah dan lainnya.Kata kunci: Konsep pembelajaran,  Fiqh, Kesehatan reproduksiLEARNING  CONCEPTS OF  FIQH   IN  REPRODUCTIVE HEALTH PERSPECTIVE.  Effected by the problem of education in Indonesia which is rated increasingly complex, the author seeks to investigate about Fiqh learning based on reproductive health. In the implementation, this study uses library research by applying descriptive analysis method. Learning Fiqh based on reproductive health  is the concept of the development of material  generated by reviewing the Fiqh of curriculum  previously which  was deemed not aware with the  problems of youth, particularly in the context of reproductive health. Teenage problems often stem from a lack of information and understanding and awareness  of the  importance  of maintaining the reproductive health.  On the  other hand, teens  themselves  are experiencing rapid  physical  changes. Therefore, should  be a shared belief that building the qualified next generation need to be started since the child, even in the womb. The concept of learning fiqh based on reproductive health is an offer of material development subjects of fiqh in Islamic Senior High School (madrasah aliyah) related to specific themes related to reproductive health, such as the material of zina, iddah and so on.Keywords: learning concept, Fiqh, reproductive health