Eddy Santoso
Center for Technology of Nuclear Industrial Materials (PTBIN) National Nuclear Energy Agency (BATAN) Puspiptek Area, Serpong, Tangerang

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

RESPON TANAMAN KAILAN TERHADAP PUPUK BOKASHI JERAMI PADI PADA TANAH ALUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.016 KB)

Abstract

Penelitian respon tanaman kailan terhadap pupuk bokashi jerami padi pada tanah aluvial dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Untan.Waktu pelaksanaan dari tanggal 15 Maret dan berakhir pada tanggal 30 Mei 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk bokashi jerami  padi dengan dekomposer trichoderma yang terbaik  untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 perlakuan dan 6 taraf dosis  dan 4 ulangan dan yang terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 72 tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi jerami padi memberikan pengaruh yang nyata pada jumlah daun pada minggu ke-5, berat segar bagian atas tanaman dan luas daun tanaman kailan, namun tidak memberikan pengaruh nyata pada volume akar tanaman kailan. Pada perlakuan P6 =1231 gram bokashi jerami padi atau setara dengan 17% bahan organik/polybag memberikan nilai rerata tertinggi pada variabel  pengamatan jumlah daun pada minggu ke-5, berat segar dan luas daun.Pada perlaukan P3 = 519  gram bokashi jerami padi atau setara dengan 11% bahan organik/polybag memberikan nilai rerata tertinggi pada volume akar. Dari data hasil penelitian ini, P3 dengan dosis 519 gram  bokashi jerami padi atau setara dengan 11% bahan organik/polybag memberikan perlakuan yang terbaik bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata kunci : bokashi, kailan, pupuk jerami padi, tanah aluvial.

PENGARUH BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH PADA TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul pada pertanaman cabai merah pada tanah gambut yaitu kurang tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanah gambut sangat kaya akan bahan organik tetapi ketersediaan unsur haranya seperti  N, P, K, Ca dan Mg masih kurang serta tingkat keasaman tanahnya sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu pemberian pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, bebek dan ayam. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian  Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan dan yang terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 96 tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah di tanah gambut. Dari uji BNJ dapat diketahui bahwa pemberian pupuk kandang ayam berbeda nyata terhadap pemberian  jenis pupuk kandang kambing, sapi, dan bebek pada variabel pengamatan jumlah buah dan berat buah, pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang bebek berbeda nyata terhadap pemberian jenis pupuk kandang kambing, dan sapi pada variabel tinggi tanaman, berat kering, volume akar dan jumlah batang produktif. Jenis pupuk kandang ayam yang diberikan terhadap tanaman cabai merah pada tanah gambut merupakan perlakuan terbaik bila dibandingkan dengan jenis pupuk kandang lainnya. Kata kunci : cabai merah, pupuk kandang,tanah gambut.

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.271 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang kotoran ayam yang  baik dan efisien bagi pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut. Metode eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Adapun perlakuan tersebut terdiri dari a1(tanpa perlakuan pupuk kandang kotoran ayam), a2 (250g pupuk kandang kotoran ayam), a3 (500 g pupuk kandang kotoran ayam), a4 (750g pupuk kandang kotoran ayam), dan a5 (1000g pupuk kandang kotoran ayam). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah cabang produktif, jumlah buah pertanaman, danberat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kotoran ayam memberikan hasil yang baik terhadap semua variabel yang diamati kecuali jumlah cabang produktif. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam 500 g / polibag atau setara dengan 20 ton/ ha memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang baik dan efisien dalam penggunaan pupuk kandang kotoran ayam. Kata kunci: cabai rawit, pupuk kandang, tanah gambut.

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.271 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang kotoran ayam yang  baik dan efisien bagi pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut. Metode eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Adapun perlakuan tersebut terdiri dari a1(tanpa perlakuan pupuk kandang kotoran ayam), a2 (250g pupuk kandang kotoran ayam), a3 (500 g pupuk kandang kotoran ayam), a4 (750g pupuk kandang kotoran ayam), dan a5 (1000g pupuk kandang kotoran ayam). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah cabang produktif, jumlah buah pertanaman, danberat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kotoran ayam memberikan hasil yang baik terhadap semua variabel yang diamati kecuali jumlah cabang produktif. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam 500 g / polibag atau setara dengan 20 ton/ ha memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang baik dan efisien dalam penggunaan pupuk kandang kotoran ayam. Kata kunci: cabai rawit, pupuk kandang, tanah gambut.

PENGARUH PUPUK HIJAU LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hijau lamtoro dan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di Jalan dr. Rubini Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan, dari tanggal 4 Oktober 2012 sampai dengan 28 Februari 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima taraf  perlakuan  pupuk hijau lamtoro yaitu 5% bahan organik dalam tanah (setara dengan 28 kg/petak), 7% bahan organik dalam tanah ( setara dengan 51 kg/petak), 9% bahan organik dalam tanah (setara dengan 74 kg/petak), 11% bahan organik dalam tanah (setara dengan 97 kg/petak) dan  13% bahan organik dalam tanah (setara dengan 119 kg/petak) yang terdiri atas lima ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat kering tanaman (g), jumlah umbi per tanaman (buah), diameter umbi per tanaman (cm), berat umbi per tanaman (g) dan berat umbi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hijau lamtoro dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pelakuan pupuk hijau lamtoro dengan dosis  11% bahan organik dalam tanah (setara dengan 97 kg/petak) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar pada tanah alluvial. Kata Kunci : Pupuk Hijau Lamtoro, Ubi Jalar, Tanah Alluvial

PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAYUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kailan dengan pemberian kompos limbah sayur pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Maret sampai dengan 3 Juni 2014. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 taraf perlakuan k0 = tanpa kompos, k1 = 590 g/polybag, k2 = 1.233/polybag, k3 = 1.873/polybag, k4 = 2.513/polybag, k5 = 3.153/polybag dengan banyaknya 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini meliputi volume akar (cm3), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar bagian atas tanaman (g), berat kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos limbah sayur dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kalian pada semua variabel

PENGARUH ABU KULIT DURIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH ABU KULIT DURIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT   Aprilia Cintia (1), Eddy Santoso (2), Dini Anggorowati (2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu kulit durian dan dosis abu kulit durian terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2015 di jalan 28 Oktober Siantan Hulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu dolomit dengan dosis 76 g/polybag setara dengan 19 ton/ha (a0), abu kulit durian dengan dosis 70 g/polybag atau setara dengan 18 ton/ha (a1), 140 g/polybag atau setara dengan 35 ton/ha (a2), 210 g/polybag atau setara dengan 52 ton/ha (a3), 280 g/polybag atau setara dengan 69 ton/ha (a4), 350 g/polybag atau setara dengan 86 ton/ha (a5). Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, jumlah umbi per rumpun, volume akar, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kulit durian berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan kecuali volume akar dan jumlah umbi. Kata kunci : abu kulit durian, bawang merah, tanah gambut.

PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA LAHAN ALUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga memiliki prospek untuk dibudidayakan, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Penanaman kubis bunga pada tanah aluvial memiliki kendala dan hambatan, sehingga sulit untuk dibudidayakan. Salah satu langkah mengatasi permasalah tersebut ialah dengan pemberian pupuk kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian ini menggunakan satu faktor yaitu dosis pupuk kotoran ayam (p), yang terdiri atas 6 taraf perlakuan dengan 4 blok sebagai ulangan dan setiap satu percobaan terdiri dari 6 tanaman sampel. Perlakuan tersebut adalah P0 (3,39%), P1 (5%), P2 (7%), P3 (9%), P4 (11%) dan P5 (13%) bahan organik. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering bagian atas tanaman dan berat segar bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran ayam memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat kering bagian atas tanaman. Pada perlakuan 5% bahan organik memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman kubis bunga. Pada perlakuan 7% bahan organik memberikan hasil terbaik pada berat kering bagian atas tanaman.

DESIGN AND CONSTRUCTION OF THE ALTERNATIVE CONTROL SYSTEM FOR NEUTRON DIFFRACTOMETERS AND SPECTROMETERS AT PTBIN, BATAN

Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 14, No 2 (2008): April 2008
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.519 KB)

Abstract

ABSTRACT DESIGN AND CONSTRUCTION OF THE ALTERNATIVE CONTROL SYSTEM FOR NEUTRON DIFFRACTOMETERS AND SPECTROMETERS AT PTBIN-BATAN. The alternative control systems based on programmable peripheral interface (PPI) IC 8255 and programmable interval timer (PIT) IC 8253 have been developed to control the neutron diffractometer and spectrometer instruments at Center of Technology for Nuclear Industrial Materials (PTBIN)-BATAN which had defective control systems. This alternative control system has been installed at Four Circle Diffractometer/Texture Diffractometer (FCD/TD),  High Resolution Powder Diffractometer (HRPD) and Triple Axis Spectrometer (TAS). The control system components were assembled as a plug-in printed circuit board (PCB) at the ISA slot of a personal computer. IC PPI 8255 was programmed to control the mechanical movements of the instruments and IC PIT 8253 was programmed as a main counter and used as programmable monitor counter. The testing either with or without neutrons has shown that this alternative control system can be used to control the neutron diffractometers and spectrometers also the result shows that this system is in a good performance. Key words: Alternative control system, neutron diffractometer and spectrometer, interface, monitor counter and main counter.   ABSTRAK RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI ALTERNATIF UNTUK PERALATAN DIFRAKTOMETER DAN SPEKTROMETER NEUTRON DI PTBIN, BATAN. Telah dikembangkan sistem kontrol alternatif yang berbasis pada programmable peripheral interface (PPI) IC 8255 dan programmable interval timer (PIT) IC 8253 untuk mengendalikan peralatan difraktometer dan spektrometer neutron di Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) - BATAN yang sistem kendalinya sudah tidak berfungsi. Sistem kendali alternatif telah diterapkan pada difraktometer empat lingkaran/difraktometer tekstur (FCD/TD), difraktometer serbuk resolusi tinggi (HRPD) dan spektrometer tiga sumbu (TAS). Komponen-komponen sistem kendali dirakit pada papan rangkaian cetak (PCB) yang dipasang pada slot ISA komputer pribadi. IC PPI 8255 diprogram untuk mengendalikan gerakan mekanik peralatan dan IC PIT 8253 diprogram sebagai pencacah utama dan pencacah monitor. Hasil pengujian baik dengan neutron maupun tanpa neutron menunjukkan bahwa sistem kendali alternatif dapat digunakan dan berfungsi dengan baik untuk mengendalikan difraktometer dan spektrometer neutron. Kata Kunci: Sistem kendali Alternatif, difraktometer dan spektrometer neutron, antarmuka, pencacah monitor dan pencacah utama.

PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.874 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Asrama Mahasiswa Kabupaten Kayong Utara, Kota Pontianak. pada bulan September 2016 sampai Januari 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5  taraf  perlakuan  4 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari  4  sampel tanaman. perlakuan tersebut yaitu b0= tanpa pemberian pupuk organik, b1= 50 g/polibag setara 10 ton/ha, b2= 100 g/polibag setara 20 ton/ha, b3= 150 g/polibag setara 30 ton/ha dan b4= 200 g/polibag setara 40 ton/ha.  Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat per buah, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik 50 g/polibag setara 10 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat terbaik pada tanah aluvial.     Kata kunci : aluvial, pupuk organik, tomat