Articles

PENDETEKSIAN BATAS-BATAS ZONA STEAMFLOOD MENGGUNAKAN DATA ANOMALI GAYABERAT-MIKRO 4D YANG DIBERI KONSTRAIN

Sainstek Vol 12, No 1 (2009): Vol. XII No. 1, September 2009
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.925 KB)

Abstract

Recently, the oil industry has emphasized enhancement oil recovery (EOR) process. The steamflood are ones EOR process can used to increase the heavy oil production. Effective management of EOR process requires detailed reservoir description and observation of the reservoir being swept at time. The 4D microgravity method can be applied in obtaining reservoir description such as steamflood zone mapping. Combination between the rock physics analysis with ideal model of steamflood used to calculate the synthetic 4D microgravity anomaly. This result suggest the negative 4D microgravity anomaly changes at time represented steamflood zones causes by density contras between steam at the high temperature after injection and pressure with heavy oil at the low temperature and pressure before injection. But the 4D microgravity anomaly can’t detect steamflood zone boundaries causes the anomaly shape with respect to shape of source. We proposed the 4D microgravity anomaly constrained with high resolution horizontal derivative to detect steamflood zones boundaries. The field data showed gravity change of up to -300mGal have occurred in area near ones the oil production well.  The maxima value of the field constrained 4D microgravity anomaly represented the steamflood zones boundaries with its surrounding. Key Word :     EOR process, steamflood, rock physics analysis, the constrained 4D microgravity anomaly

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN MEDIA OFFSET CEMANI SUKOHARJO

Jupe-Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)
Publisher : Jupe-Jurnal Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.396 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara : (1) Tingkat pendidikan terhadap prestasi kerja karyawan di Media Offset Cemani Sukoharjo; (2) Motivasi kerja terhadap prestasi kerja karyawan di Media Offset Cemani Sukoharjo; dan (3) Tingkat pendidikan dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja karyawan di Media Offset Cemani Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Media Offset Cemani Sukoharjo. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 36 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier ganda dengan uji hipotesis yang digunakan adalah uji r dan uji F. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Tingkat pendidikan dan motivasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada perusahaan percetakan Media Offset di Cemani Sukoharjo. Kata Kunci: Tingkat pendidikan, motivasi kerja, prestasi kerja. ABSTRACT The Effect of Education Level and Work Motivation on the Employees’ Performance of  Media Offset Cemani Sukoharjo. The purpose of this study was to determine whether there is a significant effect between: (1) The level of education of the employees´ performance in the Media Offset Cemani Sukoharjo, (2) work motivation on employee performance in Media Offset Cemani Sukoharjo, and (3) level of education and work motivation on employee performance in Media Offset Cemani Sukoharjo. The method used in this research is descriptive quantitative analysis. The population in this study were all employees of Media Offset Cemani Sukoharjo. Number of subjects in this study were 36 people. Data collection techniques used were the questionnaire method. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis to test the hypothesis used was rtest, and F test. Based on the results of this study concluded that: level of education and work motivation variables jointly have a significant influence on employee performance in the Media Offset printing company in Cemani Sukoharjo.   Keywords: Level of education, work motivation, job performance

STRATEGI HUMAS DALAM MENINGKATKAN REPUTASI SEKOLAH (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Surakarta)

Jupe-Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)
Publisher : Jupe-Jurnal Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.82 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1). Untuk mengetahui strategi humas dalam meningkatkan reputasi sekolah. (2). Untuk mengetahui persepsi stakeholders (alumni sekolah dan orang tua murid) terhadap strategi humas dalam meningkatkan reputasi sekolah (3). Untuk mengetahui hambatan humas (4). Untuk mengetahui solusi yang digunakan humas. Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snow ball sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik anali--sis data dengan analisis data model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa reputasi sekolah telah sesuai dengan visi sekolah. Meskipun ada dinamika yang mempengaruhi keadaan sekolah. Namun fluktuasi tersebut tidak berlangsung lama. Adanya kepercayaan dan kebanggaan stakeholders terhadap SMA Negeri 1 Surakarta. Membuktikan bahwa sekolah berada pada level yang memuaskan. Namun sarana prasarana, terdapat saran untuk meningkatkan sarana dan prasarana. Pihak sekolah yang diwakili oleh wakasek humas menyikapi saran dan kritik melalui peningkatan prestasi sekolah dengan pembinaan intensif serta peningkatkan sarana prasarana sesuai prioritas. Hambatan yang tidak berkaitan dengan sarana prasarana dari intern dan ekstern disikapi dengan bijak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kata kunci : Strategi, humas, reputasi, sekolah. ABSTRACT The aim of the research are (1). To investigate the strategy of public relations in aim increasing of the school reputation. (2). To find out the stakeholders perception (the school graduates and the parent of the student) about the strategy of public relations in improving the school reputation. (3). To investigate the public relations obstruction. (4). To know the efforts made in by the public relations. This research is qualitative research with descriptive approach and embedded case strategy and The sampling technique used Purposive Sampling and Snow Ball Sampling. The method to collected data used interview, observation, and documentation. While analyze used interactive model data analyze. Based on the finding, shows that the school reputation is suitable with the school vision. Although there are occasion that can influence the situation. But the fluctuation is not longer enough. Because the huge trust and proud the stakeholders toward the SMA Negeri 1 Surakarta. It prove that the school reputation on the satisfasion level. The infrastructure must be upgrade. The school representative, the deputy of public relations take an action to handle the opinion by improving the achievement with the intensive management and increasing the infrastructure by priority. The other obstruction handle by wisely according to the rules. Key word: Strategy, public relations, reputation, school.

Peranan Kepemimpinan Camat Dalam Menumbuhkan Kedisiplinan Pegawai Di Kantor Kecamatan Jebres Kota Surakarta

Pendidikan Administrasi Perkantoran Vol 1, No 1 (2012): Edisi 1
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.182 KB)

Abstract

Absract: The objectives of this research are to investigate: (1) how Chief of Jebres Sub-district Office, Surakarta city plays his leadership role in growing the discipline behavior of its employees; (2) what constraints are encountered by Chief of Jebres Sub-district Office, Surakarta city in internalizing the discipline of its employees; and (3) what solutions are taken by Chief of Jebres Sub-district Office to deal with the prevailing constraints to the materialization of the discipline behavior of its employees. This research used the qualitative embedded single case study method. The results of the research are as follows: 1) Chief of Jebres Sub-district Office, Surakarta city plays his leadership role through the discipline behavior internalizations such as: (a) giving exemplification through discipline attitude; (b) giving motivation to the employees; (c) attempting to fulfill their needs and prosperity; and (d) implementing the discipline upholding consistently. 2) The constraints occurring in nurturing the discipline of the employees of Jebres Sub-district Office are as follows: (a) internal constraints: some employees bear the characters and personalities which are apathetic to advices, and some are lack of responsibilities in executing their duties and work and (b) external constraints: the external constraints occurring in internalizing the discipline of the employees of Jebres Sub-district Office are mainly related to the work environment. 3) The prevailing constraints occurring in internalizing the discipline of the employees are as follows: (a) upholding the prevailing laws and regulations and nurturing the employees; and (b) maintaining the communication and good relations among the employees.

INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN SAIN TEKNOLOGI DI SMP BERBASIS MIKROKONTROLER

JURNAL KEPENDIDIKAN Vol 42, No 1: Mei 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi media pembelajaran sain teknologi di SMP berbasis mikrokontroler. Penelitian dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan, desain sistem yang akan dibuat, implementasi sistem, uji produk dalam skala laboratorium, dan uji validitas. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Terdapat tiga hasil penelitian. Pertama, hasil identifikasi kebutuhan yang diperlukan untuk pembuatan media pembelajaran sain meliputi sistem yang dapat mendeteksi suhu, sistem yang dapat mendeteksi perubahan intensitas cahaya, ADC untuk mengonversi analog ke digital, penampil dan sistem yang dapat mengendalikan alat secara keseluruhan. Kedua, unjuk sistem secara keseluruhan sudah sesuai dengan spesifikasi rancangan. Ketiga, hasil uji validitas dinyatakan bahwa simulator terapan teknologi berbasis mikrokontroler layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran sain teknologi di SMP.

TOLERANSI TEMBAKAU TRANSGENIK YANG MENGEKSPRESIKAN GEN P5CS TERHADAP STRES KEKERINGAN

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tolerance of Transgenic Tobacco Expressing P5CS Gene Against Drought Stress. Drought is majorosmotic stress that dramatically limit plant growth and productivity. Proline accumulation has been correlatedwith tolerance to drought stress in plants. Therefore, overproduction of proline in plants may lead to increasedtolerance against these abiotic stresses. The objectives of this experiment were to determine the effects of droughtstress at the period of 15 – 90 days after planting (DAP) on growth of T1 plants derived from transgenic GStobacco, to evaluate their tolerance against drought stress, and to determine their leaf proline content. One groupof the tobacco plants were grown in plastic pots and subjected to stress condition during the period of 15 – 90DAP. The other group was grown optimally in plastic pot up to harvest period. All tobacco plants were harvestedat 91 DAP. Leaf proline content was determined at 63 DAP (after six periods of stress). The results indicatedreduced plant height, shoot diameter, leaf number, leaf dry weight and leaf area of all tobacco plants. Stresssensitivity index calculated using leaf dry weight character grouped T1 plants derived from P5CS transgenicGS tobacco into tolerance, medium tolerance and sensitive against drought stress while that of non-transgenicGS tobacco were only medium tolerance and sensitive against drought stress. Higher leaf proline content underdrought stress was observed in all T1 plants derived from P5CS transgenic tobacco than that of non-transgenicGS tobacco. These data demonstrated that proline accumulation as an osmoprotectant and that over-expressionP5CS gene results in the increased tolerance to osmotic stress in T1 plants derived from P5CS transgenic tobacco.Key words: Proline biosynthesis, proline accumulation, sensitivity index, biomass yield Stres kekeringan merupakan masalah utama stres osmotik yang dapat menjadi faktor pembataspertumbuhan dan produktivitas tanaman. Akumulasi prolina berkorelasi dengan tingkat toleransi tanamanterhadap stres kekeringan. Oleh karena itu over-produksi prolina diduga dapat meningkatkan toleransi tanamanterhadap stres kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengevaluasi pengaruh stres kekeringanmelalui pengurangan air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman TI zuriat dari tembakau GS transgenik P5CSgenerasi TO, (2) menganalisis akumulasi prolina daun tanaman TI zurlat dari tembakau GS transgenik P5CSgenerasi TO kondisi stres dan non-stres, serta (3) menganalisis hubungan antara akumulasi prolina daun padakondisi stres kekeringan dengan pertumbuhan dan hasil tanaman. Percobaan dua faktor (tembakau transgenikstres kekeringan) disusun dengan rancangan acak kelompok. Sebagian tanaman yang diuji disiram setiap hari hingga mencapai kondisi kapasitas lapang dari awal tanam sampai dengan 90 HST dan digunakan sebagaiperlakuan non-stres. Sedangkan kelompok tanaman yang lain dipelihara dalam kondisi kapasitas lapanghingga 14 HST dan diberi perlakuan stres kekeringan dari umur 15 HST hingga panen (90 HST). Kandunganprolina diukur pada umur 63 HST (setelah 6x periode stres). Hasil penelitian menunjukkan semua tanamantembakau yang diuji mempunyai tinggi tanaman, diameter batang, jumlah, berat kering dan luas daun yanglebih rendah akibat perlakuan stres kekeringan yang diberikan dibandingkan dengan kondisi non-stres.Berdasarkan hasil perhitungan indeks sensitivitas terhadap stres kekeringan menggunakan peubah bobotdaun kering per tanaman maka tanaman TI zurlat dari tembakau GS transgenik P5CS generasi TO yang diujibersegregasi untuk kategori toleran, medium toleran dan peka, sedangkan tembakau GS non-transgenikdikategorikan sebagai medium toleran dan peka terhadap stres kekeringan. Tanaman TI zurlat dari tembakau GStransgenik P5CS generasi TO menunjukkan kandungan prolina yang lebih tinggi dalam kondisi stres kekeringandibandingkan dengan tembakau GS non-transgenik. Peningkatan akumulasi prolina yang cukup tinggi akibatover-ekspresi dari gen P5CS diduga berkorelasi dengan peningkatan toleransi tanaman terhadap stres kekeringan.Kata kunci : Biosintesis prolina, akumulasi prolina, indeks sensitivitas terhadap stres, produksi biomasa

Deteksi dan analisis sekuen gen inhibitor proteinase pada beberapa klon kakao harapan tahan penggerek buah kakao dari Sulawesi Selatan Detection and sequence analysis of proteinase inhibitor gene in cacao clones putatively cacao pod borer-tolerant from South Sulawesi

E-Journal Menara Perkebunan Vol 72, No 1: Juni 2004
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Summary Cacao is socially and economically an important commodity for Indonesia, in which the cacao plantations have been challenged with a threatening pest, cacao pod borer (CPB). This research aimed to identify and clone PIN (proteinase inhibitor), a gene carrying resistance of plant to some chewing pests like CPB. The methodology included several experiments. Detection of PIN in cacao was done by PCR using PIN-specific heterologous primers and cacao genomic DNA as templates. Cloning vector pGEM-T was utilized to clone the PCR products. Sequence analysis was conducted with BlastX and Blast Special programs from NCBI. Alignment analysis to determine genetic similarity was performed with ClustalW from EBI. Thirteen of the 18 clones tested were detected to have PIN homologs. Two DNA fragments from cacao clones putatively tolerant to CPB, MJ-1 and LW-1, were sequenced. One of them, MJ-1 was cloned. Sequence analyses of the fragments of both cacao clones, indicated that they have PIN homologs and a very closed genetic relation with 96% level of similarity. Ringkasan Kakao adalah komoditas yang secara sosial maupun ekonomi penting bagi Indonesia, dimana perkebunan kakao menghadapi masalah serius hamapenggerek buah kakao (PBK). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklon PIN (inhibitor proteinase), gen yang membawa sifat ketahanan tanaman terhadap hama ulat seperti PBK. Metodologinya terdiri dari beberapa percobaan. Deteksi PIN di dalam kakao dikerjakan dengan PCR menggunakan primer heterologous yang spesifik terhadap PIN dan DNA genomik kakao sebagai templetnya. Vektor kloning pGEM-T digunakan untuk mengklon produk PCR. Analisis sekuen dilakukan dengan program BlastX dan Blast spesial dari NCBI. Analisis penjajaran (alignment) untuk menentukan kemiripan genetik menggunakan program ClustalW dari EBI. Tiga belas dari 18 klon kakao yang diuji  menunjukkan adanya  homolog  PIN. Dua DNA fragmen dari klon harapan tahan, MJ-1 dan LW-1, telah ditentukan sekuen nukleotidanya. Satu diantara-nya, MJ-1 berhasil diklon. Analisis sekuen  kedua klon tersebut menunjukkan identitas sebagai homolog PIN dan keduanya memiliki kemiripan genetik yang tinggi.

Nucleotide sequence of cryIA gene cloned from Btk isolate of Bacillus thuringiensis and comparison with cryIA(c) gene from B. thuringiensis subsp. kenyae Sekuen nukleotida gen cryIA dari B.thuringiensis isolat Btk dibandingkan dengan gen crylA(c) dari B. thuringiensis subsp. Kenyae

E-Journal Menara Perkebunan Vol 68, No 1: Juni 2000
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ringkasan Perakitan tanaman perkebunan yang toleran terhadap serangga hama dapat ditempuh melalui rekayasa genetika menggunakan gen cry. Gen cryIA merupakan gen cry yang paling banyak dipelajari di antara gen cry lainnya. Berdasarkan homology sekuen dan spesifisitas protein yang disandinya terhadap serangga sasaran, gen ini telah diklasifikasikan menjadi 10 subklas. Tulisan ini melaporkan hasil sekuensing (ragmen gen cryIA penyandi domain toksin yang diisolasi dengan teknik PCR dari Bacillus thuringiensis isolat Btk dan diklon menggunakan vektor pGEM­T. Untuk menentukan sekuen gen cryIA yang berukuran sekitar 2 kb tersebut, dilakukan kons­truksi satu seri mutan terdelesi searah dari ujung 5' menggunakan kit Erase-a-Base-System. Tiga DNA gen cryIA mutan dengan tingkat delesi yang sesuai dan satu nonmutan dipilih untuk sekuensing DNAnya. Sekuensing dilakukan dari satu arah menggunakan primer universal SP6 pada alat ABI 377A automatic DNA sequencer. Sekuen lengkap dari gen cryIA diperoleh dengan cara meng­gabungkan sekuen ketiga mutan dengan sekuen dari gen cryIA nonmutan secara manual. Untuk konfirmasi sekuen ujung 3', dilakukan sekuensing dari arah lainnya menggunakan primer universal T7. Sekuen lengkap dari fragmen tersebut mengandung 2021 nukleotida dan menyandi protein dengan 673 asam amino. Dibandingkan dengan sekuen gen crylA(c) dari B. thuringiensis subsp. kenyae, terlihat adanya sepuluh mutasi titik masing-masing pada nukleotida ke 444, 477, 1089, 1092, 1098, 1242, 1566, 1869, 1906 dan 1961. Tujuh mutasi titik pada nukleotida ke 444, 477, 1089, 1092, 1242, 1566, dan 1869 tidak merubah asam amino, sedangkan tiga mutasi lainnya mengakibatkan perubahan asam amino, yaitu pada nukleotida ke 1098 (kodon ke 366, yang menyebabkan perubahan dari Phe menjadi Leu), nukleotida ke 1906 (kodon ke 636, yang mengubah Val menjadi Leu) dan pada nukleotida ke 1961(kodon ke 654, yang mengubah Cys menjadi Tyr).Summary Estate crops tolerant to pests can be devel­opment through genetic engineering using cry gene. CryIA is the best studied among cry genes. Based on the sequence homology and specificity of their encoded proteins to the, targeted insect, these genes have been classified into 10 sub­classes. This paper reports sequencing of cryIA gene fragment en-coding toxin domain isolated from Btk isolates of Bacillus thuringiensis using PCR technique and cloned with pGEM-T vector. To determine the full sequence of the 2-kb gene fragment, a series of mutants uni-directionally deleted at the 5'-end were constructed. Mutation was done using Erase-a Base-System kit. Three DNA mutants with appropriate degree of deletion and the un-mutated DNA were chosen for sequencing. Sequencing was conducted from one direction with SP6 universal primer using the ABI 377A automatic DNA sequencer. The full sequence of cryIA fragment was assembled manually using the sequences of DNA mutants and the non-mutant cryIA fragment. To confirm the sequence of the 3'-end, sequencing from the other direction was performed using the T7 universal primer.The completed sequence of the fragment contains 2021 nucleotides encoding a protein of 673 amino acids. Compares to the sequence of cryIA(c) from B. thuringiensis subsp. kenyae, it was shown that there were ten point mutations (nucleotides of 444, 477, 1089, 1092, 1098, 1242, 1566, 1869, 1906 and 1961), sevent of them (nucleotides of 444, 477, 1089, 1092, 1242, 1566 and 1869) were identified as silent mutations, while the other three substituted the amino acids, which are at the nucleotide 1089 (codon 366, substitution of Leu for Phe), nucleotide 1906 (codon 636, substitution of Leu for Val), and nucleotide 1961 (codon 654, substitution of Tyr for Cys).

Karakterisasi gen penyandi lipase dari kapang Rhizopus oryzae dan Absidia corymbifera Characterization of gene encoding lipase from fungus Rhizopus oryzae and Absidia corymbifera

E-Journal Menara Perkebunan Vol 74, No 1: Juni 2006
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SummaryLipase is a group of enzymes which catalyze fat hydrolysis. Lipase is recently used to produce diacylglycerol (DAG) from triacylglycerol (TAG). Lipase  can be used to produce healthy oil. Having a rich biodiversity, Indonesia has the opportunity to produce lipase using indigenous microbes, such as molds. This research aimed to detect  LIPASE  gene on several strains of molds employing PCR technique. Genomic DNAs were isolated from four strains of molds (M. sitophila, R. oryzae, R. microsporus, and A. corymbifera). Heterologous primers for LIPASE  were designed based on the conserved region of 12 LIPASE  sequences accessed from GenBank and used to amplify the genomic DNA resulted in a 466 bp fragmen. BLAST analysis showed that the bands of DNAs have high homology with common lipase protein in several strains of  Rhizopus.Ringkasan Lipase merupakan kelompok enzim yang berfungsi sebagai biokatalis hidrolisis lemak. Lipase banyak digunakan untuk konversi triasilgliserol (TAG) menjadi diasilgliserol (DAG). Penggunaan lipase penting untuk produksi minyak sehat (healthy oil). Indonesia dengan keanekaragaman hayati tinggi berpeluang besar   mengembangkan   produksi   lipase   dari mikroba lokal, salah satunya adalah kapang. Deteksi gen merupakan langkah awal dalam upaya peningkatan produksi lipase melalui rekayasa genetika. DNA genomik empat galur kapang (M. sitophila, R. oryzae, R. microsporus, dan A. corymbifera) telah berhasil diisolasi. Sepasang primer heterologous telah berhasil dirancang berdasarkan daerah terkonservasi 12 sekuen gen LIPASE dari GenBank. Amplikon DNA yang diperoleh pada PCR menggunakan pasangan primer RLP memiliki panjang 466 bp. Analisis BLAST memperlihatkan bahwa amplikon PCR memiliki homologi yang tinggi dengan protein LIPASE  beberapa galur Rhizopus. 

Identifikasi homolog TcAGL-15 untuk penanda embriogenesis tanaman kakao melalui pendekatan bioinformatika Identification of TcAGL-15 homolog in the embryogenic culture from the zygotic embryo explant

E-Journal Menara Perkebunan Vol 74, No 2: Desember 2006
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Summary One of the major problems encountered in micropropagation of cacao through tissue culture is very low frequency of embryo formation. Embryogenesis is believed to have key regulatory gene determining the process. Understanding such gene may help to solve problems in the regeneration process. One of the genes reported to involve in the embryogenesis is AGAMOUS-like 15 (AGL-15). This gene has an important role in the regulation of early embryogenesis in several plants. This experiment aimed to identify AGL-15 homolog in cacao through bioinformatics approach. The first step of this experiment is to identify the AGL-15 homolog using hetero-logous primers from DNA genomic isolated from leaves of cacao plants. The sequence of the AGL-15 fragment was used in designing specific primers for longer AGL-15 fragment. These primers were then used to identify AGL-15 gene using total RNA isolated from cultured zygotic embryos. Differential pattern of AGL-15 gene expression was observed in zygotic embryos cultured for five weeks. AGL-15 heterologous primers designed from several plants could be used to identify cacao AGL-15 homolog. The putative cacao AGL-15 gene could be identified from zygotic embryos. The differential pattern of the AGL-15 gene expression is a strong indication that AGL-15 can be used as an embryogenesis marker in cacao plants.Ringkasan Salah satu kendala perbanyakan kakao melalui kultur jaringan adalah sulitnya embriogenesis, yang diduga melibatkan satu atau lebih gen kunci yang menentukan proses tersebut. Keberhasilan mengidentifikasi gen-gen kunci akan membantu menyelesaikan masalah dalam regenerasi embrio kakao. Salah satu gen yang diduga terlibat dalam proses ini adalah AGAMOUS-like 15 (AGL-15). Gen ini berperan pada regulasi selama masa awal perkembangan embrio beberapa tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi homolog AGL-15 pada kakao melalui pen-dekatan bioinformatika dan RT-PCR. Pene-litian diawali dengan identifikasi homolog AGL-15 dari DNA genomik daun kakao meng-gunakan primer heterologus. Sekuen fragmen homolog AGL-15 yang diperoleh, kemudian digunakan untuk merancang primer spesifik AGL-15 yang berukuran lebih panjang. Primer ini selanjutnya digunakan untuk meng-identifikasi gen AGL-15 dari RNA total embrio zigotik. Pengamatan pola pita gen AGL-15 dilakukan pada kultur in vitro embrio zigotik yang berumur lima minggu. Primer hetero-logus gen AGL-15 yang berasal dari berbagai tanaman, mampu mengidentifikasi keberadaan homolog  gen  tersebut  pada  tanaman   kakao. Fragmen homolog AGL-15 putatif tanaman kakao teridentifikasi pada tingkat RNA embrio. Dengan adanya pola diferensial dari ekspresi gen AGL-15 hingga lima minggu pertama perkembangan embrio, ada indikasi kuat bahwa fragmen homolog AGL-15 dapat menjadi penanda embriogenesis pada tanaman kakao.

Co-Authors . Mansyurdin . Siswanto . Suharyanto . SYAFARUDDIN, . Aditia Wardana, Aditia Aditiawardana Aditiawardana, Aditiawardana Agung Dwi Indrawan Ahmad Fauzi AHMAD RIDUAN Aida Farida Alda, Rieza Rizqi Alsagaff, Mohammad Yusuf AMANAH, Dian Mutiara Amin, Mochammad Andre Noevi Rahmanto Anton Subarno ANTONIUS SUWANTO Aprih Santoso, Aprih Ardityo R Ardhany, Ardityo R Artaria Tjempakasari, Artaria Asmini Budiani Aswaldi Anwar ASWIDINNOO, Hajrial Baiti, Ahmad Awaluddin Bambang S Purwoko Bastin Fitriatus Hasanah Bekti Wulandari Bonita Destiana Budi Sulistijo Chandra Irwanadi Mohani, Chandra Irwanadi Chandra Irwanadi, Chandra Chibtiyah, Nur chieko Hamada, chieko D Ningsih, D Darda Efendi Darharta Dahrin DEDI SOLEH EFFENDI, DEDI SOLEH Empitu, Maulana Antiyan Endrizal ERIS, Deden Dewantara Fajar, Saiful Ferdiyono, J. Reza FITRANTI, Niyyah FITRANTY, Niyyah GHONI, M. A. GHONI HABIBULLAH, Hanning Susilo Haerani Rasyid, Haerani HAJRIAL ASWIDINNOOR Hakim, Zaky El Hamidah, Berliana HANDAYAN, Agustina A. HAPPY WIDIASTUTI Hasanatuludhhiyah, Nurina Hasanuddin Z. Abidin Hasanuddin Z. Abidin, Hasanuddin Hayati Minarsih Hendra Grandis I GEDE PUTU WIGENA I Haryoko, I Ichiyu Shou, Ichiyu Imron Riyadi Indarto Indarto Indhira Hari Kurnia Ismail, Mohd Erfy Isnu Irwantoro, Isnu JAYA, Abdul Mollah S. Joenil Kahar, Joenil Jumiyanto Widodo Kadariswantiningsih, Ika Nindya KRESNAWATY, Irma Kunimi Maeda, Kunimi Laesanpura, Agus Laesanpura, Agus M Thaha, M MARAHIMIN, B. MARAHIMIN Mayta Novaliza Isda Mitsumine Fukui, Mitsumine MOCHAMMAD THAHA Moh. Yogiantoro, Moh. MS, Freddy Muhammad Jusuf Muhammad Munir Munadi Munadi Munir, Muh Musliar Kasim Muslikhin Muslikhin Niken Ayu Larasati, Niken Ayu NIKOLAU, Basil J Nugroho, Cahyo Wibisono Nunuk Mardiana, Nunuk NURILMALA, F Nuryake Fajaryati PANJAITAN, K. PANJAITAN Pipit Utami Pradusuara, Franes pranawa pranawa, pranawa PRIYONO, . PURBA, A.R. PURBA Putra, Abdul Aziz Sidiq Tri PUTRANTO, Riza A PUTRANTO, Riza A. Putri, Eka Arum Cahyaning R.D.B LEFROY Raduan, Atiqah Ramlan Arief Fathony, Ramlan Arief Rita Hayati ROEDHY POERWANTO Rokib, Muhammad Nur SAMANHUDI, . Saptowo Jumali Pardal, Saptowo Jumali SARAGIH, A. H. SARAGIH SARI, Dini Astika Satoshi Horikoshi, Satoshi SINAGA, Jisman Slamet Slamet Soekarno Mismana Putra, Soekarno Mismana soewanto soewanto, soewanto Sri Hendrastuti Sri Wahyuni Sri Waluyanti Subagus Wahyuono Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO Sugeng Riyanto Sugiyanto Sugiyanto Sukarti Moeljopawiro Suparman Suparman Suryansyah, Maulana Muhtadin SUSANTI, Paramitha Suzuki, Yusuke SYARIEF, Auzar Tetty Chaidamsari, Tetty Tri P Asmarawati, Tri P TRI-PANJI, . TRIASTANTO, Oktaviany Ferry UMAHATI, Binti Khurotul Umi Rochayati Umi Rokhayati, Umi Vera Sadarviana, Vera Wahyudi W. Parnadi Warsa Warsa Wawan Gunawan A. Kadir Wedyanto K, Wedyanto Widodo Widodo Widyastuti, SM WIRAMIHARDJA, Memed Y, Yatini Yasuhiko Tomino, Yasuhiko yatini, yatini Yusniwati Yusniwati