Articles

FAKTOR PENGARUH KEPATUHAN MAHASISWA DAN KARYAWAN TERHADAP PERATURAN KAWASAN TANPA ROKOK DI LINGKUNGAN KAMPUS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Puswitasari, Amalia; Santosa, Santosa; Wijayahadi, Noor
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background : According to WHO data, more than one billion people worldwide use of cigarettes and caused the deaths of more than 5 million people each year. It is estimated the majority of deaths occur in people who live in countries with low and middle income, including Indonesia. use of cigarettes is one of the biggest risk factor in disease is not contagious, because the policy was implemented without smoking area has been identified as a primary intervention strategy to control the disease which is not contagious, but in reality many people on a daily behavior do not indicate compliance with these regulations.Aim : To know student and staff participation in No Smoking Areas comply with the regulations in the Diponegoro University School of Medicine campus environment Semarang.Methods : The study was observational analytic study with cross-sectional study. Samples were obtained by taking the respondents randomly (simple random sampling) until the time the study ended in July 2012. Primary data in the form of descriptive data were presented in tabular form with a pictures or diagrams. Data were analyzed using chi-square test (χ2) Results There was a significant association between the background of smoking behavior (p = 0.01) and knowledge of no smoking areas regulation (p = 0.007) to the level of compliance, while knowledge of the dangers of cigarettes content showed no significant results (p = 0.6), then the influence of the environment provided risk 1.6 (1.1 to 2.2) times the level of compliance, not know the dangers of cigarettes content provided risk 1.3 (0.5 to 3.4) times, and not know the no smoking areas regulation provided risk 1.5 (1.1 to 2.0) times.Conclusion : The background of smoking behavior and knowledge of no smoking areas regulation affect the level of compliance while knowledge of the dangers of cigarettes content has no effect.Keywords : smoking, no smoking areas, behavior, danger, content, compliance
PERBANDINGAN KEPUASAN ANTARA PASIEN ASKES DAN PASIEN JAMKESMAS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP DR.KARIADI SEMARANG Fatima, Desta; Santosa, Santosa; Wijayahadi, Noor
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background: Health is the right and investments, and all citizens are entitled to health, including the poor. It’s needed a system that regulates the implementation of the effort to fulfill the right of citizens to remain healthy, with an emphasis on health services for the community. Health insurance (Askes) is a type of financial services is very complex involving the three elements that can’t be separated the participant, the provider and insurance entities . Jamkesmas is a free healthcare program for the poor which in the previous year (in 2005) was called by the Health Insurance for Poor People, then in 2008 and later renamed with Jamkesmas. Askes in general used by the middle class and above, while Jamkesmas generally used by lower middle class people, because of differences in this social status, it is concerned about the services provided by health care providers will be different in the two groups then further affect the level of patient satisfaction.Aim: To know whether there were differences in patient satisfaction between Askes patients and Jamkesmas patients in the internal medicine clinic Dr.Kariadi Hospital Semarang.Methods: The study was observational analytic study with cross-sectional study. Samples obtained by taking the respondents were consecutive sampling until the end of the study period from May to July 2012. Primary data in the form of descriptive were presented in tabular form with pictures or diagrams. Datas were analyzed using chi-square test (χ2).Results: The interpretation datas of each class were test with chi-square test (χ2). It was showed non-significant p value (p = 0.054).Conclusion: There were no significant differences in patient satisfaction between patients who had Askes and patients who had Jamkesmas in the internal medicine clinic of Dr. Kariadi Hospital Semarang.Keyword: satisfaction, internal medicine clinic, Askes patients, Jamkesmas patients 
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGUNJUNG DI LINGKUNGAN RSUP Dr. KARIADI TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK SOLICHA, RIZKIA AMALIA; Santosa, Santosa
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Merokok merupakan salah satu gaya hidup yang tidak sehat. Setiap kali menghirup asap rokok, baik sengaja atau tidak sengaja, berarti juga menghisap ribuan racun. Oleh sebab itu di rumah sakit, diberlakukan aturan Kawasan Tanpa Rokok, yaitu ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk melakukan kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi, dan atau penggunaan rokok.Tujuan Penelitian : Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap pada pengunjung di lingkungan RSUP Dr. Kariadi.Metode Penelitian : Desain studi adalah penelitian observasional yang dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr.Kariadi Semarang. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dan didapatkan jumlah responden sebanyak 90 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner.Hasil Penelitian : Sebanyak 38.9% responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan 48.9% cukup. Dari seluruh responden, ada 85.6% responden bersikap patuh, sedangkan 14.4% nya tidak. Analisis hubungan antara keduanya didapatkan nilai signifikan p adalah 0.001Kesimpulan : Kategori tingkat pengetahuan kategori baik dan sikap patuh memiliki prosentase lebih besar dibanding kategori kurang, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap mematuhi aturan yang berlaku.Kata Kunci : tingkat pengetahuan, sikap, kawasan tanpa rokok.
Perbandingan Pelayanan Kesehatan pada Pasien Kelas 1 dengan VIP di Pusat Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah RSUP dr Kariadi Semarang. Ardiana, Desy Indira; Santosa, Santosa; Wijayahadi, Noor
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background : Hospital is a unit that has a regular organization, where prevention and cure of disease, health improvement and rehabilitation patients in a multidisciplinary done by various groups of skilled and educated professionals, used the infrastructure and physical facilities. Hospitalization room in Dr. Kariadi Hospital have some form class, they are third class, second class, first class and Very Important Person (VIP class. First class and VIP class services should be, in accordance with the Standard Minimum (SPM), same although with some different facilities. But the reality may be difference.Aim : To know whether the health service given to the patient in the hospitalization room in the Heart Service Unit of Dr. Kariadi Hospital was same between VIP class and first class.Method : This was an observational analytic study with cross-sectional study. The samples were obtained by taking respondents with consecutive sampling method until the end of the research (from May to July 2012). The gathered descriptive primary data were presented in the table form with images and diagrams. The data were analyzed using Fisher exact test.Results : The interpretation data of each class were analyzed using Fisher exact test but the result was not significant (p=0.49).Conclusion : There was no meaningful difference in the provided services between VIP class and first class in the Heart Service Unit of Dr. Kariadi Hospital Semarang.Keyword : service, hospitalization room, VIP class, first class, Dr. Kariadi Hospital
Karakter Makromorfologi dan Mikromorfologi Duku, Kokosan, Langsat dalam Penentuan Status Taksonomi pada Kategori Infraspesies Hanum, Laila; Kasiamdari, Rina Sri; Santosa, Santosa; Rugayah, Rugayah
Biospecies Vol 6, No 02 (2013)
Publisher : Biospecies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Duku, kokosan dan langsat merupakan buah-buahan yang populer dan memiliki nilai ekonomi yang penting. Secara morfologi duku, kokosan dan langsat  hampir mirip satu sama lain sehingga menyulitkan dalam penentuan pada tingkat infraspesies bagi para pemulia tanaman. Berbagai pendekatan untuk penentuan morfologi ini telah banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini menentukan status taksonomi duku, kokosan dan langsat pada ketegori infraspesies berdasarkan karakteritik makro dan mikromorfologi. Berbagai variasi duku, langsat dan kokosan dikoleksi dari beberapa pusat pertanaman di Indonesia, meliputi wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Preparasi herbarium tumbuhan meliputi koleksi sampel, persiapan, penempelan dan identifikasi. Analisis morfologi menggunakan metode pengamatan dan deskripsi, pengukuran karakter morfologi dilakukan baik pada organ generatif dan vegetatif meliputi bunga, batang, biji dan buah, dan semua sampel didokumentasikan dengan menggunakan foto. Hasil penelitian ini menunjukkan ditemukan 29 variasi dari duku, kokosan, dan langsat yang terdiri dari 19 duku, 2 kokosan dan 8 langsat dari semua wilayah. Hasil karakterisasi makro dan mikromorfologi menunjukkan duku, kokosan, dan langsat dari berbagai daerah di Indonesia dapat dinyatakan duku, kokosan, dan langsat merupakan marga Lansium, untuk kategori jenis adalah L. domesticum Correa dan pada kategori infraspesies dapat dibagi menjadi dua group yaitu group duku dan group kokosan-langsat.
SIKAP MAHASISWA DALAM MEMILIH TEMPAT KOS Santosa, Santosa
Wahana Informasi Pariwisata : MEDIA WISATA Vol 2, No 1 (2003)
Publisher : STP AMPTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tempat tinggal sementara bagi mahasiswa (rumah kost/kontra) di Yogyakarta telah menjadi kajian yang sangat menarik, karena semakin banyaknya jumlah mahasiswa luar Yogyakarta yang melakukan studi lanjut di Yogyakarta. Fenomena ini telah membawa pengaruh dengan semakin suburnya usaha jasa tempat tinggal sementara. Layaknya sebuah produk yang memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan, maka semakin tahun semakin banyak pengusaha rumah tinggal sementara baik orang asli Yogyakarta maupun orang luar Yogyakarta. Mahasiswa sebagai konsumen yang berdaya beli potensial memiliki berbagai alternatif penilaian terhadap berbagai atribut yang melekat pada produk jasa rumah tinggal tersebut. Banyaknya atribut yang melekat tersebut akan berpengaruh pada sikap mahasiswa dalam menentukan pilihan rumah tinggal sementara. Karena sikap merupakan faktor utama dalam menentukan pilihan pembelian. Sikap akan dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya adalah jenis Perguruan Tinggi. Pada mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri relatif lebih sederhana dalam memilih tempat tinggal sementara, sedangkan kebanyakan mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta relatif lebih teliti dalam melakukan tindakan pembelian jasa rumah tinggal sementara. Kenyataan ini akan berimplikasi pada penyediaan berbagai macam produk rumah tinggal sementara yang disesuaikan dengan atribut yang dipilih oleh mahasiswa
STUDI TENTANG UANG KIRIMAN MAHASISWA SEBAGAI PENYEBAB KEGAGALAN BELAJAR Santosa, Santosa
Wahana Informasi Pariwisata : MEDIA WISATA Vol 2, No 1 (2003)
Publisher : STP AMPTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber kesulitan belajar mahasiswa di Perguruan Tinggi pada dasarnya sama dengan sumber kesulitan belajar bagi siswa ataupun mahasiswa di berbagai strata pendidikan. Munculnya kesulitan belajar pada umumnya dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu sumber internal (dalam diri individu) dan sumber eksternal (luar diri individu). Namun demikian kedua sumber tersebut masing-masing memiliki sub faktor yang cukup beragam. Mengidentifikasi sub faktor saja nampaknya sangat kesulitan, karena sub faktor kesulitan belajar pada umumnya berjalan secara bersamaan (simultan). Demikian halnya dengan mengukur kontribusi salah satu sub faktor akan sangat sulit karena keterlibatan/keterkaitan antara satu sub faktor dengan sub faktor yang lain. Tanda sebagai mahasiswa mengalami kesulitan belajar adalah rendahnya hasil belajar yang diukur melalui besarnya Indeks Prestasi mahasiswa tersebut (selanjutnya ditulis IP). Ukuran normatif IP yang rendah adalah di bawah 2,00, atau mahasiswa tersebut mengalami penurunan yang relatif lebih besar (lebih dari 0,5) pada tiap-tiap semesternya. Dalam penelitian ini disoroti faktor eksternal yaitu sub faktor ekonomi keluarga khususnya mengenai uang kiriman mahasiswa. Dan dari hasil studi empiris tentang sub faktor tersebut, menunjukkan bahwa sub faktor uang kiriman mahasiswa tidak merupakan faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar sehingga mengakibatkan kegagalan belajar. Artinya bahwa beberapa responden yang menerima uang kiriman sedikit/relatif rendah tidak semuanya mengalami kegagalan dalam belajar. Sebaliknya responden yang menerima uang kiriman lebih banyak/cukup tinggi tidak semua sukses dalam belajarnya.
The effect of oral performances in audiences’ minds and behaviour Santosa, Santosa
Wacana Vol 12, No 1 (2010): Oral tradition in Malay world
Publisher : Faculty of Humanities, University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.061 KB) | DOI: 10.17510/wjhi.v12i1.80

Abstract

As a means of communicating thoughts, gamelan performances affect the way audiences construct their worldview. More than that, listeners in villages believe that performances can affect people’s behaviour. Performances may be deeply influential in the creation of fundamental social values such as in-group integrity, feelings of unity and peace in the community. All this demonstrates that in villages, arts are not autonomous entities; people value the arts as an integral domain with other social activities.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU REMAJA TERHADAP ABORTUS PROVOCATUS DI SMA NEGERI 1 SLIYEG KABUPATEN INDRAMAYU Fatikhah, Tika; Santosa, Santosa
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 3, No 1 (2014): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang: Aborsi menjadi salah satu masalah yang serius dan belum dapat terselesaikan, bagi kalangan ibu dan para remaja serta para mahasiswa. Dilihat dari tingginya angka aborsi yang meningkat dari tahun ke tahun. Sementara masa remaja secara global berlangsung antara usia 13 sampai 21 tahun sedanngkan pertumbuhan dan perkembangan fisik serta seksual berlangsung sekitar usia 12 tahun.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa-siswi SMA Negeri 1 Sliyeg Kabupaten Indramayu.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi deskriptif yang menggunakan metode pengumpulan data cross sectional. Yang dijadikan sampel adalah 106 responden, dengan kriteria penilaian dari pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap abortus provocatus. Berdasarkan pemberian kuesioner yang harus diisi oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Sliyeg Kabupaten Indramayu.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64 responden (61,32%) memiliki pengetahuan yang baik terhadap abortus provocatus, dan sejumlah 81 responden (76,41%) memiliki sikap peduli terhadap aortus provocatus, sementara 99 responden (93,40%) memiliki perilaku seksual beresiko rendah terhadap abortus provocatus.Kesimpulan: Bahwa siswa-siswi SMA Negeri 1 Sliyeg Kabupaten Indramayu memiliki pengetahuan yang baik terhadap abortus provocatus, dan sikap menjauhi terhadap abortus provocatus, serta perilaku religius sehingga dapat menghindari abortus provocatus.
Pendugaan Kualitas Fisik Biji Jagung untuk Bahan Pakan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Berdasarkan Data Citra Digital Adrizal, Adrizal; Anggraini, D.; Novita, N.; Santosa, Santosa; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.272 KB) | DOI: 10.25077/jpi.13.3.183-190.2011

Abstract

The Research intended to study the method of prediction of physical quality of corn kernel of feed stuff using Artificial Neural Network (ANN) based on variables of image data. The image data was used as input of ANN, and the character of corn kernel was the output. The variable of image were index red index, green index, blue index, hue, saturation, intensity, entropy, energy, contras, and homogeneity. The characteristic of corn were intact kernel, broken kernel, damage kernel and moldy kernel. There are two phase of application of ANN; training and validation. The training intend to calibrate the relationship between the image variable and corn kernel characteristics. The validation intend to examine the accuration of prediction. The result of research indicated that the intact kernel less accurate (70%) be predicted by image data, whereas broken kernel, damage kernel and moldy kernel can be predicted accurately (100%). The average of accuracy was 92.5 %. It was conclude that it was need to be improved the quality of image before processing the data to be input to the ANN.