Articles

PENYEBARAN PENCEMAR UDARA DI KAWASAN INDUSTRI CILEGON(THE DISPERSION AIR POLUTANT AT CILEGON INSDUSTRY AREA) Ruhiat, Yayat; Bey, Ahmad; Santosa, Imam; Nelwan, Leopold O.
Jurnal Agromet Indonesia Vol 22, No 1 (2008): June 2008
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.023 KB)

Abstract

The dispersion of the air polution, especially from the industry is much decided by the height of the stack, the higher the stack the farthest pollutant being emitted. To analyze the pollutant dispersion in the industrial area, Screen3 model US-EPA from Environmental Protection Agency, USA is used. This model is used to analyze the pollutant dispersion emiitted by factories. After implementing the model to various atmosphere stability, it is found that the fastest the wind velocity, the bigger the maximum pollutant concentration emitted and the smaller the distance dispersion. After implementing the model with the wind velocity of 2.45 m/s , it is found that the air pollution (SO2) in Pulomerak area, the maximum concentration of pollutan is 252.20 μg/m3 with the dispersion distance of 4664 m. Meanwhile, based on the measurement, with the same wind velocity at the same area, the maximum concentration of the pollutant is of 29.57 μg/m3. Within the atmosphere C to E, the two pollutants spread out at the range of 9921 m to 18800 m from the source.
RUANG WAKTU RITUAL DAN DESAIN INTERIOR Santosa, Imam
Dimensi Interior Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The journey of history is always followed by a mass change that produces new phenomena as the spirit of the age. In this metamorphic context%2C the human space always undergoes changes in its meaning throughout the age. The change of views towards space is then interpreted into a design work with unique characters because apart from truly holding on to the cultural value valid%2C it also moves towards aesthetic idioms with a relative parameter. Thus%2C as an attempt to reconstruct the way of thought that is now in the arrangement of the global cultural cross domain%2C it is a necessity to reminisce the comprehension of the essence of space as the core of the problems in interior designing. The acknowledgement and the search of truth in “good design” truly need to be practiced because with the essence of truth%2C design will always extend and develop according to the context of its time. Abstract in Bahasa Indonesia : Perjalanan sejarah selalu diikuti oleh perubahan masa yang menghasilkan suatu fenomena baru sebagai spirit zaman. Dalam konteks perubahan tersebut ruang manusia selalu mengalami pergeseran makna seiring perjalanan zaman. Pergeseran pandangan terhadap ruang%2C kemudian diterjemahkan ke dalam wujud karya desain dengan berbagai keunikan%2C karena disamping berpegang teguh kepada nilai budaya yang berlaku%2C juga mengacu kepada idiom-idiom estetika dengan parameter yang relative. Untuk itu perlu merenungi kembali pemahaman tentang hakekat ruang sebagai inti dari persoalan desain interior sebagai upaya merekonstruksi kembali kerangka pemikiran yang kini berada dalam domain persilangan budaya global. Penelusuran dan perncarian kebenaran dalam tatanan “good design”%2C merupakan suatu yang perlu terus dilakukan%2C karena dengan hakikat kebenaran%2C desain akan selalu tumbuh dan berkembang sesuai konteks zamannya. space%2C time%2C ritual%2C interior design.
DELIGNIFIKASI BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER) DENGAN EKSTRAK ABU JERAMI PADI DAN KAYU Sulistiawati, Endah; Santosa, Imam
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 10, No 2: Oktober 2012
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan tekstil di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.Selama ini pemenuhan tekstil sebagian besar diimpor dari beberapa negara, antara lain: India, China,dan Jepang. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara agraris, dengan limbah pertanian yang melimpah.Juga tanaman bambu tumbuh subur dan banyak terdapat di negeri ini. Keunggulan serat tekstil bambuadalah bersifat antiseptik, tahan terhadap mikroba. Penelitian ini merupakan salah satu langkah dalampembuatan serat tekstil alami dari bambu petung (Dendrocalamus asper) dan limbah pertanian yaitu abujerami padi dan kayu, yaitu tahap delignifikasi. Tujuan penelitian ini mencari waktu perendaman bambudalam ekstrak abu yang memberikan hasil terbaik.Bambu dipotong dan dibelah tipis, berukuran panjang 15 cm, setebal 0,5 mm. Mula-mulasampel bambu ditimbang (antara 12 sampai 57 gram), lalu direndam dalam ekstrak abu (jerami padi dankayu) sebanyak 500 ml dalam sebuah botol berkapasitas 600 ml dan ditutup. Perendaman dilakukanpada suhu kamar. Waktu perendaman bervariasi dari 4 jam hingga 80 jam. Setelah perendaman selesai,hasil disaring. Sampel filtrat dititrasi untuk diketahui konsentrasi alkali aktifnya. Bambu yang telahdirendam lalu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110ºC sampai berat tetap. Selisih berat antarabambu awal dan akhir (kering) dihitung, dan dianggap sebagai lignin yang terdegradasi.Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padimemberikan hasil yang lebih baik dari pada ekstrak abu kayu, karena pengurangan berat padatan lebihbesar. Hasil yang tertinggi pada perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi selama 76 jam,dengan selisih berat (basis kering) mencapai 44,5%. Kata kunci: delignifikasi; bambu petung; ekstrak abu.
Diseminasi Model Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Pengelolaan Agrowisata Santosa, Imam; Priyono, Rawuh Edy
MIMBAR, Jurnal Sosial dan Pembangunan MIMBAR, Volume 28, No. 2, Tahun 2012 (Terakreditasi)
Publisher : P2U (Pusat Penerbitan Universitas) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi kawasan agrowisata mendesak masyarakat desa masuk perangkap ketunakismaan dan ketunakaryaan, yang pada gilirannya berdampak terhadap kemiskinan berlarut.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan sosial pada proses diseminasi model pemberdayaan masyarakat desa melalui pengelolaan agrowisata berbasis sumberdaya lokal. Lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja di empat kawasan yang menjadi sentral pengembangan agrowisata di wilayah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan ialah su
PEMBUATAN GARAM MENGGUNAKAN KOLAM KEDAP AIR BERUKURAN SAMA Santosa, Imam
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 12, No 1: April 2014
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.523 KB)

Abstract

Di Indonesia garam sebagian besar diperoleh dari Air Laut yang diuapkan, namun demikian persoalan garam merupakan persoalan nasional yang sampai kini tidak kunjung selesai permasalahannya. Disatu sisi kualitas garam nasional kurang memenuhi syarat sebagai garam industri karena kandungan NaCl-nya kurang 97% disisi lain masih rendahnya kualitas kebersihan garam untuk dikonsumsi sebagai makanan. Untuk mendapatkan garam berkualitas baik maka dikembangkan pembuatan garam menggunakan kolam kedap air berukuran sama.Air laut dari pantai goa cemara dianalisa kandungan ion makronya, dibandingkan dengan standar yang ada. Air laut ditampung dalam wadah taransparan yang lebar dan dalam, diamati penurunan ketinggian tiap hari, untuk menghitung laju penguapan harian. Setelah laju penguapan didapatkan dibuat skema tata letak terpal untuk memproduksi garam dari air laut. Skema ini dicoba dengan skala kecil menggunakan ember. Kemudian hasil garamnya dianalisa secara kualitatif.Hasil analisa densitas air laut dari pantai goa cemara sebesar 1,025 gr/cc dengan kandungan padartan 4,131 gr/100 gr air laut. Secara kuantitatif produksi garamnya 80 % dari laut umumnya karena cukup dekat dengan muara, namun kualitas garam yang dihasilkan lebih bagus karena kandungan sulfat yang kecil. Laju penguapan air laut rata-rata per hari adalah 0,5 cm, pada kondisi cuaca yang cerah. Metoda kolam kedap air menjanjikan masa panen garam yang fleksibel, dapat diaplikasikan dengan baik dan menghasilkan garam dengan kualitas yang baik.Kata kunci : air laut, garam, kolam berukuran sama.
Perancangan Animasi 360o Relief Jataka Candi Borobudur bagi Remaja 16-18 Tahun Putra, I Wayan Daryatma; Santosa, Imam; Setiawan, Pindi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 5, No 01 (2019): February 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.323 KB) | DOI: 10.33633/andharupa.v5i01.2019

Abstract

AbstrakCerita relief Jataka pada Candi Borobudur memiliki pesan moral yang penting untuk disampaikan sebagai sarana pendidikan budi pekerti, namun perbedaan zaman menjadi masalah yang menyebabkan cerita relief Jataka tidak dapat dibaca sehingga sulit dimengerti oleh para remaja 16-18 tahun sehingga perlu dilakukan adaptasi cerita ke media yang dapat dimengerti dengan remaja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menyampaikan pesan cerita relief Jataka dengan Bahasa Rupa dan merancang kembali cerita tersebut ke dalam animasi 3600 agar mudah dipahami remaja 16-18 tahun. Metode penelitian ini berupa kualitatif studi kasus relief Jataka Candi Borobudur yang dimulai dengan pengambilan data melalui observasi, studi literatur, wawancara dan kuisioner. Dari hasil pengumpulan data kisah burung pelatuk dan seekor singa pada relief yang akan adaptasikan, hasil kuisioner menunjukan bahwa remaja usia 16-18 tahun aktif mengakses media sosial youtube melalui smartphone selama kurang dari sejam setiap harinya, selain itu mereka juga tertarik dengan animasi 3D dan gaya visual lowpoly. Hasil ini akan digunakan sebagai acuan dalam perancagan animasi 360o. Hasil pengujian animasi 3600 pada situs youtube menunjukkan bahwa media ini dapat membantu menyampaikan cerita relief Jataka dan pesan yang terkandung di dalamnya kepada remaja usia 16-18 tahun. Kata Kunci: animasi 3600, candi Borobudur, relief jataka, remaja  AbstractThe Jataka relief story at Borobudur Temple has an important moral message to convey as a means of character education, but the age difference is a problem that causes Jataka relief stories to be unreadable so that it is difficult for teenagers 16-18 years to understand so that stories need to be adapted to the media understandable with today's teenagers. This study aims to understand and convey the message of Jataka relief stories with Bahasa Rupa and redesign the story into 3600 animation to be easily understood by adolescents 16-18 years old. This research uses a qualitative case study of Jataka Borobudur temple relief`s which begins with data collection through observation, literature study, interviews and questionnaires. The results relief story of woodpecker and a lion that will be adapted, the results from questionnaires show that teens aged 16-18 years actively access youtube social media via smartphones for less than an hour each day, besides they are also interested in 3D animation and lowpoly visual style. These results will be used as a reference in the 3600 animation modeling. The results show that animation 3600 can help convey Jataka relief stories and messages contained therein to adolescents aged 16-18 years. Keywords: 360o animation, Borobudur temple, Jataka relief, teenagers
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA PUBLIK DI KABUPATEN KUDUS (Studi Evaluasi tentang Perencanaan, Ketersediaan, Pemanfaatan, dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Olahraga) Santosa, Imam; Sugiyanto, Sugiyanto; Kristiyanto, Agus
Sport Science Vol 1, No 1 (2014): Sport Science
Publisher : Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Pemerintah merupakan sebuah produk hasil usaha yang dilakukan oleh Pemerintahuntuk memenuhi kebutuhan rakyat salah satunya adalah ketersediaan sarana dan prasarana olahraga publik.Implementasi Kebijakan setiap daerah berbeda-beda menyesuaikan kebutuhan daerah tersebut. Olehkarenanya, diperlukan sebuah studi evaluasi mengenai kebijakan Pemerintah Kabupaten Kudus tentangpenyediaan sarana dan prasarana olahraga publik sehingga memungkinkan dilakukan evaluasi terhadapkebijakan yang sudah ada dan membuat kebijakan baru yang lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan Pemerintah tentang perencanaan, ketersediaan, pemanfaatandan pengelolaan Sarana dan Prasarana olahraga publik di Kabupaten Kudus.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif dengan subyek penelitian kebijakan Pemerintah tentang penyediaan Sarana danPrasarana olahraga publik. Sumber data berupa dokumen peraturan daerah tentang olahraga dan informandari Bupati Kudus, Ketua Komisi D, Kepala Disdikpora, Ketua KONI, dan para Camat se KabupatenKudus dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini yaitu mengkaji dokumen dan arsip (content evaluasion), wawancara mendalam (in-depthinterviewing) dan observasi (observation).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan sarana dan prasarana, Perencanaan penyediaan Saranadan Prasarana olahraga publik di Kabupaten Kudus belum terprogram dengan baik. Peran pemerintahbelum terlihat dengan jelas dalam merencanakan Sarana dan Prasarana olahraga publik di KabupatenKudus. Ketersediaan Sarana dan Prasarana olahraga publik di Kabupaten Kudus belum memadai baiksecara kualitas maupun kuantitas. Mekanisme penyediaan sarana prasarana, Ketersediaan Sarana danPrasarana olahraga publik belum merata pada semua cabang olahraga dan belum merata keseluruhkecamatan yang ada di Kabupaten Kudus. Pemanfaatan Sarana dan Prasarana yang tersedia belummaksimal dan seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan di luar olahraga. Pengelolaan Sarana danPrasarana yang ada belum diperhatikan dengan baik sehingga ada Sarana dan Prasarana yang terbengkalaidan rusak, karena tidak ada perawatan yang memadai, maka diperlukan sarana dan prasarana yang idealdan faktual penyediaan sarana dan prasaran olahraga publik di Kabupaten Kudus
PEMBUATAN GARAM MENGGUNAKAN KOLAM KEDAP AIR BERUKURAN SAMA Santosa, Imam
SPEKTRUM INDUSTRI April 2014
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.523 KB)

Abstract

Di Indonesia garam sebagian besar diperoleh dari Air Laut yang diuapkan, namun demikian persoalan garam merupakan persoalan nasional yang sampai kini tidak kunjung selesai permasalahannya. Disatu sisi kualitas garam nasional kurang memenuhi syarat sebagai garam industri karena kandungan NaCl-nya kurang 97% disisi lain masih rendahnya kualitas kebersihan garam untuk dikonsumsi sebagai makanan. Untuk mendapatkan garam berkualitas baik maka dikembangkan pembuatan garam menggunakan kolam kedap air berukuran sama.Air laut dari pantai goa cemara dianalisa kandungan ion makronya, dibandingkan dengan standar yang ada. Air laut ditampung dalam wadah taransparan yang lebar dan dalam, diamati penurunan ketinggian tiap hari, untuk menghitung laju penguapan harian. Setelah laju penguapan didapatkan dibuat skema tata letak terpal untuk memproduksi garam dari air laut. Skema ini dicoba dengan skala kecil menggunakan ember. Kemudian hasil garamnya dianalisa secara kualitatif.Hasil analisa densitas air laut dari pantai goa cemara sebesar 1,025 gr/cc dengan kandungan padartan 4,131 gr/100 gr air laut. Secara kuantitatif produksi garamnya 80 % dari laut umumnya karena cukup dekat dengan muara, namun kualitas garam yang dihasilkan lebih bagus karena kandungan sulfat yang kecil. Laju penguapan air laut rata-rata per hari adalah 0,5 cm, pada kondisi cuaca yang cerah. Metoda kolam kedap air menjanjikan masa panen garam yang fleksibel, dapat diaplikasikan dengan baik dan menghasilkan garam dengan kualitas yang baik.Kata kunci : air laut, garam, kolam berukuran sama.
EKONOMI KERAKYATAN DAN NEOLIBERALISME Santosa, Imam
MAGISTRA Vol 22, No 74 (2010): Magistra Edisi Desember
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

n/a
KAJIAN ELEMEN PEMBENTUK IDENTITAS GENDER PADA RESTORAN BERTEMA PEREMPUAN DI KOTA BANDUNG SETIAWATI, AAN; SANTOSA, IMAM; WIDIHARJO, WIDIHARJO
Serat Rupa Journal of Design Vol 1 No 1 (2016): SRJD-JANUARY
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2608.037 KB) | DOI: 10.28932/srjd.v1i1.442

Abstract

This research is a study of gender identity element at female-themed restaurants in Bandung city. The case study of this research is restaurant Roemah Nenek and Nanny's Pavillon. This study is a qualitative test based on the theory that concern in the aspects of the implementation of gender identity in the restaurant interior elements. The result form this research is gender identity context at Restoran Roemah Nenek and Nanny's Pavillon is formed from the brand and the nature of the interior elements that have a correlation with the stereotypical understanding about the nature of female. Restaurant interior elements generally show consistency of meaning, that is the concept of the restaurant has a similar meaning and mutual support against the interior elements as identity of the restaurant. Thus, there is no difference in meaning and elements correlation to the perception of the observer about the restaurant. Perception observers show the same consistency of expression between the nature of objects and the nature that appear on female characters. Keywords: female; gender; identity; interior; thematic