p-Index From 2014 - 2019
9.997
P-Index
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Pengaruh Pemberian Madu pada Diare Akut

Sari Pediatri Vol 12, No 5 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Diare masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, tahun 2003 angka kesakitandiare meningkat menjadi 374 per 1.000 penduduk dan episode pada balita 1,08 kali per tahun, meningkatdibandingkan tahun 1996. Hasil studi laboratorium dan uji klinis, madu murni memiliki aktivitas bakterisidalyang dapat melawan beberapa organisme enteropathogenic.Tujuan. Menilai dan membuktikan bahwa pemberian madu pada pasien diare akut akan mengurangifrekuensi diare, lama rawat, dan meningkatkan berat badanMetode. Randomized controlled trial tersamar tunggal pada 70 subyek diare akut dengan diare ringan sedang,yang dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok suplementasi madu dan kontrol.Hasil. Perbedaan frekuensi diare antara 2 kelompok terjadi pada hari ke-2 (IK95% -2,87;-0,22), hari ke-4(IK95% -1,52;-0,08) dan hari ke-5 (IK95% -0,99;-0,04), p<0,05. Rerata lama rawat diare cair akut padakelompok suplementasi madu 59,46 jam (±3,89), kelompok kontrol 71,20 jam (±3,89) dengan nilai p=0,036(IK95% -22,71;-0,77). Perawatan hari ke 3 kelompok suplementasi madu mengalami kesembuhan 50%,kelompok kontrol 25%. Proporsi kenaikan berat badan pada kelompok suplementasi 82,9% sedangkankelompok kontrol 80% dengan nilai p=0,947.Kesimpulan. Pemberian madu terbukti menurunkan frekuensi diare pada hari ke 2, 4, dan 5, memperpendeklama perawatan serta kesembuhan 50% yang terjadi di hari ke-3.Tidak terdapat perbedaan kenaikan beratbadan pada kedua kelompok.

Korelasi Kadar Plasminogen Activator Inhibitor-1 (PAI-1) Plasma dengan Enzim Transaminase Serum pada Demam Berdarah Dengue

Sari Pediatri Vol 12, No 1 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Plasminogen activator inhibitor-1 (PAI-1) adalah inhibitor fibrinolisis yang berperan padapatogenesis demam berdarah dengue (DBD). Peningkatan PAI-1 akan menyebabkan peningkatan statusprokoagulasi yang menyebabkan terbentuknya mikrotrombi dan menyebabkan gagal multi organ dan kematian.Serum SGOT dan SGPT digunakan sebagai penanda kerusakan hepatoselular. Peningkatan kadar keduapenanda ini dapat menjadi indikator keparahan penyakit DBD.Tujuan. Mengetahui korelasi antara PAI-1 plasma terhadap SGOT dan SGPT serumMetode. Penelitian observasional analitik dengan cross sectional time series. Subjek adalah pasien DBD yangdirawat di bangsal anak RSUP Dr. Karyadi selama bulan Juli 2005 –Juli 2006, berusia 3-14 tahun yangbersedia berpartisipasi secara tertulis. Dilakukan pemeriksaan kadar PAI-1 dan SGOT, SGPT pada hari ke0 dan 2, di Lab Patologi Klinik RSDK menggunakan alat Dade Behring seri Dimension RXL. Dilakukanuji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan PAI-1 dengan SGOT dan SGPTHasil. Jumlah subjek penelitian 49 orang. Sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan rerata umur(7,3±2,7) tahun, rerata kadar PAI-1 hari 0 (98,8±142,60 ng/ml) lebih tinggi daripada hari ke 2 (55,1±29,59ng/ml) ; p=0,001. Kadar SGOT hari ke 0 (173,3 ± 159,11) U/L lebih tinggi daripada hari ke 2 (132,3 ±110,78) U/L p<0, sedangkan serum SGPT hari ke 2 (72,4 ± 68,92 U/L) lebih tinggi daripada hari ke 0(65,1 ± 49,35 U/L) p=0,8 .Uji korelasi kadar PAI-1 dengan serum SGOT dan SGPT hari ke 0 (r=0,33,p=0,02)dan (0,49 p<0,001); hari ke 2 (r=0,30 p=0,03) dan (r=0,35, p=0,01)Kesimpulan. Terdapat korelasi positif derajat lemah antara kadar PAI-1 plasma dengan kadar SGOT danSGPT serum pada pemeriksaan hari ke-0 dan ke-2. (

Perbedaan Frekuensi Defekasi dan Konsistensi Tinja Bayi Sehat Usia 0–4 Bulan yang Mendapat Asi Eksklusif, Non Eksklusif, dan Susu Formula

Sari Pediatri Vol 13, No 3 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Pola defekasi masa bayi sangat bervariasi, sehingga diperlukan data pola defekasi normalpada bayi yang mendapat ASI atau susu formula.Tujuan. Untuk mengetahui adanya perbedaan frekuensi defekasi dan konsistensi tinja bayi sehat umur 0–4bulan yang mendapat ASI eksklusif, non eksklusif, dan susu formula.Metode. Penelitian observasional longitudinal, prospektif, metode time series. Dilakukan di RSUP Dr.Kariadi,RS Kota Semarang, dan RS St Elizabeth Semarang. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi diamati padausia 0–4 bulan. Sampling dengan purposive random, dikelompokkan sesuai dengan jenis diet (ASI ekslusif,non ekslusif, dan susu formula). Frekuensi defekasi adalah jumlah berapa kali defekasi/hari selama tiga hariterakhir. Konsistensi tinja adalah tingkat kepadatan atau bentuk tinja sesuai American baby stool form, dicatatpada hari pertama, ketiga dan ketujuh, bulan pertama sampai keempat. Analisis statistik menggunakan UjiChi square, Kruskal Wallis, dan Friedman.Hasil. Subjek terdiri dari 73 bayi.Terdapat perbedaan bermakna rerata frekuensi defekasi pada ketigakelompok ASI eksklusif, non- eksklusif, dan susu formula pada hari ketiga (p=0,05), ketujuh (p=0,00),bulan ketiga (p=0,01) dan keempat (p=0,01), namun tidak bermakna pada hari pertama (p=0,293), bulanpertama (p=0,30), dan kedua (p=0,19). Terdapat penurunan bermakna frekuensi defekasi bayi ASI eksklusifdari bulan pertama sampai keempat (p=0,00). Terdapat perbedaan bermakna konsistensi tinja hari pertama(p=0,028) ketiga (p=0,005), ketujuh (p=0,00) bulan pertama sampai keempat masing-masing (p=0,00), tidakterdapat hubungan bermakna frekuensi defekasi dengan konsistensi tinja pada hari pertama (p=0,405), bulanpertama (p=0,059),dan kedua (p=0,068). Terdapat hubungan bermakna frekuensi defekasi dengan konsistensitinja pada hari ketiga (p=0,041), ketujuh (p=0,00), bulan ketiga (p=0,013), dan keempat (p=0,049).Kesimpulan. Rerata frekuensi defekasi bayi kelompok ASI eksklusif pada bulan pertama lebih tinggidibandingkan kelompok lain. Terdapat perbedaan frekuensi defekasi pada ketiga kelompok bayi sehat padahari ketiga, ketujuh, bulan ketiga, dan keempat Terdapat perbedaan konsistensi tinja pada ketiga kelompok.Terdapat hubungan frekuensi defekasi dengan konsistensi tinja pada hari ketiga, ketujuh, bulan ketiga, dankeempat.

Pengaruh Suplementasi Seng dan Probiotik Terhadap Kejadian Diare Berulang

Sari Pediatri Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Angka kesakitan diare pada balita di negara berkembang masih tinggi. Pada beberapa penelitian terbukti efek seng dan probiotik masing masing dalam mencegah diare dapat menurunkan angka kejadian. Namun pemberian secara bersamaan belum banyak diketahui. Tujuan.Membuktikan pengaruh suplementasi seng dan probiotik secara bersamaan pasca perawatan diare akut pada anak terhadap kejadian diare berulang.Metode. Penelitian kohort prospektif lanjutan Studi I “Pengaruh suplementasi seng dan probiotik terhadap durasi diare akut cair anak”, selama 3 bulan. Subjek adalah 75 anak usia 6-24 bulan pasca rawat diare akut cair di RS Dr. Kariadi Semarang. Pengelompokkan dilakukan secara acak menjadi 4 kelompok, kelompok I hanya mendapat terapi baku tanpa suplementasi, kelompok II mendapat suplementasi seng, kelompok III diberikan suplementasi probiotik, dan kelompok IV kombinasi seng-probiotik. Setiap kelompok mendapat terapi baku, rehidrasi, dan dietetik. Uji statistik menggunakan analisis kesintasan untuk mengetahui kejadian diare berulang, uji Kruskal Wallis untuk perbedaan frekuensi dan lama diare.Hasil. Kelompok suplementasi seng- probiotik bersamaan memiliki rerata survivaldiare berulang terlama yaitu 10,94 minggu (CI 95% 9,24 -12,65), dibanding kelompok lainnya, meskipun secara statistik tidak berbeda bermakna (p=0,892). Frekuensi maupun lama diare berulang keempat kelompok pada bulan pertama, kedua dan ketiga pasca suplementasi secara statistik tidak berbeda bermakna.Kesimpulan. Pemberian suplementasi seng- probiotik bersamaan berpengaruh dalam memberikan rerata perlindungan terhadap terjadinya diare berulang lebih lama. Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam rerata survivaldiare berulang, lama dan frekuensi diare berulang di antara keempat kelompok.

Co-Authors Abdurrahman, Ahmad Fauzan Abiyoga, Gerald Arsa Adhiyaksa Ade Lia D. Safitri Adrianus Yosep Ago, Adrianus Yosep Agus Sasmito Aribowo Ahmad Warsun Ali Ridho Barakbah Andri S, Andri Andri Sukeksi Anin, Vitry Agrida Anissa Wulandari, Anissa Antariksa Antariksa Ari Yanuar Ridwan, Ari Yanuar Ari Yanuar, Ari Bambang Utoyo Boyke Frahmana, Boyke Budi Sulistyo Budianto, Anwar Budiyono Budiyono Buru, Romika Jibrael Dalin, Yulianus Dani Satyawan Deniswara, Cindy Dessyanto Boedi P Destaria Madya Verawaty, Destaria Madya Dida Diah Damayanti Didi Setya, Didi Didik Sumanto Dinda Sekar Putri, Dinda Sekar Djoko Legono Dwi Sulistyoningsih Dwiska Aini Nurrahma, Dwiska Aini Eka Fitasari Eka Puji Hastuti, Eka Puji Ekawati, Fitri Eko Prasetyo Nugroho Endang Purwaningsih Erik Kurniawan, Erik Ethica, Stalls Norma Fajar Kurnia Fani Yayuk Supomo Fauzia Hulopi Gita Purnama Sari, Gita Purnama Hairurraziqin Hairurraziqin, Hairurraziqin Hananta, Yan’s Dianaga Hani Purnamasari, Hani Hariyadi Hariyadi Hariyana, Bambang Helmi Helmi Henna Ria Sunoko, Henna Ria Henna Rya Sunoko Henna Rya Sunoko Herry Sofyan Hertanto Wahyu Subagio Hertanto Wahyu Subagyo Heru Cahya Rustamaji I Ketut Eddy P, I Ketut I Ketut Eddy P. I Made Tasma Ial Irwan Arahman, Ial Irwan Indraloka, Dwi Smaradahana Irfan Suliansyah Jerrystama Abipradja, Jerrystama Juwairiah Juwairiah Karuniawati, Fenty Kgs Ahmadi Khoiriyatuinnisa, Khoiriyatunnisa Kisdjamiatun RMD Lanang, Fransiskus Lisa Dwi Wulandari Lisyani S Lisyani Suratmo, Lisyani Maharani, Dias Mangaras Yanu Florestiyanto, Mangaras Yanu Markus Priharjanto, Markus Maya Putri Arumsari, Maya Putri Mona Nabilah, Mona Muhamad Yunus Muhammad Riski, Muhammad Nanda, Angelica Mega Ni Putu Aniek Mahayani, Ni Putu Aniek Niken Puruhita Njurumana, Yermias Yiwa Noverita Rochsitasari, Noverita Nugroho, Febri Satrio Nurdiansyah Rudi, Nurdiansyah Oliver Samuel Simanjuntak Panjang, Meha Tara Perwira, Rifki Pramono Sasongko Prasetyo, Muhammad Bagus Prasetyo, Nanda Isdian Putra, Ludfie Hardian Ragil Saptaningtyas, Ragil Rahmat Adeputra, Rahmat Rahmawati, Atina Ranny Wahyu Ningrat Ratna Wulan Sari Ratomesang, Richardo Pelipus Boru Rejeki, VG. Sri Riangsari, M.F. Devita Rifki Indra Perwira Rifky Satya Wicaksono, Rifky Satya Rini Megawati Rio Aurachman, Rio Rizalditya, Putra Bintang Rr. M.I. Retno Susilorini Rudi Theo Satrio, Rudi Theo Rusdiana, Endang Sihombing, Ezra Siti Aisah Sofi Fauziah, Sofi Sofyan Cholid, Sofyan Sri Darmawati Sri Subanti Stefanus Eko Wiratno, Stefanus Sugiyono Sugiyono Suhartono Suhartono SUHARYANTO SUHARYANTO Suliana, Gatut Sumiyarti Sumiyarti, Sumiyarti Susilorini, Rr. M. I. Retno Susilorini, Rr.M.I Rretno Susilorini, Rr.M.I. Retno Tahta Alfina Tantalu, Lorine Tatty Ermin Taus, Dominika Sone Tiananda Widyarini Timba, Margaretha Kahi Umar Affandi Veronika Veronika Waenah . . Wahon, David Dolu Aman Wahyu Ari Widiyastuti, Wahyu Ari Wijiati, Irma Wilis Kaswidjanti Wirawan Wirawan Yan Indra Putra, Yan Indra Yoyon K. Suprapto Yoyon K. Suprapto Yuhefizar Yuhefizar Yurinda Amalia, Yurinda