Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Fakultas Pertanian

PEMBUATAN YOGHURT DARI KULIT PISANG AMBON SERTA ANALISA KELAYAKAN USAH (PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENSTABIL) Ago, Adrianus Yosep; Wirawan, Wirawan; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.296 KB)

Abstract

Yoghurt adalah salah satu minuman fermentasi menggunakan bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan konsenterasi zat penstabil bahan terhadap sifat fisiko kimia yoghurt kulit pisang Ambon. konsentrasi dan penstabil yang tepat untuk menghasilkan yoghurt kulit pisang dengan kualitas kimia dan fisik yang terbaik. Target dari penelitian ini adalah menentukan yoghurt dengan kualitas fisik dan kimia yang paling baik sehingga layak untuk diusahakan serta menambah keanekaragaman pengolahan kulit pisang ambon disamping memperkaya pembuatan yoghurt menggunakan susu kulit buah-buahan. Tahap penelitian ini mencakup pembuatan susu kulit pisang ambon yang kemudian dijadikan sebagai media fermentasi. Banyaknya konsentrasi dan jenis penstabil juga diperhatikan guna memperoleh hasil yang paling baik. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor, faktor yang diteliti yaitu faktor I adalah jenis penstabil (B) yang terdiri atas 3 jenis : B1=CMC, B2=Agar dan B3=Keragenan dan faktor II adalah konsentrasi penstabil (S) yang terdiri atas 3 level : S1=0,5%, S2=0,75 % dan S3=1 %.dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B1S2 memberikan hasil yang terbaik dengan kriteria sebagai berikut Kadar abu, 0.8 viskositas 5516.7CPS warna cerah (L) 74,6 Analisa kelayakan usaha pada yoghurt Kulit pisang ambon diperoleh keuntungan Rp 62.016.273/tahun dengan total produksi 120.000 botol pertahun. Dengan modal diperoleh dari ekuitas sendiri
ANALISIS KELAYAKAN USAHA SELAI LEMBARAN NANAS (Ananas comosus (L) Merr) Veronika, Veronika; Santosa, Budi; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Business Feasibility Analysis is an analysis of feasibility in an agricultural product-based production unit. This study aims to calculate the feasibility of making pineapple jam (Ananas comosus (L) Merr). The results of the proportion of pineapple jam with tapioca flour and carrageenan in the manufacture of the best pineapple jam are found in the proportion of 70% pineapple jam, 25% tapioca and 5% carrageenan. After getting the best treatment, it will be continued by analyzing the feasibility of the business. Parameters for calculating business feasibility analysis are HPP (Cost of Goods Sold), BEP (Break Event Point), selling price, net profit per day. After conducting a business feasibility analysis of making sheet pineapple jam with tapioca and carrageenan in this study it is worth trying. The calculation of business feasibility analysis in this study is the value of HPP Rp.5,020 / packaging, BEP Rp. 83,316,877, -, the selling price of Rp. 5,773 / package, net profit per day Rp. 52,710 (RCR) of 1.15. Analisis Kelayakan Usaha merupakan analisis kelayakan pada suatu unit produksi yang berbasis hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kelayakan usaha pembuatan selai lembaran nanas (Ananas comosus (L) Merr). Hasil dari proporsi selai nanas dengan tepung tapioka dan karagenan pada pembuatan selai lembaran nanas terbaik terdapat pada proporsi selai nanas 70%, tapioka 25% dan karagenan 5%. Setelah mendapatkan perlakuan terbaik maka akan dilanjutkan dengan menganalisis kelayakan usahanya. Parameter untuk menghitung analisis kelayakan usaha yaitu HPP (Harga Pokok Penjualan), BEP (Break Event Point), harga jual, keuntungan bersih per hari. Setelah melakukan analisis kelayakan usaha terhadap pembuatan selai nanas lembaran dengan tapioka dan karagenan pada penelitian ini layak diusahakan. Perhitungan analisis kelayakan usaha pada penelitian ini yaitu nilai HPP Rp.5.020/kemasan, BEP Rp. 83.316.877,-, harga jual Rp. 5.773/kemasan, keuntungan bersih per hari Rp. 52.710 (RCR) sebesar 1,15.
PEMANFAATAN LIMBAH AIR KELAPA DAN ASAM SITRAT UNTUK MEMPERPANJANG KESEGARAN BUNGA POTONG SEDAP MALAM (Polianthes tuberose) Hairurraziqin, Hairurraziqin; Santosa, Budi; Ahmadi, Kgs
Fakultas Pertanian Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.857 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik aor kelapa dan asam sitrat dalam upaya untuk memperpanjang kesegaran bunga potong sedap malam. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Rekayasa Proses Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Langkap (RAL) dua faktor dengan dua ulangan. Faktor yang pertama adalah konsentrasi air kelapa (0%, 1%, 2%, 3% dan 4%) dan faktor yang kedua konsentrasi asam sitrat (0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm dan 400 ppm). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi air kelapa 3% dan asam sitrat 300ppm dengan lama kesegaran bunga 9 hari, presentase bunga mekar 6.05%
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN NATA DE COCO MENGGUNAKAN SUMBER NITROGEN UREA Taus, Dominika Sone; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata is one functional food product which similar with a floating gel obtained from Acetobacter xylinum fermentation. The study aimed to determine the feasibility study of nata produce from various urea nitrogen sources. Urea is one of the sources of inorganic nitrogen with a nitrogen content reaching 46,50%. The Nata de coco production with the addition of 2 grams of urea nitrogen, 40 grams of sugar, 500 ml of coconut water, and 20 ml of acetic acid is feasible to work with Rp 3,559.68 / 200 ml of HPP. The selling price per cup is Rp 4,093.63 / 200 ml. The net profit per day obtained was Rp. 29,901.2 and BEP per year was Rp. 31,212,580.71 and RCR was 1.15. Nata adalah salah satu produk makanan fungsional yang mempunyai kemiripan seperti gel yang terapung di atas permukaan yang diperoleh dari hasil fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan perlakuan terbaik dalam pembuatan nata de coco. Untuk mengetahui analisa usaha pembuatan nata dengan penambahan sumber nitrogen urea. Urea merupakan salah satu sumber nitrogen anorganik dengan kandungan nitrogen mencapai 46,50%. Produksi Nata de coco dengan penambahan sumber nitrogen urea 2 gr, gula 40 gr, air kelapa 500 ml, dan asam asetat 20 ml layak di usahakan dengan HPP Rp 3.559,68/200 ml. Harga jual per cup adalah Rp 4.093,63/200 ml. Keuntungan bersih perhari yang diperoleh adalah Rp 29.901,2 dan BEP per tahun adalah Rp 31.212.580,71 dan RCR sebesar 1,15.
ANALISA USAHA PEMBUATAN MIE KERING DARI PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KELADI TERMODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN LESITIN Dalin, Yulianus; Santosa, Budi; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the business of making dried noodles with the proportion of flour and modified taro flour and the addition of lecithin. Analysis was carried out on the best treatment. This study used two treatments, namely the perporion of flour consisting of 5 levels of 90% and 10%, 80% and 20%, 70% and 30%, 60% and 40%, 50% and 50% and the addition of lecithin consisting of 2 levels, namely 0 , 3% and 0.5%. The best treatment is determined by calculating the yield value (NH). Business analysis is calculated based on HPP, BEP and RCR. The results showed the highest yield value (NH) was found in the proportion of 50% wheat flour and 50% modified taro flour and the addition of 0.5% lecithin so that the treatment used as a benchmark for business analysis. Calculation of business analysis in making dry noodles needed in 1 year is Rp. 13,190,000, with a production capacity of 1 year which is equal to 30,000 packs, the depreciation is Rp. 554,333.33, then HPP can be obtained in the amount of Rp. 2,492.38, The net selling price per day is Rp. 3,115.48, By determining a profit of 25%. Net profit per day is Rp.62,310, BEP The unit obtained is Rp.12,753.33, BEP The price obtained is Rp.37,685,714.29 and RCR = 1.25 which means that the dry noodle business is profitable and feasible because RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha pembuatan mie kering dengan proporsi tepung terigu dan tepung keladi termodifikasi serta penambahan lesitin. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu perporsi tepung yang terdiri 5 level 90% dan 10%, 80% dan 20%, 70% dan 30%, 60% dan 40%, 50% dan 50% serta penambahan lesitin yang terdiri 2 level yaitu 0,3% dan 0.5% . Perlakuan terbaik ditentukan dengan menghitung nilai hasil (NH). Analisa usaha dihitung berdasrkan HPP, BEP dan RCR. Hasil penelitian menunjukan nilai hasil (NH) tertinggi terdapat pada proporsi tepung terigu 50% dan tepung keladi termodifikasi 50% serta penambahan lesitin 0,5% sehingga perlakuan yang dijadikan patokan untuk analisa usaha. Perhitungan analisa usaha dalam pembuatan mie kering yang dibutuhkan dalam 1 tahun yaitu sebesar Rp. 13.190.000, dengan kapasitas produksi selama 1 tahun yaitu sebesar 30.000 bungkus, depresiasinya adalah sebesar Rp. 554.333,33, maka dapat diperoleh HPP sebesar Rp. 2.492,38, Harga jual bersih perhari sebesar Rp. 3.115,48, Dengan menentukan keuntungan sebesar 25%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp.62.310, BEP Unit yang diperoleh yaitu sebesar Rp.12.753,33, BEP Harga yang diperoleh yaitu sebesar Rp 37.685.714,29 dan RCR = 1,25 yang artinya usaha mie kering ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR > 1.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG GEMBILI SERTA PROPORSI MARGARIN DAN BLONDO DALAM PEMBUATAN CAKE SERTA ANALISA USAHANYA Anin, Vitry Agrida; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cake was made from a dough mixed from of flour, sugar, eggs, salt, and fat which is. The aim of the study was to determine of wheat flour and lesser yam flour with the proportion of blondo and margarine in making cakes and it feasibility study. This experiment was conducted using a randomized block design (RBD) with 2 factors. Factor (1) proportion of wheat flour and gembili flour with 3 levels of treatment, factor (2) proportion of blondo and margarine with 4 levels of treatment and repeated 2 times to obtain 24 samples. The results showed that the best treatment in the proportion of flour and gembili flour (75%: 25%) and the proportion of blondo and margarine (40%: 60%) with parameters of ash content of 6.18%, protein 7.95%, water 21.19 %, texture 3.06%, color 4.3 (like), aroma 3.93 (neutral), and flavor 4.13 (like). Cake adalah terbuat dari adonan yang merupakan campuran dari tepung, gula, telur, garam, dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi tepung terigu dan tepung gembili dengan proporsi blondo dan margarine dalam pembuatan cake serta analisa usahanya. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor (1) proporsi tepung terigu dan tepung gembili dengan 3 taraf perlakuan, faktor (2) proporsi blondo dan margarine dengan 4 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga memperoleh 24 sampel. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa perlakuan terbaik pada proporsi tepung terigu dan tepung gembili (75% : 25%) serta proporsi blondo dan margarine (40% : 60%) dengan parameter kadar abu 6,18%, protein 7,95%, air 21,19%, tekstur 3,06%, warna 4,3 (suka), aroma 3,93 (netral), dan rasa 4,13 (suka).
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG UBI JALAR KUNING (Ipomea batatas L) DENGAN PENAMBAHAN BLONDO SEBAGAI SUBTITUSI MARGARIN PADA PEMBUATAN CAKE Timba, Margaretha Kahi; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cake is a cake made from a mixture of flour, sugar, eggs, salt, aroma, and fat which is developed with or without the developers ingredients. This study aims to determine the proportion of wheat flour and yellow sweet potato flour as well as the proportion of blondo and margarine in cake making. The research design used was a factorial randomized block design with 2 replications. The first factor is the proportion of wheat flour and yellow sweet potato flour with 3 levels of treatment and the second factor is the proportion of blondo and margarine with 4 levels of treatment. The best treatment for making yellow sweet potato cakes the method of effectiveness in the treatment of 50% flour, 50% sweet potato, 40% blondo, and 60% margarine with a total yield (NH) 0.825. with the meter moisture content 4.35%, ash content 4.33%, protein content 17.51%, texture content 30.26%, taste 4.05 (likes), aroma 3.90 (neutral), color 3, 83 (likes). Cake adalah kue yang terbuat dari campuran adonan dari tepung, gula, telur, garam, aroma, dan lemak yang dikembangkan dengan atau tanpa bahan pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tepung terigu dan tepung ubi jalar kuning serta proporsi blondo dan margarin pada pembuatan cake. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama yaitu proporsi tepung terigu dan tepung ubi jalar kuning degan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu degan proporsi blondo dan margarin dengan 4 taraf perlakuan. Perlakuan terbaik pembuatan cake ubi jalar kuning diperoleh pada perlakuan yaitu tepung terigu 50%, ubi jalar 50%, blondo 40%, dan margarin 60% dengan total nilai hasil (NH) 0.825. dengan para meter kadar air 4,35%, kadar abu 4,33%, kadar protein 17,51%, kadar tekstur 30,26%, rasa 4,05(suka), aroma 3,90 (netral), warna 3,83 (suka).
PENGARUH VARIETAS JAGUNG PADA PEMBUATAN KERUPUK JAGUNG Wahon, David Dolu Aman; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of various corn varieties on the quality of corn crackers. Corn used is yellow corn (K), hybrid corn (H), pulverized corn (P) and ordinary white corn (Ph). This study used a single factor Complete Randomized Design, namely corn varieties. The formulations used are K (1 kg yellow corn, 80% starch and 20% flour), H (hybrid corn, 80% starch and 20% flour), P (pulut corn, 80% starch and wheat flour 20%), Ph (ordinary white corn, 80% starch and 20% flour). Repetition is done six times. The results showed that pulutized corn (P) could produce corn crackers of the highest quality physically, chemically and sensory. This formulation produced the composition of water content, ash content, fiber content, and texture of 8.82%, 2.52%, 6.03% and 18.38% respectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai varietas jagung terhadap kualitas kerupuk jagung. Jagung yang digunakan yaitu jagung kuning (K), jagung hibrida (H), jagung pulut (P) dan jagung putih biasa (Ph). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yaitu varietas jagung. Formulasi yang digunakan yaitu K (jagung kuning 1 kg, tepung kanji 80 % dan tepung terigu 20 %), H (jagung hibrida, tepung kanji 80 % dan tepung terigu 20 %), P (jagung pulut, tepung kanji 80 % dan tepung terigu 20 %), Ph (jagung putih biasa, tepung kanji 80 % dan tepung terigu 20 %). Pengulangan dilakukan sebanyak enam kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa jagung pulut (P) dapat menghasilkan kerupuk jagung dengan kualitas terbaik secara fisik, kimia dan sensoris. Formulasi ini menghasilkan komposisi kadar air, kadar abu, kadar serat, dan tekstur masing – masing yaitu 8,82 %, 2,52 %, 6,03 %, dan 18,38 %.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KUE PITA MENGGUNAKAN MOCAF (Modified Cassava Flour) Buru, Romika Jibrael; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cake pita is a typical snack from East Nusa Tenggara, this snack is made by frying after batter is printed, pita cake is classified as a pastry made from flour, wheat flour contains a protein called gluten, this gluten protein is actually not good for human health. Because it is difficult to digest by the digestive system, so one is looking for low-protein sources mocaf. The purpose of this study was to analyze the business feasibility of making cake Pita with mocaf. The analytical study of the business of making cake pita with this mocaf source used calculations to find out the total investment costs and production costs needed. The calculated the calculation of Break Event Point (BEP), Basic of Production and Price of Selling (HPP), Revenue Cost Ratio (RCR). This research also tried to find out the profits both monthly and yearly term. The business analysis calculation results showed that the making of cake pita with mocaf source the HPP production was IDR . 6.325,00/ pack, the HPP sales with 15% interest was IDR 12,487,00/ pack. The BEP was IDR 88.728.000,00, andthe RCR 1,15 so that the business is feasible. Kue pita merupakan makanan kecil khas Nusa Tenggara Timur, di buat dengan cara di goreng setelah adanon dicetak, kue pita tergolong sebagai kue kering yang terbuat dari bahan baku terigu, terigu mengandung protein gluten sebenar nya tidak bagus untuk kesehatan manusia. Karena sulit di cerna oleh sistem pencernaan, sehingga di cari sumber rendah protein salah satunya adalah mocaf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisa usaha pembuatan kue pita menggunakan mocaf. Penelitian usaha pembuatan kue pita menggunakan mocaf ini menggunakan perhitungan total biaya investasi dan biaya produksi yang dibutuhkan. Kemudian mencari perhitungan Break Event Point(BEP), Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan (HPP), Revenue Cost Ratio (RCR).Dan juga mencari keuntungan baik dalam jangka waktu bulanan dan tahunan. Hasil perhitungan menunjukkan pembuatan kue pita menggunakan mocaf layak diusahakan karena HPP produksi Rp . 6.325,00/bungkus, HPP penjualan dengan bunga 15% adalah Rp 12,487,00/bungkus. Dengan BEP Rp 88.728.000,00, dan RCR 1,15 sehingga usaha layak dijalankan.
ANALIS USAHA PEMBUATAN TEPUNG KELADI TERMODIFIKASI MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE Lanang, Fransiskus; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the business of making modified taro flour using Saccharomyces cerevisiae. Saccharomyces cerevisiae used in this modification process uses a concentration of 10%. The business analysis parameters used include Cost of Goods Sold (HPP), Break Event Points (BEP), Revenue Cost Ratio (RCR), Payback Period (PP). The results of the study show that the total production costs needed within 1 year are Rp. 187,864,000, - with a production capacity of 62,400 packs, the depreciation was Rp. 145,000, then you can get a Cost of Sales (HPP) of Rp. 3012.97 / bks. The selling price of packaging is Rp. 3464.92 / bks by determining a profit of 15%. Net profit per day is Rp. 90,390. Break Event Point (BEP), which is obtained in the amount of Rp. 111.111.111, Payback Period (PP) = 6 and Revenue Cost Ratio (RCR) = 1.15 which means that the modified taro flour business is profitable and feasible to be cultivated because of RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha pembuatan tepung keladi termodifikasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam proses modifikasi ini menggunakan konsentrasi 10%. Parameter analisa usaha yang digunakan meliputi Harga Pokok Penjualan ( HPP), Break Event Point ( BEP), Revenue Cost Ratio (RCR), Payback Periode (PP). Hasil penelitian menunjukan total biaya produksi yang dibutuhkan dalam waktu 1 tahun yaitu sebesar Rp. 187.864.000,- dengan kapasitas produksi sebesar 62.400 bungkus, depresiasinya adalah sebesarRp. 145.000, maka dapat diperoleh Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp. 3012,97/bks. Harga jual kemasan adalah Rp.3464,92/bks dengan menentukan keuntungan sebesar 15%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp.90.390. Break Event Point ( BEP), yang diperoleh yaitu sebesar Rp. 111.111.111, Payback Periode (PP)= 6 dan Revenue Cost Ratio (RCR) = 1,15 yang artinya usaha tepung keladi termodifikasi ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR> 1.
Co-Authors Abdurrahman, Ahmad Fauzan Abiyoga, Gerald Arsa Adhiyaksa Ade Lia D. Safitri Adrianus Yosep Ago, Adrianus Yosep Agus Sasmito Aribowo Ahmad Warsun Ali Ridho Barakbah Andri S, Andri Andri Sukeksi Anin, Vitry Agrida Anissa Wulandari, Anissa Antariksa Antariksa Ari Yanuar Ridwan, Ari Yanuar Ari Yanuar, Ari Bambang Utoyo Boyke Frahmana, Boyke Budi Sulistyo Budianto, Anwar Budiyono Budiyono Buru, Romika Jibrael Dalin, Yulianus Dani Satyawan Deniswara, Cindy Dessyanto Boedi P Destaria Madya Verawaty, Destaria Madya Dida Diah Damayanti Didi Setya, Didi Didik Sumanto Dinda Sekar Putri, Dinda Sekar Djoko Legono Dwi Sulistyoningsih Dwiska Aini Nurrahma, Dwiska Aini Eka Fitasari Eka Puji Hastuti, Eka Puji Ekawati, Fitri Eko Prasetyo Nugroho Endang Purwaningsih Erik Kurniawan, Erik Ethica, Stalls Norma Fajar Kurnia Fani Yayuk Supomo Fauzia Hulopi Gita Purnama Sari, Gita Purnama Hairurraziqin Hairurraziqin, Hairurraziqin Hananta, Yan’s Dianaga Hani Purnamasari, Hani Hariyadi Hariyadi Hariyana, Bambang Helmi Helmi Henna Ria Sunoko, Henna Ria Henna Rya Sunoko Henna Rya Sunoko Herry Sofyan Hertanto Wahyu Subagio Hertanto Wahyu Subagyo Heru Cahya Rustamaji Husada, Hendrianto I Ketut Eddy P, I Ketut I Ketut Eddy P. I Made Tasma Ial Irwan Arahman, Ial Irwan Irfan Suliansyah Jerrystama Abipradja, Jerrystama Juwairiah Juwairiah Karuniawati, Fenty Kgs Ahmadi Khoiriyatuinnisa, Khoiriyatunnisa Kisdjamiatun RMD Lanang, Fransiskus Lisa Dwi Wulandari Lisyani S Lisyani Suratmo, Lisyani Maharani, Dias Mangaras Yanu Florestiyanto, Mangaras Yanu Markus Priharjanto, Markus Martin Simanjuntak Maya Putri Arumsari, Maya Putri Mona Nabilah, Mona Muhamad Yunus Muhammad Riski, Muhammad Nanda, Angelica Mega Ni Putu Aniek Mahayani, Ni Putu Aniek Niken Puruhita Njurumana, Yermias Yiwa Noverita Rochsitasari, Noverita Nugroho, Febri Satrio Nurdiansyah Rudi, Nurdiansyah Oliver Samuel Simanjuntak Panjang, Meha Tara Perwira, Rifki Pramono Sasongko Prasetyo, Muhammad Bagus Prasetyo, Nanda Isdian Putra, Ludfie Hardian Ragil Saptaningtyas, Ragil Rahmat Adeputra, Rahmat Rahmawati, Atina Ranny Wahyu Ningrat Ratna Wulan Sari Ratomesang, Richardo Pelipus Boru Rejeki, VG. Sri Riangsari, M.F. Devita Rifki Indra Perwira Rifky Satya Wicaksono, Rifky Satya Rini Megawati Rio Aurachman, Rio Rizalditya, Putra Bintang Rozana Rr. M.I. Retno Susilorini Rudi Theo Satrio, Rudi Theo Rusdiana, Endang Sihombing, Ezra Siti Aisah Sofi Fauziah, Sofi Sofyan Cholid, Sofyan Sri Darmawati Sri Subanti Stefanus Eko Wiratno, Stefanus Sugiyono Sugiyono Suhartono Suhartono SUHARYANTO SUHARYANTO Suliana, Gatut Sumiyarti Sumiyarti, Sumiyarti Susilorini, Rr. M. I. Retno Susilorini, Rr.M.I Rretno Susilorini, Rr.M.I. Retno Tahta Alfina Tantalu , Lorine Tantalu, Lorine Tatty Ermin Taus, Dominika Sone Tiananda Widyarini Timba, Margaretha Kahi Umar Affandi Veronika Veronika Waenah . . Wahon, David Dolu Aman Wahyu Ari Widiyastuti, Wahyu Ari Wijiati, Irma Wilis Kaswidjanti Wirawan Wirawan Yan Indra Putra, Yan Indra Yoyon K. Suprapto Yoyon K. Suprapto Yuhefizar Yuhefizar Yurinda Amalia, Yurinda