Articles
16
Documents
Perancangan Error Detection System And Error Correction System Menggunakan Metode Hamming Code Pada Pengiriman Data Text

Alkhawarizmi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Alkhawarizimi
Publisher : Alkhawarizmi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.835 KB)

Abstract

Sistem pengiriman data pada saat ini masih kurang maksimal dan sering terjadi kesalahan dalam proses pengirimannya. Sebagian besar sistem pengiriman data sekarang ini belum dapat mengurangi kesalahan pada pengiriman. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah aplikasi Error Detection System and Error Correction System Pada Pengiriman Data Text. Metode yang penulis gunakan dalam perancangan sistem ini adalah metode Hamming Code. Sistem ini dapat menampilkan pesan error yang sudah dideteksi kesalahannya dan kemudian dikoreksi kesalahannya. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan Visual Basic (VB). Dari hasil pengujian sistem ini data yang akan dikirimkan akan dideteksi terlebih dahulu,setelah terdeteksi jika ada kesalahan maka aplikasi akan mengkoreksi kesalahan yang telah terdeteksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa error yang terjadi pada saat pengiriman data, dikarenakan kesalahan pada bit-bit yang dikirim,maka terjadilah error.

ANALISIS KUALITAS VIDEO CALL MENGGUNAKAN PERANGKAT NSN FLEXI PACKET RADIO

Singuda ENSIKOM Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.981 KB)

Abstract

Saat ini sistem komunikasi dengan mengunakan Video Call seringkali menjadi alternatif dalam berkomunikasi. Salah satu software pilihan untuk layananan komunikasi Video Call adalah FaceTime Video Phone. Pada Penelitian ini dilakukan analisis implementasi aplikasi Video Call menggunakan FaceTime Video Phone pada perangkat NSN FlexiPacket Radio yang ada di Laboratorium Sistem Komunikasi Radio Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik USU. Pada  Penelitian ini diamati layanan Video Call menggunakan FaceTime Video Phone dengan mengubah-ubah bandwidth untuk mengamati kualitas video yang dihasilkan berupa packet loss, delay dan throughput .  Adapun  format Video Call yang   diuji   pada   penelitian  ini  adalah    FLV  (Flash Video)   dengan  menggunakan     resolusi    640 x 480,   320 x 240 dan 160 x 120. Dengan mengacu pada standar ITU-T G.1010 tentang parameter QoS dan setelah melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 128 Kbps, 256 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps dan 2048 Kbps diperoleh bahwa untuk resolusi 640 x 480 video call dapat berjalan dengan baik pada minimum bandwidth 1 Mbps, untuk resolusi 320 x 240 video call dapat berjalan dengan baik pada minimum bandwidth 512 Kbps dan untuk resolusi 160 x 120 dapat berjalan dengan minimum bandwidth 256 Kbps.

ANALISIS PENGURANGAN DERAU PADA SINYAL LOUDSPEAKER MENGGUNAKAN FILTER ADAPTIF KALMAN

Singuda ENSIKOM Vol 6, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.455 KB)

Abstract

Derau acak pada loudspeaker dapat menyebabkan suara yang terdengar tidak jernih. Untuk itu diperlukan suatu metode supaya pola derau yang acak dapat dikenali dan ditekan seminimal mungkin. Metode yang digunakan pada paper adalah metode penapisan derau pada sinyal loudspeaker menggunakan filter adaptif Kalman. Sinyal loudspeaker yang mengandung derau diumpamakan dengan sinyal suara rusak yang diperoleh dari penambahan derau Gaussian acak dengan sinyal suara murni hasil rekaman. Pada paper dibahas analisis pengaruh variasi nilai parameter filter adaptif Kalman, yaitu orde filter, kovarians derau proses (Q), dan kovarians derau pengukuran (R) terhadap nilai Mean Square Error (MSE) dan nilai Signal to Noise Ratio (SNR) output. Dengan diperolehnya nilai MSE yang minimum dan nilai SNR output yang maksimal dari simulasi Matlab menunjukkan bahwa filter adaptif Kalman mampu bekerja optimum untuk mengenali dan menekan derau pada sinyal suara yang rusak. Sampel sinyal suara yang ditapis adalah pengucapan kata “makan” dan “Jakarta”. Dari percobaan kata “makan” diperoleh bahwa filter bekerja optimal dengan Q=0.00001 dan R=0.1 pada orde 2 dengan hasil MSE=7.4352x10-5 dan SNR output= 25.8916 dB. Dari percobaan kata “Jakarta” diperoleh bahwa filter bekerja optimal dengan Q=0.00001 dan R=0.1 pada orde 1 dengan hasil MSE=2.8164x10-5 dan SNR output=27.2114 dB. Dari percobaan penapisan dengan amplitudo derau Gaussian yang semakin besar diperoleh bahwa semakin besar amplitudo derau Gaussian maka semakin sulit filter adaptif Kalman mengenali dan menekan derau tersebut.

STUDI KUALITAS VIDEO STREAMING MENGGUNAKAN PERANGKAT NSN FLEXYPACKET RADIO

Singuda ENSIKOM Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.874 KB)

Abstract

Abstrak Saat ini sistem komunikasi dengan mengunakan Video Streaming seringkali menjadi alternatif dalam berkomunikasi. Salah satu software pilihan untuk layananan Video Streaming adalah Windows Media Encoder yang dapat dimanfaatkan sebagai software server dan software VLC (VIdeoLAN Client) yang dapat dimanfaatkan sebagai software Client Video Streaming. Pada penelitian ini dilakukan analisis implementasi Video Streaming yang diaplikasikan pada perangkat NSN FlexiPacket Radio yang ada di Laboratorium Sistem Komunikasi Radio Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Adapun format Video Streaming yang diuji pada penelitian ini adalah FLV (Flash Video) dan Mp4. Dengan mengacu kepada kualitas Video Streaming yang ditetapkan standart ITU-T G. 1010 mengenai parameter QoS dan melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 64 Kbps, 128 Kbps, 256 Kbps, 320 Kbps, 384 Kbps dan 448 Kbps. Video Streaming dengan format FLV (Flash Video) sudah memiliki kualitas yang baik pada minimum bandwidth 320 Kbps. Sedangkan Video Streaming dengan  format video Mp4, telah memiliki kualitas yang baik pada minimum bandwidth 384 Kbps.

PEMANFAATAN JARINGAN WI-FI DI LINGKUNGAN USU UNTUK KOMUNIKASI VOIP MENGGUNAKAN TERMINAL TELEPON GENGGAM

Singuda ENSIKOM Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.281 KB)

Abstract

VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan bidang telekomunikasi yang mengusung teknologi IP (internet protocol) sebagai media penghantar informasi. Layanan komunikasi suara dengan teknologi ini sangat efektif dalam segi biaya. Saat ini telah banyak perusahaan-perusahaan bahkan universitas yang menggunakan jasa layanan ini sebagai pengganti sistem komunikasi telepon kabel, dikarenakan faktor biaya. Komunikasi VoIP dapat dibangun di lingkungan tertentu dengan memanfaatkan keberadaan jaringan telekomunikasi yang ada dan perangkat  telepon genggam sebagai perangkat terminal pemakainya. Dengan demikian  kebutuhan komunikasi suara yang murah, fleksibel, mudah dan memuaskan dapat tersedia. Dalam  membangun  layanan komunikasi VoIP yang baik dan berkualitas terdapat beberapa parameter jaringan yang perlu diketahui, diantaranya adalah delay, jitter, packet loss dan throughput. Oleh karena itu akan diimplementasikan  layanan komunikasi VoIP di lingkungan USU, dengan memanfaatkan jaringan Wi-Fi yang ada dan menggunakan perangkat telepon genggam  sebagai terminal pemakai. Dari hasil pembangunan  layanan dan pengukuran diperoleh bahwa kualitas layanan koneksi cukup baik dengan rata-rata delay = 26,65 ms,  jitter = 5,18 ms,  packet loss =  0% dan  throughput = 26,8 Kbit/sec, dan nilai-nilai ini masih memenuhi standar ITU-T  G.1010 tentang  parameter QoS dengan level baik.

ANALISIS KUALITAS REAL TIME VIDEO STREAMING TERHADAP BANDWIDTH JARINGAN YANG TERSEDIA

Singuda ENSIKOM Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.098 KB)

Abstract

Kualitas layanan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menjaga kualitas informasi dengan baik sebab semua informasi harus diterima sesuai dengan yang diharapkan. Pada kinerja layanan video streaming diamati menggunakan software Mo.Vi.E dengan memvariasikan bandwidth dan frame rate. Paper ini menganalisis implementasi Real Time Video Streaming menggunakan perangkat NSN FlexiPacket Radio yang dimodelkan sebagai jaringan internet. Parameter kinerja meliputi packet loss, delay dan throughput. Dengan mengacu kepada kualitas video streaming yang ditetapkan standar  ITU-T G. 1010 mengenai parameter kualitas layanan dan melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 256 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps dan frame rate 10 fps, 20 fps, 30 fps, 40 fps  maka diperoleh bahwa video streaming dengan format AVI (Audio Video Interleaved) sudah memiliki kualitas yang baik pada bandwidth 1024 Kbps. Delay terbesar terjadi pada bandwidth 256 Kbps untuk frame rate 40 fps yaitu 0,0757 sec sedangkan delay terkecil terjadi pada bandwidth 1024 untuk frame rate 10 fps yaitu 0,0170 sec. Paket loss terbesar terjadi pada bandwidth 256 Kbps untuk frame rate 40 fps yaitu 11,2 %. Sedangkan untuk throughput sendiri, throughput terbesar terjadi pada bandwidth 1024 Kbps.

ANALISIS KUALITAS LAYANAN VIDEO CALL MENGGUNAKAN CODEC H.263 DAN H.264 TERHADAP LEBAR PITA JARINGAN YANG TERSEDIA

Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.125 KB)

Abstract

Sistem komunikasi Video Call menjadi alternatif komunikasi jarak jauh. Video Call menyalurkan gambar serta suara dalam bentuk video sehingga terlihat seperti nyata (real-time). Tulisan ini menganalisis kualitas layanan Video Call menggunakan codec H.263 dan H.264 pada perangkat NSN FlexiPacket Radio. Kualitas diamati dengan software Ekiga dengan mengubah-ubah codec dan bandwidth. Parameter kualitas layanan video yang diamati adalah jitter, packet loss, delay dan throughput. Dengan mengacu pada standar ITU-T G.1010 tentang parameter QoS, dan setelah melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 128 Kbps, 256 Kbps, 512 Kbps, dan 1024 Kbps diperoleh bahwa untuk codec H.263 dan H.264 pada resolusi 704 x 576 video call dapat berjalan dengan baik pada minimum bandwidth 1024 Kbps. Untuk codec H.263 pada resolusi 352 x 288 video call dapat berjalan dengan baik pada minimum bandwidth 1024 Kbps, dan untuk codec H.264 pada resolusi 352 x 288 video call dapat berjalan dengan baik pada minimum bandwidth 512 Kbps.

STUDI TENTANG RADIO FREQUENCY PHASE SHIFTER PADA SMART ANTENNA

Singuda ENSIKOM Vol 9, No 3 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.555 KB)

Abstract

Teknologi smart antenna mengalami perkembangan yang pesat. Smart antenna adalah sistem antena yang mengombinasikan antena array dengan sistem pengolahan sinyal. Pola radiasi antena array dapat dikendalikan dengan mengatur fasa masing-masing elemennya. Phase shifter merupakan pengendali fasa smart antenna yang banyak digunakan. Tulisan ini menganalisis kinerja lumped element phase shifter dan high pass-low pass phase shifter. Perancangan tulisan ini dilakukan menggunakan Advance Design System (ADS) versi 2011.10 dengan frekuensi kerja 433 MHz. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa nilai phase error mendekati 0°, nilai insertion loss mendekati 0 dB, dan nilai return loss minimum pada frekuensi tengahnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa phase shifter yang dirancang dapat bekerja dengan baik pada frekuensi yang diinginkan.

PENGARUH JARAK ANTAR ELEMEN PADA ANTENA SMART YANG MENGGUNAKAN MATRIKS BUTLER

Singuda ENSIKOM Vol 10, No 26 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.645 KB)

Abstract

Ketidaktepatan arah pola radiasi sistem antena konvensional  menyebabkan gangguan terhadap pengguna lain dan pemakaian daya yang tidak effisien. Berbagai jenis teknologi  dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah sistem switched beam array menggunakan metode matriks butler. Tulisan ini membahas perancangan switched beam array dengan metode matriks butler pada frekuensi 433 MHz untuk mengamati pengaruh jarak antar elemen terhadap cakupan berkas. Jarak antar elemen yang digunakan adalah 0,1λ – λ dan jumlah elemen antena adalah 2,4 dan 8. Dari hasil analisis diperoleh jarak antar elemen yang memiliki cakupan berkas yang paling luas untuk masing-masing 2,4 dan 8  elemen antena adalah 17,3 cm,  25,98 cm dan 30,32 cm. Semakin jauh jarak antar elemen antena, semakin kecil cakupan berkas.

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA CODEC H.264 DAN CODEC DIRAC UNTUK KOMPRESI LIVE STREAMING PADA PERANGKAT NSN FLEXI PACKET RADIO

Singuda ENSIKOM Vol 10, No 26 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.41 KB)

Abstract

Sistem komunikasi dengan menggunakan live streaming menjadi salah satu pilihan dalam melakukan komunikasi jarak jauh. Live streaming digunakan sebagai metode menyalurkan gambar serta suara sehingga terlihat seperti nyata. Kinerja layanan live streaming menggunakan VLC Media Player dengan Codec H.264 dan Dirac diamati dengan mengubah bandwidth transmisi. Paper ini menganalisis implementasi Live Streaming menggunakan perangkat NSN Flexi Packet Radio yang dimodelkan sebagai jaringan internet. Parameter kinerja meliputi delay, packet loss dan throughput. Dengan mengacu kepada kualitas live streaming yang ditetapkan standar  ITU-T G.1010 mengenai parameter kualitas layanan dan melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 128 Kbps, 256 Kbps dan 512 Kbps, maka diperoleh bahwa live streaming dengan format video AVI  sudah memiliki kualitas yang baik pada bandwidth 512 Kbps untuk Codec H.264 dan  Codec Dirac.