Articles

Found 8 Documents
Search

Melatonin dan Kanker Payudara Sandra, Yurika
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011
Publisher : Majalah Kesehatan Pharmamedika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melatonin adalah hormon peptida golongan indolamin yang disintesis pada kelenjar pineal. Berbagai studi secara in vitro dan in vivo telah membuktikan bahwa melatonin memiliki efek onkostatik pada kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang terinduksi pada paparan estrogen. Estrogen dapat menstimulasi proliferasi sel epitel payudara melewati  2 cara yaitu berikatan dengan reseptor α sehingga menyebabkan propagasi dan kemungkinan estrogen langsung bersifat genotoksik. Melatonin dapat menekan pertumbuhan kanker payudara karena  memiliki kemampuan untuk menghambat radikal bebas, imunomodulator, menekan aktivitas telomerase dan mempengaruhi sintesis serta transduksi sinyal hormon estrogen. Melalui studi epidemiologis juga membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara wanita yang bekerja malam hari  dengan peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Beberapa uji klinik juga membuktikan bahwa pemberian suplemen melatonin pada penderita kanker payudara dapat meningkatkan angka kesembuhan.Keywords : melatonin, estrogen, kanker payudara 
Correlation between hypoxia inducible factor -1α and renin expression in rats kidney induced by cobalt chloride Prijanti, Ani R.; Ranasasmita, Raafqi; Sandra, Yurika; Wanandi, Septelia I.
Medical Journal of Indonesia Vol 21, No 3 (2012): August
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.183 KB)

Abstract

Background: Cobalt chloride can be used as an agent to stabilize hypoxia inducible factor-1α (HIF-1α) and to imitate hypoxia without low levels of oxygen inside the body. We intended to investigate if there was any regulation of renin expression by HIF-1α. Therefore, we conducted several studies to clarify this possibility starting with the induction of hypoxic mimicry in rats by intra-peritoneal (IP) injection of cobalt chloride (CoCl2) to obtain the levels and pattern of HIF-1α and renin mRNA and protein expression.Methods: Twenty-four rats were randomly divided into four groups, control group and incubation groups 2, 8, and 24 hours after intra-peritoneal injection of 30 mg CoCl2 per kg BW. After the rats were sacrificed, kidneys were excised, weighed and kidney weight compared to BW. Tissue parameters were measured such as RNA concentration, HIF-1α protein by ELISA, and renin mRNA by RT-PCR.Results: Differences between the groups in the ratios of kidney weight to BW and in the concentrations of HIF-1α protein were statistically not significant (p > 0.05). Relative expression of renin mRNA increased markedly starting 8 hours after CoCl2 IP injection (30 times over controls) and further rising until 24 hours (2465 times over controls). Correlation between HIF-1α and renin mRNA by Pearson analysis was strongly positive, but not significant (R = 0.91; p = 0.09).Conclusion: Renin gene regulation in renal hypoxic mimicry strongly correlates with HIF-1α. (Med J Indones. 2012;21:128-32)Keywords: Cobalt chloride (CoCl2), hypoxia inducible factor-1α (HIF-1α), renin
Allogeneic human dermal fibroblasts are viable in peripheral blood mononuclear co-culture Hadi, Restu Syamsul; Kusuma, Indra; Sandra, Yurika
Universa Medicina Vol 33, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BACKGROUNDTransplanted allogeneic dermal fibroblasts retain stem cell subpopulations, and are easily isolated, expanded and stored using standard techniques. Their potential for regenerative therapy of chronic wounds should be evaluated. The aim of this study was to determine allogeneic fibroblast viability in the presence of peripheral blood mononuclear cells (PBMC).METHODSIn this experimental study, fibroblasts were isolated from foreskin explants, expanded in the presence of serum, and stored using slow-freezing. We used one intervention group of allogeneic fibroblasts co-cultured with PBMC and 2 control groups of separate fibroblast and PBMC cultures.Fibroblasts were characterized by their collagen secretion and octamer-binding transcription factor 4 (OCT4) expression. Viability was evaluated using water soluble tetrazolium-1 (WST-1) proliferation assay. Absorbances were measured at 450 nm. Data analysis was performed by student’s paired t-test.RESULTSDermal fibroblasts were shown to secrete collagen, express OCT4, be recoverable after cryopreservation, and become attached to the culture dish in a co-culture with PBMC. Co-cultured and control fibroblasts had no significantly different cell viabilities (p>0.05). Calculated viable cell numbers increased 1.8 and 5.1- fold, respectively, at days 2 and 4 in vitro. Both groups showed comparable doubling times at days 2 and 4 in vitro. PBMC did not interfere with allogeneic fibroblast viability and proliferative capacityCONCLUSIONSAllogeneic fibroblasts remain viable and proliferate in the presence of host PBMC. Future research should evaluate allogeneic human dermal fibroblast competency in clinical settings. Dermal fibroblasts are a potential source for cell therapy in chronic wound management.
Suplementasi bFGF (basic Fibroblast Growth Factor) meningkatkan kecepatan migrasi sel kultur HDF (Human Dermal Fibroblast) pada model luka in vitro Sandra, Yurika
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.14 KB)

Abstract

PendahuluanFibroblas adalah sel utama sebagai penentu keberhasilan penyembuhan luka. Untuk mempercepat penyembuhan luka, diperlukan molekul untuk meningkatkan kemampuan proliferasi dan migrasi fibroblas. bFGF merupakan faktor pertumbuhan yang biasa digunakan sebagai suplemen dalam kultur sel dalam rangka meningkatkan kemampuan proliferasi dan mempertahankan stemness sel. Diduga selain berperan dalam proliferasi sel, bFGF juga berperan meningkatkan kemampuan migrasi fibroblas. Studi ini bertujuan untuk verifikasi peningkatan kemampuan migrasi fibroblas oleh bFGF.MetodeStudi ini menggunakan desain eksperimental. Fibroblas diperoleh dari Laboratorium Stem Cell Universitas YARSI. Studi ini menggunakan 4 kelompok kultur fibroblas yaitu, kontrol tanpa perlakuan, DMSO 2%, bFGF 8ng/ml, DMSO 2%+bFGF 8ng/ml. Perlukaan dilakukan menggunakan tip 10ul. Kemampuan migrasi dinilai 4 jam dan 24 jam pasca perlukaan dengan software mikrofotografi nikon. Analisis data dilakukan menggunakan paired student t-test.HasilPada 4 jam pasca luka, belum terlihat perbedaan yang bermakna pada semua kelompok. Pada 24 jam pasca luka, kemampuan migrasi fibroblas dengan bFGF meningkat 40% dibandingkan kontrol (p<0,05). Pada sel yang diberi DMSO 2% sebagai inhibitor migrasi, kemampuan migrasi turun hingga 40,83% dibandingkan kontrol (p<0,05). Sel yang diberi DMSO2%+bFGF 8ng/ml menunjukkan kemampuan migrasi yang hampir sama dengan kontrol.KesimpulanbFGF terbukti mampu meningkatkan kecepatan migrasi fibroblas sehingga berpotensi sebagai alternatif terapi luka. Perlu studi lanjut tentang mekanisme peningkatan kecepatan migrasi fibroblas oleh bFGF.
Gangguan fungsi sitoskeleton pada proses vitrifikasi keratinosit primer manusia Kusuma, Indra; Hadi, Restu Syamsul; Sandra, Yurika
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.168 KB)

Abstract

Keratinosit basal memiliki sifat multipotent, dibutuhkan kultur bebas-serum agar terhindar dari diferensiasi spontan. Kultur keratinosit memberikan peluang untuk berbagai jenis aplikasi riset dan terapi seperti bioengineered skin. Penyimpanan sel dengan metode vitrifikasi terbukti dapat melindungi fungsi embrio pada layanan bayi tabung. Penggunaan vitrifikasi pada penyimpanan keratinosit diharapkan dapat menjadi melindungi fungsi sel.            Sampel kulit diperoleh dari preputium anak usia 4-9 tahun sebanyak 7 orang yang diperoleh dengan informed consent dari orang tua atau wali. Isolasi keratinosit menggunakan metode enzimatik dengan dispase dan trypsin/EDTA. Viabilitas dan proliferasi sel di ukur secara kalorimetrik dengan reagen WST-1 pada panjang gelombang 450 nm dan tehnik tryphan blue exclusion test. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan uji student t-test.            Kriopreservasi dengan tehnik vitrifikasi dapat mempertahankan viabilitas pasca thawing sebesar 80% tidak ada perbedaan bermakna dengan tehnik slow-freezing (p>0,05). Meski demikian hanya 30% dari sel tersebut dapat melakukan perlekatan. Hal ini jauh lebih rendah daripada tehnik slow-freezing yang dapat melakukan perlekatan hingga 70% (p<0,05). Fotomikrograph yang diambil pasca thawing menunjukkan keratinosit yang mengalami blebbing. Disfungsi sitoskeleton akibat syok hiperosmotik dapat menyebabkan cell blebbing.            Pembekuan sel dengan metode vitrifikasi mempengaruhi viabilitas, perlekatan dan kemampuan proliferasi sel dalam kultur. Syok hiperosmotik diperkirakan menyebabkan disfungsi sitoskeleton sehingga menjadi penyebab rendahnya kemampuan perlekatan dan hilangnya daya proliferasi pasca thawing yang dialami sel dengan perlakuan vitrifikasi. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan modifikasi komponen kriomedium yang dapat melindungi fungsi keratinosit.
Melatonin dan Kanker Payudara Sandra, Yurika
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): JULI - DESEMBER 2011
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.353 KB)

Abstract

Melatonin adalah hormon peptida golongan indolamin yang disintesis pada kelenjar pineal. Berbagai studi secara in vitro dan in vivo telah membuktikan bahwa melatonin memiliki efek onkostatik pada kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang terinduksi pada paparan estrogen. Estrogen dapat menstimulasi proliferasi sel epitel payudara melewati  2 cara yaitu berikatan dengan reseptor α sehingga menyebabkan propagasi dan kemungkinan estrogen langsung bersifat genotoksik. Melatonin dapat menekan pertumbuhan kanker payudara karena  memiliki kemampuan untuk menghambat radikal bebas, imunomodulator, menekan aktivitas telomerase dan mempengaruhi sintesis serta transduksi sinyal hormon estrogen. Melalui studi epidemiologis juga membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara wanita yang bekerja malam hari  dengan peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Beberapa uji klinik juga membuktikan bahwa pemberian suplemen melatonin pada penderita kanker payudara dapat meningkatkan angka kesembuhan.
Efek Hipoxia Mimetic Cobalt Chloride (CoC12 )terhadap Ekspresi mRNA dan Aktivitas Spesifik Manganese Superoksida Dismutase (Mn SOD ) Ginjal Tikus Sandra, Yurika; Retno Prijanti, Ani; Inawati Wanandi, Septelia
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 9, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.009 KB)

Abstract

MnSOD is a primary antioxidant that protects cells from oxidative stress due to H2O2 inmitochondrial membranes. This study aims to determine the effect of CoCl2 as hypoxic mimetic agent on mRNA expression of MnSOD and MnSOD-specific activity in rat kidney. Male Sprague dawley rat are induced with 30mg/Kg body weight CoCl2 intraperitoneally. After that, the experiment was divided into 3 groups: 2, 8, and 24 hours incubation after injection. All groups are compared with control group without injection. All of rat were terminated and the kidneys were removed. mRNA expression and specific activity of the kidney MnSOD are measured. After 2 hours, mRNA expression increased up to 42 times, after 8 and 24 hours return to normal. Specific activity of MnSOD in 2 hours after injection has not changed yet, and after 8 and 24 hours increased 1.5 times. This study shows that induction of Hipoxic mimetic CoCl2 enhances mRNA expression and MnSOD-specific activity.
PENINGKATAN PERAN IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PENCEGAHAN SINDROMA METABOLIK Nazwirman, Nazwirman; Juniarti, Juniarti; Sandra, Yurika
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 4, No 2 (2019): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.91 KB)

Abstract

Obesity is a health problem throughout the world. Obesity as a component of the metabolic syndrome, is very complex and multifactorial. Obesity is generally caused by energy input exceeding the body's use of energy for the sake of basal metabolism, physical activity, food waste disposal and for growth. The city of Tangerang ranks first for the prevalence of obesity from Banten Province. The results of the activity stated that the prevalence of obesity in Taklim women was 44 percent. This program is an empowerment of Majelis Taklim women to overcome and prevent health problems, especially metabolic syndrome by conducting screening and counseling. The result is that participants can know the symptoms and signs of metabolic syndrome through anthropometric measurements and laboratory tests, participants can know how to prevent metabolic syndrome and can provide explanations to the family and the surrounding community about prevention of metabolic syndrome