Articles

Found 17 Documents
Search

Methane Gas Production Test From Forage Swamp with Ensilase Method As Biogas Plants Kartika, Erra; Gofar, Nuni; Sandi, Sofia
Sriwijaya Journal of Environment Vol 2, No 3 (2017): Low Land
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.015 KB)

Abstract

This study aims to test the production of methane gas from forage swamps by ensilase as biogas plants. Treatment levels consisted of 3 treatments P1 (100% Kumpai tembaga grass (Hymenachne acutigluma)), P2 (50% Kumpai tembaga grass (Hymenachne acutigluma) + 50% Kemon air (Neptunia oleracea lour)), P3 (100% Kemon air (Neptunia Oleracea lour)) and 5 replications. The result of the diversity analysis showed that silage swamp silage ensilase process significantly (p <0,05) to methane gas formation. The best composition was obtained from the treatment of P1 Kumpai tembaga grass (Hymenachne acutigluma) 100%.Keywords: Production, Methane, Forage Swamps, Ensilase, Biogas Plants.
Peforman Produksi Ayam Pedaging dengan Pemanfaatan Bungkil Biji Kapas sebagai Pengganti Sebagian Bungkil Kedelai dalam Ransum Sahara, Eli; Sandi, Sofia; Muhakka, Muhakka
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya harga ransum, mengharuskan kita mencari bahan alternatif lain  yang harganya lebih murah, salah satunya adalah penggunaan bungkil biji kapas (BBK).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan BBK sebagai pengganti sebagian bungkil  kedelai terhadap pertumbuhan ayam broiler.  Penelitian ini menggunakan ayam broiler umur dua minggu.  Ransum perlakuan yang digunakan terdiri dari 4 tingkat  penggunaan BBK sebagai  pengganti bungkil kedelai yakni R0 (0%), R1(6%), R2 (12%) dan R3 (18%).  Rancangan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Kelompok) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dan setiap  ulangan terdiri dari 6 ekor ayam dengan menggunakan kandang koloni.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pada berbagai perlakuan penggunaan BBK berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB) dan konvesi ransum terbaik diperoleh pada perlakuan R2.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan BBK sebagai pengganti bungkil kedelai terbaik diperoleh pada tingkat 12%.Kata Kunci: bungkil biji kapas, bungkil kedelai , ransum, ayam broiler
Kandungan Serat Kasar Kulit Bagian Dalam Singkong yang Mendapat Perlakuan Bahan Pengawet selama Penyimpanan Sandi, Sofia
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKulit bagian dalam singkong merupakan limbah industri pertanian yang potensial untuk dijadikan sebagai salah satu bahan pakan, dimana kaya akan karbohidrat yang digunakan sebagai sumber energi bagi ternak.Untuk menjaga ketersediaan bahan pakan ini secara terus menerus, proses penyimpanan tidak dapat dihindari. Materi penelitian adalah kulit bagian dalam singkong yang berasal dari industri kecil tape singkong di desa Cikreteg. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 5x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama lama penyimpanan (0,1,2,3, dan 4 minggu) dan faktor kedua bahan pengawet (kontrol, 0.3% asam propionat, 15% asam cuka dan 15% nira). Data diolah dengan analisis ragam menggunakan software SAS versi 6,12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan pengawet asam cuka dan nira dapat menurunkan lignin dan meningkatkan NDF dan selulosa. Perlakuan bahan pengawet asam propionat tidak efektif pada semua peubah yang diamati kecuali dalam penurunan kadar lignin. Sampai pada penyimpanan minggu ke-2 telah mulai terjadi penurunan kadar selulosa dan kadar lignin.Kata Kunci : penyimpanan, asam propionat, asam cuka, nira, kulit singkong.
The Effect of Lactobacillus acidophilus and Chito−Oligosaccharide on Antibacterial Activity and Organic Acid Production Miksusanti, Miksusanti; Saputra, Harian; Sandi, Sofia; Hermansyah, Hermansyah
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 1, No 2 (2016): June 2016
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.473 KB)

Abstract

The effect of Lactobacillus acidophilus combined with and without Chito-Oligosaccharide (COS) on the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus had been studied. The antibacterial activity of L. acidophilus before and after combination with COS 0.2% was tested on bacteria of E. coli and S. aureus with well-diffusion method. Incubation time was carried out in 44, 46, 48, 50, and 52 hours. Organic acids produced by L. acidophilus bacteria was measured by HPLC. The result showed that COS 0.2% can inhibit the growth of E. coli and S. aureus 37.2 mm2 and 52 mm2 respectively. Combination of L. acidophilus and COS 0.2% gave inhibition zone larger than L. acidophilus without COS 0.2%. Incubation time within 48 hours of L. acidophilus combined with COS 0.2% produced the largest inhibition zone against E. coli and S. aureus 367.92 mm2 and 343.99 mm2 respectively. Optical density measurement resulted in higher value for combination one but concentration of organic acid produced was lower compare to L. acidophilus without COS 0.2%.Keywords: COS, L. acidophilus, Organic acid, antibacterial.
The Effect of Fermentation Bran and Chitosan in Ration to Percentage of Tegal Duck Digestive Tract Weight Sahara, Eli; Sandi, Sofia; Yossi, Fitra
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.909 KB)

Abstract

Duck productivity is largely determined by the optimization of bodily functions. The food consumed greatly determines the development of digestive organs and internal organs of livestock. Digestive organs that are well developed and function optimally will be very decisive in turning feed into meat and eggs. Chitosan is a crustacean waste product known as animal fiber and is antimicrobial. Whereas fermented bran contains natural fiber rich in nutrients and is hypocholesterol. The aim of the study was to look at the role of chitosan and bran fermented on the weight percentage of digestive organs of ducks. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Each test consists of 2 ducks as a unit of experiment. The treatment is R0 = 45% corn + 35% concentrate + 20% bran without fermentation, R1 = 45% corn + 35% concentrate + 20% fermented bran, R2 = 45% corn + 35% concentrate + 19.5% fermented bran + 0.5% chitosan and R3 = 45% corn + 35% concentrate + 17.5% fermented + 2.5% chitosan bran. The variable measured is the weight percentage of the digestive organs (gizzard, small intestine and pancreas) in ducks. Data was processed using SAS Windows 16. The results showed that the administration of fermented chitosan and bran gave an average percentage of gizzard weight (ventriculus) and pancreatic weight percentage was not significantly different between treatments (P> 0.05), while treatment R1 (20% fermented bran) It was shown that the percentage of small intestine weight was higher (31.85%) than control R0.
Acid Resistance Test of Probiotic Isolated from Silage Forage Swamp on In Vitro Digestive Tract Sandi, Sofia; Miksusanti, Miksusanti; Sari, Meisji Liana; Sahara, Eli; Supriyadi, Adi; Gofar, Nuni; Asmak, Asmak
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.758 KB)

Abstract

Antibiotics are commonly used in poultry ration, and afterward these drug residues may persist in foods. There is an alternative source of antibiotics in poultry rations, one of which is using probiotics. Probiotics are living microorganisms capable of reaching the gastrointestinal tract and benefiting health, leaving no residue in the body. Probiotics can be originated from bacteria such as lactic acid bacteria (LAB) which produced lactic acid and antimicrobial components. LAB must be able to live in the digestive system with various pH condition. pH resistance testing of LAB was performed by introducing diluted bacteria into several buffer solutions with different pH and a predetermined incubation time, then was grown in MRS agar medium. This study was conducted to determine the resistance of LAB isolates as probiotics from silage forage swamp at different pH distributed in vitro digestant. The design used was a complete randomized design consist of 3 treatments and 3 replications. The treatments were using isolate of Kumpai Tembaga silage (P1), isolate of 50% Kumpai Tembaga silage and 50% Kemon Air silage (P2), and isolate of Kemon Air silage (P3). The results showed that all isolates used were lactic acid bacteria, and the treatment significantly affected the value of LAB resistance test against low pH and high pH. Isolate from Kumpai Tembaga silage (P1) is a lactic acid bacterium with higher ability to survive in pH of in vitro digestive system.
PENERAPAN SISTEM KAWIN SODOK DAN MESIN TETAS MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ITIK PEGAGAN Sandi, Sofia
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pengabdian Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.09 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian  kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kotodaro Kecamatan  Ranjau Panjang Kabupaten Ogan  Ilir Sumatera Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah . melatih peternak menggunakan mesin tetas dan kawin sodok pada itik pegagan. sehingga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan serta memberikan wawasan berpikir masyarakat umumnya di desa kotodaro  dan khususnya kelompok peternak   untuk menggunakan kawin sodok dan mesin tetas dalam meningakatkan produksi itik pegagan  yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan peternak. Karakteristik peserta menunjukkan bahwa  peserta  partisipasi aktif  tidak hanya dalam bentuk kehadiran waktu penyuluhan dan pelatihan, tetapi aktif berkomunikasi atau berdialog mengenai  cara menggunakan mesin tetas dan kawin sodok pada itik pegagan Petani-ternak merasa tertarik dengan teknik kawin sodok dan mesin tetas itik pegagan. Dengan ditemukannya inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatan populasi itik pegagan  sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  Pelatihan penggunaan sistem kawin sodok dan teknologi mesin tetas merupakan cara yang sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya peternak di kotodaro dalam upaya mengurangi biaya pemeliharaan dan meningkatkan Produksi itik pegagan. Peternak itik di kotodaro mampu menyerap dan dapat mengaplikasikan teknologi penggunaan teknologi mesin tetas dan sistem kawin sodok pada Itik pegagan.
Pengaruh Suplementasi Probiotik dalam Ransum Terhadap Kualitas Fisik Daging Itik Wahyuni, Dyah; Arisuteja, Sofi; Sandi, Sofia; Yosi, Fitra
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 14, No 2 (2016): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aim to find out the effect of probiotic in ration on physical quality (pH, water holding capacity, cooking loss and tenderness) of duck meat. The materials used was local duck supplemented probiotic into ration. Research’s method used was Completely Randomize Design (CRD) consisted of 7 treatments and 4 replications namely P1(basic ration/ control), P2 (basic ration+probiotic), P3 (basic ration+infected by E.coli), P4 (basic ration+infected by Salmonella), P5 (basic ration+probiotic+infected by E.coli), P6 (basic ration+ probiotic+infected by Salmonella) and P7 (basic ration+probiotic+infected by E.coli+Infected by Salmonella). The results showed that probiotic suplementation about 106 cfu/ml into ration were no significantly effect on physical quality (pH, water holding capacity, cooking loss and tenderness) of duck meat. Keywords: probiotic, ration, physical quality, meat, duck
Nilai Nutrisi Kulit Singkong yang Mendapat Perlakuan Bahan Pengawet Selama Penyimpanan Sandi, Sofia
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.27 KB)

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah industri pertanian yang yang melimbah dan mempunyai sifat mudah rusak karena kadar airnya yang tinggi, untuk menjaga kesinambungan ketersediaan bahan pakan ini perlu dilakukan proses penyimpanan dengan penambahan bahan pengawet. Materi penelitian adalah kulit singkong yang berasal dari industri kecil tape singkong di desa Cikreteg. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 5x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama lama penyimpanan (0,1,2,3, dan 4 minggu) dan faktor kedua bahan pengawet (kontrol, 0.3% asam propionat, 15% asam cuka dan 15% nira). Data diolah dengan analisis ragam menggunakan software SAS versi 6,12[7]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis bahan pengawet dan lama penyimpanan nyata (p<0,05) mempengaruhi kadar bahan organik, pati dan HCN. jenis bahan pengawet dan interaksi antara bahan pengawet dengan lama penyimpanan tidak nyata mempengaruhi kadar protein kasar kulit singkong tetapi lama penyimpanan nyata (p<0,05) mempengaruhi kadar protein kasar. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Kadar kadar HCN, kadar pati, protein dan bahan organik kulit singkong dengan penambahan bahan pengawet asam cuka dan nira masih dapat dipertahankan pada 2 minggu penyimpanan.
Pengaruh Perlakuan Penambahan Asam Propionat, Asam Cuka dan Nira Selama Penyimpanan Kulit Bagian dalam Ubi Kayu Terhadap Jumlah Koloni Kapang Sandi, Sofia
Jurnal Penelitian Sains No 15 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.056 KB)

Abstract

Kulit bagian dalai obi kayu merupakan limbah industri pertanian yang potensial untuk dijadikan sebagai salah satu bahan pakan, karena kaya akan karbohidrat yang digunakan sebagai sumber energi bagi ternak. Untuk menjaga ketersediaan bahan pakan ini secara terus menerus, proses penyimpanan tidak dapat dihindari. Kapang merupakan salah satu satu cara penyebab utama kerusakan pakan selama penyimpanan. Salah satu cara yang dapat digunakan supaya jumlah koloni kapang dapat ditekan pada kulit bagian dalam ubi kayu selama penyimpanan digunakan asam cuka, asam propinat dan nira.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan penambahan asam propionat, asam cuka dan nira selama penyimpanan kulit bagian dalam ubi kayu terhadap jumlah koloni kapang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 5x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama lama penyimpanan (0, 1, 2, 3 dan 4 minggu) dan faktor kedua bahan pengawet (kontrol, 0.3% asam propionat, 15% asam cuka dan 15% nira). Data diolah dengan analisis ragam menggunakan software SAS versi 6,12.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi suhu dan kelembaban relatif ruangan penyimpanan selama 25,6 sampai 30° C dan 70 sampai 93% perlakuan bahan pengawet asam cuka dan nira dapat menurunkan kadar air dan menekan pertumbuhan kapang. Perlakuan bahan pengawet asam propionat tidak efektif dalam penurunan kadar air dan menekan pertumbuhan kapang.