Articles

STUDI HULLFORM KAPAL IKAN 201 GT UNTUK DAERAH KOTA PEKALONGAN DENGAN RADIUS PELAYARAN 1000 MIL LAUT

KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.93 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya laut ( utamanya perikanan) di daerah kota Pekalongan maka perlu dilakukan kajian yang lebih dalam mengenai perencanaan suatu kapal yang mampu mencapai daerah di luar batas 12 mil laut dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Pada penelitian ini direncanakan desain lambung, penentuan volume tangki-tangki, hidrostatik, hambatan, stabilitas dan olah gerak kapal yang sesuai dengan standart IMO. Ukuran utama kapal didapatkan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding. Dari ukuran utama yang didapat kemudian dilakukan pembuatan linesplan, general arrangement, hambatan kapal, olah gerak kapal dan stabilitas kapal yang sesuai dengan standart IMO. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding dihasilkan alternatif ukuran utama kapal, yaitu dengan panjang kapal (Lpp) = 31,18 m, lebar kapal (B) = 6,82 m, tinggi kapal (H) = 3,12 m, sarat kapal (T) = 2,72 m, dan kecepatan kapal (V) = 11 knot. Volume tanki yang di butuhkan untuk pelayaran selama 20 hari dan menggunakan mesin 272 kw(370HP).Tanki bahan bakar = 47.82738 m3,Tanki minyak pelumas = 0,63628 m3,Tanki air tawar           = 29,8608 ton, Tanki harian = 1,496152 m3. Pada kecepatan maksimal 11 knot hambatan yang di terima sebesar = 30,97 KN dan powes sebesar 335,75 Hp. Nilai GZ  maksimum kapal = 27,3 – 39,1 deg dan nilai GM awal = 1,13 – 1,596 m

PERANCANGAN KAPAL PERANG MULTIPURPOSE TIPE KATAMARAN UNTUK KONDISI PERAIRAN AMBALAT

KAPAL Vol 9, No 3 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.241 KB)

Abstract

Kapal perang multipurpose merupakan jenis kapal perang yang berfungsi sebagai kapal patroli dan kapal pengirim suplay pasukan pada suatu wilayah yang rawan terjadi pelanggaran batas wilayah. Kapal ini di operasikan di wilayah ambalat kalimantan timur, karena kawasan tersebut merupakan titik kritis perbatasan wilayah di Indonesia yang sering terjadi pelanggaran batas wilayah oleh malaysia. Hal tersebut karena di ambalat terdapat banyak sumberdaya alam antara lain adalah 30 ribu sampai 40 ribu barel per hari dan sumber daya hasil tangkap ikan. Dilihat dari persenjataan, dari sisi kuantitas, kapal perang Malaysia jauh lebih kecil dari kapal perang Indonesia, namun dari sisi kualitas, Malaysia jauh lebih unggul dari Indonesia. Dengan adanya penelitian ini, harapannya dapat menjadi solusi untuk menambah kekuatan tempur TNI AL di daerah perbatasan. Selain itu, kapal NKRI belum memiliki kecepatan yang memadai untuk mengejar perompak. Penelitian ini menggunakan design kapal katamaran untuk mendapatkan kecepatan maksimum dan ruang muat yang lebih besar. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum dan analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal. Serta pemilihan peralatan persenjataan dan penentuan kecepatan kapal untuk mengejar perompak. Hasil perancangan Kapal Perang Multipurpose (Multipurpose Patrol Craft) ini didapatkan hasil analisa hidrostatik, stabilitas dan olah gerak serta gambar rencana garis dan rencana umum kapal. Dari hasil hidrostatik, letak titik bouyancy terletak dibelakang midship kapal sejauh  2.543. Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan nilai GZ terbesar dan periode oleng tercepat terjadi pada saat kapal membawa muatan tipe penyerangan maksimum yaitu membawa Main Batlle Tank. Pada tinjauan olah gerak, Multipurpose Patrol Craft memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes.

ANALISA FROUDE NUMBER EKONOMIS PADA KAPAL WISATA DI WADUK JATILUHUR DENGAN PENDEKATAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (STUDI KASUS KM. JASATIRTA)

TEKNIK Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.19 KB)

Abstract

Model catamarans increasingly popular as a means of transportation of goods and people that needdevelopment to find out more in the interaction prisoners on the ship hull in order to achieve stability and betterresistance. KM Jasatirta is one of ship model catamaran (double hull) which is designed to support tourism inJatiluhur Reservoir. This study aims to find out more details interaction of the total prisoners in the ship´s hullKM Jasatirta with Computational Fluid Dynamics approach.Research carried out several stages of manufacture of the Computational Fluid Dynamic model, simulationinput data, running simulations to converge, then analyzes the results of calculations by the methodSlenderBody, Delft Series, 98, and CFD. Analysis of the calculation includes the analysis of resistance, FroudeNumber economic , and comparative analysis of numerical calculation by the method of Computational FluidDynamics.The results of the analysis and calculation of reseach showed that the total ship resistance (Rt) at 2 knots boatspeed by using the CFD method at 0.37 kN, Delft method Series´98 of 0.14 kN, while the calculation method forSlender Body 0.04 kN and a analityc calculation by the method of Millward´s of 0215 kN. And based on theresults of analysis of Froude number of the most economical in terms of aspects of the ship´s speed is the methodof Computational Fluid Dynamics with a value of 0094 sedangan Fn projection calculation with a quadraticfunction then the value of accurate Fn Series´98 Delft method so it can be used as a reference calculation.

WELDING SEQUNCE KONSTRUKSI I-BRACKET PADA PEMBANGUNAN CREW BOAT PAN MARINE 10 DI PT JASA MARINA INDAH SEMARANG

KAPAL Vol 8, No 2 (2011): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.706 KB)

Abstract

This study aimed to determine the sequence of welding and the consequences that occur when the sequence of welding / welding sequence without a supported method of anticipating the occurrence of the pull of welding, the following ways to overcome it. All welding procedures have been implemented, but if not followed by the installation of equipment / tools that support the construction of certain sections, there will be pull welding of large, considering the construction of this very vulnerable Bracket I pull the weld. The position taken by the pull of welding, the center of I Bracket less to the left, less right, less rise, and less down. From the results of this study can be obtained data about the sequence of welding, welding method of the right to obtain maximum results for First Bracket construction welding jobs, find ways to overcome / cope in the event that lead to I pull welding Bracket less to the left, less right, less go up, less down, and get the alignment deviation according to the rule that conditioned. Results deviation below the alignment of the top 0.00 mm, bottom 0.15 mm, left 0.15 mm, right 0.17 mm.

ANALISA PENGARUH ALIRAN FLUIDA YANG DITIMBULKAN OLEH GERAKAN PUTARAN PROPELLER PADA KAPAL IKAN TERHADAP TEKANAN PROPELLER DENGAN PENDEKATAN CFD

KAPAL Vol 8, No 3 (2011): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.047 KB)

Abstract

Dalam operasinya dilaut, suatu kapal harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kecepatan dinas (Vs) seperti yang direncanakan. Hal ini mempunyai arti bahwa, kapal haruslah mempunyai rancangan sistem propulsi yang dapat mengatasi keseluruhan gaya-gaya hambat yang terjadi agar memenuhi standar kecepatan dinasnya. Penelitian untuk meningkatkan daya dorong propeller dari tahun ketahun terus dilakukan dengan meningkatakan efisiensi propeller. Tapi dari sisi lain usaha untuk meneliti dimana konsentrasi tegangan yang diakibatkan daya dorong propeller masih kurang dilakukan Untuk tugas akhir ini analisa yang dilakukan adalah untuk mengetahui distribusi tekanan pada propeller dan juga maximum stress yang terjadi pada propeller. Proses pembuatan model geometri dibantu dengan menggunakan software CAD dan analisanya dilakukan dengan mengunakan pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamic) sebagai sarana visualisasi.Analisa dilakukan dengan memvariasikan putaran propeller pada 100, 200, 300, 400, 500 rpm. Berdasarkan hasil perhitungan dan hasil running software CFD yang telah dilakukan didapatkan  hasil perbedaan tekanan dimana pada tiap putarannya semakin meningkat. Tekanan paling besar terjadi pada putaran 500 rpm yaiutu sebesar 28169,72 N. Dengan menggunakan software MSC NASTRAN didapatkan nilai maksimum strees sebesar 13,1 N/mm2 akan tetapi material ini masih dalam batas aman karena hasil perhitungan safety factor material bahan  didapat nilai 33,87.

FACILITIES PLANNING WORKSHOP FOR BLASTING SUPPORT THE ACTIVITY OF DEVELOPMENT AND REPAIR SHIP IN PT. JASA MARINA INDAH UNIT II

KAPAL Vol 7, No 3 (2010): JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.934 KB)

Abstract

Blasting in the process of planning the workshop production of new building and ship repair to play a role in providing blasting and paint on the block that will be of erection. As a result of blasting workshop facilities that do not have resulted in low production capacity that can be achieved by this workshop, namely three block ships per month. Capacity blasting and paint shop in this low resulted in low productivity process stage (stage) the previous workshops which of course result in a decrease in vessel productivity in general.                 In penelitiaan aims to plan for blasting and paint shop facility which has been adjusted to the planned production capacity of PT. JASA MARINA INDAH II units.                 In this study it - thing to note is to understand the data - the data field for research conducted in terms of both technical and economic terms, with the blasting and paint shop facilities on the construction or repair of ships that have been planned, then the effectiveness of the work and production flow at. Jasa Marina Indah II units can be known.                 Based on the analysis and calculation of both technical and economical it can be identified by the workshop on the process of blasting Blasting efficiency is obtained for 2.55 hours, at 10.16 hours during the painting process, while economical in terms of labor costs can be reduced blasting cost is Rp.930000    for          paint       and         Rp.1.23million

ANALISA EKONOMIS PEMBANGUNAN KAPAL IKAN FIBERGLASS KATAMARAN UNTUK NELAYAN DI PERAIRAN PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAP

Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya perikanan dapat dipandang sebagai suatu komponen dari ekosistem perikanan yang berperan sebagai faktor produksi dan diperlukan untuk menghasilkan suatu output yang bernilai ekonomi masa kini maupun masa mendatang. Kabupaten Cilacap memiliki potensi untuk produksi perikanan, dengan luas sebaran penangkapan 5.200 km2,  dan fasilitas sarana pendukung berupa, Pelabuhan perikanan Samudra Cilacap dengan kapasitas 250 kapal. Untuk mengembangkan potensi ini diperlukan armada penangkap ikan yang ekonomis dan bernilai profit bagi nelayan di sekitar Pantai Teluk Penyu Cilacap. Penelitian ini membahas tentang analisa ekonomis kapal ikan fiberglass katamaran di perairan pantai Teluk Penyu Cilacap dengan tujuan untuk mengetahui biaya investasi, biaya pengeluaran per trip, pendapatan nelayan per tahun, dan mengetahui payback periode investasi. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu, meghitung biaya pembangunan kapal kemudian menentukan fixed dan variable cost sehingga diketahui pendapatan kemudian dilakukan analisa profitabilitas dan payback periode. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan nilai investasi kapal sebesar Rp 128.384.575,- dan biaya pengeluaran kapal dalam 1 kali trip adalah Rp 1.765.379,-. Pendapatan nelayan per tahun sebesar Rp 45.375.875,-  dan Payback period terjadi selama 2.9 tahun

ANALISA EKONOMIS PEMBANGUNAN KAPAL IKAN FIBERGLASS KATAMARAN UNTUK NELAYAN DI PERAIRAN PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAP

KAPAL Vol 10, No 1 (2013): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.793 KB)

Abstract

Sumber daya perikanan dapat dipandang sebagai suatu komponen dari ekosistem perikananyang berperan sebagai faktor produksi dan diperlukan untuk menghasilkan suatu output yangbernilai ekonomi masa kini maupun masa mendatang. Kabupaten Cilacap memiliki potensi untukproduksi perikanan, dengan luas sebaran penangkapan 5.200 km2, dan fasilitas sarana pendukungberupa, Pelabuhan perikanan Samudra Cilacap dengan kapasitas 250 kapal. Untuk mengembangkanpotensi ini diperlukan armada penangkap ikan yang ekonomis dan bernilai profit bagi nelayan disekitar Pantai Teluk Penyu Cilacap.Penelitian ini membahas tentang analisa ekonomis kapal ikan fiberglass katamaran diperairan pantai Teluk Penyu Cilacap dengan tujuan untuk mengetahui biaya investasi, biayapengeluaran per trip, pendapatan nelayan per tahun, dan mengetahui payback periode investasi.Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu, meghitung biayapembangunan kapal kemudian menentukan fixed dan variable cost sehingga diketahui pendapatankemudian dilakukan analisa profitabilitas dan payback periode.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan nilai investasi kapal sebesar Rp128.384.575,- dan biaya pengeluaran kapal dalam 1 kali trip adalah Rp 1,570,889,-. Pendapatannelayan per tahun sebesar Rp 41.066.163,- dan Payback period terjadi selama 3.1 tahun

STUDI KONFIGURASI LAMBUNG KAPAL TRIMARAN DENGAN BANTUAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD)

KAPAL Vol 10, No 3 (2013): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.634 KB)

Abstract

Kebutuhan kapal cepat meningkat untuk itu diperlukan kapal dengan bentuk lambungtrimaran. Kapal dengan bentuk lambung yang baik mempunyai hambatan kecil. Hal inimemberikan dampak baik untuk operasional dan olah gerak kapal. Penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan konfigurasi kapal Trimaran yang menghasilkan hambatan paling kecildengan menggunakan bantuan software Computational Fluid Dynamic (CFD). Denganmemprediksi posisi dan bentuk sidehull, maka akan didapat bentuk dan posisi sidehull yangefektif, sehingga bentuk aliran yang dilewati oleh kapal tidak menghambat laju kapal terhadapair. Posisi sidehull akan ditentukan secara memanjang, sementara bentuk sidehullmenggunakan bentuk simetris dan asimetris. Dari beberapa konfigurasi tersebut akandihasilkan satu model kapal yang baik. Penelitian ini menghasilkan hambatan yang terkecilpada konfigurasi kapal Trimaran simetri 1B (3,6 m) strut 2 m dengan kecepatan 15 knot,sementara pada kecepatan 25 knot, hambatan terkecil pada kapal simetri 1,25 B (4,5 m) strut 2m. Hambatan terkecil terdapat pada bentuk simetri pada setiap kecepatan.

KARAKTERISTIK KM. ZAISAN STAR AKIBAT PERUBAHAN MUATAN

KAPAL Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.139 KB)

Abstract

KM. Zaisan Star yang semula merupakan kapal general cargo dimodifikasi menjadi kapal pengangkut kendaraan (vehicle carrier) dengan penambahan geladak pada ruang muat dan diatas geladak utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai stabilitas dan kekuatan memanjang kapal dari 32 simulasi kondisi karena pengaruh pengisian geladak muat dan kondisi pelayaran kapal. Perhitungan dan analisa pada penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan rumus stabilitas dan kekuatan memanjang kapal yang terintegrasi pada perangkat lunak pekapalan yang mengacu standar IMO dan Rules BKI. Hasil analisa stabilitas menunjukkan nilai GZ terendah pada kondisi XXXI dengan 1,103 m sedangkan kriteria minimumnya 0,200 m. Nilai GM terendah pada kondisi XXXII dengan 1,160 m, sedangkan nilai minimumnya 0,150 m. Pada analisa kekuatan memanjang diperoleh nilai tegangan geladak kondisi air tenang 0,009 N/mm2, sagging 0,013 N/mm2 dan hogging 3,40 N/mm2 serta tegangan alas kondisi air tenang 0,020 N/mm2, sagging 0,029 N/mm2 dan hogging 7,825 N/mm2, nilai tersebut tidak melebihi nilai tegangan ijin kapal 188,815 N/mm2. Perhitungan modulus penampang menunjukkan nilai modulus penampang geladak 831,990 m3 dan alas 1913,974 m3, nilai tersebut memenuhi nilai modulus minimum kapal 0,1824 m3. Perhitungan momen inersia menunjukkan nilai momen inersia sebesar 2899,540 m4, nilai ini memenuhi nilai minimum momen inersia kapal 0,4103 m4.