Articles

PENERAPAN MODEL UML PADA PERPUSTAKAAN PADA SMK NEGERI 01 TEMBILAHAN Samsudin, Samsudin
SISTEMASI Vol 3, No 2 (2014): SISTEMASI
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v3i2.178

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini membangun sistem informasi Perpustakaan yang menggunakan metode pengembangan Sistem  dengan pendekatan Waterfall, pada pendekatan waterfall mempunyai beberapa proses, perencanaan, analisis, desain dan Testing dan Implementasi. Pada tahap Desain menggunakan pendekatan Pemodelan UML, dengan pemodelan ini diharapkan dapat memecahkan masalah yang terjadi. Dengan menggunakan Tahapan Waterfall maka setiap langkah-langkah menghasilkan output. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasi Sistem Informasi Perpustakaan pada SMK Negeri 01 TembilahanKata kunci : Waterfall, UML, Perpustakaan
PENCEGAHAN PENYAKIT KEKURANGAN VITAMIN A DENGAN PEMBERIAN "ORAL MASSIVE DOSE VITAMIN A EMULSION", DUA KALI SETAHUN Karyadi, Darwin; Djokosusanto, Ignatius; Soetedjo, S. Hasnah; Husaini, Jajah K.; Samsudin, Samsudin; Supardi, Supardi; Rachmad, Rachmad
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 2 (1972)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/2016

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap pemberian 200.000 Kesatuan Internasional (KI) vitamin A dicampur dengan 40 KI vitamin E dalam emulsi melalui mulut (oral) dua kali setahun kepada anak-anak pra sekolah, dengan tujuan mencegah xerophthalmia.Hasil penelitian terhadap anak-anak yang diikuti selama satu tahun, menunjukkan penyembuhan dan pengaruh pencegahan. Tanda dan gejala xerophthalmia pada mata menyembuh dan kadar serum vitamin A meninggi. Dosis yang lebih tinggi disarankan untuk dapat memenuhi kebutuhan tambahan pada xerophthalmia yang juga menderita tuberkulosa.
PENELITIAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DI DALAM USAHA PERBAIKAN GIZI ANAK PRA-SEKOLAH YANG DISELENGGARAKAN DI TAMAN GIZI DESA CIJENGKOL KABUPATEN SUKABUMI Djokosusanto, Ig.; Samsudin, Samsudin; Asmuni, Asmuni; Husaini, Jajah K.; Soetedjo, S. Hasnah; Supardi, Supardi; Karyadi, Darwin
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 3 (1973)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/1927

Abstract

Telah diteliti pengaruh pemberian makanan tambahan di Taman Gizi di desa Cijengkol, kabupaten Sukabumi terhadap 26 anak pra-sekolah yang berasal dari keluarga-keluarga golongan sosial-ekonomi rendah.Keadaan gizi anak-anak eksperimen dibandingkan dengan anak-anak kontrol menunjukkan perbaikan yaitu dengan menurunnya jumlah penderita kurang protein-kalori pada akhir program.Dinilai dari segi antropometri gizi ternyata pengaruh makanan tambahan selama tiga bulan tidak memberikan hasil yang nyata. Ada beberapa faktor yang diduga telah menyebabkan keadaan tersebut, yaitu jangka waktu pemberian makanan tambahan terlalu singkat, kurangnya nafsu makan pada anak-anak tersebut, serta adanya penyakit infeksi kronik tuberkulosis. Penyakit saluran pernafasan, baik yang akut maupun yang menahun (tuberkulosis) diduga merupakan sebab penting sebagai penghambat perbaikan gizi anak-anak tersebut.Usaha penyuluhan gizi praktis hanya sampai pada tingkat tambahan pengetahuan. Ibu-ibu yang dididik/diberi penyuluhan belum dapat merubah sikap dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya itu di rumah mereka masing-masing. Keadaan sosial-ekonomi yang rendah serta terbatasnya sumber-sumber yang ada di keluarga merupakan faktor-faktor yang sangat erat hubungannya dengan tidak mampunya ibu-ibu tersebut di dalam menyediakan makanan yang baik bagi anggota-anggota keluarga.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KAPSUL IODIUM DOSIS TINGGI TERHADAP STATUS IODIUM WANITA USIA SUBUR (WUS) YANG MENGKONSUMSI BAHAN MAKANAN SUMBER SIANIDA TINGGI Saidin, M.; S., Sukati; K., Suryati; Kristanto, Dhoni; Samsudin, Samsudin
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan Vol 27, No 1 (2004)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/1407

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF ORAL HIGH DOSE IODINE SUPPLEMENTATION TO IODINE STATUS OF CHILDBEARING AGE WOMEN CONSUMING OF FOOD HIGH IN CYANIDE CONTENT.Background: It was reported by Iodine Deficiency Disorder Research Institute of Ministry of Health that prevalence of childbearing age women (CBAW) with abnormal of serum Thyroid Stimulating Hormone (TSH) value in Magelang district was around 23%, while Urine Iodine Excretion (UIE) considered normal (112 πg/L). The average of cyanide content of daily food consumed was 29.4 mg/day. These findings indicated that there was a relationship between cyanide consumed and Iodine Deficiency Disorder (IDD). As one of goitrogenic agents, cyanide inhibited Iodide (I) entering into thyroid cells, further more disturbed process of thyroid hormone (T4 and TSH) synthesis. Objectives: To investigate the effect of the supplementation of high dose Iodine by oral (capsules) to iodine status of childbearing age women consuming foods high cyanide in IDD endemic area. Methods: The  study design was "intervention with quasi experiment trial". The study sites covered two sub-district, namely Srumbung and Salam sub-district of Magelang district of Central Java. A total of 80 CBAW (19-45 years old) consuming high intake of cyanide were randomly taken as treatment group and another 80 CBAW with low intake of cyanide as control group. Data collection was conducted before and after supplementation of iodine capsules (200 mg). Each subject received two capsules and was evaluated 6 months later. Data collected were cyanide content of daily food consumed, serum TSH, urine thiocyanate and urine iodine excretion as well. Results: The baseline data showed that no significant difference In the UIE between group I (CBAW high intake of cyanide) (99 ng/L) and group II, those of consuming low intake of cyanide (103.5 ng/L). After one month intervention the UIE of both groups increased significantly, group I = 311 ng/L and group II = 339 ng/L. After 6 months intervention the UIE of both groups still considered high, group I= 291 ng/L and group II = 315 ng/L. The proportion of CBAW with low status of iodine (based on TSH value > 5 nJ/L) for group I decreased to 6.3%, while for group II no changes. The effectiveness of high dose iodine supplementation to iodine status of CBAW with high intake of cyanide was slightly lower than those with low intake of cyanide (70 vs 100). Conclusions: Neither difference effect of high dose iodine supplementation to iodine status of childbearing age women with high intake of cyanide nor to those with low intake of cyanide. Keywords: effectiveness, high dose, supplementation, iodine status, childbearing age women, cyanide, Urine Iodine Excretion, thyroid hormone. 
A STUDY ON THE EFFECTS ADMINISTRATION OF ONE DOSE OF 300.000 I.U. ORAL VITAMIN A AND DEWORMING FOR PREVENTION AND TREATMENT OF VITAMIN A DEFICIENCY Samsudin, Samsudin; Karyadi, Darwin; Wirya, I.G.N. Wila; Susanto, Ig. Joko; Sudibyo, Supardi; Sutedjo, Hasnah; Husaini, Yayah
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 3, No 1 Mar (1975)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/596

Abstract

Suatu penyelidikan tentang pencegahan dan pengobatan defisiensi citamin A pada anak-anak prasekolah telah dikerjakan didesa Tegal dan Iwul, Bogor dengan memberikan preparat vitamin A oral dosis tinggi. Preparat tersebut mengandung emulsi retinyl-palminate 300.000 I.U. yang dicampur dengan 100 I.U. citamin E (tocopheryl acetate). Dua golongan anak yaitu 100 tanpa dan 75 dengan xerophthalmia dipergunakan untuk studi tersebut. Mereka dibagi lagi dalam 4 kelompok. Kelompok pertama diberikan hanya vitamin A oral. Kelompok kedua diberikan obat cacing (deworming) terlebih dahulu sebelum diberikan vitamin A oral, dengan combantrin (pyrantel pamoate) single dose 10 mg/kg. berat badan. Kelompok ketiga diberi obat cacing dan placebo dan kelompok keempat hanya diberi placebo. Ternyata pada pemeriksaan setelah 6 dan 12 bulan kemudian semua anak tanpa xerophthalmia tetap terlindung dari xeropthalmia setelah diberikan vitamin A baik dengan atau tanpa deworming terlebih dahulu. Sedangkan 5-8 persen anak dengan xerophthalmia tidak dapat disembuhkan. Obat ca­cing tidak jelas menunjukkan pengaruhnya untuk memperbaiki penggunaan oral vitamin A, tetapi obat cacing dan vitamin A oral tersebut menunjukkan pengaruh baik terhadap keadaan gizi. Sedangkan terhadap kejadian penyakit, pengaruhnya tidak begitu jelas.
A STUDY ON PREVENTION OF VITAMIN A DEFICIENCY BY ANNUAL ORAL MASSIVE DOSE VITAMIN A AND E EMULSION ADMINISTRATION Karyadi, Darwin; Samsudin, Samsudin; Husaini, Jajah; Soetedjo, Hasnah; Husaini, Husaini; Wirya, Wila; Soedibjo, Soepardi; Bakry, Faried
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 2, No 1 Mar (1974)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/553

Abstract

Suatu penyelidikan mengenai pencegahan dan pengobatan penyakit defisiensi vit. A. di Cibatok, Bogor, telah dilakukan dengan menggunakan oral massive dose vit. A. (retinol palmitat e) 300,000 I.U. dikombinasikan dengan vit E (a tocopherol acetate) 50 I.U. dl. Dua group anak-anak umur 1-6 tahun dipilih masing-masing sebagai group Experiment dan Control yang hanya diberikan placebo. Sedangkan masing-masing group dibagi lagi menjadi golongan-golongan penderita dan golongan Non vit. A. defisiensi (normal). Ternyata setelah 6 (enam) bulan kemudian 90 percent penderita yang mendapat pengobatan menjadi sembuh dan sebaliknya 88.9 percent dari penderita yang mendapat placebo masih tetap menderita defisiensi vit. A. (table 2) Table 3. Menunjukkan adanya pengaruh penyakit infeksi G.I tract terhadap berhasilnya pengobatan dan juga pada umumnya dapat disimpulkan bahwa gizi penderita tidak mempengaruhi pengobatan. Table 4 Kadar Vit. A. didalam darah penderita setelah pengobatan ternyata jauh lebih tinggi dari semula. Sedangkan dalam group yang mendapat placebo tidak terjadi kenaikan. Dari data penyelidikan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian oral massive dose kombinasi dari vit. A dan E pada anak-anak sebelum sekolah dapat mencegah, mengobati gejala-gejala defisiensi vit. A. di mata.
2013 BASIC CURRICULUM EDUCATION PROTOTYPE MODEL LEARNING Samsudin, Samsudin; Sudarso, Sudarso; Khaeroni, Khaeroni
JIPES - JOURNAL OF INDONESIAN PHYSICAL EDUCATION AND SPORT Vol 4 No 2 (2018): Journal of Indonesian Physical Education and Sport
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.159 KB) | DOI: 10.21009/JIPES.042.05

Abstract

This research and development aims to produce a locomotor-based basic motion learning model for elementary school children. Specifically this study aims to: 1) Produce products based on locomotor basic motion learning models for elementary school children; 2) Test the effectiveness of locomotor-based basic motion learning models for elementary school children. The research method used in this research is the research and development method of Borg and Gall. Pretest and Posttest Exploitation Tests aim to find out whether there is an increase. The research conclusion is stated to be significant if t count> t table at 5% significance level and p <0.05. The average pretest score of the experimental group was 6.15 and the average posttest score was 9.95. so it has increased in the locomotor base motion of 3,800, t count> t table at 5% significant level (33,230> 2,042) and has a p value of 0.00 <0,05 which means it can be concluded that there is a significant increase in the results of basic motion in the experimental group . Pretest t test and posttest control aims to find out whether there is an increase. The research conclusion is stated to be significant if t count> t table at 5% significance level and p <0.05. The average value of the pretest of the control group was 6.1 and the average posttest score was 7.75 so that it increased in the locomotor basic motion of 1.65, t count> t table at a significant level of 5% (9,927> 2,042) and had a p value of 0,000 <0,05 which means it can be concluded that there is a significant increase in the results of basic motion in the control group. Furthermore, to see the effect of treatment based on its significance is to use a statistical test using a mean difference test of two independent meanings. Analysis of independent-sample t-test on the posttest of the experimental class and posttest of the control group aims to find out whether there is a significant difference in posttest scores in the experimental group and the control group. The research conclusion is stated to be significant if t count> t table at 5% significance level and p <0.05. Summary of posttest test, it is known that the average locomotor basic motion of the experimental group is 9.95 and the average locomotor base motion of the control group is 7.75. So that it can be concluded that the average locomotor basic motion of the experimental group 2.5 is better than the control group. It is known that t count is 9,515 with a significant 0.002. T table obtained from db 78 at a significant level of 5% is 1.671 so the value of t count> t table (9,515> 1,671). And it was concluded that there was a significant and effective influence for elementary school children.   Keywords: basic, scientific motion
Potensi Asap Cair sebagai Insektisida Nabati Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei Indriati, Gusti; Samsudin, Samsudin
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38883.201 KB) | DOI: 10.21082/jtidp.v5n3.2018.p123-134

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo) merupakan hama utama tanaman kopi. Hama ini sulit dikendalikan karena  menyerang buah kopi sejak berada di pohon hingga tahap penyimpanan di gudang.  Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi asap cair sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan hama PBKo. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, mulai bulan Januari sampai Desember 2016. Asap cair yang digunakan berasal dari kulit buah kakao, serbuk gergaji, tempurung kelapa, dan sekam padi.  Analisis kandungan fitokimia asap cair dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan gas cromatografy mass spectrometry (GCMS). Uji toksisitas menggunakan metode residu dan kontak. Pengujian toksisitas dilakukan pada konsentrasi 1%; 1,5%; 2%; dan 2,5%, kontrol (akuades), insektisida klorpirifos (2 ml/l) sebagai pembanding. Masing-masing perlakuan menggunakan 15 ekor imago H. hampei diulang 3 kali. Parameter yang diamati mortalitas pada 24, 48, 72, 96, dan 120 jam setelah perlakuan (JSP). Uji daya tolak makan (antifeedancy) menggunakan 10 buah biji kopi dalam wadah plastik yang diinfestasi 20 ekor imago diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah jumlah lubang gerekan pada 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 hari setelah infestasi. Hasil analisis menunjukkan komponen terbesar dalam asap cair yang diduga berfungsi sebagai insektisida adalah benzenesulfonic acid 4-hydroxy dan acetic acid. Semua asap cair yang diuji bersifat toksik terhadap imago PBKo.  Mortalitas imago PBKo tertinggi pada perlakuan asap cair tempurung kelapa konsentrasi 2,5% sebesar 48,87%, dengan tingkat serangan 20% dan penurunan serangan 70%. Asap cair dari tempurung kelapa  berpotensi sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan hama PBKo.
PENTINGNYA PERAN ORANGTUA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK Samsudin, Samsudin
SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 1 No 2 (2019): Pendidikan dan Psikologi
Publisher : Fakultas Tarbiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.88 KB)

Abstract

The role of parents in the formation of children's personality is very important, in forming the personality of parents must be a figure or give a good example early on, because it can affect the child to grow up to become an adult. The child's personality is formed depending on how parents educate, nurture and apply morals to the child since childhood, so that later in adulthood the child will get used to what is taught by both parents. The formation of the child's personality is not easy for parents, because if parents overestimate the formation of personality and character of children, then children will grow up to become children who often commit fraud, therefore parents must really pay attention to the importance of the formation process the personality of children from an early age and provide a good example also familiarizes with good things so that children grow up to be children who have good personalities and have good characters too.
Sistem Pakar Diagnosa Dampak Penggunaan Softlens Menggunakan Metode Backward Chaining Mukhtar, Nurmala; Samsudin, Samsudin
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Softlens adalah sejenis lensa yang dibuat dari bahan yang bersifat “lunak”,yaitu silicon hydrogen. Penggunaan softlens dalam jangka waktu lama dapat berpotensimenyebabkan iritasi mata, mata merah dan infeksi. Untuk itu diperlukan sebuah sistem pakar untuk membantu mendiagnosa dampak penggunaan softlens. Pembangunan sistempakar diagnosa dampak penggunaan softlens ini menggunakan metode backwardchaining atau runut balik. Metode runut balik bekerja dengan cara menentukan penyakityang diderita oleh pengguna softlens kemudian akan dijabarkan sebab-sebab penyakittersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pakar ini mempermudahpengguna soflens untuk melakukan diagnosa dampak penggunaan softlens berdasarkangejala yang dialami, dan mengetahui cara penanggulangannya.