Articles

KESIAPAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI DALAM RANGKA UJIAN NASIONAL Samsudi, Samsudi
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Vol 32, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.421 KB) | DOI: 10.17977/tk.v32i2.3100

Abstract

The implementation of competency examination in vocational school natio­nal exmination needs studies, one of them is those regarding to the readiness and imple­mentation in the field. It is based on the reality that the schools? conditions are vary, from locations, internal conditions, and stakeholders? supports. This research?s objective is to describe vocational schools? readiness on location, accessors, infrastructures, time of implementation, and mechanism. The result of research shows that 61.43% of competency examination were implemented in school. The proportion of accessor were a combination of instructor from stakeholder and teacher from school. Further­more, infrastructures of vocational school located in province city were fully equipped, while the ones located in regency were less equipped. Among 98.33% of competency examination were conducted before national examination within 30 to 33 days of duration, and mechanism of competency examination used project work approach.Pelaksanaan uji kompetensi dalam rangka ujian nasional Sekolah Me­ne­ngah Kejuruan (SMK) memerlukan berbagai kajian, salah satunya berkaitan dengan kesiapan dan keterlaksanaan di lapangan. Hal ini mengingat kondisi SMK bervariasi, baik dari sisi lokasi geografis, kondisi internal, maupun dukungan stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesiapan SMK dari sisi tempat pelak­sanaan, tenaga asesori, infrastuktur SMK pelaksana, waktu pelaksanaan, dan me­kanis­menya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,43% uji kompetensi dilaksana­kan di sekolah, proporsi asesor adalah gabungan instruktur dari stakeholder dan guru dari sekolah, infrastruktur SMK yang berlokasi di kota provinsi kondisi lengkap, sedang yang berlokasi di kabupaten kurang; 98,33% uji kompetensi dilaksanakan sebelum ujian nasional dengan rentang waktu 30-33 hari, dan mekanisme uji kompe­tensi menggunakan pendekatan kerja proyek.
Kualitas Keterampilan Pekerja Industri Kecil (Kasus di Sentra Industri Kecil Logam) Samsudi, Samsudi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.435 KB)

Abstract

Sektor industri kecil, terutama logam, saat ini memerlukan pemberdayaan (empowerment) pada aspek substansial, yaitu peningkatan kualitas sumber daya mamisia, terutama peningkatan kualitas keterampilan kerja. Upaya ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap peningkatan kualitas produk industri kecil, yang sementara ini banyak ditengarai berkualitas rendah. Salah satu hal yang dapat diupayakan adalah mengintensifkan pelaksanaan pelatihan kerja, baik dalam bentuk on the job training (OJT), maupun pemagangan (apprentice training) bagi para pekerja industri kecil. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena pelaksanaan pelatihan kerja dan sejenisnya, saat ini tidak intensif dan sistematis serta terkesan parsial, sehingga kurang memberikan konstribusi secara kongkrit terhadap peningkatan kualitas keterampilan kerja. Dengan upaya ini maka kinerja industri kecil, terutama logam, tidak lagi berciri padat karya (labor intensive), tetapi secara perlahan bergeser ke arah padat keterampilan/keahlian (skill intensive).
RUANG KOMUNAL KELURAHAN KEMLAYAN SEBAGAI KAMPUNG WISATA DI SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL Septerina, Adisti Bunga; Samsudi, Samsudi; Sanyoto, Agus
ARSITEKTURA Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The communal spaces of the Kemlayan village is a container used as an expression of Kemlayan culture related to creative industries, social activities village and arts. This communal space is shared spaces that are molded into a tourist village in Surakarta to restore the image of Kemlayan as artisan village in Surakarta. Located in one of crowded areas in Surakarta, Kemlayan is very strategic and easily to reach from Slamet Riyadi street. It is local support also make it as an ideal tourist village. The problem in design that often arises is how to formulate the concept of Kemlayan communal spaces as a tourist village in Surakarta with contextual architecture approach. The methods used are the identification of problems arised with the function, roles and terms of the building which give the specification of the building physical expression into design concept. The concept used is contextual architect. This concept harmonize new buildings around that visual continuity stay. Keywords: Communal Space, Kemlayan Village, Tourist Village, Contextual Architecture
Kesiapan SMK dalam pelaksanaan uji kompetensi keahlian dalam rangka ujian nasional Samsudi, Samsudi
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 1, No 1 (2011): Februari
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.925 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v1i1.5708

Abstract

READINESS OF VOCATIONAL SCHOOL IN THE IMPLEMENTATION OF THE COMPETENCE TEST EXPERTISE IN THE FRAMEWORK OF NATIONAL EXAMINATIONCompetency examination in Vocational School national examination started in 2006/2007 needs researches, one of them is those regarding to the readiness and implementation in the field. It is based on the reality that the schools conditions are vary, from locations, internal conditions, and stakeholders supports. This reasearchs objective is to describe vocational schools readiness on test location, internal accessors and examiners, infrastructures (rooms, materials, tools), time of implementation, length of time for competency examination, procedures, and mechanism. The discussion of those are divided into two locations, namely province and regency.
MACROMEDIA FLASH PROFESSIONAL 8 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Firdaus, Fiki; Samsudi, Samsudi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan prestasi belajar dengan penggunaan macromedia flash professional 8 sebagai media pembelajaran terhadap kompetensi sistem rem. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis Quasi Eksperimental dengan bentuk non randomized control group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Teknik Mekanik Otomotif SMK NU Hasyim Asy’ari Tarub 2010 yang berjumlah 4 kelas. Pengumpulan data menggunakan tes, analisis data dengan teknik statistik deskriptif dan analisis hitung dengan uji-t dua pihak. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat peningkatan prestasi belajar pada kelompok eksperimen sebesar 21,39 (36,39%), sementara pada kelompok kontrol terdapat peningkatan sebesar 5,72 ( 9,9%).
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE) DALAM KOMPETENSI MENDIAGNOSIS GANGGUAN SIMTEM REM Indarwanto, Wahyu; Samsudi, Samsudi; Sunyoto, Sunyoto
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran problem solving SSCS dalam  kompetensi mendiagnosis gangguan pada sistem rem. Penelitian ini menggunakan metode true experimental (pretest–posttest control group design yang didalamnya terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dipilih secara random). Sampel pada penelitian ini adalah siswa SMK NU Bodeh kelas XI TSM–1 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI TSM–2 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji perbedaan dua rata-rata menggunakan uji-t. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan rumus t–test menunjukan bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran problem solving SSCS memperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 79,53, dengan nilai tertinggi 90, nilai terendah 70 dan standar deviasi 4,97, sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung (ceramah) memperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 71,56 dengan nilai tertinggi 85, nilai terendah 55 dan standar deviasi 6,65. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SISTEM SUSPENSI DENGAN MENGGUNAKAN INSTRUCTIONAL MATERIALS PADA MATA DIKLAT CHASIS DAN SISTEM PEMINDAHAN DAYA Zajid, Achmad; Samsudi, Samsudi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan sebuah media pembantu praktek siswa menggunakan instructional materials dalam kompetensi memperbaiki sistem suspensi pada mata diklat chasis dan sistem pemindahan daya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Randomized Control Group Pre test-Post test. Populasi yang digunakan adalah seluruh peserta didik kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah Kudus tahun ajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas 2 dan 3 Teknik Kendaraan Ringan. Hasil analisis nilai rata-rata yang diperoleh untuk kelas kontrol pre test sebesar 59,14 dan post test sebesar 65,06 dan untuk kelas eksperimen nilai rata-rata kelompok pre test sebesar 58,83 dan post test sebesar 76,71. Peningkatan hasil belajar kelompok pre test dan post test kelas kontrol sebesar 10,01 % dengan menggunakan job sheet biasa sedangkan dengan menggunakan instructional materials peningkatan pada kelas eksperimen sebesar 30,39 %. 
STRATEGI KEMITRAAN SMK DENGAN STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN LULUSAN Samsudi, Samsudi; Widodo, Joko; Margunani, Margunani
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 33, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v33i2.9102

Abstract

This study aims at finding a synergetic partnership model between vocational high schools (SMK) with stakeholders for the educational implementation of SMK in developing their graduate entrepreneurship. The study employed Research and Development as research method. The first-year results of the study are as follows: (1) a synergetic and sustainable partnership between SMK and stakeholders in developing the graduate entrepreneurship is very essential mainly in the aspects of curriculum development, implementation of learning strategies, utilization of human resources, evaluation, and distribution of graduates; (2) the existing partnership between SMK and stakeholders has not specifically developed graduate entrepreneurship, but more in the form of implementation of industrial working practices (prakerin) which includes learning activities, utilization of human resources, and evaluation of learning; (3) partnership between SMK and stakeholders is very necessary, starting from the planning and development of the curriculum.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK MELALUI PEER TRAINING Adinuryadin, Eko; Samsudi, Samsudi; Masrukan, Masrukan
Educational Management Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi kesulitan guru yang belum dapat diatasi melalui forum MGMP sekolah yaitu dalam melaksanakan pembelajaran saintifik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan desain peer training yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran saintifik. Penelitian tindakan kepengawasan ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus melalui tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Terdapat tiga indikator keberhasilan yaitu kualitas peer training, perencanaan, dan pelaksanaan pembelajaran saintifik mencapai skor 75%. Hasil pengamatan menunjukkan skor peer training Siklus 1 sebesar 85,00 dan Siklus 2 sebesar 92,50, diperoleh skor gain 0,50 berkriteria “sedang”. Skor rata-rata perencanaan pembelajaran saintifik Siklus 1 sebesar 67,38 dan pada Siklus 2 sebesar 90,48, diperoleh skor gain 0,71 berkriteria “tinggi”. Skor rata-rata pelaksanaan pembelajaran saintifik pada Siklus 1 sebesar 70,78 dan pada Siklus 2 sebesar 91,88, diperoleh skor gain 0,72 berkriteria “tinggi”. Berarti peer training dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran saintifik.Peneliti merekomendasikan kepada para trainer dan pengawas agar peer training dapat dijadikan referensi untuk kegiatan pelatihan, baik di lingkup satu maupun beberapa sekolah. Hal penting yang peneliti sarankan dalam peer training yaitu hendaknya peer training dilaksanakan sesuai alokasi hari MGMP sekolah agar tidak mengganggu aktivitas guru dalam mengajar. The research’s settings are difficulties of teachers that not solved by teacher group yet, is to carry out the scientific learning. The aims are to formulate peer training that can increase teacher ability to carry scientific learning. This is an action research of supervisionary with two cycles. Every cycle passes planning, implementation, observation, and reflection. There are three success indicators, peer training quality, planning and doing scientific learning reach score 75%. The observation result peer training score at Cycle 1 is 85.00 and Cycle 2 is 92.50, gain score 0,50 (medium). The average of observation scores of planning scientific learning at Cycle 1 is 67.38 and Cycle 2 is 90,48, gain score is 0.71 (high). The average of observation scores of carrying scientific learning at Cycle 1 is 70.78 and Cycle 2 is 91.88, gain score is 0.72 (high). It’s meant peer training activity make increase teacher ability in planning and carry out scientific learning. Researcher recommends to other trainer and superintendants that could be reference for similar trainings, either scope in a school or in several schools. The important thing that researcher suggests is that in peer training should done in the day of teacher group activity that alocated in school that not disturbs teacher activity.
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN STRATEGI PEMBINAAN PROFESIONALISME BERBASIS SOFT SKILL BAGI PERWIRA TNI AD Subagio, Istu Hari; Sastroatmodjo, Soedijono; Samsudi, Samsudi; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji
Educational Management Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan sebuah model manajemen strategis pembinaan soft skill keprofesionalan Perwira TNI Angkatan Darat. Perwira Pertama (Pama) Angkatan Darat yang ada di lingkungan Kodam I Bukit Barisan ebagai sumber data. Data penelitian diperoleh melalui angket, observasi, wawancara, dokumentasi. Seluruh instrumen yang digunakan divalidasi oleh pakar (promotor) dengan teknik rational jugdment. Data penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif Model Hipotetik divalidasi internal oleh sejumlah pakar lewat FGD, sedangkan validasi eksternal lewat pemangku kebijakan yaitu sejumlah pimpinan Departemen Pertahan dan Keamanan (Hankam). Aspek-aspek soft skill yang perlu dikembangkan untuk para perwira TNI AD yaitu: (1) etika, (2) kemampuan komunikasi, (3) ketahanan mental dan keuletan, (4) kemampuan bersosiali-sasi, (5) kerjasama dan jiwa korsa, (6) kemampuan memimpin, (7) kepekaan sosial, (8) keberanian mengambil keputusan, melalui sebuah model manajemen pembinaan yang terintegrasi dengan model pembinaan kurikuler. Berdasarkan hasil dan analisis dapat disimpulkan bahwa diperlukan adanya manajemen strategi pembinaan profesionalisme yang menyeimbangkan pemberian materi pembinaan antara kecakapan hard skill dan soft skill secara berkesinambungan, proprosional dan terprogram. Research and development aims to produce a model of strategic management soft skills coaching professionalism the Army officer. As a source of research data are First Officer (Pama) Army in the environment I Bukit Barisan Military Command, which amounted. Data were obtained through questionnaires, observation, interviews, documentation. The entire instrument is used validated by experts (promoters) with rational techniques jugdment. Data were analyzed with descriptive qualitative techniques and data from the model development was analyzed by quantitative descriptive technique. The Hipotetic model is validated internally by a number of experts through focus group discussions (FGD), while the external validation through stakeholders that a number of leaders Department of Defense and Security (Defense and Security). Aspects of soft skills need to be developed for the officers of the army, namely: (1) ethics, (2) communication skills, (3) mental toughness and tenacity, (4) the ability to socialize, (5) and the corps spirit of cooperation, (6 ) the ability to lead, (7) social sensitivity, (8) the courage to make decisions. through an integrated management model development with curricular model. There needed to be a strategy for developing the professionalism of management by balancing the provision of guidance material between hard skills and soft skills skills on an ongoing basis, proportional and programmed.
Co-Authors A.T. Soegito, A.T. Abdul Aziz Arrosyid, Abdul Aziz Abdul Wahid Achmad Rifa’i, Achmad Achmad Rifai RC, Achmad Rifai Achmad Zajid, Achmad Adi Prihastanto, Adi Adisti Bunga Septerina, Adisti Bunga Adysty Nugrahani, Adysty Agung Kumoro Wahyuwibowo, Agung Kumoro Agung Kumoro, Agung Agus Heru Purnomo, Agus Heru Agus Sanyoto, Agus Amin Yusuf Amrina Rosyada Andreas Priyono Budi Prasetyo, Andreas Priyono Budi Aris Mulyono, Aris Beni Habibi Boris, Valentinus Bunyamin Bunyamin Cahyo Budi Utomo Dian Fajarwati, Dian Dwi Setyowati Dwi Yuwono Puji Sugiharto, Dwi Yuwono Puji Dwijatmiko, Heru DYP. Sugiharto, DYP. Eko Adinuryadin, Eko Endang Kustiowati Fadli, Mohamad Fauzi, Iqbal Maulana Fauziah Asri Latifah, Fauziah Asri Fiki Firdaus Ghozali, Raymond Allen Hamdan Tri Atmaja Hanik, Ahmad Hari Wibawanto Haryadi haryadi Haryono Haryono Hendarto, Iqbal Dwi Istu Hari Subagio, Istu Hari Joko Widodo Kurniawan, Alfi Muklis Kusumastuti, Kurnia Lita Latiana Maman Rachman Margunani Margunani, Margunani Masrukan Masrukan Masrukhi Masrukhi MDE Purnomo, MDE Miftakhus Syahidurrachman, Miftakhus Mohamad Muqoffa Muhammad Asrori Mulastin Mulastin, Mulastin mungin eddy wibowo, mungin eddy Muzakkir Muzakkir Noorpramono, Noorpramono Notosoegondo, Hendriani Selina Nur Khoiri Oyong Satriakusuma, Oyong Papin Longaun Rosy, Papin Longaun Pranoto, Sugiyo Pratiwi, Lanjar Puji Sugiharto, Dwi Yuwono Pusparani, Herlina Rasdi Ekosiswoyo Rochmawati, Nur Intan Rohmad Hendratno, Rohmad Ruhaina, Nelly Ivva Rusdarti Rusdarti, Rusdarti Rustono Rustono, Rustono Sakti Randhy Saputra, Sakti Randhy Selvia, Futri Siskandar Siskandar, Siskandar Siti Alimah Slameto Slameto Soedijono Sastroatmodjo, Soedijono Soerjo Hadijono Sofwan Sofwan Sri Yuliani Sugiyo Sugiyo, Sugiyo Sukartono Sukartono Sunyoto Sunyoto Suparno Suparno Surya Jaya, Surya Titi Prihatin Tito Suryono Tjipta Bahtera, Tjipta Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Tri Joko Raharjo Ummul Mustaqimah, Ummul Wahyu Indarwanto, Wahyu Y. A. Triana Ohoiwutun, Y. A. Triana Y.A. Triana Ohoiwutun, Y.A. Triana Zauma, Fathi Falaha