I Putu Sampurna
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

Pertumbuhan Alometri Dimensi Panjang dan Lingkar Tubuh Sapi Bali Jantan

Jurnal Veteriner Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research was conducted at Bukit Jimbaran, Badung Bali from September to October 2007 to investigatethe lenght and circular body dimension of Bali cattle. Ten young male bali cattle 0.5-1.5 year old weremeasured for three times at 2 weeks interval. Collected data was analysed with regretion-corelation byallometric growth lines Y = aXb. F test and coeficient-correlation was then used to chek the validity andacurate models. Result showed that the lenght head, neck, body anterior and posterior had medium potentialgrowth. Circular neck anterior grew early with a high potential. The circular neck posterior growth potentialwas medium, where as circular thorax and abdomen was law poitential growth.

Tampilan Broiler Betina yang Diinjeksi Kombinasi Tylosin dan Gentamicin

Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging broiler dipilih sebagai salah satu alternatif, karena kita tahu bahwa  broiler sangat efisen diproduksi. Kendala yang dihadapi peternak saat ini adalah tingginya harga pakan dan kompleksitas penyakit yang muncul dikalangan peternak. Penggunaan antibiotik di bidang peternakan sudah sangat luas, baik sebagai imbuhan ransum maupun untuk tujuan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh injeksi kombinasi tylosin dan gentamicin terhadap performan broiler betina. Ternak yang digunakan dalam penelitian broiler strain CP 707 Produksi PT. Charoen Pockphard Jaya Farma sebanyak 24 ekor betina yang dipelihara selama 35 hari. Pada hari kesebelas ayam dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok, yang setiap kelompoknya berjumlah 6 ekor. Ransum yang diberikan pada penelitian ini yaitu ransum starter dan finisher CP 11 produksi PT. Charoen Pockphard Jaya Farma, Surabaya. Penelitian ini menggunakan antibiotik kombinasi tylosin dan gentamicin dengan dosis 0,1 ml, 0,2 ml, dan 0,3 ml. Injeksi kombinasi tylosin dan gentamicin 0,1 ml, 0,2 ml, dan 0,3 ml tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat badan, pertambahan berat badan, dan konversi ransum. Sedangkan lama pemeliharaan (hari) berpengaruh sangat  (P<0,01) terhadap berat badan, pertambahan berat badan, dan konversi ransum.

Ketahanan Susu Kuda Sumbawa pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Total Asam, Uji Didih, dan Warna

Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketahanan susu kuda sumbawa pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari total asam, uji didih, dan warna. Penelitian ini menggunakan sampel susu kuda sumbawa segar. Sampel diambil sebanyak 180 mL setiap kuda, untuk diuji total asam, uji didih dan uji warna. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan lima ekor kuda sebagai kelompok dan diamati pada hari ke-0, 1, 2, 3, 4, dan 5 sebagai perlakuan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan susu kuda sumbawa selama penyimpanan lima hari dalam suhu ruang ditinjau dari total asam akan semakin menurun. Selama penyimpanan lima hari dalam suhu ruangan, terjadi peningkatan total asam. Hasil sidik ragam total asam susu kuda sumbawa yaitu pada kelompok terdapat variasi yang sangat nyata (P<0,01) antar kuda sumbawa terhadap hasil dari total asam susu. Selain itu juga lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam susu kuda sumbawa, yaitu semakin lama disimpan maka total asam susu semakin tinggi. Berdasarkan hasil uji Cochran dapat dilihat bahwa terjadi perubahan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap hasil uji didih susu kuda sumbawa. Pada uji warna, ketahanan susu kuda sumbawa selama penyimpanan dalam suhu ruang akan tetap tahan dimana tidak terjadi perubahan warna terhadap susu kuda sumbawa selama penyimpanan lima hari dalam suhu ruang. Simpulan dari penelitian ini adalah ketahanan susu kuda sumbawa selama penyimpanan lima hari dalam suhu ruang semakin menurun.

Ketahanan Susu Kuda Sumbawa Ditinjau dari Waktu Reduktase, Angka Katalase, Berat Jenis, dan Uji Kekentalan

Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketahanan susu kuda Sumbawa ditinjau dari waktu reduktase, berat jenis, angka katalase, dan uji kekentalan. Susu kuda Sumbawa diambil dari lima peternak dan dari masing-masing peternak diambil 600 ml susu dan ditampung dalam botol steril lalu ditutup dan disimpan pada suhu ruangan. Pengambilan susu dilakukan 1 kali. Volume susu yang digunakan adalah sebanyak 3 liter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan 5 ekor kuda sebagai kelompok. Pengamatan dilakukan pada hari ke 0, 1, 2, 3, 4, 5 sebagai perlakuan, sehingga di uji sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji waktu reduktase zat biru metilen cepat terbentuk. Berat jenis susu mengalami penurunan disebabkan oleh perubahan senyawa-senyawa yang terkandung dalam susu. Angka katalase mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Uji kekentalan susu mengalami penurunan. Selama penyimpanan dalam suhu ruangan terjadi peningkatan waktu reduktase yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 317,40 menit±30,95, akan tetapi sampai hari ke-5 belum terjadi penyimpangan. Pada uji berat jenis terjadi perubahan berat jenis yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 1,03±0,01 dan mengalami penyimpangan setelah hari ke-2. Pada uji angka katalase terjadi penurunan angka katalase yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 0,80cc±0,23, sampai hari ke-5 belum terjadi penyimpangan. Pada uji kekentalan terjadi perubahan penurunan kekentalan yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 8,63 Brix±0,01, dan sampai hari ke-5 belum mengalami penyimpangan. Susu kuda Sumbawa tanpa proses pasteurisasi dapat dikonsumsi sebelum susu tersebut memasuki hari ke-5.

Pertumbuhan Dimensi Tinggi Tubuh Pedet Sapi Bali

Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dimensi tinggi tubuh pedet sapi bali. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap dimensi tinggi tubuh pedet sapi bali meliputi tinggi punuk dan tinggi pinggul sapi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 12 ekor pedet sapi bali masing–masing 6 ekor pedet jantan dan 6 ekor pedet betina. Pengukuran dimensi tinggi tubuh pedet sapi bali dilakukan 6 kali pengukuran mulai umur 0 bulan (baru lahir) sampai 6 bulan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Model persamaan yang digunakan adalah y = a.ebx. Hasil sidik ragam dimensi tinggi pedet sapi bali menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (p<0.01), serta terdapat interaksi yang sangat nyata (p<0.01) antara jenis kelamin dengan umur pedet sapi bali terhadap dimensi tinggi punuk dan pinggul pedet sapi bali. Hal itu dapat dilihat dari bertambahnya ukuran tinggi tubuh pedet sapi bali dari umur 0 – 6 bulan. Laju pertumbuhan tinggi pedet sapi bali jantan tidak nyata (p>0.05) lebih cepat dibandingkan dengan laju pertumbuhan pedet sapi bali betina, serta laju pertumbuhan tinggi pinggul tidak nyata (p>0.05) lebih cepat dari pada tinggi punuk pedet sapi bali jantan dan betina.   Kata kunci : pedet-sapi-bali , tinggi, dimensi, jenis-kelamin

Kualitas Susu Kambing Selama Penyimpanan pada Suhu Ruang Berdasarkan Berat Jenis, Uji Didih, dan Kekentalan

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitas susu kambing Peranakan Etawah (PE) di Desa Pucaksari Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng bertujuan untuk mengetahui kualitas susu kambing PE di kelompok ternak Werdi Gopala selama penyimpanan suhu ruang. Parameter untuk kualitas susu digunakan berat jenis, uji didih, dan uji kekentalan dengan pengamatan setiap 3 jam sekali sebanyak 5 kali yaitu: 2, 5, 8, 11, dan 14 jam sebagai perlakuan. Hasil yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kemudian diuji dengan menggunakan analisis ragam. Hasil menunjukkan susu kambing PE dengan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan menunjukkan lama penyimpanan 2 sampai 14 jam terjadi peningkatan berat jenis yang sangat nyata (P<0,01). Pada grafik menunjukkan korelasi positif antara lama penyimpanan dengan berat jenis. Selama peyimpanan jam ke-2 sampai jam ke-5, uji didih menunjukkan hasil negatif pada kelima susu kambing PE sedangkan, pada jam ke-8 sampai jam ke-14 menunjukkan hasil positif. Begitu pula dengan uji kekentalan, selama penyimpanan jam ke-2 sampai jam ke-5, menunjukkan hasil negatif pada kelima susu kambing PE sedangkan, pada jam ke-8 sampai jam   ke-14 menunjukkan hasil positif. Jadi susu kambing PE di kelompok ternak Werdi Gopala menunjukkan susu layak konsumsi.

Kualitas Susu Kuda Sumbawa pada Penyimpanan Suhu Ruang

Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No. 2 Agustus 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research has been conducted to determine the quality of Sumbawa horse milk at room temperature storage. Each sample (of 5 horse) was divided into 5 cups Beaker and then stored at room temperature. Observations were made as many as 6 times to checked and tested on parameters including pH, alcohol, smell and a flavor test. This study uses a randomized block design (RBD), using 5 horses as a group, and time observations on days 0, 1st, 2nd, 3rd, 4th, and 5th as a treatment, so tested 30 samples. The results showed that the pH of milk has significantly (P>0,05) lower quality. On the alcohol test showed positive results and the test on the smell and flavor test shaved changes quality after the 2nd day. Of observations Sumbawa horse milk quality decrease very markedly decreased pH (P<0.01) on day 0 to day 1 and significantly (P<0.05) decreased from day 1 to day 2 but not significant (P>0.05) decreased from day 2 to day 3 during storage. Alcohol test resistance at Sumbawa horse milk increasingly distorted and react positively. On the smell and flavor test Sumbawa horse milk taste very significant (P<0.01) deviates smells during storage at room temperature begins 2nd day. To maintain the quality of Sumbawa horse milk should be stored no more than 2 days at room.

Pertumbuhan Dimensi Lebar Tubuh Pedet Sapi Bali

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dimensi lebar tubuh pedet Sapi Bali. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap dimensi lebar tubuh pedet Sapi Bali yang meliputi : lebar kepala, lebar leher, lebar dada, lebar kemudi, dan lebar pantat. Penelitian ini mempergunakan sampel sebanyak 12 ekor pedet Sapi Bali masing - masing enam ekor pedet jantan, dan enam ekor pedet betina. Pengukuran dimensi lebar tubuh Sapi Bali dilakukan tujuh kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Model persamaan yang digunakan adalah y = a.e bx. Hasil sidik ragam dimensi lebar pedet Sapi Bali menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (p<0,01), serta terdapat interaksi yang sangat nyata (p<0,01) antara jenis kelamin dengan umur tehadap dimensi lebar pedet Sapi Bali. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecepatan/laju pertumbuhan dimensi lebar antara pedet Sapi Bali jantan dan betina yang mana pada pedet Sapi Bali jantan laju pertumbuhannya dimulai dari yang paling lambat lebar kepala, lebar dada, lebar leher, lebar kemudi, dan terakhir lebar pantat, sedangkan pada pedet Sapi Bali betina laju pertumbuhannya dimulai dari yang paling lambat lebar kepala, lebar kemudi, lebar leher, lebar dada, dan terakhir lebar pantat. Simpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah lebar kepala, lebar leher, lebar dada, dan lebar pantat pedet Sapi Bali jantan laju partumbuhannya lebih cepat dibandingkan pedet Sapi Bali betina, sedangkan lebar kemudi Sapi Bali betina laju pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan pedet Sapi Bali jantan.

Mutu Susu Kambing Peranakan Etawa yang Disimpan pada Suhu Ruang

Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lamanya penyimpanan susu kambing Peranakan Etawa pada suhu ruang ditinjau dari uji derajat asam, warna, dan total bakteri E. coli. Sampel susu dari 5 ekor kambing dari kelompok tani ternak Werdi Gopala di desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng masing-masing sebanyak 100 ml. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data derajat asam dan total bakteri E. coli dianalisis dengan sidik ragam. Warna dianalisis dengan uji Cochran?Mc Nemar. Hasil penelitian derajat asam, warna, dan total bakteri E. coli menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap derajat keasaman, warna, dan jumlah total bakteri E. coli. Hasil penelitian derajat asam dan total bakteri E. coli menunjukkan bahwa pada jam ke-2 penyimpanan, susu sudah tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi. Hasil uji warna menunjukkan bahwa pada jam ke-5 penyimpanan, susu sudah tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi. Sehingga berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa susu kambing Peranakan Etawa hanya dapat bertahan pada jam ke-2 pada penyimpanan suhu ruang.

Hubungan Antara Dimensi Panjang Induk Dengan Pedet Pada Sapi Bali

Buletin Veteriner Udayana VOL. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dimensi panjang induk dengan  pedet pada sapi bali dan mengetahui berapa besar ukuran dimensi panjang induk berpengaruh terhadap dimensi panjang pedetnya. Objek penelitan yang digunakan terdiri dari 20 ekor induk dan 20 pedet masing-masing 10 pedet jantan dan 10 pedet betina baru lahir yang dipelihara oleh peternak di Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Data berupa ukuran-ukuran dimensi panjang induk dan dimensi panjang pedet dianalisis menggunakan analisis regresi linear. Uji t dilakukan untuk mendapakatkan pengaruh jenis kelamin terhadap ukuran tubuh. Hasil uji t menunjukan bahwa jenis kelamin pada pedet tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap hubungan antara dimensi panjang induk dengan pedetnya. Namun ada hubungan antara dimensi panjang induk dengan dimensi panjang pedetnya dan terdapat perbandingan antara masing-masing dimensi panjang induk dengan pedetnya. Hubungan yang paling erat dimulai dari dimensi panjang telinga, dimensi panjang leher, dimensi panjang kepala, dimensi panjang ekor dan dimensi panjang telinga