Amin Samiasih
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGETAHUAN IBU DAN REAKSI SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) 1 DI KOMUNITI INDONESIA MESAIEED QATAR 2012 Rejeki, Sri; Samiasih, Amin; Astuti, Tri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.164 KB)

Abstract

Latar belakang : Kehadiran seorang saudara baru (bayi) adalah pengalaman yang sulit bagi sebagian besar anak usia pra-sekolah, karena mereka menyadari bahwa kasih sayang, afeksi dan perhatian dari orangtuanya harus terbagi. Ibu yang memiliki cukup pengetahuan  tentang penanganan sibling rivalry akan segera cepat mengenali reaksi sibling rivalry pada anaknya terutama pada awal-awal kelahiran bayinya dan mengetahui cara yang tepat mengurangi efeknya terhadapanaknya yang lain. Tujuan penelitian : Penelitian  bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu terhadap sibling rivalry pada anak usia pra sekolah (35 tahun) di komuniti Indonesia Mesaieed Qatar. Jenis Penelitian:  Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan Sampel : Populasi penelitian  adalah semua ibu di komuniti Indonesia Mesaieed  Qatar  yang memiliki anak pra sekolah (3-5 tahun) sekaligus  infant (0-1 tahun). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang merupakan total dari populasi sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Hasil : Hasil penelitian dapat didapatkan bahwa pengetahuan ibu kategori  kurang  sebanyak 16 orang (53,3%) dan reaksisibling rivalry pada anak usia pra sekolah terbagi sama rata antara kategori sering dan jarang yaitu  50%. Pengetahuan ibu berhubungan  terbalik dengan reaksi sibling rivalry (P-value 0,009), dengan kata lain semakin baik pengetahuan ibu maka semakin jarang kejadian sibling rivalry pada anak usia pra sekolah(r 0,558).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI VERBAL DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK PGRI 116 BANGETAYU WETAN Handayani, Anik; Samiasih, Amin; -, Mariyam
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.626 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang yaitu ada beberapa anak usia prasekolah yang mengalami gangguan dalam perkembangan bahasanya yang disebabkan karena faktor pengetahuan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah di TK PGRI 116 Bangetayu Wetan. Desain penelitian ini adalahdescriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Besarnya populasi sebanyak 30 orang tua, karena jumlah populasi kurang dari 100 maka jumlah tersebut diambil semua sehingga teknik penelitian ini adalah total sampling. Untuk membuktikan adanya hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah dilakukan dengan Fisher Exact Test. Berdasarkan hasil analisis Fisher Exact Test diperoleh p-value sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi Fisher Exact Test besarnya 0,537 (p < 0,05). Ada hubungan bermakna tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa anak prasekolah di TK PGRI 116 Bangetayu Wetan 2012.Kata kunci :pengetahuan orang tua perkembangan bahasa anak prasekolah
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Rupiyanti, Rahayu; Samiasih, Amin; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.222 KB)

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi terutama terjadi pada masa neonatal , 23% dengan penyebab utama asfiksia yaitu terjadi ketika bayi tidak cukup menerima oksigen sebelumnya, selama atau setelah kelahiran. Faktor yang menyebabkan asfiksia neonaturum antara lain factor ibu, factor bayi, factor plasenta, dan factor persalinan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia (faktor bayi dan faktor persalinan) di Rumah Sakit Islam Kendal. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional dengan menggunakan data rekam medik pasien asfiksia neonaturum dengan faktorbayi meliputi berat bayi lahir, premature dan factor persalinan meliputi perslinan sungsang pervaginam, sungsang perabdominam, KPD serta partus macet.Data diambil dari bulan Januari Desember 2013 di Rumah Sakit Islam Kendal sebanyak 60 kasus. Analisa data dilakukan secara univariat,bivariat dengan uji chi square dan uji fisher?s exact. Hasil: Hasil analisa statistic untuk prematuritas dipeoleh nilai P value 0,000(<0,05),BBL p value 0,000(<0,05), persalinan letak sungsang perabdominam p value 0,004(<0,05), KPD 0,014 (<0,05), partus macet p value 0,009 (<0,05) hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara prematuritas, berat badan lahir,KPD, Partus macet dan persalinan sungsang perabdominam dengan kejadian asfiksia pada neonatus, sedangkan untuk persalinan sungsang pervaginam nilai p value 0,228 dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persalinan letak sungsang pervaginam dengan asfiksia.
BEKAM BASAH MENCEGAH ATEROSKLEROSIS AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA (PETANDA ESTRADIOL SEBAGAI ANTIATEOGENIK) Samiasih, Amin; -, Machmudah; Ariyadi, Tulus
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.627 KB)

Abstract

Stres oksidatif bisa menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK) melalui proses peroksidasi lipid. Pemakaian jangka panjang KB suntik DMPA meningkatkan stress oksidatif. Parameter baru tentang proses eterosklerosis yaitu melalui proses inflamasi dan stress oksidatif ( Sargowo. D, 1997). Penelitian pada darah bekam menunjukkan aktifitas tinggi myeloperoxidase, aktifitas rendah superoxidedismutase(SOD), mempunyai kadar malondialdehyde (MDA) dan nitricoxide (NO) yang tinggi dibandingkan darah dari vena. Darah bekam mengurangi oxidan dan menurunkan stres oksidatif. ( Suleyman Murat agil et al, 2014). Penelitin ini ingin membuktikan bahwa bekam basah menurunkan stress oksidatif pada akseptor KB suntik DMPA. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan disain two gruop pre test and post test. Resonden adalah 15 akseptor KB suntik DMPA yang mengalami hiperlipidemia tiga bulan berturut turut. Responden telah diberi treatment bekam basah pada hari ke 0, ke 14 dan ke 28. Kelompok kontrol menggunakan tiga titik pembekaman sedangkan kelompok perlakuan menggunakan 7 titik bekam. Variabel penelitian yaitu kadar Estradiol dalam serum diukur sebelum treatment dan seminggu setelah treatment. Kadar Estradiol akseptor KB suntik DMPA sebelum bekam mempunyai mean 27.07 pg/ml, minimum 9 pg/ml dan maksimum 55.22 pg/ml. Rata-rata kadar Estradiol akseptor KB suntik berdasarkanlama KB: diatas 0-5 tahun 45.00 pg/ml, 6-10 tahun 26.80 pg/ml, 11-15 tahun 24.29 pg/ml dan diatas 15 tahun 23.06 pg/ml. Terjadi penurunan kadar Estradiol seiring dengan lamanya penggunaan DMPA. Perbedaan nilai Mean Estradiol setelah tindakan bekam pada kelompok kontrol 20.67 sedangkan kelompok perlakuan 42.16. Terlihat jelas bahwa kelompok perlakuan mempunyai kadar estradiol lebihtinggi dari kelompok kontrol. Rata-rata kadar estradiol setelah tindakan bekam pada kelompok perlakuan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok bekam menggunkan 7 titik meningkatkan kadar Estradiol akseptor KB suntik DMPA. Katakunci: DMPA, Stres oksidatif, bekam, Estradiol
PERBEDAAN PENGETAHUAN PERAWAT DAN BIDAN TENTANG KEGAWATAN NAFAS DAN TINDAKAN RESUSITASI PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Asfuriyah, Siti; Samiasih, Amin; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.786 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan ibu dan bayi merupakan masalah nasional yang perlu mendapat prioritas utama karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia pada generasi mendatang. Pengetahuan perawat tentang resusitasi merupakan modal yang sangat penting untuk pelaksanaan tindakan resusitasi pada situasi kritis.Tujuan peneltian ini untuk perbedaan  pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus di Rumah Sakit Islam Kendal.Metode Penelitian: jenis penelitian deskriptif, desain deskriptif kuantitatif untuk menerangkan atau menggambarkan perbedaan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus. Proses penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 1-30 April 2014 di Rumah Sakit Islam Kendal dengan metode Purposivesampling dengan jumlah sampel 40 (20 responden kelompok perawat, dan 20 responden kelompok bidan). Hasil: Hasil peneltian menunjukkan sebagian besar responden perawat jenis kelamin perempuan (90,0%), pendidikan D3 keperawatan (90,0%), lama kerja 1-5 tahun (85,0%) dan seminar yang pernah diikuti perawat adalah tidak pernah (75,0%). Responden bidan seluruhnya perempuan (100,0%), pendidikan D3 kebidanan (100,0%), lama kerja 1-5 tahun(50,0%) dan 70% perawat tidak pernah mengikuti seminar. Ada perbedaan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus di Rumah Sakit Islam Kendal yaitu pengetahuan perawat tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus. adalah baik (55,0%), dan pengetahuan bidan tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus. adalah cukup (65,0%). Saran: Berdasarkan hasil tersebut perlu ditingkatkannya pengembangan pendidikan keperawatan dalam bidang materi pembelajaran tentang resusitasi pada neonatus yang mengalami gagal nafas.
PENINGKATAN KINERJA SUB RECIPIENT TB AISYIYAH MELALUI MANAJEMEN GAYA KEPEMIMPINAN DAN ETOS KERJA hartiti, Tri; Samiasih, Amin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.451 KB)

Abstract

Manajemen dan Kepemimpinan yang baik diharapkan akan meningkatkan kinerja pegawaiseperti yang diharapkan. Faktor Manajemen kepemimpinan merupakan peran yang sangatpenting dalam memainkan keseluruhan upaya meningkatkan kinerja. Manajemen TB CareAisyiyah telah berhasil meraih Rating yang tertinggi A-1 yang dicapai pada tahun 2012, ratingtersebut diperoleh karena adanya ketepatan pelaporan kegiatan, ketepatan penyerapan anggaranper kuartal, dan pencapaian suspek TB. Hasil kinerja organisasi dan adanya etos kerjaditunjukkan dengan jumlah kader aktif, jumlah cakupan Suspek, perluasan wilayah kerja sertaangka kesembuhan dari pasien yang berobat yang melebihi target ngka kesembuhan di JawaTengah. Metode penelitian ini adalah mixed method dengan  desain kualitatif dan kuantitatif.Sampel yang digunakan sebanyak 103 orang  kader dengan teknik pengambilan concecutivesampling dan 18  orang  tim pengelola SR yang ada di wilayah Semarang, Demak, Kendal,Tegal, maupun Kebumen. Tim pengelola TB Care Aisyiyah jawa Tengah menerapkan fungsi manajemen yang paling baik adalah perencanaan, dan evaluasi, kurang dirasakan pada fungsipengorganisasian dan penggerakan. Gaya kepemimpinan yang dominant diterapkan olehpengelola program menurut responden terbanyak adalah gaya kepemimpinan task oriented32%,birokratik 24,3%,nurturant 24,3%, partisipatif 19,4%, etos kerja yang diterapkan olehpengelola program baik sebesar 69,9%, cukup 30,1% Kinerja yang telah diterapkan baik sebesar52,4%, dan cukup 47,6% hubungan antara gaya kepemimpinan dengan etos kerjanya didapatkanp= 0,126, hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja dengan p=0,333, hubungan antara etoskerja dengan kinerja dengan p= 0,001.fungsi manajemen sudah dilaksanakan meskipun tidakkeseluruhan baik, Gaya kepemimpinan yang dominan diterapkan oleh pengelola programterbanyak adalah task oriented, etos kerjanya baik, kinerjanya baik. Ada hubungan antara etoskerja dengan kinerja, tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan etos kerja,dan tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja Kata kunci: Manajemen, , Etos, Kinerja,
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN DI POSYANDU BUDI LESTARI DESA TLOGOREJO GUNTUR DEMAK Muchid, Abdul; Samiasih, Amin; -, Mariyam
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.531 KB)

Abstract

Latar belakang: Pencapaian suatu kemampuan setiap anak bisa berbeda-beda, namun ada patokan umur tentang kemampuan apa saja yang perlu dicapai seorang anak pada umur tertentu. Salah satu aspek penting pada proses tumbuh kembang adalah perkembangan psikomotorik karena merupakan awal dari kecerdasan dan emosi sosialnya. Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang motorik kasar maka akan semakin baik perkembangan motorik kasar pada anak. Sebaliknya bila ibu mempunyai pengetahuan kurang akan berakibat pada kemampuan ibu dalam merawat dan memantau perkembangan motorik kasar pada anak. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-4 tahun di Posyandu Budi Lestari Desa Tlogorejo Guntur Demak. Metode: penelitian ini adalah corelatif research dengan pendekatan cross sectional. Besarnya populasi sebanyak 32 ibu, karena jumlah populasi kurang dari 100 maka jumlah tersebut diambil semua sehingga tehnik penelitian ini adalah total sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis diperoleh p-value sebesar 0,028 dengan koefisien korelasi 0,389. Simpulan: disimpukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-4 tahun dan disarankan meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga kader di posyandu bisa memberikan informasi dan pengetahuan perkembangan anak serta dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran kepada ibu - ibu yang memiliki anak usia 3 - 4 tahun bahwa perkembangan motorik kasar anak itu penting.Kata kunci : Pengetahuan ibu, Perkembangan motorik kasar, Anak usia 3-4 tahun
BEKAM BASAH MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP SOSIAL HUMANIORA PASIEN MIGREN Samiasih, Amin; Hartiti, Tri
Jurnal Keperawatan Medikal Bedah Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Medikal Bedah
Publisher : Jurnal Keperawatan Medikal Bedah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migren kejadiannya mulai meningkat. Kejadian terbanyak pada perempuan usia 35-45 tahun. Keadaan migren sangat mengganggu belajar, bekerja dan aktifitas sehari-hari, sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Bekam basah adalah teknik pengobatan komplementer, telah menurunkan nyeri pada 66% pasien nyeri kepala. Tujuan penelitian  untuk mengetahui pengaruh bekam basah terhadap kualitas hidup pasien migren. Metode penelitian adalah   quasi eksperimen, disain   one group pre test and post test design. Tempat penelitian adalah klinik bekam sinergi di wilayah Semarang teknik pengambilan sampel consecutive sampling, Hasil: Rata-rata gangguan ADL pasien Migren sebelum dilakukan bekam 73.40, termasuk Migren berdampak parah pada ADL. Hal ini menunjukkan kualitas hidup sosial humaniora buruk. Rata-rata gangguan  ADL pasien  Migren  1 minggu setelah  dilakukan bekam 52.67, termasuk Migren berdampak ringan pada ADL. Hal ini menunjukkan kualitas hidup sosial humaniora sedang. Simpulan penelitian ini ada pengaruh bekam basah terhadap kualitas hidup sosial humaniora pasien migren nilai p 0.000.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH SEBELUM DAN SETELAH DI BERIKAN PENDIDIKAN SEKS DI SMA N 2 MRANGGEN TAHUN 2010 -, Boediono; -, Arwani; Samiasih, Amin
FIKkeS Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.27 KB)

Abstract

Perilaku seksual merupakan perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Remaja Indonesia (SKRI) yang dilakukan pada tahun 2002-2003 oleh BPS menyebutkan laki-laki berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 57,5 persen dan yang berusia 15-19 tahun sebanyak 43,8 persen. Sedangkan perempuan berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman dan pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 63 persen. Sementara itu perempuan berusia 15-19 tahun belum menikah yang memiliki teman dan pernah melakukan hubungan seksual mencapai angka sebesar 42,3 persen. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah, salah satunya melalui kegiatan pendidikan kesehatan. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA N 2 Mranggen masih terdapat siswi yang hamil diluar nikah, salah satu faktor yang menyebabkannya adalah kurangnya informasi perilaku seksual pranikah. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang hubungan sekspranikah di SMA N 2 Mranggen tahun Ajaran 2009/2010 sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan.jenis Penelitian ini merupakan penilaian pra ekspirimen. Rancangan penelitian menggunakan one group pra test post test dengan populasi siswa kelas XI di SMA N 2 Mranggen sebanyak 226 orang dan sampel yang diambil adalah sampel yang di pilih secara proposonat random sampling dari seluruh total populasi yang berjumlah 70 orang. Variabel independent adalah pendidikan seks Variabel dependent adalah tingkat pengetahuandan sikap remaja tentang seksual pranikah. Uji statistik yang digunakan t-dependent/ paired t-test. Hasil penelitian: Sebagian besar tingkat pengetahuan remaja sebelum diberi pendidikan kesehatan seks adalah cukup yaitu sebesar 33 orang (55%) dan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah sebagian besar adalah sangat tidak setuju yaitu 53 orang (83,3%), sedangkan tingkat pengetahuan remaja sesudah diberi pendidikan kesehatan sebagian besar adalah baik yaitu sebesar 50 orang (83,3%) dan sikap remaja sebagian besar sangat tidak setuju yaitu 58 orang ( 96,7% ). Hasil analisis data pengaruh pendidikan kesehatan seksual pranikah terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah terdapat pengaruh yang signifikan ditunjukkan dengan hasil nilai P-Value = 0,000 < 0,05.Simpulan: Pendidikan kesehatan seks berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai P-value = 0,000 < 0,05. Kata kunci: Pendidikan seks, pengetahuan dan sikap remaja, perilaku seksual
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENGKONSUMSI MAKAN MAKANAN MANIS DAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK TK PERTIWI 37 GUNUNG PATI -, Ernawati; -, Arwani; Samiasih, Amin
FIKkeS Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.503 KB)

Abstract

Penyakit gigi dan mulut adalah suatu penyakit yang tidak kalah pentingnya dengan penyakit lain. Karies gigi dan gangguan gigi berlubang merupakan gangguan kesehatan gigi yang paling umum dan tersebar luas di sebagian penduduk dunia. Tingginya angka karies gigi dapat dipengaruhi berbagai faktor.Karies gigi dapat disebabkan oleh faktor distribusi penduduk, lingkungan, perilaku dan faktor pelayanan kesehatan gigi. Pada anak prasekolah, karies gigi banyak disebabkan karena adanya kebiasaan yang kurang baik. Pada umumnya anak usia prasekolah tersebut mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan yang manis atau yang mengandung gula murni seperti permen, cokelat, dan donat.Di lain pihak anak prasekolah memiliki kebiasaan menggosok gigi hanya dua kali sehari yaitupada waktu pagi hari dan sore hari. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelasi, Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cros sectional (belah lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu siswa di TK Pertiwi 37 Gunung berjumlah 47 siswa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Sebagian besar anak pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang sering mengkonsumsi makanan manis. Sebagian besar anak pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang, melakukan gosok gigi dengan buruk. Sebagian besar anak pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang, mengalami karies gigi. Ada hubungan antara perilaku konsumsi makanan manis dengan kejadian karies gigi pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang (p = 0,007).Ada hubungan antara perilaku menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang (p = 0,001).Saran yang diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki anak sebaiknya mengurangi konsumsi makanan manis-manis pada anak-anak dengan cara memberikan bekal makanan ke sekolah sehingga akan mengurangi konsumsi makanan jajanan yang manis-manis sehingga karies gigi dapat terkurangi.Kata kunci : Perilaku konsumsi makanan manis, perilaku gosok gigi, kejadian karies gigi