Amin Samiasih
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI ETNOMETODOLOGI WANITA PENJAJA SEKS (WPS) DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI LOKALISASI SUNAN KUNING KOTA SEMARANG -, Machmudah; Hartiti, Tri; Samiasih, Amin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 1, No 1 (2008): CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Pen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.36 KB)

Abstract

Prostitusi merupakan masalah sosial ekonomi yang sangat dilematikdirasakan oleh bangsa kita. Masalah ekonomi merupakan salah satu alasanseorang wanita memilh untuk menjadi Wanita Penjaja Seks (WPS).Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS merupakan momok bagi parapenjaja dan pengguna seks bebas. Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah setiap mikroba yang ditularkan seseorang kepada orang lain melalui kontak yang dekat dan intim (Spense, 1989). Dilokalisasi Sunan Kuning Kota Semarang merupakan tempat praktek prostitusi yang beresiko adanya penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV / AIDS. Untuk mencegah terjadinya IMS dan HIV / AIDS adalah dengan menggunakan kontrasepsi kondom dan pelaksanaan program Voluntary Conseling Test (VCT).
Perbedaan Ekspresi Vegf Sel Adenokarsinoma Kolorektal Tikus Sprague Dawley dengan dan Tanpa Pemberian Ekstrak Phylantus Niruri Samiasih, Amin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.668 KB)

Abstract

Latar Belakang - Pertumbuhan dan metastasis adenokarsinoma memerlukan proses angiogenesis, membentuk pembuluh darah baru untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sel kanker. Vascular endotelial growth factor (VEGF) merupakan faktor penting angiogenesis. Terapi anti-angiogenesis pendekatan baru meningkatkan angka harapanhidup pasien kanker kolorektal.Tujuan-Untuk menganalisis perbedaan ekspresi VEGF sel adenokarsinoma kolorektal tikus Sprague Dawley dengan dan tanpa pemberian Phylantus niruri.Metode - Jenis penelitian eksperimen laboratorik, Randomized post test control-group only design, populasi tikus Sprague Dawley jantan. Pengambilan sample simple random sampling. Bahan sel adenokarsinoma kolorektal tikus Spargue Dawley dengan pengecatanimunohistokimia VEGF ab I lab vision. Jumlah sampel 6 pada tiap kelompok. Kelompok kontrol sel adenokarsinoma kolorektal tanpa pemberian ekstrak P nintri, kelompok perlakuan sel adenokarsinoma kolorektal dengan pemberian P niruri. Jurnlah ekspresi VEGF dihitung berupa prosentase modifikasi Zlobec I et al (2003). Analisis datamenggunakan uji statistik Mann Withney.Hasil - Ekspresi VEGF kelompok kontrol mean 24.50%,median 29.4%,SD 14.5, min 4.9Yo, max 41.8 %. Ekspresi VEGF kelompok perlakuan mean 8.08%, median l.65%, SD I1.0 min O.10%, max 22.4%. Hasil analisis satistik uji Man4 Withney ekpresi VEGF seladenokarsinoma kolorektal kelompok kontrol dan kelompok perlakuan nilai p 0,025 (o 0.05). Ada perbedaan bermakna ekpresi VEGF sel adenokarsinoma kolorektal dengan dan tanpa pemberian P nirur. Ekspresi VEGF kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.Diskusi - Ada harapan untuk menjadikan ekstrak P niruri sebagai anti angiogenesis, namun perlu penelitian berkelanjutan mengingat faktor yang mempengaluhi angiogenesis bFGF, angiogenin, transforming, growthfactor a (IGF a), thrombopoitin, angiopoitin I, sitokin, enzim-enzim angiogenik, indirect activatedfactor sepefii TNF a dan sel NK.Rekomendasi - Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap faktor angiogenik yang lain.Kata Kunci Adenokarsinoma Kolorektal, Ekstrak Phyllantus Niruri, VascularEndotelial Growth Factor (VEGF).
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU MIRAS REMAJA DESA SAMBIREJO, KECAMATAN PLUPUH, SRAGEN Samiasih, Amin; Putra, Nanad Triyunadi
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.038 KB)

Abstract

Berdasarkan survey awal yang di lakukan peneliti di desa Sambirejo, kecamatan Plupuh, Sragen terhadap 7 responden remaja laki - laki yang berperilaku mengkonsumsi miras didapatkan bahwa dari 7 remaja yang mengkonsumsi alkohot 4 diantaranya mengatakan karena keluarganya tidak pernah menegur dan melarangnya, sedangkan 3 remaja mengatakan mengkonsumsi alkohol sebagai protes atas aturan ketat yang diberlakukan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku minum - minuman keras remaja Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Sragen. penelitiain ini adalah jenis penelitian deskriptil korelasi. Rancangan penetitian yang digunakan adalah Cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 64 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan sample random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Variabel bebas dukungan keluarga dan variabel terikat adalah perilaku miras remaja. Uji statistik yang digunakan Rank Spearman, dengan taraf signifikan 5 %. Hasil penetitian didapat dukungan keluarga rendah sebesar 50 %, sedang sebesar 39,1 % dan tinggi sebesar 10,9 %. Remaja yang berperilaku miras berat sebesar 14,1 %, perilaku miras sedang sebesar 45,3 % dan perilaku miras ringan sebesar 40,6 %. Hasil uji statlstik dengan Rank Spearman didapatkan ada hubungan secara signifikan (bermakna) antara dukungan keluarga dengan perilaku miras di kalangan remaja, dengan nilai r hitung sebesar 0,351 dan p = 0,005. menuniukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga maka perilaku miras dikalangan remaja akan semakin ringan demikian sebaliknya semakin rendah dukungan keluarga yang diberikan maka semakin berat tingkat perilaku miras di kalangan remaja. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Remaja, Perilaku Miras.  
PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOTAH SETAMA TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG TUKMAN RUMAH SAKIT ROEMANI SEMARANG Alfiyanti, Dera; Hartiti, Tri; Samiasih, Amin
FIKkeS Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Keperawatan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi bermain adalah bentuk-bentuk pengalaman bermain yang direncanakan sebelum anak menghadapi tindakan keperawatan untuk membantu strategi koping mereka terhadap kemarahan, ketakutan, kecemasan, dan mengajarkan kepada mereka tentang tindakan keperawatan yang dilakukan selama hospitalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama tindakan keperawatan di Ruang Lukman Rumah Sakit Roemani Semarang. Metode penelitian yang diterapkan adalah quasy experiment dengan one group pre test and post test design. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengobservasl dua puluh responden yang mengacu pada enam item pernyataan yang tercantum di lembar observasi. Tiap - tiap responden diobservasi dua kali, sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain pada dua tindakan keperawatan yang sama. Alat pengolahan data yang digunakan adalah program SPSS 11.0 for windows release. Paired t-test digunakan untuk menganalisa pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama tindakan keperawatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama tindakan keperawatan sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain (p value = 0,005 lebih kecil dari a = 0,05) Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terapi bermain berpengaruh terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama tindakan keperawatan. Peneliti mengharapkan ada penelitian lebih lanjut untuk melengkapi hasil penelitian ini dengan sampel dan metode yang lebih representatif. Kata kunci : terapi bermain, tingkat kecemasan anak usia prasekolah
BEKAM BASAH MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP SOSIAL HUMANIORA PASIEN MIGREN Samiasih, Amin; Hartiti, Tri
Jurnal Keperawatan Medikal Bedah Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Medikal Bedah
Publisher : Jurnal Keperawatan Medikal Bedah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.782 KB)

Abstract

Migren kejadiannya mulai meningkat. Kejadian terbanyak pada perempuan usia 35-45 tahun. Keadaan migren sangat mengganggu belajar, bekerja dan aktifitas sehari-hari, sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Bekam basah adalah teknik pengobatan komplementer, telah menurunkan nyeri pada 66% pasien nyeri kepala. Tujuan penelitian  untuk mengetahui pengaruh bekam basah terhadap kualitas hidup pasien migren. Metode penelitian adalah   quasi eksperimen, disain   one group pre test and post test design. Tempat penelitian adalah klinik bekam sinergi di wilayah Semarang teknik pengambilan sampel consecutive sampling, Hasil: Rata-rata gangguan ADL pasien Migren sebelum dilakukan bekam 73.40, termasuk Migren berdampak parah pada ADL. Hal ini menunjukkan kualitas hidup sosial humaniora buruk. Rata-rata gangguan  ADL pasien  Migren  1 minggu setelah  dilakukan bekam 52.67, termasuk Migren berdampak ringan pada ADL. Hal ini menunjukkan kualitas hidup sosial humaniora sedang. Simpulan penelitian ini ada pengaruh bekam basah terhadap kualitas hidup sosial humaniora pasien migren nilai p 0.000.
PERBEDAAN PENGETAHUAN PERAWAT DAN BIDAN TENTANG KEGAWATAN NAFAS DAN TINDAKAN RESUSITASI PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Asfuriyah, Siti; Samiasih, Amin; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 2, No 1 (2014): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.786 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan ibu dan bayi merupakan masalah nasional yang perlu mendapat prioritas utama karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia pada generasi mendatang. Pengetahuan perawat tentang resusitasi merupakan modal yang sangat penting untuk pelaksanaan tindakan resusitasi pada situasi kritis.Tujuan peneltian ini untuk perbedaan  pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus di Rumah Sakit Islam Kendal.Metode Penelitian: jenis penelitian deskriptif, desain deskriptif kuantitatif untuk menerangkan atau menggambarkan perbedaan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus. Proses penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 1-30 April 2014 di Rumah Sakit Islam Kendal dengan metode Purposivesampling dengan jumlah sampel 40 (20 responden kelompok perawat, dan 20 responden kelompok bidan). Hasil: Hasil peneltian menunjukkan sebagian besar responden perawat jenis kelamin perempuan (90,0%), pendidikan D3 keperawatan (90,0%), lama kerja 1-5 tahun (85,0%) dan seminar yang pernah diikuti perawat adalah tidak pernah (75,0%). Responden bidan seluruhnya perempuan (100,0%), pendidikan D3 kebidanan (100,0%), lama kerja 1-5 tahun(50,0%) dan 70% perawat tidak pernah mengikuti seminar. Ada perbedaan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus di Rumah Sakit Islam Kendal yaitu pengetahuan perawat tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus. adalah baik (55,0%), dan pengetahuan bidan tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus. adalah cukup (65,0%). Saran: Berdasarkan hasil tersebut perlu ditingkatkannya pengembangan pendidikan keperawatan dalam bidang materi pembelajaran tentang resusitasi pada neonatus yang mengalami gagal nafas.
STUDI DESKRIPTIF PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN HEAD BOX TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA NEONATUS DI RUANG PERINATALOGI RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Triwijayanti, Ana; Samiasih, Amin; Alfianti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 2, No 1 (2014): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.842 KB)

Abstract

Terapi oksigen merupakan salah satu dari terapi pernafasan dalam mempertahankan oksigenasi yang adekuat. Secara klinis tujuan utama pemberian oksigen adalah untuk mengatasi hipoksemia, salah satunya dengan head box.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan oksigen dengan head box. Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan retrospektif.Hasil penelitian: seluruh responden (100%) berusia 0 hr, 31 responden (65%) laki-laki, rata-rata berat badan 2669,17 gramdengan nilai teratas 4750 gram dan terendah 1200 gram. respirasi rate normal 37 orang (61,7%) meningkat menjadi 50 orang (83,3%) setelah pemberian oksigen.Dari hasil penelitian diharapkan neonatus yang mengalami penurunan saturasi agar diberikan terapi oksigen head box dan ditetapkannya SOP tentang pemberian oksigen head box di ruang perinatologi RSI Kendal.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Rupiyanti, Rahayu; Samiasih, Amin; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 2, No 1 (2014): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.222 KB)

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi terutama terjadi pada masa neonatal , 23% dengan penyebab utama asfiksia yaitu terjadi ketika bayi tidak cukup menerima oksigen sebelumnya, selama atau setelah kelahiran. Faktor yang menyebabkan asfiksia neonaturum antara lain factor ibu, factor bayi, factor plasenta, dan factor persalinan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia (faktor bayi dan faktor persalinan) di Rumah Sakit Islam Kendal. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional dengan menggunakan data rekam medik pasien asfiksia neonaturum dengan faktorbayi meliputi berat bayi lahir, premature dan factor persalinan meliputi perslinan sungsang pervaginam, sungsang perabdominam, KPD serta partus macet.Data diambil dari bulan Januari Desember 2013 di Rumah Sakit Islam Kendal sebanyak 60 kasus. Analisa data dilakukan secara univariat,bivariat dengan uji chi square dan uji fisher’s exact. Hasil: Hasil analisa statistic untuk prematuritas dipeoleh nilai P value 0,000(<0,05),BBL p value 0,000(<0,05), persalinan letak sungsang perabdominam p value 0,004(<0,05), KPD 0,014 (<0,05), partus macet p value 0,009 (<0,05) hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara prematuritas, berat badan lahir,KPD, Partus macet dan persalinan sungsang perabdominam dengan kejadian asfiksia pada neonatus, sedangkan untuk persalinan sungsang pervaginam nilai p value 0,228 dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persalinan letak sungsang pervaginam dengan asfiksia.
GAMBARAN KADAR TRIGLISERID AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA YANG DILAKUKAN BEKAM BASAH Samiasih, Amin; Hartiti, Tri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.551 KB)

Abstract

Background: Medroksi Depo Progesterone Acetate (DMPA) use in central Java is56.88% . DMPA  used in Indonesia because the failure rate of less than 1%, might forget asmall, high reversibility, does not interfere with intercourse, use of a long period of time (along-acting contraceptive steroids) (BKKBN, 2012, Ganiswara SG, 2008). Research Hartiti T2010, the longer use of DMPA Injectable  increased triglyceride levels. Triglycerides contributeto risk factors for atherosclerosis and coronary heart disease (CHD) when accompanied bydecreased levels of HDL. (Mitrovska S, Jovanova S, Matthiesen I, Libermans C, 2009, LihChen Yun Wing, Ya Chi Chen, Yu Yin Shih, Jung Chien Cheng, Jiuan Yiu Lin, and Jyh JiangMeeii 2008). Wet cupping complementary therapies proven to reduce LDL cholesterol tonormal males (Farahmand SK, LZ Gang, Saghebi SA, Mohammadi M, Mohammadi S,Mohammadi G, et al 2012). Wet Cupping lower cholesterol, triglycerides and uric acid inpatients with migraine in Demak (Samiasih A, and Hartiti T, 2013). Obaject of research: toprove the effect of wet cupping on injectable DMPA acceptors triglycerides. Results: Levels oftriglycerides before cupping mean 305mg / dl, minimum 250mg / dl and a maximum of 370mg /dl with a standard deviation of 33.9. Triglyceride levels after cupping mean 272 mg / dl, aminimum of 200 mg / dl and a maximum of 350 mg / dl with a standard deviation of 51.5. Thetest results stated Pair T Test p value 0.001 which means there wet cupping effect ontriglyceride levels injectable DMPA acceptors. Conclusions wet cupping decreased triglyceridelevel on DMPA contaception injection use. Keywords: DMPA, wet cupping, triglycerides
PENINGKATAN KINERJA SUB RECIPIENT TB AISYIYAH MELALUI MANAJEMEN GAYA KEPEMIMPINAN DAN ETOS KERJA hartiti, Tri; Samiasih, Amin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.451 KB)

Abstract

Manajemen dan Kepemimpinan yang baik diharapkan akan meningkatkan kinerja pegawaiseperti yang diharapkan. Faktor Manajemen kepemimpinan merupakan peran yang sangatpenting dalam memainkan keseluruhan upaya meningkatkan kinerja. Manajemen TB CareAisyiyah telah berhasil meraih Rating yang tertinggi A-1 yang dicapai pada tahun 2012, ratingtersebut diperoleh karena adanya ketepatan pelaporan kegiatan, ketepatan penyerapan anggaranper kuartal, dan pencapaian suspek TB. Hasil kinerja organisasi dan adanya etos kerjaditunjukkan dengan jumlah kader aktif, jumlah cakupan Suspek, perluasan wilayah kerja sertaangka kesembuhan dari pasien yang berobat yang melebihi target ngka kesembuhan di JawaTengah. Metode penelitian ini adalah mixed method dengan  desain kualitatif dan kuantitatif.Sampel yang digunakan sebanyak 103 orang  kader dengan teknik pengambilan concecutivesampling dan 18  orang  tim pengelola SR yang ada di wilayah Semarang, Demak, Kendal,Tegal, maupun Kebumen. Tim pengelola TB Care Aisyiyah jawa Tengah menerapkan fungsi manajemen yang paling baik adalah perencanaan, dan evaluasi, kurang dirasakan pada fungsipengorganisasian dan penggerakan. Gaya kepemimpinan yang dominant diterapkan olehpengelola program menurut responden terbanyak adalah gaya kepemimpinan task oriented32%,birokratik 24,3%,nurturant 24,3%, partisipatif 19,4%, etos kerja yang diterapkan olehpengelola program baik sebesar 69,9%, cukup 30,1% Kinerja yang telah diterapkan baik sebesar52,4%, dan cukup 47,6% hubungan antara gaya kepemimpinan dengan etos kerjanya didapatkanp= 0,126, hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja dengan p=0,333, hubungan antara etoskerja dengan kinerja dengan p= 0,001.fungsi manajemen sudah dilaksanakan meskipun tidakkeseluruhan baik, Gaya kepemimpinan yang dominan diterapkan oleh pengelola programterbanyak adalah task oriented, etos kerjanya baik, kinerjanya baik. Ada hubungan antara etoskerja dengan kinerja, tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan etos kerja,dan tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja Kata kunci: Manajemen, , Etos, Kinerja,