Sjarifah Salmah
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Modal Sosial: Kekuatan dan Pertahanan di Bantaran Sungai Salmah, Sjarifah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7 No. 1 Agustus 2012
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.62 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v7i1.73

Abstract

Di bantaran sungai Ciliwung terdapat permukiman penduduk seluas lebih dari 6 hektar yang berpotensi mengubah lahan menjadi kumuh, padat, dan tidak manusiawi yang berdampak pada kualitas lingkungan fisik dan nonfisik yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambarankarakter modal sosial yang dimiliki penduduk pemukim lama di bantaran sungai, menganalisis implikasi modal sosial terhadap kebijakan pemerintah, serta menyumbangkan model penerapan pemberdayaan modal sosial pada penataan bantaran sungai. Penelitian kualitatif yang dilengkapi data kuantitatif lapangan ini disebut kuasi kualitatif. Populasi penelitian ini adalah kualitas lingkungan fisik alami dan modal sosial komunitas yang bermukim sepanjang bantaran sungai Ciliwung. Sampel adalah kualitasfisik alami bantaran sungai dan modal sosial komunitas yang bermukim lama di bantaran sungai Ciliwung Manggarai. Lebih dari setengah karakter modal sosial milik komunitas bantaran sungai Ciliwung Manggarai dimanfaatkan untuk kegiatan sosial membantu sesama dalam kegiatan sosial,sisanya lumpuh oleh kondisi yang berkembang. Implikasi modal sosial akan bermanfaat apabila kekuatan modal sosial digerakkan dan diberdayakan optimal serta diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Model pemberdayaan komunitas bantaran sungai Ciliwung Manggarai diskenariokan dengan menyandingkan kebijakan pemerintah pusat, daerah, dan kebijakan modal sosial yang dimanfaatkan untuk mengurangi kekumuhan permukiman di ibu kota dan meningkatkan kualitas lingkungan pada bantaran sungai Ciliwung Manggarai.Kata kunci: Bantaran sungai, modal sosial, permukiman pendudukAbstractIn the banks of Ciliwung river people live in more than 6 hectare areas that potentially turn into slum, full, and inhuman that affect on unhealthy physical and nonphysical quality. The purpose of this study is to obtain an overview of social capital character owned the old settlers along the river,analizing the implications of social capital towards government policies, and to donate empowerment model in the application of social capital in the arrangement of the riverbanks. Qualitative research incorporating quantitative data field is called quasi-qualitative. Population is the quality of the natural physical environment and social capital communities who live in Ciliwung riverbank. Samples are natural physical quality and the social capital of communities living in Ciliwung Manggarai riverbanks. More than half of the social capital there used for social activities such as helping others insocial activities. The implications of social capital would be beneficial if its strength mobilized and empowered optimally and targetted to improve the quality of the environment. Community empowerment model in Ciliwung Manggarai riverbank is scripted by juxtaposing central government policy,regional policy, and social capital policy. It is used to reduce slum area and enhance environmental quality in Ciliwung Manggarai riverbanks.Keywords: Riverbanks, social capital, settlement area
Peran Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan Meiyetriani, Eflita; Utomo, Budi; Besral, Besral; Santoso, Budi Iman; Salmah, Sjarifah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7 No. 1 Agustus 2012
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.912 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v7i1.74

Abstract

Salah satu bentuk medikalisasi kelahiran adalah angka persalinan sectio caesarea yang tinggi. Hasil beberapa studi menunjukkan bahwa dokter ahli kebidanan dan kandungan merupakan faktor penting yang menentukan persalinan yang dijalani responden. Penelitian ini bertujuan menilai perandokter ahli kebidanan dan kandungan dalam mengambil keputusan untuk melakukan sectio caesarea dibandingkan persalinan normal dengan mengontrol variabel sosiodemografi dan faktor risiko ibu. Penelitian dilakukandengan metode cross sectional menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) DKI Jakarta. Populasi penelitian adalah wanita pernah kawin usia 15 – 44 tahun yang memiliki riwayat melahirkan 5 tahun terakhir sebelum survei dilakukan. Hasil penelitian menunjukkanpemilihan petugas pelayanan antenatal berhubungan dengan persalinan sectio caesarea, tetapi hubungan ini tidak berdiri sendiri, terkait dengan pengaruh status ekonomi rumah tangga. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara responden yang memilihdokter ahli kebidanan dan kandungan sebagai petugas pelayanan antenatal dengan persalinan sectio caesarea yang juga dipengaruhi oleh status sosial ekonomi rumah tangga responden. Selain status sosial ekonomi, variabel yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea adalah usiaibu, paritas ibu, pendidikan ibu, riwayat komplikasi kehamilan, dan riwayat perdarahan.Kata kunci: Sectio caesarea, dokter ahli kebidanan dan kandungan, sosiodemografi, faktor risiko ibuAbstractOne of the birth medicalization form is the high number of sectio caesarea deliveries. Result of some studies shows that obstetrician is a factor which can determine the preference type of delivery. The purpose of this study is to assess the role of the obstectrician in order to make decision making inpreference sectio caesarea delivery than vaginal delivery after controlled with sociodemographic factors and maternal risk factor. The study was a cross sectional study using a quantitative approach. This study using secondary data which obtained from Indonesia Demographic and Health Survey 2007 with subset of the research is DKI Jakarta region. Population of this study was married women with age between 15 – 44 years old who has delivery history in term of 5 years before the survey. The study shows significant correlation between prenatal care workers with sectio caesarea delivery but this correlation also has an interaction with household economic status variables. There is significant correlation between respondent whose prenatal care with obstectrician with sectio caesarea delivery. This correlation also related with household economic status. Others variables related to sectio caesarea delivery beside social economic status are maternalage, parity, maternal education, complication during pregnancy history, and bleeding history.Keywords: Sectio caesarea, obstetrician, sociodemographic, maternal risk factor
Peran Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan Meiyetriani, Eflita; Utomo, Budi; Besral, Besral; Santoso, Budi Iman; Salmah, Sjarifah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7 No. 1 Agustus 2012
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.912 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v7i1.74

Abstract

Salah satu bentuk medikalisasi kelahiran adalah angka persalinan sectio caesarea yang tinggi. Hasil beberapa studi menunjukkan bahwa dokter ahli kebidanan dan kandungan merupakan faktor penting yang menentukan persalinan yang dijalani responden. Penelitian ini bertujuan menilai perandokter ahli kebidanan dan kandungan dalam mengambil keputusan untuk melakukan sectio caesarea dibandingkan persalinan normal dengan mengontrol variabel sosiodemografi dan faktor risiko ibu. Penelitian dilakukandengan metode cross sectional menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) DKI Jakarta. Populasi penelitian adalah wanita pernah kawin usia 15 – 44 tahun yang memiliki riwayat melahirkan 5 tahun terakhir sebelum survei dilakukan. Hasil penelitian menunjukkanpemilihan petugas pelayanan antenatal berhubungan dengan persalinan sectio caesarea, tetapi hubungan ini tidak berdiri sendiri, terkait dengan pengaruh status ekonomi rumah tangga. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara responden yang memilihdokter ahli kebidanan dan kandungan sebagai petugas pelayanan antenatal dengan persalinan sectio caesarea yang juga dipengaruhi oleh status sosial ekonomi rumah tangga responden. Selain status sosial ekonomi, variabel yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea adalah usiaibu, paritas ibu, pendidikan ibu, riwayat komplikasi kehamilan, dan riwayat perdarahan.Kata kunci: Sectio caesarea, dokter ahli kebidanan dan kandungan, sosiodemografi, faktor risiko ibuAbstractOne of the birth medicalization form is the high number of sectio caesarea deliveries. Result of some studies shows that obstetrician is a factor which can determine the preference type of delivery. The purpose of this study is to assess the role of the obstectrician in order to make decision making inpreference sectio caesarea delivery than vaginal delivery after controlled with sociodemographic factors and maternal risk factor. The study was a cross sectional study using a quantitative approach. This study using secondary data which obtained from Indonesia Demographic and Health Survey 2007 with subset of the research is DKI Jakarta region. Population of this study was married women with age between 15 – 44 years old who has delivery history in term of 5 years before the survey. The study shows significant correlation between prenatal care workers with sectio caesarea delivery but this correlation also has an interaction with household economic status variables. There is significant correlation between respondent whose prenatal care with obstectrician with sectio caesarea delivery. This correlation also related with household economic status. Others variables related to sectio caesarea delivery beside social economic status are maternalage, parity, maternal education, complication during pregnancy history, and bleeding history.Keywords: Sectio caesarea, obstetrician, sociodemographic, maternal risk factor
Modal Sosial: Kekuatan dan Pertahanan di Bantaran Sungai Salmah, Sjarifah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7 No. 1 Agustus 2012
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.62 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v7i1.73

Abstract

Di bantaran sungai Ciliwung terdapat permukiman penduduk seluas lebih dari 6 hektar yang berpotensi mengubah lahan menjadi kumuh, padat, dan tidak manusiawi yang berdampak pada kualitas lingkungan fisik dan nonfisik yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambarankarakter modal sosial yang dimiliki penduduk pemukim lama di bantaran sungai, menganalisis implikasi modal sosial terhadap kebijakan pemerintah, serta menyumbangkan model penerapan pemberdayaan modal sosial pada penataan bantaran sungai. Penelitian kualitatif yang dilengkapi data kuantitatif lapangan ini disebut kuasi kualitatif. Populasi penelitian ini adalah kualitas lingkungan fisik alami dan modal sosial komunitas yang bermukim sepanjang bantaran sungai Ciliwung. Sampel adalah kualitasfisik alami bantaran sungai dan modal sosial komunitas yang bermukim lama di bantaran sungai Ciliwung Manggarai. Lebih dari setengah karakter modal sosial milik komunitas bantaran sungai Ciliwung Manggarai dimanfaatkan untuk kegiatan sosial membantu sesama dalam kegiatan sosial,sisanya lumpuh oleh kondisi yang berkembang. Implikasi modal sosial akan bermanfaat apabila kekuatan modal sosial digerakkan dan diberdayakan optimal serta diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Model pemberdayaan komunitas bantaran sungai Ciliwung Manggarai diskenariokan dengan menyandingkan kebijakan pemerintah pusat, daerah, dan kebijakan modal sosial yang dimanfaatkan untuk mengurangi kekumuhan permukiman di ibu kota dan meningkatkan kualitas lingkungan pada bantaran sungai Ciliwung Manggarai.Kata kunci: Bantaran sungai, modal sosial, permukiman pendudukAbstractIn the banks of Ciliwung river people live in more than 6 hectare areas that potentially turn into slum, full, and inhuman that affect on unhealthy physical and nonphysical quality. The purpose of this study is to obtain an overview of social capital character owned the old settlers along the river,analizing the implications of social capital towards government policies, and to donate empowerment model in the application of social capital in the arrangement of the riverbanks. Qualitative research incorporating quantitative data field is called quasi-qualitative. Population is the quality of the natural physical environment and social capital communities who live in Ciliwung riverbank. Samples are natural physical quality and the social capital of communities living in Ciliwung Manggarai riverbanks. More than half of the social capital there used for social activities such as helping others insocial activities. The implications of social capital would be beneficial if its strength mobilized and empowered optimally and targetted to improve the quality of the environment. Community empowerment model in Ciliwung Manggarai riverbank is scripted by juxtaposing central government policy,regional policy, and social capital policy. It is used to reduce slum area and enhance environmental quality in Ciliwung Manggarai riverbanks.Keywords: Riverbanks, social capital, settlement area