Sofyan M. Saleh
Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Jl. Syeh Abdurrauf No. 7 Darussalam B. Aceh 23111.

Published : 66 Documents
Articles

KUAT TARIK ANGKER KANTILEVER DENGAN METODE PENDEKATAN JRC (STUDI KASUS JALAN KANTILEVER KM. 461+480 TAPAKTUAN)

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5846.241 KB)

Abstract

Abstract: The Tapaktuan-Bakongan is the national road access to the South-West part of Aceh. Topographically shows that the road consist of canyon and a very steep cliff, which will be impossible to build more infracstructure using either blasting or cut and fill method with heavy equipment. Referring to the situation, the study about anchor tensile strength, which is used in construction of road access expansion using cantilever method is conducted. The research methode is begin by collecting the real data which are Standard Penetration Test data (SPT) SNI 4153-2018 and tensile graund anchor proving test (Bristish Satndard 8081:1981) and geological data taken from SPT drilling data. Furthermore, the data involved N-SPT, Joint Roughness Coefficient (JRC), shear stress will be analyzed and yield loading test value. Finally, from the loading test value, the reseacher will evaluate the stability of tensile capacity and safety factor (SF) of ground anchor. From the data analysis obtained that rock mass of STA 1+ 280 or KM. 461 +480 geologically contain unrigid and very strong limestone with N-SPT value greater than 50 where the rock condition is solid concrete and could be crushed using blasting method. Five samples are taken from the 10 meters driling for the laboratory test and obtain the minimum compressive strength is 51,10 MPa and maximum is 103,89 MPa with JRC from 2 to 20. In addition, the rock quality designation (RQD) calculation yield the average stone quality is 60,8% which means the rock has medium quality. Ground anchor failure if the proving test over 80% UTS(ultimate tensile strength)   i.e. the load increment reaches 92,55% UTS or 54 MPa. Therefore, the proving test maximum capacity for ground anchor is 54 Mpa and safety factor is 1,85 which are suitable to geological condition research area.Abstrak: Ruas jalan Tapaktuan – Bakongan merupakan ruas jalan nasional lintas Barat – Selatan Aceh. Kondisi topografi ruas jalan terdiri dari tebing yang terjal dan lereng yang curam sehingga tidak memungkinkan dilaksanakan pelaksanaan kontruksi pembangunan/peningkatan dengan metode blasting (penggunaan bahan peledak) maupun metode cut and fill yang menggunakan alat-alat berat. Dari permasalahan tersebut dilakukan sebuah kajian mengenai kuat tarik angker yang digunakan pada pelaksanaan pembangunan pelebaran badan jalan dengan menggunakan metode kantilever untuk daerah dengan kondisi topograsi tebing yang terjal dan lereng yang curam. Metode yang diterapkan pada penelitian ini diawali dengan pengumpulan data riil yang meliputi data Standard Penetration Test (SPT) SNI 4153-2008 dan uji tarik proving test ground anchor (British Standard 8081:1981) dan data geologi yang dihasilkan dari data pengeboran SPT. Selanjutnya dari data-data yang diperoleh dilakukan analisis data yang meliputi analisis nilai N-SPT, Joint Roughnes Coefficient (JRC), gaya geser, yang menghasilkan angka loading test. Dari data hasil loading test dapat dievaluasi stabilitas kapasitas tarik dan safety factor (SF). Dari data analisis didapatkan bahwasanya kondisi geologi batuan di STA 1+ 280 atau KM. 461 + 480 terdiri dari batu gamping tidak lapuk dan sangat keras dan dapat dipecahkan dengan peledakan dengan nilai N-SPT lebih besar dari 50 dimana kondisi batuan sangat padat. Dari hasil pengeboran sepanjang 10 meter diambil lima sampel untuk di uji laboratorium dan diperoleh nilai compressive strength minimal 51,10 MPa dan maksimum 103,89 MPa dengan nilai JRC 2-20. Selain daripada itu hasil perhitungan rock quality designation (RQD) menunjukkan kualitas batuan pada lokasi kajian rata-rata 60,8% yang berarti kualitas batuannya adalah sedang. Ground anchor putus pada saat uji tarik proving test diatas pembebanan 80% UTS yaitu pembebanan sampai 92,55% UTS (ultimate tensile strength) atau sebesar 54 MPa. Dengan demikian kapasitas maksimum hasil uji tarik proving test ground anchor yaitu sebesar 54 MPa dengan faktor keamanan 1,85 sesuai dengan kondisi geologi daerah kajian.

PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN DI PERSIMPANGAN TIPE Y (Studi Kasus Simpang Pelor - Meulaboh)

Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.1 KB)

Abstract

Abstract:Meulaboh city has several intersections or junction one of them is Simpang Pelor Meulaboh which have 3 arms signalized between National Road, Iskandar Muda Street, and Teuku Umar Street. The problem statements in this research are how to determine side barriers, adequacy for parking space and the shape of corner at the outer side of the road, traffic volume and the level of service road. The purpose of the study are to estimate how complex side barriers, adequacy for parking space and the shape of corner parking, traffic volume and also the level of service to road performances. The method based on MKJI 1997. Based on the results weighted frequencies of occurrence the side barriers "high", with a weight of events National Road 650/hour, Teuku Umar Street 655/hour and Iskandar Muda Street 625/hour. The capacity of the parking lot placed on the position boundary lines and building in the form of angle parking position 300, with the amount of two-wheeled vehicle 6,397 units four-wheeled and six-wheeled 674 units. Traffic volumes occurred on Wednesday with a green and missing time 16 seconds while the time cycle 119 seconds, for National Road (saturation flow 1,342 smp/hour, the volume of traffic flow 255 smp/hour, green time 26 sec, capacity 291 smp/hour and average on delay 20.685 sec/smp), Teuku Umar Street (saturation flow 1,271 smp/hour, the volume of traffic flow 434 smp/hour, green time 46 sec, capacity 496 smp/hour and average on delay 24.988 sec/smp), while for Iskandar Muda Street (saturation flow 1,342 smp/hour, the volume of traffic flow 288 smp/hour, green time 31 sec, capacity 329 smp/hour and average on delay 21.582 sec/smp), the degree of saturation of each arm numbered at 0.88. Related to the result analysis shows the level of service E, where the flow unstable due to the volume of traffic was almost at capacity with speeds sometimes stalled.Keywords : side barriers, parking, street performanceAbstrak:Kota Meulaboh mempunyai beberapa pertemuan jalan atau persimpangan salah satunya Simpang Pelor Meulaboh yang bersinyal memiliki 3 lengan jalan antara Jalan Nasional, Jalan Iskandar Muda dan Jalan Teuku Umar.Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana menentukan hambatan samping, kebutuhan ruang parkir serta bentuk sudut parkir di sisi luar badan jalan, volume lalu lintas dan tingkat pelayanan terhadap kinerja jalan. Tujuan penelitian memperkirakan seberapa besar hambatan samping, kebutuhan ruang parkir dan bentuk sudut parkir, mengevaluasi volume lalu lintas serta tingkat pelayanan terhadap kinerja jalan. Metode yang digunakan berdasarkan MKJI 1997. Berdasarkan hasil frekwensi berbobot kejadian hambatan samping ”tinggi”, dengan bobot kejadian Jalan Nasional 650/jam, Jalan Teuku Umar 655/jam dan Jalan Iskandar Muda 625/jam. Kapasitas lahan parkir di tempatkan pada posisi garis sempadan bangunan dalam bentuk sudut 300 posisi parkir, dengan jumlah kendaraan roda dua 6.397 unit sedangkan roda 4 dan roda enam 674 unit. Volume lalu lintas terjadi hari Rabu dengan waktu antar hijau dan waktu hilang 16 detik sedangkan waktu siklus 119 detik, untuk Jalan Nasional (arus jenuh 1.342 smp/jam, volume arus lalu lintas 255 smp/jam, waktu hijau 26 det, kapasitas 291 smp/jam dan tundaan rata-rata 20,685 det/smp), Jalan Teuku Umar (arus jenuh 1.271 smp/jam, volume arus lalu lintas 434 smp/jam, waktu hijau 46 det, kapasitas 496 smp/jam dan tundaan rata-rata 24,988 det/smp), sedangkan untuk Jalan Iskandar Muda (arus jenuh 1.342 smp/jam, volume arus 288 smp/jam, waktu hijau 31 det, kapasitas 329 smp/jam dan tundaan rata-rata 21,582 det/smp), yang derajat kejenuhan setiap lengan berjumlah sama 0,88. Terkait hasil analisis menunjukkan tingkat pelayanan E, dimana arus kurang stabil karena volume lalu lintas berada hampir pada kapasitas dengan kecepatan terkadang terhenti.Kata kunci : hambatan samping, parkir, kinerja jalan

ANALISIS KINERJA JALAN DAN KECEPATAN PERJALANAN KENDARAAN PADA JALAN POCUT BAREN KOTA BANDA ACEH

Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1924.783 KB)

Abstract

Abstract: The region of Pocut Baren Street in Banda Aceh has varied land use along the street consisting of office, residential, shopping and school areas. The increase in traffic volume on Pocut Baren Street causes traffic congestion along the street and finally lead to decrease in vehicle speed which influence the increase in fuel consumption level. This study aimed to evaluate the road performance and journey speed of vehicle on Pocut Baren Street during peak hours. Data observation of traffic volume conducted to calculate the total of traffic that passed through the observational street by using the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997.  Data observation of traffic speeds were calculated by using floating car method that would be obtained the total of journey speed. From the result of the calculation and evaluation obtained the road performance at peak volume occurred in Monday morning from 7:00 to 08:00 am. It was obtained Q- value of 994.20 smp/ hour with a degree of saturation (DS) of 0.85 that was in category-D of service level that was unstable current, decreased speed. Average maximum journey speed was 59.7015 km/hour and average minimum speed was 25.0696 km /hour.Abstrak: Kawasan Jalan Pocut Baren kota Banda Aceh memiliki tata guna lahan yang berbeda-beda di sepanjang jalan yang terdiri dari kawasan perkantoran, pemukiman, pertokoan dan sekolah. Peningkatan volume lalu lintas di Jalan Pocut Baren menyebabkan terjadinya kemacetan di sepanjang jalan dan pada akhirnya menimbulkan penurunan kecepatan kendaraan yang berpengaruh pada tingkat konsumsi BBM yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jalan dan kecepatan perjalanan kendaraan di jalan Pocut Baren pada saat jam puncak. Pengamatan data volume lalu lintas dilakukan untuk menghitung jumlah lalu lintas yang melewati jalan tinjauan dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pengamatan data kecepatan lalu lintas dilakukan dengan menggunakan metode kendaran contoh (floating car method) yang nantinya akan diperoleh kecepatan perjalanan (journey speed) total. Hasil perhitungan dan evaluasi diperoleh kinerja jalan pada volume puncak terjadi pada hari senin pagi arah menuju kota jam 07.00-08.00 wib. diperoleh nilai Q sebesar 994,20 smp/jam dengan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,85 berada di tingkat pelayanan jalan kategori D yaitu arus tidak stabil, kecepatan menurun. Kecepatan perjalanan rata-rata maksimum sebesar 59,7015 km/jam dan kecepatan rata-rata minimum sebesar  25,0696 km/jam.

STUDI KERUSAKAN JALAN DITINJAU DARI FAKTOR SETEMPAT (STUDI KASUS RUAS JALAN BLANGKEJEREN – LAWE AUNAN)

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1831.642 KB)

Abstract

Abstract: Blangkejeren - Lawe Aunan road conditions overall is on the slopes of the mountains which is strongly influenced by local environmental factors such as drainage, topography, soil conditions, material conditions and vehicle load conditions across the road. It should be noted in order to avoid a decrease in the road quality due to road surface damage that can affect the traffic safety, comfort and smoothness.. Therefore, it is necessary to study the evaluation of the condition of the damaged road surface and the local factors that affect the damage in order to avoid a decrease in the roads quality. This study took place on Blangkejeren - Lawe Aunan roads started from Sta. 529 + 700 - Sta. 535 + 206. Generally, the condition of roads in this segment were found damage that disturb the comfort, smoothness and safety of the roads users. In this study, the primary data obtained by actual surveys in the form of data field length, width, area, and depth of each type of damage as well as local factors that lead to such damage. Actual field surveys conducted along the 5.506 km, with the distance interval of each segment is 100 m. The secondary data obtained from the relevant institutions and other materials related to this research. This study analyzed the PCI method (Pavement Condition Index) to obtain the level of damage in order to know how to handle, while for the identification of the damage done by observation factors descriptively appropriate observation in the field such as the number of damage points. The results of this study found that the type of damage caused to roads is damage to the cover layer, a hole, and curly. This type of damage that commonly occurs on the road Blangkejeren - Lawe Aunan is damage to the edges with a percentage of 87.30%. The local factors that greatly affect drainage on the percentage of damage is 62.00%. PCI average value is 13.47 which indicates a very bad condition (very poor) and requires maintenance or improvement of reconstruction.Abstrak: Kondisi jalan Blangkejeren – Lawe Aunan secara keseluruhan berada di lereng pegunungan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan setempat seperti drainase, topografi, kondisi tanah, kondisi material dan kondisi beban kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi penurunan kualitas jalan akibat kerusakan permukaan jalan sehingga dapat mempengaruhi keamanan, kenyamanan, dan kelancaran dalam berlalu lintas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian evaluasi terhadap kondisi permukaan jalan yang mengalami kerusakan serta faktor setempat yang mempengaruhi kerusakan tersebut agar tidak terjadi penurunan kualitas jalan. Penelitian ini mengambil lokasi di ruas jalan Blangkejeren – Lawe Aunan yang dimulai dari Sta. 529+700 - Sta. 535+206. Umumnya kondisi ruas jalan pada segmen ini banyak ditemukan kerusakan-kerusakan yang dapat mengganggu kenyamanan, kelancaran, dan keamanan pengguna jalan. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan melakukan survei aktual lapangan yaitu berupa data panjang, lebar, luasan, dan kedalaman tiap jenis kerusakan serta faktor setempat yang mengakibatkan kerusakan tersebut. Survei aktual lapangan dilakukan sepanjang 5,506 km, dengan jarak interval setiap segmen adalah 100 m. Adapun data sekunder diperoleh dari lembaga terkait dan bahan lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Penelitian ini dianalisis dengan metode PCI (Pavement Condition Index) untuk mendapatkan tingkat kerusakan agar diketahui cara penanganannya, sedangkan untuk identifikasi faktor kerusakannya dilakukan dengan pengamatan secara diskriptif sesuai hasil pengamatan di lapangan berupa jumlah titik kerusakan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan adalah kerusakan lapisan penutup, lubang, dan keriting. Jenis kerusakan yang umum terjadi pada ruas jalan Blangkejeren – Lawe Aunan adalah kerusakan tepi dengan persentase 87,30 %. Faktor setempat yang sangat mempengaruhi kerusakan adalah drainase dengan persentase 62,00%. Nilai PCI rata-rata yaitu 13,47 yang menunjukkan kondisi sangat buruk (very poor) dan memerlukan pemeliharaan peningkatan atau rekonstruksi.

An assessment of The Capacity Drops at The Bottleneck Segments: A review on the existing methodologies

Aceh International Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Graduate School of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.117 KB)

Abstract

The term of capacity is very useful to quantify the ability of transport facilities in terms of carrying traffic. The capacity of the road is an essential ingredient in the planning, design, and operation of roadways. It is desirable for traffic analyst to be able to predict the time and places where congestion will occur and the volumes to be expected. Most of urbanized areas have been experiencing of traffic congestion problems particularly at urban arterial systems. High traffic demand and limited supply of roadways are always the main factors produced traffic congestion. However, there are other sources of local and temporal congestion, such as uncontrolled access point, median opening and on-street parking activities, which are caused a reduction of roadway capacity during peak operations. Those locations could result in reduction of travel speed and road, as known as hidden bottlenecks. This is bottleneck which is without any changes in geometric of the segments. The Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM, 1997) is used to assess urban arterial systems till current days. IHCM provides a static method for examining the capacityand does not systematically take into account of bottleneck activities. However, bottleneck activities create interruption smooth traffic flow along arterial streets, which in turns stimulate related problems, such as, excessive air pollution, additional energy consumption and driver’s frustration due to traffic jammed. This condition could happen simultaneously; mostly repetitive and predictable in same peak hour demands. Therefore, this paper carefully summarize on the existing methodologies considering required data, handled data processing and expected output of each proposed of analysis. We further notice that dynamic approach could be more appropriated for analyzing temporal congestion segments (median opening, on street parking, etc.). Method of oblique cumulative plot seems to be more applicable in terms of convenient, surveying tool and the accuracy of analysis. This method is easy to handle and powerful in identifying flow and speed fluctuations during breakdown occurs

EVALUASI KONDISI PERKERASAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) (STUDI KASUS RUAS JALAN BEUREUNUEN – BATAS KEUMALA)

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.316 KB)

Abstract

Abstract: In order to accommodate the needs of movement with a certain level of service, it is necessary to make an effort to maintain the quality of road services, where one of these efforts is to evaluate the condition of the road surface. Based on the above condition, a research is needed in order to evaluate the condition of pavement in accordance with the type and level of damage by using PCI method.This research was aimed to know the functional condition of pavement on road of Beureunuen - Keumala Border. This research took place on the Beureunuen - Keumala road border which was divided into 2 segments; segment I (Km 7 + 000 s / d Km 9 + 000) and segment II (Km.13 + 000 s / d Km.15+ 000). The primary data collection was done with actual field survey data in the form of length, width, area, and depth of each type of damage that indicates the condition of the roads surface both minor and severe damages. This research was conducted by using Pavement Condition Index (PCI) methods. The results shows that the most common types of damage that occur on road of Beureunuen - Keumala Border are alligator crack, block crack, depression, corrugations, edge crack, rutting, longitudinal crack, patching, potholes, and raveling. Evaluation of damage on segment I of the road on Beureunuen - Keumala border gives result of the average PCI value on segment I of the road on Beureunuen - Keumala is 39,6 with bad condition. The average PCI value of Segment II is 24.7 with very bad condition. The type of maintenance required on road of Beureunuen-Keumala border is periodic maintenance on segment I and reconstruction on segment II.Abstrak: Agar dapat tetap mengakomodasi kebutuhan pergerakan dengan tingkat layanan tertentu maka perlu dilakukan suatu usaha untuk menjaga kualitas layanan jalan, dimana salah satu usaha tersebut adalah mengevaluasi kondisi permukaan jalan. Berdasarkan keadaan tersebut di atas, maka diperlukan penelitian untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan sesuai dengan jenis dan tingkat kerusakan dengan menggunakan metode PCI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fungsional perkerasan pada ruas jalan Beureunuen – Batas Keumala. Penelitian ini mengambil lokasi di ruas jalan Beureunuen – Batas Keumala yang terbagi atas 2 segmen dengan segmen I (Km. 7+000 s/d Km. 9+000) dan segmen II (Km.13+000 s/d Km. 15+000). Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei aktual lapangan yaitu berupa data panjang, lebar, luasan, serta kedalaman tiap jenis kerusakan yang menunjukan skala kondisi permukaan jalan dari keadaan rusak ringan sampai rusak berat. Penelitian ini dilakukan dengan Pavement Condition Index (PCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang umum terjadi pada ruas jalan Beureunuen – Batas Keumala adalah retak kulit buaya, retak blok, keriting, retak pinggir, alur, retak memanjang, tambalan, lubang dan pelepasan butir. Evaluasi kerusakan pada segmen I ruas jalan Beureunuen – Batas Keumala memberikan hasil berupa nilai PCI rata-rata pada segmen I ruas jalan Beureunuen – Batas Keumala adalah 39,6 dengan kondisi buruk. Nilai PCI rata-rata Segmen II sebesar 24,7 dengan kondisi sangat buruk. Jenis penanganan yang diperlukan pada ruas jalan Beureunuen – Batas Keumala, adalah pemeliharaan berkala pada segmen I dan rekonstruksi pada segmen II.

UJI DURABILITAS CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN KOMBINASI LIMBAH PLASTIK DAN ABU SERABUT KELAPA SEBAGAI FILLER

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.343 KB)

Abstract

Abstract: The cause of damage and strength reductionon highway flexible pavement isthe low strength and durability on the wear layer. To cope withthis problem, it is necessary to add some particular additivethat can increase the asphalt concrete performance. One of the additional material that can be used are plastic. Stone ash, cement and fly ash has been commonly used as a filler in asphalt mixture. But these kind of filler was hard to get and the price were relatively expensive. The coconut fiber ash wich has a specific grafity greater than asphalt is expected to be one alternative. This research aims to determine the influence of plastic wastecombination substitution into the asphalt pen. 60/70 and the use of coconut fiber ash as filler on AC-WC mixture performance. The plastic used in this research is polyethylene terephthalate, polypropylene and polystyrene. The early stages of this research is to find the optimum asphalt content (OAC). After OAC obtained, then the specimens were mixed without and with the combination substitution of plastic waste as much as 2.7%; 4.7%; 6.7% against the weight of  asphalt on OAC + 0.5% with and without the coconut fiber ash as a filler. The study results showed the use of plastic waste combination and the coconut fiber ash can not improve the durability value. The highest value of durability obtained at 4.7% combination substitution of plastic waste, it was 77.53%, While the lowest was in substitution of 6.7% plastic waste combination with 38.27% coconut fiber  ash as a filler. The duration value of AC-WC mixture with plastic waste combination substitution and the use of coconut fiber ash filler did not meet the requirement that is> 90%.Abstrak: Penyebab kerusakan dan penurunan kekuatan perkerasan lentur jalan raya adalah rendahnya kekuatan dan keawetan di dalam lapisan aus. Untuk menanggulangi hal ini dibutuhkan suatu bahan tambah yang dapat meningkatkan lapis aspal beton. Salah satu bahan tambah yang dapat di gunakan adalah plastik. Abu batu, semen dan fly ash sudah biasa digunakan sebagai filler dalam campuran aspal. Tetapi, jenis filler tersebut susah didapatkan dan harganya relatif mahal. Abu serabut kelapa yang memiliki berat jenis lebih besar dari aspal, diharapkan dapat menjadi alternatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai durabilitas campuran AC-WC menggunakan kombinasi limbah plastik dan abu serabut kelapa. Plastik yang digunakan pada penelitian ini adalah Polyethylene Terephthalate, Polypropylenedan Polystyrene. Tahap awal penelitian ini adalah mencari kadar aspal optimum (KAO). Setelah KAO didapat kemudian dilakukan pembuatan benda uji tanpa dan dengan substitusi kombinasi limbah plastik sebesar 2,7%; 4,7%; 6;7% terhadap berat aspal pada KAO + 0,5% tanpa dan dengan abu serabut kelapa sebagai filler. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kombinasi limbah plastik tidak dapat meningkatkan nilai durabilitas. Nilai durabilitas tertinggi didapat pada substitusi kombinasi limbah plastik 4,7% yaitu 77,53% sedangkan yang terendah terdapat pada subtitusi kombinasi limbah plastik 6,7% dengan filler abu serabut kelapa yaitu 38,27%. Nilai Durabilitas campuran AC-WC dengan substitusi kombinasi limbah plastik   dan penggunaan abu serabut kelapa sebagai filler tidak memenuhi syarat yaitu > 90%.

PENILAIAN KONDISI JALAN PADA RUAS JALAN KM. 77 (BATAS PIDIE) - BATAS KOTA SIGLI

JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.589 KB)

Abstract

Abstract : Road maintenance activities is one part of the road management and road organizer shall prioritize road maintenance to maintain the level of services in accordance with defined minimum service standards. Assessment of road conditions resulting from the survey activities. Km.77 (Batas Pidie) - Batas Kota Sigli is a national road with a length of 29.34 Km. Rating national road refers Free Road Condition Survey, No. SMD-03 / RC (relationship International Roughness Index, IRI-Surface Distress Index, SDI), which is only capable of supporting votes to traffic lanes. This research is assessed road conditions and a comparative analysis (IRI-SDI indicators and per-percentage area of damage) on the carriageway. The method used in the study, refers to the Minister of Public Works  No. 15 / PRT / M / 2007 and No. 13 / PRT / M / 2013, which is able to support the assessment of traffic lanes, shoulders, and complementary buildings (BPLK) with elements: median, ditches, culverts, retaining walls, island roads and sidewalks. The condition of the road is done through a detailed survey of road conditions with the visual method followed by processing and analyzing data, producing road conditions, type of treatment and allocation of the required budget requirements. The results show the value of the condition is above 60% steady-state condition and needs maintenance budget of Rp. 113,645,850,000.00 for all elements of the road. From the results of a comparative analysis of known value of a deviation of 4.77% for the stability of the road and -Rp.98.825.850.000,00 for road maintenance budget requirements.Abstrak: Kegiatan pemeliharaan jalan merupakan salah satu bagian dari penyelenggaraan jalan dan penyelenggara jalan wajib memperioritaskan pemeliharaan jalan untuk mempertahankan tingkat pelayanan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan. Kegiatan penilaian kondisi jalan dihasilkan dari kegiatan survei jalan. Ruas jalan Km.77 (Batas Pidie) - Batas Kota Sigli merupakan ruas jalan nasional dengan panjang 29,34 Km. Penilaian ruas jalan nasional mengacu pada Panduan Survei Kondisi Jalan, No. SMD-03/RC (hubungan International Roughness Index, IRI - Surface Distress Index, SDI), yang hanya mampu mendukung penilaian untuk jalur lalu lintas. Penilitian ini dilakukan untuk menilai kondisi jalan dan analisis perbandingan (Indikator IRI - SDI dan persentase luasan kerusakan) pada jalur lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian, mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor : 15/PRT/M/2007 dan Nomor : 13/PRT/M/2013, yang mampu mendukung penilaian jalur lalu lintas, bahu jalan, dan bangunan pelengkap (BPLK) dengan elemen : median, saluran samping, gorong-gorong, tembok penahan tanah, pulau jalan dan trotoar. Penilaian kondisi jalan dilakukan melalui survei kondisi rinci jalan dengan metode visual dilanjutkan dengan pengolahan dan analisis data, yang menghasilkan kondisi jalan, jenis penanganan dan alokasi kebutuhan anggaran yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian diketahui nilai kondisi berada diatas 60 % kondisi mantap dan kebutuhan anggaran pemeliharaan Rp. 113.645.850.000,00 untuk seluruh elemen jalan. Dari hasil analisis perbandingan diketahui nilai deviasi sebesar 4,77 % untuk kemantapan jalan dan -Rp. 98.825.850.000,00 untuk kebutuhan anggaran pemeliharaan jalan.

ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF DI KOTA IDI PROVINSI ACEH

Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.759 KB)

Abstract

Abstract: Various efforts by the government in order to maintain the performance of the road in order to still be able to serve demand of the population that is increasingly larger. The effort could take the form improvement of road network and improvement in traffic management and system transportation and movement. In the regions outside of Java such as on the island of Sumatra, with a relatively low population density, the most common form of the actions carried out is the improvement of existing roads and construction of new road sections. Construction of alternative roads Idi city for the purpose to avoid the problem of congestion around the city idi, road construction has been started since 2010 with a length of 14.13 km, while the length of 13.35 km of existing roads. Construction will be implemented in 2017 to 2020, for 2015 is planned for completion at the stage of land acquisition.The purpose of this study was to evaluate of demand for an alternative way idi city based on the degree of saturation and predictive traffic flow. Calculating the Vehicle Operating Costs (VOC) and travel time savings. The results obtained for the evaluation of demand based on predictions of traffic that the vehicle growth rate reached 10,60 % every year, then the degree of saturation 2015 = 0,35, 2023 = 0,78, thus the alternative road Idi city is needed to be built in order to avoid capacity problems in the coming years on existing roads. Based on the evaluation of the benefits of saving Vehicle Operating Costs (VOC) of Rp 321 /veh/km for passenger cars, buses Rp. 2.017 /veh/km and trucks Rp. 1.925 /veh/km. Saving time value of Rp. 6.040 /veh, for vehicle passenger cars, Rp. 39.643 /veh, for buses, Rp. 4.303 /veh for trucks.Keywords : Evaluation of demand, degree of saturation, vehicle operating costsAbstrak: Berbagai usaha dilakukan pemerintah dalam rangka mempertahankan kinerja jalan agar tetap dapat melayani kebutuhan transportasi penduduk yang kian hari kian meningkat. Usaha tersebut bisa berbentuk perbaikan sistem jaringan jalan maupun perbaikan pada manajemen lalu lintas dan sistem perangkutan dan pergerakan. Pada wilayah-wilayah di luar pulau Jawa seperti di pulau Sumatera, dengan kepadatan penduduk yang relatif rendah maka bentuk tindakan yang paling umum dilakukan adalah dengan peningkatan jalan yang ada dan pembangunan ruas-ruas jalan baru. Pembangunan jalan alternatif kota Idi bertujuan untuk menghindari masalah kemacetan di sekitar kota idi, pembangunan jalan tersebut telah dimulai sejak tahun 2010 dengan panjang 14,13 Km, sedangkan panjang ruas jalan existing 13,35 Km.Konstruksi akan dilaksanakan pada tahun 2017 hingga tahun 2020, untuk tahun 2015 direncanakan selesai pada tahap pembebasan lahan.Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kebutuhan jalan alternatif kota idi berdasarkan derajat kejenuhan, prediksi arus lalu lintas, menghitung Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan penghematan waktu perjalanan. Hasil penelitian yang diperoleh untuk evaluasi kebutuhan berdasarkan prediksi arus lalu lintas yaitu tingkat pertumbuhan kendaraan mencapai 10,60% per tahun, maka derajat kejenuhan pada tahun 2015 = 0,35, tahun 2023 = 0,78. Berdasarkan manfaat berupa penghematan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) sebesar Rp 321 /kend/km untuk mobil penumpang, bus sebesar Rp. 2.017 /kend/km dan truk sebesar Rp. 1.925 /kend/km. Penghematan nilai waktu Rp.6.040/kend, untuk kendaraan mobil penumpang, Rp. 39.643 /kend, untuk kendaraan bus, Rp. 4.303 /kend untuk kendaraantruk.Kata kunci : Evaluasi kebutuhan, derajat kejenuhan, biaya operasional kendaraan

ANALISIS HKRITIS TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH DASAR

Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.914 KB)

Abstract

The addition of the existing heap on the ground interface will affect the ability of subgrade to accept the burden of the embankment and other charges on it. The inability of subgrade in accepting the load will result in a decrease in the vertical deformation and collapse. The analysis was conducted on the National Roads Banda Aceh-Medan KM. 83 + 135 of the Seulawah. The purpose of this study is to analyze whether the brunt of the height of the pile (H Critical) have exceeded the carrying capacity of the subgrade. The analysis was performed by using Plaxis software. The implementation method used in the analysis based on the modeling of the pile height variations by reducing the height of the pile with a certain interval gradually until a critical height (H Critical) heap that causes the achievement of maximum decrease of 2.5 cm. The modeling result demonstrates that when the consolidation of the soil embankment on condition of Hheap soil = 6 m, Hheap soil= 5.4 m, Hheap soil = 4.8 m could able to reduce the height of the soil embankment by 10%, 20%, and 30%, and considered in an unsafe condition. While when the soil embankment consolidation reduce by 40% (H heap soil = 3.6 m) showing in a safe condition. This result shows that the forces acting on the pile-soil could not hold the load so that the interface is about to collapse.