Sofyan M. Saleh
Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Jl. Syeh Abdurrauf No. 7 Darussalam B. Aceh 23111.

Published : 64 Documents
Articles

PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN DI PERSIMPANGAN TIPE Y (Studi Kasus Simpang Pelor - Meulaboh) Tripoli, Bambang; Saleh, Sofyan M.; Isya, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.1 KB)

Abstract

Abstract:Meulaboh city has several intersections or junction one of them is Simpang Pelor Meulaboh which have 3 arms signalized between National Road, Iskandar Muda Street, and Teuku Umar Street. The problem statements in this research are how to determine side barriers, adequacy for parking space and the shape of corner at the outer side of the road, traffic volume and the level of service road. The purpose of the study are to estimate how complex side barriers, adequacy for parking space and the shape of corner parking, traffic volume and also the level of service to road performances. The method based on MKJI 1997. Based on the results weighted frequencies of occurrence the side barriers "high", with a weight of events National Road 650/hour, Teuku Umar Street 655/hour and Iskandar Muda Street 625/hour. The capacity of the parking lot placed on the position boundary lines and building in the form of angle parking position 300, with the amount of two-wheeled vehicle 6,397 units four-wheeled and six-wheeled 674 units. Traffic volumes occurred on Wednesday with a green and missing time 16 seconds while the time cycle 119 seconds, for National Road (saturation flow 1,342 smp/hour, the volume of traffic flow 255 smp/hour, green time 26 sec, capacity 291 smp/hour and average on delay 20.685 sec/smp), Teuku Umar Street (saturation flow 1,271 smp/hour, the volume of traffic flow 434 smp/hour, green time 46 sec, capacity 496 smp/hour and average on delay 24.988 sec/smp), while for Iskandar Muda Street (saturation flow 1,342 smp/hour, the volume of traffic flow 288 smp/hour, green time 31 sec, capacity 329 smp/hour and average on delay 21.582 sec/smp), the degree of saturation of each arm numbered at 0.88. Related to the result analysis shows the level of service E, where the flow unstable due to the volume of traffic was almost at capacity with speeds sometimes stalled.Keywords : side barriers, parking, street performanceAbstrak:Kota Meulaboh mempunyai beberapa pertemuan jalan atau persimpangan salah satunya Simpang Pelor Meulaboh yang bersinyal memiliki 3 lengan jalan antara Jalan Nasional, Jalan Iskandar Muda dan Jalan Teuku Umar.Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana menentukan hambatan samping, kebutuhan ruang parkir serta bentuk sudut parkir di sisi luar badan jalan, volume lalu lintas dan tingkat pelayanan terhadap kinerja jalan. Tujuan penelitian memperkirakan seberapa besar hambatan samping, kebutuhan ruang parkir dan bentuk sudut parkir, mengevaluasi volume lalu lintas serta tingkat pelayanan terhadap kinerja jalan. Metode yang digunakan berdasarkan MKJI 1997. Berdasarkan hasil frekwensi berbobot kejadian hambatan samping ”tinggi”, dengan bobot kejadian Jalan Nasional 650/jam, Jalan Teuku Umar 655/jam dan Jalan Iskandar Muda 625/jam. Kapasitas lahan parkir di tempatkan pada posisi garis sempadan bangunan dalam bentuk sudut 300 posisi parkir, dengan jumlah kendaraan roda dua 6.397 unit sedangkan roda 4 dan roda enam 674 unit. Volume lalu lintas terjadi hari Rabu dengan waktu antar hijau dan waktu hilang 16 detik sedangkan waktu siklus 119 detik, untuk Jalan Nasional (arus jenuh 1.342 smp/jam, volume arus lalu lintas 255 smp/jam, waktu hijau 26 det, kapasitas 291 smp/jam dan tundaan rata-rata 20,685 det/smp), Jalan Teuku Umar (arus jenuh 1.271 smp/jam, volume arus lalu lintas 434 smp/jam, waktu hijau 46 det, kapasitas 496 smp/jam dan tundaan rata-rata 24,988 det/smp), sedangkan untuk Jalan Iskandar Muda (arus jenuh 1.342 smp/jam, volume arus 288 smp/jam, waktu hijau 31 det, kapasitas 329 smp/jam dan tundaan rata-rata 21,582 det/smp), yang derajat kejenuhan setiap lengan berjumlah sama 0,88. Terkait hasil analisis menunjukkan tingkat pelayanan E, dimana arus kurang stabil karena volume lalu lintas berada hampir pada kapasitas dengan kecepatan terkadang terhenti.Kata kunci : hambatan samping, parkir, kinerja jalan
ANALISIS KINERJA JALAN DAN KECEPATAN PERJALANAN KENDARAAN PADA JALAN POCUT BAREN KOTA BANDA ACEH Marlinda, Sofi; Saleh, Sofyan M.; Anggraini, Renni
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1924.783 KB)

Abstract

Abstract: The region of Pocut Baren Street in Banda Aceh has varied land use along the street consisting of office, residential, shopping and school areas. The increase in traffic volume on Pocut Baren Street causes traffic congestion along the street and finally lead to decrease in vehicle speed which influence the increase in fuel consumption level. This study aimed to evaluate the road performance and journey speed of vehicle on Pocut Baren Street during peak hours. Data observation of traffic volume conducted to calculate the total of traffic that passed through the observational street by using the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997.  Data observation of traffic speeds were calculated by using floating car method that would be obtained the total of journey speed. From the result of the calculation and evaluation obtained the road performance at peak volume occurred in Monday morning from 7:00 to 08:00 am. It was obtained Q- value of 994.20 smp/ hour with a degree of saturation (DS) of 0.85 that was in category-D of service level that was unstable current, decreased speed. Average maximum journey speed was 59.7015 km/hour and average minimum speed was 25.0696 km /hour.Abstrak: Kawasan Jalan Pocut Baren kota Banda Aceh memiliki tata guna lahan yang berbeda-beda di sepanjang jalan yang terdiri dari kawasan perkantoran, pemukiman, pertokoan dan sekolah. Peningkatan volume lalu lintas di Jalan Pocut Baren menyebabkan terjadinya kemacetan di sepanjang jalan dan pada akhirnya menimbulkan penurunan kecepatan kendaraan yang berpengaruh pada tingkat konsumsi BBM yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jalan dan kecepatan perjalanan kendaraan di jalan Pocut Baren pada saat jam puncak. Pengamatan data volume lalu lintas dilakukan untuk menghitung jumlah lalu lintas yang melewati jalan tinjauan dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pengamatan data kecepatan lalu lintas dilakukan dengan menggunakan metode kendaran contoh (floating car method) yang nantinya akan diperoleh kecepatan perjalanan (journey speed) total. Hasil perhitungan dan evaluasi diperoleh kinerja jalan pada volume puncak terjadi pada hari senin pagi arah menuju kota jam 07.00-08.00 wib. diperoleh nilai Q sebesar 994,20 smp/jam dengan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,85 berada di tingkat pelayanan jalan kategori D yaitu arus tidak stabil, kecepatan menurun. Kecepatan perjalanan rata-rata maksimum sebesar 59,7015 km/jam dan kecepatan rata-rata minimum sebesar  25,0696 km/jam.
STUDI KERUSAKAN JALAN DITINJAU DARI FAKTOR SETEMPAT (STUDI KASUS RUAS JALAN BLANGKEJEREN – LAWE AUNAN) Mulyadi, Mulyadi; Isya, Muhammad; Saleh, Sofyan M.
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1831.642 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10012

Abstract

Abstract: Blangkejeren - Lawe Aunan road conditions overall is on the slopes of the mountains which is strongly influenced by local environmental factors such as drainage, topography, soil conditions, material conditions and vehicle load conditions across the road. It should be noted in order to avoid a decrease in the road quality due to road surface damage that can affect the traffic safety, comfort and smoothness.. Therefore, it is necessary to study the evaluation of the condition of the damaged road surface and the local factors that affect the damage in order to avoid a decrease in the roads quality. This study took place on Blangkejeren - Lawe Aunan roads started from Sta. 529 + 700 - Sta. 535 + 206. Generally, the condition of roads in this segment were found damage that disturb the comfort, smoothness and safety of the roads users. In this study, the primary data obtained by actual surveys in the form of data field length, width, area, and depth of each type of damage as well as local factors that lead to such damage. Actual field surveys conducted along the 5.506 km, with the distance interval of each segment is 100 m. The secondary data obtained from the relevant institutions and other materials related to this research. This study analyzed the PCI method (Pavement Condition Index) to obtain the level of damage in order to know how to handle, while for the identification of the damage done by observation factors descriptively appropriate observation in the field such as the number of damage points. The results of this study found that the type of damage caused to roads is damage to the cover layer, a hole, and curly. This type of damage that commonly occurs on the road Blangkejeren - Lawe Aunan is damage to the edges with a percentage of 87.30%. The local factors that greatly affect drainage on the percentage of damage is 62.00%. PCI average value is 13.47 which indicates a very bad condition (very poor) and requires maintenance or improvement of reconstruction.Abstrak: Kondisi jalan Blangkejeren – Lawe Aunan secara keseluruhan berada di lereng pegunungan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan setempat seperti drainase, topografi, kondisi tanah, kondisi material dan kondisi beban kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi penurunan kualitas jalan akibat kerusakan permukaan jalan sehingga dapat mempengaruhi keamanan, kenyamanan, dan kelancaran dalam berlalu lintas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian evaluasi terhadap kondisi permukaan jalan yang mengalami kerusakan serta faktor setempat yang mempengaruhi kerusakan tersebut agar tidak terjadi penurunan kualitas jalan. Penelitian ini mengambil lokasi di ruas jalan Blangkejeren – Lawe Aunan yang dimulai dari Sta. 529+700 - Sta. 535+206. Umumnya kondisi ruas jalan pada segmen ini banyak ditemukan kerusakan-kerusakan yang dapat mengganggu kenyamanan, kelancaran, dan keamanan pengguna jalan. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan melakukan survei aktual lapangan yaitu berupa data panjang, lebar, luasan, dan kedalaman tiap jenis kerusakan serta faktor setempat yang mengakibatkan kerusakan tersebut. Survei aktual lapangan dilakukan sepanjang 5,506 km, dengan jarak interval setiap segmen adalah 100 m. Adapun data sekunder diperoleh dari lembaga terkait dan bahan lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Penelitian ini dianalisis dengan metode PCI (Pavement Condition Index) untuk mendapatkan tingkat kerusakan agar diketahui cara penanganannya, sedangkan untuk identifikasi faktor kerusakannya dilakukan dengan pengamatan secara diskriptif sesuai hasil pengamatan di lapangan berupa jumlah titik kerusakan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan adalah kerusakan lapisan penutup, lubang, dan keriting. Jenis kerusakan yang umum terjadi pada ruas jalan Blangkejeren – Lawe Aunan adalah kerusakan tepi dengan persentase 87,30 %. Faktor setempat yang sangat mempengaruhi kerusakan adalah drainase dengan persentase 62,00%. Nilai PCI rata-rata yaitu 13,47 yang menunjukkan kondisi sangat buruk (very poor) dan memerlukan pemeliharaan peningkatan atau rekonstruksi.
UJI DURABILITAS CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN KOMBINASI LIMBAH PLASTIK DAN ABU SERABUT KELAPA SEBAGAI FILLER Ondriani, Ondriani; Saleh, Sofyan M.; Isya, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.343 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10027

Abstract

Abstract: The cause of damage and strength reductionon highway flexible pavement isthe low strength and durability on the wear layer. To cope withthis problem, it is necessary to add some particular additivethat can increase the asphalt concrete performance. One of the additional material that can be used are plastic. Stone ash, cement and fly ash has been commonly used as a filler in asphalt mixture. But these kind of filler was hard to get and the price were relatively expensive. The coconut fiber ash wich has a specific grafity greater than asphalt is expected to be one alternative. This research aims to determine the influence of plastic wastecombination substitution into the asphalt pen. 60/70 and the use of coconut fiber ash as filler on AC-WC mixture performance. The plastic used in this research is polyethylene terephthalate, polypropylene and polystyrene. The early stages of this research is to find the optimum asphalt content (OAC). After OAC obtained, then the specimens were mixed without and with the combination substitution of plastic waste as much as 2.7%; 4.7%; 6.7% against the weight of  asphalt on OAC + 0.5% with and without the coconut fiber ash as a filler. The study results showed the use of plastic waste combination and the coconut fiber ash can not improve the durability value. The highest value of durability obtained at 4.7% combination substitution of plastic waste, it was 77.53%, While the lowest was in substitution of 6.7% plastic waste combination with 38.27% coconut fiber  ash as a filler. The duration value of AC-WC mixture with plastic waste combination substitution and the use of coconut fiber ash filler did not meet the requirement that is> 90%.Abstrak: Penyebab kerusakan dan penurunan kekuatan perkerasan lentur jalan raya adalah rendahnya kekuatan dan keawetan di dalam lapisan aus. Untuk menanggulangi hal ini dibutuhkan suatu bahan tambah yang dapat meningkatkan lapis aspal beton. Salah satu bahan tambah yang dapat di gunakan adalah plastik. Abu batu, semen dan fly ash sudah biasa digunakan sebagai filler dalam campuran aspal. Tetapi, jenis filler tersebut susah didapatkan dan harganya relatif mahal. Abu serabut kelapa yang memiliki berat jenis lebih besar dari aspal, diharapkan dapat menjadi alternatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai durabilitas campuran AC-WC menggunakan kombinasi limbah plastik dan abu serabut kelapa. Plastik yang digunakan pada penelitian ini adalah Polyethylene Terephthalate, Polypropylenedan Polystyrene. Tahap awal penelitian ini adalah mencari kadar aspal optimum (KAO). Setelah KAO didapat kemudian dilakukan pembuatan benda uji tanpa dan dengan substitusi kombinasi limbah plastik sebesar 2,7%; 4,7%; 6;7% terhadap berat aspal pada KAO + 0,5% tanpa dan dengan abu serabut kelapa sebagai filler. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kombinasi limbah plastik tidak dapat meningkatkan nilai durabilitas. Nilai durabilitas tertinggi didapat pada substitusi kombinasi limbah plastik 4,7% yaitu 77,53% sedangkan yang terendah terdapat pada subtitusi kombinasi limbah plastik 6,7% dengan filler abu serabut kelapa yaitu 38,27%. Nilai Durabilitas campuran AC-WC dengan substitusi kombinasi limbah plastik   dan penggunaan abu serabut kelapa sebagai filler tidak memenuhi syarat yaitu > 90%.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF DI KOTA IDI PROVINSI ACEH Zubir, Zubir; Saleh, Sofyan M.; Anggraini, Renni
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.759 KB)

Abstract

Abstract: Various efforts by the government in order to maintain the performance of the road in order to still be able to serve demand of the population that is increasingly larger. The effort could take the form improvement of road network and improvement in traffic management and system transportation and movement. In the regions outside of Java such as on the island of Sumatra, with a relatively low population density, the most common form of the actions carried out is the improvement of existing roads and construction of new road sections. Construction of alternative roads Idi city for the purpose to avoid the problem of congestion around the city idi, road construction has been started since 2010 with a length of 14.13 km, while the length of 13.35 km of existing roads. Construction will be implemented in 2017 to 2020, for 2015 is planned for completion at the stage of land acquisition.The purpose of this study was to evaluate of demand for an alternative way idi city based on the degree of saturation and predictive traffic flow. Calculating the Vehicle Operating Costs (VOC) and travel time savings. The results obtained for the evaluation of demand based on predictions of traffic that the vehicle growth rate reached 10,60 % every year, then the degree of saturation 2015 = 0,35, 2023 = 0,78, thus the alternative road Idi city is needed to be built in order to avoid capacity problems in the coming years on existing roads. Based on the evaluation of the benefits of saving Vehicle Operating Costs (VOC) of Rp 321 /veh/km for passenger cars, buses Rp. 2.017 /veh/km and trucks Rp. 1.925 /veh/km. Saving time value of Rp. 6.040 /veh, for vehicle passenger cars, Rp. 39.643 /veh, for buses, Rp. 4.303 /veh for trucks.Keywords : Evaluation of demand, degree of saturation, vehicle operating costsAbstrak: Berbagai usaha dilakukan pemerintah dalam rangka mempertahankan kinerja jalan agar tetap dapat melayani kebutuhan transportasi penduduk yang kian hari kian meningkat. Usaha tersebut bisa berbentuk perbaikan sistem jaringan jalan maupun perbaikan pada manajemen lalu lintas dan sistem perangkutan dan pergerakan. Pada wilayah-wilayah di luar pulau Jawa seperti di pulau Sumatera, dengan kepadatan penduduk yang relatif rendah maka bentuk tindakan yang paling umum dilakukan adalah dengan peningkatan jalan yang ada dan pembangunan ruas-ruas jalan baru. Pembangunan jalan alternatif kota Idi bertujuan untuk menghindari masalah kemacetan di sekitar kota idi, pembangunan jalan tersebut telah dimulai sejak tahun 2010 dengan panjang 14,13 Km, sedangkan panjang ruas jalan existing 13,35 Km.Konstruksi akan dilaksanakan pada tahun 2017 hingga tahun 2020, untuk tahun 2015 direncanakan selesai pada tahap pembebasan lahan.Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kebutuhan jalan alternatif kota idi berdasarkan derajat kejenuhan, prediksi arus lalu lintas, menghitung Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan penghematan waktu perjalanan. Hasil penelitian yang diperoleh untuk evaluasi kebutuhan berdasarkan prediksi arus lalu lintas yaitu tingkat pertumbuhan kendaraan mencapai 10,60% per tahun, maka derajat kejenuhan pada tahun 2015 = 0,35, tahun 2023 = 0,78. Berdasarkan manfaat berupa penghematan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) sebesar Rp 321 /kend/km untuk mobil penumpang, bus sebesar Rp. 2.017 /kend/km dan truk sebesar Rp. 1.925 /kend/km. Penghematan nilai waktu Rp.6.040/kend, untuk kendaraan mobil penumpang, Rp. 39.643 /kend, untuk kendaraan bus, Rp. 4.303 /kend untuk kendaraantruk.Kata kunci : Evaluasi kebutuhan, derajat kejenuhan, biaya operasional kendaraan
ANALISIS HKRITIS TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH DASAR D. Nasution, Lutfi; Munirwansyah, Munirwansyah; Saleh, Sofyan M.
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.914 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i2.10940

Abstract

The addition of the existing heap on the ground interface will affect the ability of subgrade to accept the burden of the embankment and other charges on it. The inability of subgrade in accepting the load will result in a decrease in the vertical deformation and collapse. The analysis was conducted on the National Roads Banda Aceh-Medan KM. 83 + 135 of the Seulawah. The purpose of this study is to analyze whether the brunt of the height of the pile (H Critical) have exceeded the carrying capacity of the subgrade. The analysis was performed by using Plaxis software. The implementation method used in the analysis based on the modeling of the pile height variations by reducing the height of the pile with a certain interval gradually until a critical height (H Critical) heap that causes the achievement of maximum decrease of 2.5 cm. The modeling result demonstrates that when the consolidation of the soil embankment on condition of Hheap soil = 6 m, Hheap soil= 5.4 m, Hheap soil = 4.8 m could able to reduce the height of the soil embankment by 10%, 20%, and 30%, and considered in an unsafe condition. While when the soil embankment consolidation reduce by 40% (H heap soil = 3.6 m) showing in a safe condition. This result shows that the forces acting on the pile-soil could not hold the load so that the interface is about to collapse.
PERAN JALAN ALTERNATIF DAN ANALISIS TRANSPORTASI BARANG PASCATSUNAMI DI PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Saleh, Sofyan M.; Tamin, Ofyar Z.; Sjafruddin, Ade
Jurnal Transportasi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transportasi (pergerakan) barang adalah perpindahan barang yang terjadi baik di dalam suatu zona maupun antar zona dalam satuan waktu tertentu. Analisis besarnya perpindahan dapat dilakukan dengan model bangkitan/tarikan antar zona yang merupakan salah satu tahapan dalam proses model empat tahap perencanaan transportasi. Besarnya pergerakan tersebut dapat direpresentasikan dengan Matriks Asal -Tujuan (MAT) ataupun dengan diagram garis keinginan (desire line). Dalam kajian ini diambil kasus transportasi barang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dimana hampir 95% pergerakan barang dilakukan dengan moda darat (jalan raya), walaupun sebagian besar wilayah NAD berada pada daerah pesisir dimana pergerakan tersebut dapat dilakukan dengan moda laut, namun karena kurangnya prasarana dan sarana maka pergerakan lewat jalan raya tetap menjadi pilihan karena lebih efisien. Pergerakan barang melalui jalan darat di NAD mempunyai kendala geografis daerah akibat minimnya jaringan jalan antar zona. Beberapa ruas jalan telah dan sedang dalam peningkatan, diantaranya adalah ruas jalan Ladia Galaska, dan ruas Geumpang – Tutut. Dalam proses peningkatan kedua ruas jalan tersebut penuh dengan tantangan dan kecaman dari beberapa LSM terutama mengenai isu dampak lingkungan. Namun akibat gempa bumi dan badai tsunami, pola pergerakan berubah secara drastis, banyaknya jaringan jalan yang putus.  Ruas jalan yang tadinya ditentang kini menjadi tumpuan utama dalam distribusi logistik. Untuk itu pada tulisan ini dianalisis distribusi pergerakan barang antar zona sebelum tsunami, dan pasca tsunami, dengan menggunakan model gravity. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi penurunan pergerakan cukup signifikan antar zona pada beberapa zona pasca tsunami hingga masa rekonstruksi.Kata-kata kunci: Transportasi barang, Jalan Alternatif, Tsunami, Matrik Asal – Tujuan ,model gravity.
PENGARUH KENYAMANAN TERHADAP PENERAPAN KONSEP WALKABLE DI KAWASAN PUSAT KOTA LAMA Hafnizar, Yenni; Izziah, Izziah; Saleh, Sofyan M.
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.935 KB)

Abstract

Abstract: Banda Aceh city is a city that experienced growth so fast after the tsunami. This has implications for the greatest urbanization flows. Along with the increasing urbanization the impression of a comfortable city is less pronounced. Limited ability to move in urban areas and the fulfillment of quality for pedestrian facilities is also very minimal. But Banda Aceh has a huge obsession in building a quality city one of which is a sociable city. Walkable is one of the important concepts in urban design that is community friendly and sustainable city. Walkable is also a view that is based on the desire to create an environment that provides comfort and convenience for pedestrians. This concept can also assess how friendly an area is for pedestrians. According to Jan Ghel, walkable is a term used to describe and measure the connectivity and quality of pedestrian paths. Such measurements may also be made through assessments of the infrastructure available to pedestrians. The purpose of this study is to analyze the quality of pedestrian is more walkable so as to support the existence of the Old Town in Banda Aceh more comfortable (friendly). Another goal to be achieved is to formulate the application of the concept of walkable and analyze the influence or relationship resulting from the application walkable concept towards the comfort of the pedestrian track. The method used in this research is descriptive with mixed methods approach, and survey and interview technique. Whereas data processing is done quantitatively through the assessment analysis using likert scale measurement scale. Furthermore, T test analysis is done to find out how the level of relationship between the application of the concept of walkabel to the comfort of the pedestrian path. The results showed that the application of walkability concept will greatly affect the comfort of the pedestrian path. Some things that need to be improved on the pedestrian path to attract pedestrians, ie eliminating non pedestrian activities on the sidewalk, increasing the number and quality of supporting support and aesthetic value of the sidewalk and improvements on broken sidewalks. The role of the Government will greatly help the effort to create a pedestrian environment that convenient by adding pedestrian support equipment and adding aesthetic value.Abstrak: Kota Banda Aceh merupakan kota yang mengalami pertumbuhan yang begitu cepat pasca tsunami. Hal ini berimplikasi terhadap timbulnya arus urbanisasi paling besar. Seiring dengan meningkatnya urbanisasi kesan kota yang nyaman sudah kurang terasa. Terbatasnya kemampuan bergerak di daerah perkotaan dan pemenuhan kualitas untuk fasilitas pejalan kaki ini juga sangat minim. Namun Banda Aceh memiliki obsesi besar dalam membangun kota yang berkualitas salah satunya adalah kota yang ramah terhadap masyarakat.Walkable adalah salah satu konsep penting dalam desain perkotaan yang ramah masyarakat dan kota berkelanjutan. Walkable juga merupakan suatu pandangan yang didasari pada keinginan untuk menciptakan suatu lingkungan yang memberikan kenyaman dan kemudahan bagi pejalan kaki. Konsep ini juga dapat menilai seberapa ramah suatu daerah untuk pejalan kaki. Menurut Jan Ghel,  walkable adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan mengukur konektifitas serta kualitas jalur pejalan kaki. Pengukuran tersebut juga dapat dilakukan melalui penilaian terhadap infrastuktur yang tersedia bagi pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kualitas pedestrian yang lebih walkable sehingga mampu mendukung keberadaan kawasan Kota Lama di Banda Aceh yang lebih nyaman (friendly).Tujuan lain yang ingin dicapai adalah untuk merumuskan bentuk penerapan konsep walkable serta menganalisa pengaruh atau hubungan yang ditimbulkan dari penerapan konsep walkable terhadap kenyamann jalur pedestrian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan penelitian kombinasi (mixed methods),serta teknik survei dan wawancara.Sedangkan pengolahan data dilakukan secara kuantitatif melalui analisis penilaian yang menggunakan skala pengukuran likert scale. Selanjutnya dilakukan analisis Uji T untuk mengetahui bagaimana tingkatan hubungan antara penerapan konsep walkabel  terhadap kenyamanan jalur pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep walkability akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan jalur pedestrian. Beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada jalur pedestrian untuk menarik minat pejalan kaki, yakni menghilangkan aktivitas non pedestrian di trotoar, peningkatan jumlah dan kualitas kelengkapan pendukung dan nilai estetika trotoar dan pembenahan pada trotoar yang rusak.Peran Pemerintah akan sangat membantu upaya untuk menciptakan lingkungan pedestrian yang nyaman dengan menambahkan kelengkapan pendukung pedestrian  dan menambah nilai estetika .
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN JALAN KRUENG MANE - BUKETRATA DENGAN CONSUMER SURPLUS Amirullah, Amirullah; Saleh, Sofyan M.; Anggraini, Renni
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.342 KB)

Abstract

Abstract: The national road in North Aceh District is very buzy, especially roads that pass through the Vital Project of Lhokseumawe and its surrounding areas are now called Special Economic Zones (SEZ) Lhokseumawe. Because its built the way evasion from Krueng Mane to Buketrata along 32 Km, but this road  is not perfect yet, especially at the STA 14+750 to STA 21+400. The current reasearch aims to determine the value of time and the Vehicle Operating Costs (VOC); and economic feasibility in Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), and Economic Internal Rate of Return (EIRR) aspects. This study uses a productivity method to calculate the value of time, and the Pacific Consultant International method for calculating the VOC; and Bina Marga method was used to determine the economic feasibility in BCR, NPV, and EIRR aspects. The results of this research shown that   daily traffic volume of the annual average (LHRT) on alternative road obtained 9,583 vehicles /day in 2017; the difference in total time value was obtained Rp87,788.- /vehicle and the difference BOK is Rp3,289.- /vehicle; and economic feasibility of the alternative road construction in North Aceh Regency was obtained in 2026. EIRR’s value obtained was at a discount rate of 13.51%, this indicates that the alternative road construction was very feasible to develop with bank lending rates up to 13.51%.Abstract: The national road in North Aceh District is very buzy, especially roads that pass through the Vital Project of Lhokseumawe and its surrounding areas are now called Special Economic Zones (SEZ) Lhokseumawe. Because its built the way evasion from Krueng Mane to Buketrata along 32 Km, but this road  is not perfect yet, especially at the STA 14+750 to STA 21+400. The current reasearch aims to determine the value of time and the Vehicle Operating Costs (VOC); and economic feasibility in Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), and Economic Internal Rate of Return (EIRR) aspects. This study uses a productivity method to calculate the value of time, and the Pacific Consultant International method for calculating the VOC; and Bina Marga method was used to determine the economic feasibility in BCR, NPV, and EIRR aspects. The results of this research shown that   daily traffic volume of the annual average (LHRT) on alternative road obtained 9,583 vehicles /day in 2017; the difference in total time value was obtained Rp87,788.- /vehicle and the difference BOK is Rp3,289.- /vehicle; and economic feasibility of the alternative road construction in North Aceh Regency was obtained in 2026. EIRR’s value obtained was at a discount rate of 13.51%, this indicates that the alternative road construction was very feasible to develop with bank lending rates up to 13.51%.
EVALUASI KECELAKAAN LALU LINTAS DITINJAU DARI ASPEK JARAK PANDANG GEOMETRIK JALAN DAN FASILITAS PERLENGKAPAN JALAN TERHADAP SIMPANG SIBREH Aswardi, Teuku; Saleh, Sofyan M.; Isya, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.888 KB)

Abstract

Abstract: Inadequate road infrastructure, can cause various problems, especially in the case of road safety. The road safety assessment aims to improve services and anticipate road accidents. Based on data from P2JN Kem PU-PR, there are 34,567 units of vehicles passing by on the road (Lambaro Sta. 0 + 000 - Sta. 77 + 000) every month.Accident data information from the police, there are some most frequent locations of accidents on this road.Recorded in 2016 from January to December, there were 237 deaths (MD), 52 people seriously injured (LB) 35 people and minor injuries (LR) of 453 people .For the year 2017 from January to March there are 24 incidents with deaths (MD) 4 people, seriously injured (LB) 0 people and minor injuries (LR) 57 people. This study was conducted on 1 points of observation that was categorized as accident prone location that is Observation point in front of Sibreh Community Health Centers  Sta. 15 + 050. This study was conducted to analyze the stopping sight distance and evaluate the geometric condition and condition of existing infrastructure facilities at  point of observation. The method used is by doing direct observation in the area for 3 days, Sunday (weekend), Monday and Wednesday (weekdays). The results showed that stopping sight distance (JPH) at  point of observation can be categorized as feasible. It is showed by JPH obtained at Point Observation of 56,65 m. Based on the survey results, the geometric condition at observation point can be categorized as feasible, while the condition of the streets equipment facility is categorized as unsuitable for observation point. The assessment of traffic accident evaluation is suggested to the parties involved in Aceh Province to be more concerned about the conditions and factors that can affect the occurrence of accidents to reduce the potential for accidents driving.Abstrak: Sarana prasarana jalan yang tidak memadai, dapat menyebabkan berbagai macam masalah terutama dalam hal keselamatan di jalan raya. Kajian tentang keselamatan jalan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan mengantisipasi terhadap terjadinya kecelakaan di jalan. Berdasarkan data dari P2JN Kem PU-PR, ada 34.567 unit kendaraan yang berlalu lalang di ruas jalan (Lambaro Sta. 0 + 000 – Sta. 77 + 000) setiap bulannya. Informasi data kecelakaan dari kepolisian terdapat beberapa lokasi yang sering terjadi kecelakaan pada jalan ini.Tercatat dalam tahun 2016 dari bulan januari sampai dengan Desember terdapat 237 jumlah kejadian dengan jumlah meninggal dunia (MD) 52 jiwa, luka berat (LB) 35 jiwa dan luka ringan (LR) 453 jiwa. Untuk tahun 2017 dari bulan Januari sampai bulan Maret terdapat 24 kejadian dengan jumlah meninggal dunia (MD) 4 jiwa, luka berat (LB) 0 jiwa dan luka ringan (LR) 57 jiwa. Penelitian dilakukan pada Titik Pengamatan Depan Puskesmas Sibreh Sta. 15 + 050. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jarak pandang henti dan jarak pandang menyiap serta mengevaluasi kondisi geometrik dan kondisi existing fasilitas infrastruktur pada titik pengamatan. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan selama 3 hari, yaitu hari minggu (hari libur) serta hari senin dan rabu (hari kerja). Hasil penelitian menunjukkan, jarak pandang henti (JPH) dapat dikategorikan laik. Hal ini ditunjukkan dengan JPH yang diperoleh pada Titik Pengamatan  sebesar 56,65 m. Dari hasil penelitian ini diketahui kondisi geometrik jalan pada  titik pengamatan dapat dikategorikan laik, sedangkan kondisi fasilitas perlengkapan jalan dikategorikan tidak laik. Kajian evaluasi kecelakaan lalulintas ini disarankan kepada pihak-pihak yang terlibat di Provinsi Aceh agar dapat lebih memperhatikan lagi kondisi-kondisi dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh terjadinya kecelakaan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan berkendaraan.