Articles

STUDI LONGITUDINAL PEMBERIAN TABURIN TERHADAP PENINGKATAN KADAR Hb ANAK USIA 12 – 24 BULAN DI KABUPATEN BANGGAI, SULAWESI TENGAH Salam, Abdul
MEDIA GIZI MASYARAKAT INDONESIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Results of the study in September-December 2008 at 6-12 months showed a decrease baduta percentage of anemia in the intervention group after administration Taburin, namely 15.7% and the control group (the placebo) the percentage increase of 7.6%. Baduta child consumes Taburin last time in December 2008 after that was not given anymore. This study aimed to explain the increase in Hb level of children at the age of 12 to 24 months and after 5-7 months was not given Taburin again. This type of research was a observational, with the draft cohort (longitudinal) was to follow and monitor the development of Hb baduta children (12-24 months) who had previously been obtained for the provision of intervention Taburin for 3 consecutive months and was a continuation of research previously done Yustiyanti Monoarfa, in 2008. The population was all children aged 12-24 months baduta. Sample was all children aged 12-24 months who had previously been given for 90 days Taburin (142 children). Hb content of data obtained through the Blood Hemoglobin Photometer hemocue brand had done 3x/bulan. 24-hour recall and health status was obtained through interviews with mothers or caretakers, data and socioeconomic characteristics of the previous researchers used data. Data processed using the SPSS program and analyzed by univariate methods, paired T-test, and Independent T-Test. The results showed there was a significant difference between the mean Hb intervention group with control over 5,6 and 7 months after the intervention was not given (p = 0.000, p = 0.000, p = 0.040). There was no a significant difference in the level of adequacy of nutrient intake between the two groups (p = 0.080, p = 0.419, p = 0.364), as well as the differences in rates of morbidity (p = 0.426, p = 0.759, p = 0.729). Taburin effects still can last up to 6 months after delivery. Recommended to the Health Department to provide Taburin after 6 months; further a`ctivate the role posyandu, to prevent the increasing prevalence of children who get anemia. Keywords: taburin, hb, children aged 12-24 months
Analisis Kekasaran Permukaan Benda Kerja Menggunakan Pahat Konvensional HSS Pada Mesin CNC TU-2A Salam, Abdul
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan pahat bubut konvensional HSS sebagai tools alternatif pada mesin CNC TU-2A. Kekasaran permukaan dijadikan sebagai indikator untuk menentukan kualitas hasil pemakanan pada benda kerja untuk berbagai kondisi variabel permesinan. Selain itu, tingkat ketahanan pahat HSS diuji sampai pada batas keausan maksimum yang diizinkan. Metoda yang digunakan yaitu melakukan proses permesinan pada benda kerja aluminium dan kuningan dengan variasi kecepatan makan (F), tebal pemakanan (H), dan putaran mesin (S) untuk 3 macam merek Bohler, Krisbow, dan Kobe yang dibentuk menjadi 3 jenis, yaitu pahat kanan, pahat kiri, dan pahat netral. Selanjutnya dibandingkan dengan pahat carbide tool tip sebagai pahat standar mesin CNC TU-2A. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pahat konvensional HSS dapat digunakan pada mesin CNC TU-2A. Pada benda kerja aluminium nilai kekasaran yang paling kecil menggunakan pahat carbide sebesar 1,21 µm (H 0,3), sedangkan nilai kekasaran yang paling besar adalah pahat HSS netral sebesar 3,14 µm (H 0,9). Untuk benda kerja kuningan, nilai kekasaran yang paling kecil menggunakan pahat HSS netral Krisbow sebesar 1,11 µm (H 0,3), sedangkan nilai kekasaran yang paling besar adalah pahat HSS netral Kobe sebesar 9,8 µm (H 0,3). Pahat konvensional HSS akan mengalami keausan sebesar 0,245 mm bila digunakan secara terus menerus pada panjang pemakanan 500 mm dengan tebal pemakanan maksimum (H) 0.9 mm, asutan (F) 50 mm/min dan putaran spindel (n) 900 rpm. Bila dibandingkan pada kondisi yang sama, pahat carbide tool tip sebagai pahat standar belum mengalami keausan yang berarti.
Modifikasi Mesin Pencampur Pakan Ternak Salam, Abdul
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 2 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memodifikasi mesin pencampur pakan ternak untuk meningkatkan kualitas pencampuran bahan pakan ternak agar lebih merata dan waktu proses pencampuran menjadi lebih efisien. Selain itu, kontinuitas produksi dan ketersediaan pakan ternak lebih terjamin karena pembuatannya lebih mudah. Dengan melakukan metoda perbaikan pada mekanisme poros spiral, putaran wadah pakan yang dapat berputar berlawanan, dan komponen pengaduk pada bagian bawah untuk mencegah penggumpalan, maka mesin ini dapat mencampur bahan pakan ternak lebih merata. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas hasil pencampuran bahan pakan yang dihasilkan lebih merata dan proses lebih cepat, untuk satu kali proses pencampuran sebanyak 15 kg dicapai pada ≥ 6 menit, sedangkan untuk bahan pakan sebanyak 20 kg dicapai pada ≥ 8 menit. Waktu untuk satu kali proses pencampuran bahan pakan sebanyak 20 kg, mulai dari pemasukan hingga pengeluaran diperlukan waktu 15 menit atau kapasitas maksimum 80 kg/jam, sehingga penggunaan waktu pencampuran bahan pakan lebih efisien bila dibandingkan mesin sebelumnya.
Analisis Modifikasi Sudut Pahat Gurdi terhadap Keausan Pahat pada Penggurdian Material Komposit Karbon/Epoxy Sonda, Luther; Salam, Abdul
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-10, No. 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauhmana keausan pahat pada penggurdian material komposit karbon/epoxy dengan menggunakan pahat gurdi konvensional HSS yang dimodifikasi sudut 2Kr nya menjadi dua tingkat. Selain itu, untuk mendapatkan besarnya putaran mesin, gerak makan, dan bentuk sudut 2Kr yang dimodifikasi agar diperoleh keausan pahat.yang paling minimal. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh variabel putaran mesin, gerak makan, dan sudut pahat modifikasi terhadap respon keausan pahat adalah berturut-turut sebagai berikut 10,128%, 8,653%, dan 5,394%. Setting kondisi optimum respon keausan pahat yang memberikan nilai keausan pahat paling minimum sebesar 0,2284 mm adalah berturut-turut sebagai berikut S = 650 rpm, F = 55 mm/min, dan 2Kr = 740. Dibandingkan dengan penggunaan pahat gurdi HSS standar untuk range variabel permesinan yang sama, keausan pahat rata-rata adalah 0,3280 mm, dengan demikian penggunaan pahat gurdi HSS yang dimodifikasi dapat mereduksi keausan pahat sekitar 30,5%.
Tanggung Jawab Hukum Penyelenggara Sistem Elektronik (Law Responsibility of the Electronic System Providers) Salam, Abdul
Indonesia Law Review Vol 1, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15742/ilrev.v1n3.64

Abstract

Reviewing Edmon Makarim’s book which is about Law Responsibility of the Electronic System Providers, remind us that easiness and availability of electronic system in electronic transaction in private or public happen because the role of electronic system providers. Behind the important and central role, there is big responsibility for electronic system providers. But because of wide of definition of provision of electronic system and so many people who involve in electronic system providers, there is a question in our mind, how is the shape of responsibility of the electronic system providers if the electronic system which is held is broken and / or not in operation as it has to and bring loss to users. Which one from the electronic system providers should take the responsibility in law?
Tinjauan Terhadap Delik Pencemaran Nama Baik yang Dilakukan dengan Media Internet Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia Salam, Abdul; Hermanto, Gindo
Lex Jurnalica (Journal of Law) Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Lex Jurnalica (Journal of Law)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To the development of information technology and global trends as described above, included at least three elements essential requirement in the legal world, namely: (1) the legislation as an instrumental element that is expected to regulate the use and support the development of information technology, (2) Institutions war policy and oversee its implementation and control of the parties involved in the world of telematics as an element that is institutional, and (3) elements of the behavior of providers and users of information technology. Today, these elements have not been sufficiently developed in the life of society and the nation of Indonesia, so it might not be expected to actually support and reflect the characteristics of the information society as an ideal. Especially in terms of instrumental and institutional. What is Glare Libel and the Media How the Internet can become the Media Libel? What are the legal basis that can be used to trap the perpetrators of a crime or mempidana defamation committed through the medium of the Internet in Indonesia? How do I complete the offense of defamation case out of court? Form of research that writer used in this study normative research. Which is a form of normative research study conducted by searching or reviewing and analyzing library materials or materials that document readyKeywords: Delict, Internet, Regulation
PERANAN GURU DALAM MENERAPKAN NILAI-NILAI BUDI PEKERTI PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK B2 PAUD Salam, Abdul
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol 1, No 1 (2018): ECEIJ - JANUARI
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.161 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) peranan guru dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti pada anak usia dini di Kelompok B 2) factor penghambat dan pendukung dalam peranan guru dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti pada anak usia dini di Kelompok B PAUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Subjek sasaran dalam penelitian ini pengelola/kepala sekolah PAUD dan pendidik Kelompok B2 PAUD.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif analitik terdiri dari pemeriksaan akan kelengkapan jawaban, dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) secara garis besar peranan guru dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti sudah dilakukan 100% di Kelompok PAUD, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dilakukan dengan baik. Perencanaan yang dibuat mengacup adapa duan nilai-nilai budi pekerti dan silabus pada kurikulum. Perencanaan dimulai dari pembuatan perencanaan semester, RKM, dan RKH serta setting lingkungan sekolah dengan nuansa yang kental akan nilai-nilai budi pekerti. Pelaksanaan dilakukan dengan metode dan teknik pembelajaran yang bervariatif, keterlibatan orang tua, strategi pengembangan budi pekerti dan diaplikasikan dalam KBM .Sementara evaluasi dalam peranan guru dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti dilakukan dengan penilaian, tidak ada penilaian secara khusus tetapi bergabung dalam segala bidang. 2) factor pendukung dalam peranan guru dalam menerapkan nilai- nilai budi pekerti di kelompok PAUD meliputi: a) adanya workshop bagi pendidik dala mengembangkan nilai- nilai budi pekerti, b) adanya papan pembiasaan dan  papan nasehat tentang nilai budi pekerti bagi peserta didik dan pendidik, c) adanya sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. 
OBESITAS, ASUPAN NATRIUM DAN KALIUM TERHADAP TEKANAN DARAH Kautsar, Fatimah; Syam, Aminuddin; Salam, Abdul
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 4 (2014): MKMI DESEMBER 2014
Publisher : Media Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi terhadap beberapa penyakit lain, bahkan penyebab timbulnya penyakit jantung, stroke, dan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan obesitas asupan natrium dan kalium dengan tekanan darah pada mahasiswa Universitas Hasanuddin angkatan 2013 dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi  dalam penelitian ini, yaitu mahasiswa Unhas dengan berat badan berlebih yang berjumlah 411 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh 46,5% responden menderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Hasil penelitian yang dilakukan terhadap obesitas (berdasarkan IMT) dengan tekanan darah diperoleh p=0,030. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara obesitas (berdasarkan IMT) dengan tekanan darah. Sedangkan pada hubungan obesitas (berdasarkan lingkar perut) dengan tekanan darah diperoleh p=0,716 yang menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkar perut dengan tekanan darah. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap asupan natrium dengan tekanan darah menunjukkan p=0,09, yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan natrium dengan tekanan darah. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap asupan kalium didapatkan p=0,758 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan kalium dengan tekanan darah. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan bermakna antara obesitas (berdasarkan IMT) dengan tekanan darah sedangkan obesitas (berdasarkan lingkar perut, asupan natrium dan kalium) tidak berhubungan dengan tekanan darah.Kata Kunci : Obesitas, hipertensi, asupan natrium
Samaun Bakri: Nationalist Portrait in 1925-1948 Salam, Abdul
Yupa: Historical Studies Journal Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : History Education Department, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v2i1.165

Abstract

Samaun Bakri is one of many figures from Nagari Kurai Taji Pariaman West Sumatra, which enliven the national political stage. His movement in the Dutch Colonial period, began when he attended in Sumatra Thawalib Padang Panjang. The Kuminih movement, fronted by Communist propagandists, has changed its paradigm of thinking from moderate to radical. Sometimes Samaun is often the target of arrest with allegationsof infidelity.This paper is compiled based on historical method, consist of; heuristics, criticism, interpretation, and historiography.The world of Islamic movement and modernization has indeed influenced the way of Samaun thinking. Several times, he was involved in the press, ranging from Persamaan, Sasaran, Penabur, and often wrote harsh criticisms of the Dutch government. After the Silungkang incident, he crossed over to the Partai Nasional Indonesia (PNI). During the Japanese occupation, he was involved in the management of PUTERA and Jawa Hokokai. His political career post-independence immediately dashed, when he served as Deputy Governor of West Java in 1946, KNIP members represent West Java, and became Deputy Resident of Banten in 1946-1948.
Optimasi Keausan Pahat Pada Proses Penggurdian Benda Kerja Silindris Salam, Abdul; Sonda, Luther; Herianto, Ardiansyah
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-13, No. 2 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan kondisi variabel proses permesinan yang dapat menghasilkan keausan pahat yang paling minimal dan mengetahui hubungan antara variabel-variabel proses permesinan. Metode yang digunakan adalah melakukan pengujian pahat gurdi HSS yang dimodifikasi sudut outer cornernya pada beberapa tingkat variabel permesinan pada mesin bubut CNC Emco Tronic TM 02 (EM-242).Variasi putaran maesin(s): 500, 700, dan 900 rpm, sedangkan variasi gerak makan (f) adalah: 50, 70, dan 90 mm/min. Untuk pahat gurdi sendiri digunakan twist drill merk Nachi diameter 12 mm dengan 3 (tiga) jenis modifikasi pahat, yaitu 1180-700, 1180-750, dan 1180-800. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik untuk menentukan variabel permesinan yang paling berpengaruh. Hasil yang diperoleh menunjukan keausan paling minimum pada varibel permesinan putaran mesin 700 rpm, gerak makan 70 mm/min, dan modfikasi sudut 2Kr2 180°-75° keausannya sebesar 0.1100mm. ketiga parameter yang digunakan memberikan pengaruh terhadap keausan pahat yaitu 20,79% untuk putaran mesin, 0,326% untuk gerak makan, dan 0.262% untuk sudut modifikasi