Indra Sakti
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS UNJUK KERJA ALAT PENUKAR KALOR PELAT KAPASITAS 2400 KW DENGAN ALIRAN BERLAWANAN (COUNTERFLOW) Naryono, Naryono; Sakti, Indra
MESIN TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : MESIN TEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa unjuk kerja alat penukar kalor pelat aliran berlawanan (Counterflow) dimana kedua aliran fluida mengalir tetapi berbeda arah merupakan penghasil efisiensi terbanyak dari semua susunan aliran untuk satu lintasan dengan parameter dan spesifikasi yang sama, merupakan aliran Turbulen pada kedua aliran panas dan dingin, dengan suhu air panas masuk 15,40oC , dan suhu air dingin keluar sebesar 13,40oC. Sebuah Alat Penukar Kalor Pelat adalah suatu Alat penukar kalor yang terdiri dari beberapa lembar (plate) baja tahan karat tipis untuk menukar panas pada kedua fluida, sepanjang waktu kedua aliran tersebut dipisahkan dengan dua buah paking, antara saluran dan aliran berlawanan yang terjadi menghasilkan kemungkinan efisiensi yang tertinggi. Penelitian Secara Kualitatif pada Alat Penukar kalor pelat ini digunakan sebagai pendingin unit-unit mesin seperti AHU, FCU , Kolam Renang , Menara pendingin dan lain-lain, dengan menggunakan air laut yang telah diproses sebelumnya  sebagai media fluida pendinginnya. Metode yang digunakan adalah metode LTMD (Log Mean Difference) dalam menganalisa distribusi suhudengan nilai 1,95oC sehingga menghasilkan rasio perbandingan kalor 1 dengan efektifitas thermal 80%, sehingga mendekati keseimbangan thermal dan metode NTU-effectifitas dimana Co>Ch sehingga menghasilkan nilai 82%  pada alat penukar kalor pelat. Penelitian secara Kuantitatif diperoleh hasil nilai koefisien pada alat penukar kalor ini sebesar 5606 W/m2 oC mendekati  nilai asumsi 5000 W/m2 oC, pendinginan yang dibutuhkan 7138 KW maka diperlukan tiga buah unit sehingga menghasilkan pendinginan sebesar7236 KW dengan nilai keefektifan sebesar 82 %. Kata Kunci : unjuk kerja, alat penukar kalor, aliran berlawanan, counter flow
Implementasi Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning Model) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Di SMAN 3 Bengkulu Tengah Gustika, Rahayu; Sakti, Indra; Putri, Desy Hanisa
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.2 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan dalam 3 siklus terdiri atas empat langkah, yaitu : 1) perencanaaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Data hasil aktivitas dan keterampilam berpikir kritis siswa digunakan lembar observasi sedangkan data hasil belajar siswa digunakan tes hasil belajar dalam bentuk soal esai. Hasil penelitian diperoleh bahwa siklus I skor rata-rata aktivitas siswa 21,5 dengan kriteria cukup, siklus II 26 dengan kriteria baik dan siklus III 29,5 dengan kriteria baik.  Pada siklus I nilai rata-rata persentase observasi keterampilan berpikir kritis siswa yaitu  50,54 % dengan kriteria cukup,  siklus II 73,99 % dengan kriteria kritis , dan pada siklus III menjadi 85,99% dengan kriteria kritis sedangkan hasil belajar yang diperoleh pada siklus I nilai rata-ratanya 75,3, pada siklus II menjadi 81,4, dan pada siklus III nilai rata-rata siswa adalah 84. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi model discovery learning dapat meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa.Kata kunci : discovery learning, aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar
Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning) untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains Siswa Destrini, Hanis; Nirwana, Nirwana; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.205 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar, keterampilan proses sains dan aktivitas belajar siswa dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA A SMA Negeri 2 Kota Bengkulu yang berjumlah 32 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam aspek pengetahuan atau tes soal pada siklus I diperoleh daya serap siswa 63%  dan  ketuntasan belajar  16% (belum  tuntas), meningkat pada siklus II diperoleh daya serap siswa 74% dan ketuntasan belajar 56% (belum tuntas), dan meningkat lagi pada siklus III diperoleh daya serap siswa 80% dan ketuntasan belajar 87%  (tuntas). Skor rata-rata keterampilan proses sains siswa pada siklus I sebesar 70, pada siklus II sebesar 83, dan pada siklus III sebesar 88, dan aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata skor sebesar 20 dalam kategori cukup, siklus II sebesar 24,3 dalam kategori baik, dan pada siklus III sebesar 27,9 dalam  kategori baik. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan teknik pengumpulan data yang lebih lengkap untuk meneliti keterampilan proses sains agar  dapat melihat hasil yang maksimal.Kata kunci : Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar Fisika, Keterampilan Proses Sains Siswa.
HUBUNGAN KECERDASAN INTELEKTUAL DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA SMA Sari, Putri Eka; Koto, Irwan; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.083 KB)

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kecerdasan intelektual kelas XI IPA, (2) mendeskripsikan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA, dan (3) mengetahui hubungan antara kecerdasan intelektual dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan regresi linier sederhana. Populasi adalah siswa Kelas XI IPA, dengan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1, XI IPA 2 dan kelas XI IPA 5, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 78 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes IQ yang diperoleh dari dokumentasi sekolah dan hasil belajar fisika merupakan data hasil Ujian Akhir Semester (UAS) tahun pelajaran 2017/2018. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan kecerdasan intelektual (X) sebagai variabel independent dan hasil belajar fisika  (Y) sebagai variabel dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan intelektual siswa  kelas XI IPA pada kategori normal rata-rata (55,13 %). Nilai hasil belajar fisika adalah 90% siswa memperoleh nilai dibawah KKM (75), hasil ini merupakan data nilai mentah dari ujian akhir semester. Berdasarkan uji statistik diperoleh rxy (0,639)  >  rtabel (0,227),  Fhitung  (7,0286) > Ftabel (3,96) pada taraf signifikansi 5% (0,05). Variabel kecerdasan intelektual memberikan sumbangan 40,8 % terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA. Sedangkan 59,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang belum terungkap dalam penelitian ini. Disimpulkan bahwa terdapat korelasi  positif yang signifikan antara kecerdasan intelektual dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 01 Bengkulu Utara tahun ajaran 2017/2018.Kata kunci : metode korelasional, kecerdasan intelektual,  hasil belajar fisika 
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Minat Belajar Fisika dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Negeri 1 Kota Bengkulu Permata, Mika Dwi; Koto, Irwan; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.741 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan minat belajar fisika siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model project based learning dan metode penugasan. Penelitian dilakukan di dua kelas X MIPA SMA Negeri 1 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Research tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yang sebelumnya telah diuji normalitas dan homogenitas diperoleh  siswa kelas X MIPA 4 sebagai kelas uji coba (eksperimen) dan siswa kelas X MIPA 3 sebagai kelas pembanding (kontrol) dengan metode penugasan. Jumlah siswa yang terlibat sebanyak 57 siswa yang terdiri dari 28 siswa dari kelas X MIPA 4 dan 29 siswa dari kelas X MIPA 3. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk minat belajar fisika dan tes untuk kemampuan berpikir kritis. Analisis data menggunakan uji-t dua sample indenpendent dengan rumus t-test poolled varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa antara yang diajarkan menggunakan model project based learning dengan siswa yang diajarkan dengan metode penugasan. Minat belajar fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa meningkat terlihat dari nilai posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa model project based learning berpengaruh secara signifikan terhadap minat belajar fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci : Model project based learning, minat belajar fisika, kemampuan berpikir kritis siswa
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 5E DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DI SMAN 09 KOTA BENGKULU Perwita, Deby Putri; Rohadi, Nyoman; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep  fisika di SMAN 09 Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan di SMAN 09 Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 09 Kota Bengkulu. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini kels XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Data motivasi belajar dan pemahaman konsep fisika diperoleh dari nilai pretest dan posttest menggunakan angket dan soal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap motivasi belajar di SMAN 09 Kota Bengkulu, yakni thitung 3,17 > ttabel 2,01, dan terdapat pengaruh signifikan model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap pemahaman konsep fisika di SMAN 09 Kota Bengkulu yang ditunjukan dengan thitung 7,14 > ttabel 2,01 dengan taraf signifikan 95%.Kata Kunci : Model Learning Cycle 5E, Pendekatan Saintifik, Motivasi Belajar, Pemahaman Konsep Fisika
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, HASIL BELAJAR FISIKA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMAN 01 MUKOMUKO Rahayu, Anita Setya; Sakti, Indra; Putri, Desy Hanisa
Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Kumparan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was classroom action research in term of Work and Energy concept which has been done in four cycles where the purpose was to know the enhancement of students’ learning activities, learning outcomes, and learning motivation. The subjects of this research were all 36 first grade students of science 3 class in senior high school number 01 Mukomuko. The result of this research has shown that the total average of students’ activities in cycle I was 38 with predicate active, in cycle II was 40with predicate active, 41 in cycle III with predicate active, and in cycle IV was 42 with predicate active. Students’outcomes on cognitive aspect in cycle I has shown that the students’ absorbption level was 83,64% and students’ passing criteria was 58,33% (unpassed), has increased in cycle II into 88,11% and learning passing criteria was 80.55% (unpassed), then the level of absorbption increased in cycle III about 92.90% and learning passing criteria was 91.66% (passed) and significantly increased comparing to cycle I, II, and III where in cycle IV the level of absorbption was 97.68% and learning passing criteria was 100%. Learning outcomes in psychomotor aspect in cycle I was 88.34, 91, 58 in cycle II,93,19 in cycle III, and 96,39 in cycle IV. Students’ motivation was 61,06 in cycle I, 60,21 in cycle II, 64,50 in cycle III, and 65,60 in cycle IV. Based on the results of research can be concluded that the application of problem-based learning model can improve learning activities, learning outcomes in Physics and  students’ learning motivation.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, HASIL BELAJAR DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA Meilesri, Wenda Dwi; Sakti, Indra; Putri, Desy Hanisa
Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Kumparan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this classroom action research were to enhance students’ learning activity, learning outcomes and students scientific attitude on the concept of static fluid. Subjec was 35  students in X grade. The results of the study indicated that students learning activities on the first cycle with an average score of 41 (the active category), the second cycle with an average score of 45 (active category), the third cycle with an average score of 48 with an average score of 48 (the active category) and  the fourt cycle of with an average score of 48 (the active category). The result of cognitive domain was 71,4%students in reaching mastery learning (cycle I), increased to 82,9% mastery learning (cycle II), increased to 85,7% (cycle III), obtained learning mastery equal to 85,7%, and increased to 91,4% (the cycle IV). The results of psychomotoric reached 80,7  (cycle I), became to 83,0 (cyle II), increased to 83,7 (Cycle III) and increased to 85,5 (cycle IV). There were 21 students reached the good category of scientific attitude in the first cycle, 27 students in the second cycle, 32 students in the third cycle 33 students in the fourth cycle. Based on the result of the research, it is concluded that the implementation of problem based learning with scientific approach can increase the learning activities, the learning result and scientific attitude on the concept of statics fluid.
PENGARUH MINAT DAN MOTIVASI PADA PENERAPAN MODEL DISKOVERI BERBANTUAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DI SMA NEGERI 4 KOTA BENGKULU Oktalia, Yesy; Sakti, Indra; Hamdani, Dedy
Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Kumparan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to find out the influence of learning interest in discovery learning model through animated-assisted media towards physics learning outcomes at SMA Negeri 4 Bengkulu, founding the influence between learning motivation in discovery learning with assisted-animated media on physics learning outcomes in SMA Negeri 4 Bengkulu, calculating the influence of learning interest of physics learning outcomes at SMA Negeri 4 Bengkulu, and calculating the number of  learning motivation influence of physics learning in SMA Negeri 4 Bengkulu. This research is one group pretest-posttest design with respondents who are the students of class X MIPA 1 in SMA Negeri 4 Kota Bengkulu. The sample of this study was taken by using sampling purpusive technique which was obtained by 32 students of class X MIPA 1. Data retrieval using t-Test,the results obtained an average score interest in learning on learning outcomes is 3,02 tcal> t table 1,697 for a significant level of 95%.The results show that there is a significant influence of learning interest on the results of physics learning in SMA Negeri 4 Kota Bengkulu. Further, it is obtained the number of correlation coefficient which is 0.39. While the amount  influence of interest in learning on physics learning results is obtained from the amount determinant which is 15%. For the influence of motivation on the result of physics learning obtained t-test result of mean score of motivation to result of learning is tcal 2,65> ttabel 1,697 for significant level 95%. The results showed that there is a significant influence of motivation on physics learning outcomes in SMA Negeri 4 Kota Bengkulu. Furthermore, it is got that the amount of correlation coefficient which is  0.39. While the influence numbers of interest in learning on physics learning results was obtained from a large determinant of 13.24%.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA MODEL PEMBELAJARAN CLIS (CHILDREN’S LEARNING IN SCIENCE) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KIT IPA DI SMP NEGERI 21 KOTA BENGKULU Suryani, Novi Ade; Sakti, Indra; Purwanto, Andik
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 1 (2018): February
Publisher : PendIPA Journal of Science Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui hasil belajar dengan model pembelajaran  CLIS (Children’s  Learning in Science) menggunakan Media Kit IPA di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. (2). Mengetahui hasil belajar dengan model pembelajaran  CLIS (Children’s  Learning in Science) tanpa menggunakan Media Kit IPA di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. (3). Untuk mengetahui  seberapa besar perbedaan hasil belajar fisika antara model pembelajaran CLIS (Children’s  Learning in Science) yang menggunakan media kit IPA dan tidak menggunakan Media Kit IPA di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan sampel terdiri dari dua kelas. Instrumen penelitian ini berupa 10 butir soal berbentuk pilihan ganda yang dibagi dalam tiga tahapan pembelajaran. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis uji-t. Hasil dari penelitian ini bahwa hasil belajar yang dicapai oleh siswa dengan model pembelajaran CLIS  (Children’s Learning In Science) menggunakan media kit IPA diperoleh rata-rata sebesar 65,26, sedangkan hasil belajar yang dicapai siswa dengan model pembelajaran (Children’s Learning In Science) tanpa menggunakan media kit IPA sebesar 61,67, dengan hasil perhitungan thitung sebesar 2,813.Kata kunci: Model Pembelajaran CLIS (Children’s  Learning in Science), Media Kit IPA, hasil belajar.