Sakhidin Sakhidin
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Kandungan Beberapa Zat Endogen pada Buah Retensi dan Buah akan Rontok pada Mangga Sakhidin, Sakhidin; Purwoko, Bambang S.; Yahya, Sudirman; Poerwanto, R.; Susanto, Slamet; Abidin, A. S.
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 34, No 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.843 KB)

Abstract

The aim of this research was to study the relationship between fruit drop  and contents of auxin, polyamines, ACC, total sugar, and starch. Cultivars of mango used were Gadung 21 and Lalijiwo.The persisting fruit and abscising fruits were used to quantify auxin, polyamine, ACC, total sugar, and starch.  The content of polyamine and ACC was determined on pericarp, auxin on seed, whereas the content of starch and total sugar was determined on mesocarp. The result of research showed that fruit drop was preceded by low content of auxin that increased the sensitivity of abscission zone to ethylene.  The increased sensitivity of abscission zone to ethylene was supported by low content of polyamine and  high content of ACC. The abscising fruit has high content of starch, but low in  total sugar content.   Key words : Mango, persisting fruit, abscising fruit, auxin, polyamine, ACC, total sugar, starch
KERONTOKAN BUAH DAN PEMBUNGAAN PADA POSISI DOMPOL BERBEDA DUA VARIETAS DURIAN Suparto, Slamet Rohadi; Sakhidin, Sakhidin
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 20, No 1 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fruit drop potentially decreases the yield of durian, so it needs to be controlled. Its control canbe done better when information on pattern of fruit drop is available. This research examined fruit dropof different panicle positions of two durian varieties. Observed panicle positions i.e. bottom, central,and upper of a tree, observed varieties i.e. Kani, Monthong. Observed variables were percentage offlowery branch, number of flower panicle, total number of flowers, number of flowers per panicle, andfruit set. The objective of this research was to know the pattern of fruit drop and flowering of differentpanicle positions of two varieties of durian. The result of research showed that Kani had higher observedvariables than Monthong. Upper position of panicle had higher number of flower panicles and fruit setscompared to the other panicle positions. The highest total number of flowers was showed by panicle atupper position of Kani treeKey words: durian, panicle, fruit drop, Kani, Monthong ABSTRAKKerontokan buah berpotensi mengurangi hasil buah durian sehingga perlu dikendalikan.Pengendaliannyadapat dilakukan dengan baik apabila terlebih dulu diketahui pola kerontokan buahnya.Penelitian ini mengkajikerontokan buah pada dompol yang berbeda posisinya pada suatu pohon dari dua varietas durian. Posisi dompolyang diteliti yaitu bawah, tengah, dan atas pada suatu pohon, sedangkan varietas yang diteliti adalah Kani danMonthong. Variabel yang diamati meliputi persentase cabang berbunga, jumlah dompol bunga, jumlah bunga total,jumlah bunga per dompol, dan jumlah buah terbentuk.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola kerontokanbuah dan pembungaandari dompol yang berada pada posisi berbeda dua varietas durian. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Kani menghasilkan variabel pengamatan yang lebih tinggi dibandingkan Monthong.Dompolyang berada padaposisi atas dari suatu pohon menghasilkan jumlah dompol bunga dan jumlah buah terbentuk yanglebih tinggi dibandingkan posisi dompol lainnya. Jumlah bunga total tertinggi ditunjukkan oleh dompol yangberada pada posisi atas varietas Kani.Kata kunci: durian, dompol, kerontokan buah, Kani, Monthong
PENGARUH DOSIS BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI Mulyana, Darta; Sakhidin, Sakhidin; Iqbal, Achmad
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietaspadi. Penelitian ini merupakan percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Faktorpertama berupa varietas padi (sebagai sub perlakuan) : PP1 Pioneer, IR-64, dan Cianjur; faktor ke dua berupadosis bokashi (sebagai perlakuan utama) : 0 t/ha, 10 t/ha, 20 t/ha, dan 30 t/ha. Hasil penelitian menunjukkanbahwa bobot gabah kering per ha tertinggi (4,15 t) ditunjukkan oleh varietas PP1 Pioneer. Pemupukan bokashidengan dosis 20 t/ha memberikan bobot gabah kering per ha tertinggi (4,70 t). Jumlah anakan produktif tertinggi(25,00) dicapai varietas Cianjur dengan dosis bokashi 20 t/ha.Kata kunci : padi, varietas, dosis bokashi ABSTRACTThe objective of research was to study the effect of bokashi dosages on growth and yield of three varietiesof rice. This research was laid out as a Split Plot Design in a factorial combination of 2 factors. The first factorwas varieties (as sub treatment) : PP1 Pioneer, IR 64, and Cianjur; the second one was bokashi dosages (asmain treatment): 0 t/ha, 10 t/ha, 15 t/ha, and 20 t/ha. The result showed that the highest dry weight of grain perha (4,15 t) was given by PP1 Pioneer. Application of 20 t bokashi/ha gave the highest dry weight of grain per ha(4,70 t). The highest number of tiller (25,00) was achieved Cianjur variety by application of 20 t bokashi/ha.Key words : rice, varities, dosages of bokashi
Kerontokan Bunga dan Polong Tiga Varietas Kedelai pada Pemberian Urin Sapi dan Kambing Ali, Fahri; Sakhidin, Sakhidin; Darjanto, Darjanto
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering dijumpai pada tanaman kedelai adalah tingginya tingkat kerontokan bunga dan polong. Kerontokan bunga dan polong dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah tingginya kandungan etilen dan rendahnya kandungan auksin dan GA. Urin sapi banyak mengandung hormon auksin, sedangkan urin kambing banyak mengandung GA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian urin terhadap kerontokan bunga dan polong beberapa varietas kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), terdiri dari 2 faktor, faktor pertama varietas kedelai : Panderman, Burangrang dan Anjasmoro. Faktor kedua pemberian urin : tanpa urin, urin sapi konsentrasi 30 ml/l; 60 ml/l, urin kambing konsentrasi 30 ml/l; 60 ml/l.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian urin berpengaruh terhadap jumlah bunga rontok dan persentase bunga rontok. Persentase bunga rontok pada varietas Panderman dapat dikurangi dengan pemberian urin sapi maupun kambing, sedangkan pada varietas Burangrang dapat dikurangi hanya dengan pemberian urin sapi. Pada varietas Anjasmoro pemberian urin baik sapi maupun kambing tidak dapat mengurangi persentase bunga rontok. Penurunan persentase bunga rontok tertinggi pada varietas Panderman dan Burangrang diperoleh dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l yaitu masing-masing sebesar 7,90% dan 6,24%. Bobot biji per hektar pada varietas Panderman dapat meningkat hanya dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l. Pada varietas Burangrang dapat meningkat dengan pemberian urin sapi baik konsentrasi 30 atau 60 ml/l. Pada varietas Anjasmoro dapat meningkat dengan pemberian urin kambing baik konsentrasi 30 atau 60  ml/l.
Kandungan Beberapa Zat Endogen pada Buah Retensi dan Buah akan Rontok pada Mangga Sakhidin, Sakhidin; Purwoko, Bambang S.; Yahya, Sudirman; Poerwanto, R.; Susanto, Slamet; Abidin, A. S.
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 34, No 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to study the relationship between fruit drop? and contents of auxin, polyamines, ACC, total sugar, and starch. Cultivars of mango used were Gadung 21 and Lalijiwo.The persisting fruit and abscising fruits were used to quantify auxin, polyamine, ACC, total sugar, and starch.? The content of polyamine and ACC was determined on pericarp, auxin on seed, whereas the content of starch and total sugar was determined on mesocarp. The result of research showed that fruit drop was preceded by low content of auxin that increased the sensitivity of abscission zone to ethylene.? The increased sensitivity of abscission zone to ethylene was supported by low content of polyamine and? high content of ACC. The abscising fruit has high content of starch, but low in? total sugar content. ? Key words : Mango, persisting fruit, abscising fruit, auxin, polyamine, ACC, total sugar, starch