Ahmad Saikhu
Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

UJI BILANGAN ACAK DARI FUNGSI PEMBANGKIT BILANGAN ACAK PADA BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

SNATIKA Vol 1, No 1 (2011): SNATIKA 2011
Publisher : APTIKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAda sejumlah bidang penelitian komputasi membutuhkan bilangan acak dalam tahapan prosesnya yang merepresentasikan kemunculan kejadian yang terjadi secara acak pada suatu sistem. Karena kebutuhan akan banyaknya bilangan acak pada bidang penelitian komputasi tergolong besar, maka diperlukan pembangkitan secara dinamis oleh komputer. Pada umumnya bahasa pemrograman telah menyediakan fungsi pembangkitan bilangan acak semu, dengan tingkat keacakan tertentu.Pada penelitian ini dilakukan pengujian bilangan acak yang dibangkitkan fungsi pada bahasa pemrograman Java. Tiga macam uji statistika dilakukan untuk menguji bilangan yang dihasilkan fungsi pembangkit bilangan acak, yaitu uji Kolmogorov-Smirnov, uji Runs, dan uji Autokorelasi.Dari hasil ujicoba yang dilakukan, disimpulkan bahwa dari set data yang dihasilkan oleh pembangkitan bilangan acak dengan menggunakan fungsi bawaan pada bahasa pemrograman Java telah menunjukkan karakteristik bilangan acak yang baik.

Implementasi Algoritma Rijndael dengan Menggunakan Kunci Enkripsi yang Berukuran Melebihi 256 bit

Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia nyata, terdapat permasalahan keamanan informasi yang dapat diselesaikan dengan menggunakan enkripsi. Seiring dengan pertumbuhan teknologi, enkripsi dengan ukuran cipher key yang kecil semakin mudah dibongkar. Oleh karena itu, ukuran cipher key perlu ditingkatkan. Sampai saat ini, Advanced Encryption Standard yang dibentuk berdasarkan Algoritma Rijndael yang dapat menggunakan cipher key berukuran 256 bit masih dipakai. Dalam artikel ini, dilakukan studi dan implementasi algoritma enkripsi yang mampu menerima cipher key berukuran lebih dari 256 bit dengan bahasa C. Hasil uji coba menunjukkan program menghasilkan keluaran yang benar dan memiliki pertumbuhan waktu eksekusi secara linear, yaitu Q(Nb*Nk) dengan Nb adalah ukuran data masukan dan Nk adalah ukuran cipher key

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN METODE DIFFERENTIAL EVOLUTIONUNTUK CLUSTERING PIXEL

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 9, No 2, Juli 2011
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan metode komputasi telah mengalami percepatan yang luar biasa. Berbagai teknik komputasi untuk mendapatkan solusi dengan kinerja optimal terus berkembang. Sejumlah algoritma termasuk dalam rumpun Evolutionary Computation, diantaranya adalah Differential Evolution (DE) yang berhasil menyelesaikan masalah optimasi dalam berbagai bidang diantaranya masalah clustering. Keunggulan DE adalah karena implementasinya yangmudah dan kecepatan konvergensinya. Dalam clustering, DE menghadapi kendala penentuan jumlah cluster. Pada penelitian ini diimplementasikan sebuah algoritma Evolutionary Clustering (EC) yang merupakan pengembangan dari DE. EC diterapkan untuk melakukan pengelompokan pixel-pixel dari citra gray-scale atas beberapa area homogen yang berbeda satu dengan lainnya. EC tidak membutuhkan informasi awal tentang jumlah cluster yang akan terbentuk. EC menjadi salah satu solusi untuk menentukan jumlah cluster optimal dengan nilai validitas yang lebih baik. Kinerja dari EC akan dibandingkan dengan algoritma Fuzzy C-Means (FCM). Hasil dari EC dibanding FCM relatif sama dari segi nilai cluster validity index namun EC membutuhkan waktu relatif lebih singkat.

RANCANG BANGUN OPTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN ALGORITMA WAGNER-WHITIN

JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 7, No 4, Juli 2009
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lotting or purchasing raw materials is one step in Material Requirement Planning. Lotting technique that already known is the Wagner-Within algorithm. This algorithm is widely used because it provides optimal solutions for problem sizedeterministic dynamic reservation at a particular time period in which the needs of the entire period must be completed. It takes a application system of optimization planning raw material requirements using the Wagner-Whitin algorithm. The development of this process begins with building a power module of demand data using Arima method (1,1,1), then followed by forecasting modules of consumer demand for end product by using the multiplicative decomposition forecasting methods, and ends with the development of Materials Requirement Planning module (MRP I) using the Wagner-Whitin algorithm. The results of the test system with test data is the generation of data will form the same pattern that is likely up from week to week. Forecasting results have high accuracy registration of 99.48%, 99.64% and 99.68%. Wagner-Whitin algorithm always produces the combination of weeks. Result of the combination in the first week will produces the minimum cost for the entire week of production.

ANALISIS PENGARUH METODE UNTUK PENGINDEKSAN BUKU OTOMATIS (INFLUENCE ANALYSIS METHODS FOR AUTOMATIC BOOK INDEXING)

Jurnal Manajemen Informatika Vol 1, No 1 (2014): Volume 1, No 1 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sumber dalam mencari pengetahuan atau informasi adalah Buku. Buku merupakan  salah satu bentuk komunikasi tertua yang berupa tulisan. Saat ini, buku tidak hanya terdapat di dalam media kertas saja, tetapi juga sudah ada di media elektronik (file). Tidak semua buku terdapat indeks buku, Untuk membuat indeks dibutuhkan waktu yang relatif  lama dan tenaga ahli / profesional dalam menyusunnya. Bagian terbesar dari indeks buku menjadi konsep penting yang berkaitan dengan buku tersebut dan memberikan informasi halaman terkait dengan konsep tersebut. Banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengindeksan buku secara otomatis. Metode untuk melakukan penghitungan pengaruh pada masing-masing metode dengan menggunakan infogain. Kelima metode yang akan diuji adalah informativeness, phraseness, syntactic, first position of occurence, dan tesaurus. Kelima metode ini yang merupakan metode unggulan dari penelitian yang dilakukan oleh Csomai (Csomai dan Mihalcea, 2008) dan Medelyan (Medelyan dan Witten, 2009). Metode informativeness mempunyai dampak yang cukup signifikan pada penelitian ini. Berikutnya metode syntactic, dan tesaurus berada di peringkat selanjutnya. Penggunaan ketiga metode tersebut yang memberikan sumbangsih terbesar pada proses pengindeksan otomatis. Metode phraseness dan FPOC ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap proses pengindeksan otomatis. Detail implementasi diyakini merupakan faktor kunci dalam peningkatan pengaruh masing-masing metode.   Kata kunci: Pengindeksan buku otomatis, informativeness, phraseness, syntactic, first position of occurence, tesaurus Abstract One source in the search for knowledge or information is the book. The book is one of the oldest forms of communication in the form of writing. Currently, the book is not only found in paper media, but also exist in electronic media (files). Not all books are books index, To create the index takes a relatively long time and experts / professionals in arranging. The largest part of the index of the book to be an important concept related to the book and page information associated with the concept. Many methods can be used to perform automatic indexing books. The method for calculating the effect of each method using Infogain. The fifth method to be tested is informativeness, phraseness, syntactic, first position of occurence, and a thesaurus. The fifth method is a superior method of research conducted by Csomai (Csomai and Mihalcea, 2008) and Medelyan (Medelyan and Witten, 2009). Informativeness method has a significant impact on this study. Next syntactic method, and the thesaurus is ranked next. The use of these three methods that provide the largest contribution to the process of automatic indexing. FPOC phraseness method and did not have a significant impact on the process of automatic indexing. Implementation details is believed to be a key factor in the increase of the influence of each method. Keyword: automatic book indexing, informativeness, phraseness, syntactic, first position of occurence, thesaurus

ANALISIS PENGARUH METODE UNTUK PENGINDEKSAN BUKU OTOMATIS (INFLUENCE ANALYSIS METHODS FOR AUTOMATIC BOOK INDEXING)

Jurnal Manajemen Informatika Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, No 1 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sumber dalam mencari pengetahuan atau informasi adalah Buku. Buku merupakan  salah satu bentuk komunikasi tertua yang berupa tulisan. Saat ini, buku tidak hanya terdapat di dalam media kertas saja, tetapi juga sudah ada di media elektronik (file). Tidak semua buku terdapat indeks buku, Untuk membuat indeks dibutuhkan waktu yang relatif  lama dan tenaga ahli / profesional dalam menyusunnya. Bagian terbesar dari indeks buku menjadi konsep penting yang berkaitan dengan buku tersebut dan memberikan informasi halaman terkait dengan konsep tersebut. Banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengindeksan buku secara otomatis. Metode untuk melakukan penghitungan pengaruh pada masing-masing metode dengan menggunakan infogain. Kelima metode yang akan diuji adalah informativeness, phraseness, syntactic, first position of occurence, dan tesaurus. Kelima metode ini yang merupakan metode unggulan dari penelitian yang dilakukan oleh Csomai (Csomai dan Mihalcea, 2008) dan Medelyan (Medelyan dan Witten, 2009). Metode informativeness mempunyai dampak yang cukup signifikan pada penelitian ini. Berikutnya metode syntactic, dan tesaurus berada di peringkat selanjutnya. Penggunaan ketiga metode tersebut yang memberikan sumbangsih terbesar pada proses pengindeksan otomatis. Metode phraseness dan FPOC ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap proses pengindeksan otomatis. Detail implementasi diyakini merupakan faktor kunci dalam peningkatan pengaruh masing-masing metode.   Kata kunci: Pengindeksan buku otomatis, informativeness, phraseness, syntactic, first position of occurence, tesaurus

PERBAIKAN SISTEM STANFORD RTE PADA KALIMAT MENGANDUNG EKSPRESI ARITMATIKA

Lontar Komputer Vol. 4, No. 2 Agustus 2013
Publisher : Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Stanford Recognizing Textual Entailment adalah sistem yang dapat mendeteksi entailment maupun kontradiksi yang terkandung dalam pasangan kalimat Text dan Hypothesis.Pada tahun 2009, dilakukan penelitian pengembangan sistem Stanford RTE dengan menggabungkan sistem Stanford RTE pada tahun 2006 dengan sistem Stanford RTE pada tahun 2008.Salah satu kelemahan pada sistem Stanford RTE tahun 2009 adalah kesalahan deteksi kontradiksi pada pasangan kalimat Text dan Hypothesis mengandung ekspresi aritmatika.Untuk menutupi kelemahan tersebut, ditambahkan fitur aritmatika dalam sistem Stanford RTE yang khusus memproses pasangan kalimat Text dan Hypothesis mengandung ekspresi aritmatika.Fitur aritmatika dibangun dengan empat tahap utama, yaitu tahap analisa linguistik, tahap pencarian nilai kemiripan kata, tahap penentuan operator aritmatika, dan tahap penyimpulan entailment, kontradiksi, atau tidak diketahui.Fitur aritmatika telah dilakukan pengujian terhadap 30 pasang kalimat Text dan Hypothesis mengandung ekspresi aritmatika yang diambil dari halaman website berita dengan hasil tingkat keberhasilan mencapai 80%.

Perubahan Socio-Culture dan Economic Separation Keluarga dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Lansia di Desa Tileng Kecamatan Girisubo

Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di satu sisi migrasi penduduk dari desa ke kota telah mampu  merubah   nilai socio-culture dan sistem  ekonomi keluarga, namun di sisi lain telah menyebabkan lansia hidup terpisah dari anggota keluarganya. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk; (1) mengkaji proses perubahan socio-culture dan economic separation yang terjadi pada keluarga lansia; (2) menganalisis   kondisi kehidupan sosial-demografi dan ekonomi lansia dalam kondisi spatial separation;  dan (3) menganalisis  pengaruh perubahan socio-culture dan economic separation   terhadap  kehidupan lansia. Penelitian ini dilakukan di Desa Tileng Kecamatan Girisubo dengan mengambil  sampel keluarga  lansia. Sampel diambil secara random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instatsi pemerintah. Data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan tabel silang, kemudian dianalisis secara deskripssi kualitatif. Hasil penelitian  menemukan bahwa  proses perubahan socio-culture diawali dari proses perubahan pendidikan anggota keluarga dan perubahan padangan lansia terhadap nilai-nilai socio-culture, sedangkan proses economic separation diawali dari proses perubahan aktivitas ekonomi tradsional menjadi ekonomi modern pada  keluarga lansia. Penelitian ini juga menemukan kondisi kehidupan lansia yang tercemin dari kondisi sosial-demografi dan ekonomi dalam kondisi spatial separation cukup beragam. Temuan lain dari penelitian ini adalah perubahan socio-culture dan economic separation pada keluarga lansai berpengaruh terhadap kondisi kehidupan lansia yang terpisah dari anggota keluargnya.

Praproses Data Alir ADS-B dari Multi-Receiver dengan Pengelompokan Agglomerasi Berbasis Konsistensi Jarak

Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.793 KB)

Abstract

Abstract— ADS-B is a surveillance technology fortransportation. For an aircraft, ADS-B broadcasts itsinformation simultaneously such as identity, flight number,position, altitude, velocity, etc. Due to the limited range ofreceiving the data, ADS-B needs multi-receiver to increase thecapability of receiving data. But, the usage of multi-receiverraises new problems in the ADS-B data stream, such asredundant and outliers. These problems can reduce the quality ofdata received because it does not represent its actual flightconditions, in other words the nature of time-series data areblurred. This paper proposed a new method for preprocessingthe data stream of the ADS-B multi-receiver to get good qualityof data. The good quality of data means all unique datasuccessfully restored and redundant data is removed, so its timeseriescharacteristic is regained. This method used coordinateinformation (latitude and longitude) in ADS-B data as areference for preprocessing. Applying agglomeration clusteringtechniques and the rule of distance consistency as mergingstrategy of the cluster, this method is able to generate the dataADS-B that represents the status of the real aircraft, which istime-series data. This simple method can generate good qualityof data from the data ADS-B multi-receiver.Intisari— ADS-B merupakan teknologi pengawasan pesawat.Secara simultan, ADS-B menyebarkan informasi pesawat (ID,nomor penerbangan, posisi, ketinggian, kecepatan, dan lain-lain)melalui gelombang elektromagnetik. Karena terbatasnyawilayah jangkauan receiver dalam menerima data ADS-B, makadiperlukan multi-receiver untuk meningkatkan jangkauanpenangkapan sinyal. Penggunaan multi-receiver inimemunculkan masalah baru dalam data alir ADS-B, antara laindata redundan dan data pencilan sehingga menyebabkan datayang diterima memiliki kualitas yang rendah karena tidakmerepresentasikan kondisi sebuah penerbangan yangsebenarnya, dengan kata lain sifat timeseries pada data yangditerima menjadi kabur. Dalam makalah ini, metode barudiajukan dengan tujuan untuk praproses data alir ADS-B darimulti-receiver sehingga dihasilkan data dengan kualitas yangbaik, di mana semua data unik berhasil dikembalikan sifattimeseries-nya dan data redundan berhasil dihilangkan. Metodeini memanfaatkan informasi posisi (lintang dan bujur) pesawatpada data ADS-B sebagai acuan untuk praprosesnya. Denganteknik pengelompokan aglomerasi dan dengan aturankonsistensi jarak antar data sebagai strategi penggabungankelompok, metode ini mampu menghasilkan data ADS-B yangmerepresentasikan keadaan pesawat sebenarnya, yaitu datayang bersifat timeseries. Dengan metode yang sederhana inidapat dihasilkan data ADS-B dari multi-receiver dengan kualitasyang baik.

Implementasi Metode Integer Programming Untuk Penjadualan Tenaga Medis Pada Situasi Darurat Berbasis Aplikasi Mobile

IC-ITECHS Vol 1 (2014): Prosiding IC-ITECHS 2014
Publisher : IC-ITECHS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unexpected events, including natural disasters and disasters caused by human negligence often results in the occurrence of an emergency condition. For a disaster event, disaster mitigation is not only necessary, but an emergency response plan for handling the health / safety of life of the victims, are very important. Proper medical treatment by a professional will save many lives. Such event can occur at any location and any time, and in the same time can occur a few emergency events that require some physician team with qualified doctors / particular specialization for handling a number of victims. On the other hand, physicians have a high mobility in performing his professional duties. Due to the limited number of physicians with certain qualifications as required in an emergency and demands should arrive quickly, we need a reliable system in order to coordinate the assignment of an emergency event can be handled properly. Coordination and scheduling can be done by those who have an authority. Scheduling optimization model with special characteristics, among others the existence of a number of emergency events at several locations at the same time, the limited number of physician, needs special skills for handling emergencies, and the presence of medical personnel who are mobile can be done by developing one assignment optimization model, namely integer linear programming (ILP). As for fast communication for coordination between the management authority with a number of doctors, a mobile application can be applied. In this research, Bipartite Graph (BG) model, Ford-Fulkerson Algorithm (FFA) and IPL model as the main part of the decision making structure are implemented into a program. The first model (BG) present concordance between physicians with their expertises. The second model (FFA) helps the authority to determine physician who meet the condition. The third model (ILP) helps the authority to determine the best combination of assignment physician. Input, process, output, and feedback from the implementation is represent decision making system for the assignment physician in to the emergency events. So that the physicians can quickly find out the assignment, the schedule can be accessed through mobile applications.