Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA

Jurnal Psikologi Proyeksi Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Proyeksi Vol 6 No 2 Oktober 2011
Publisher : Universtitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan dapat diketahui dari hasil akhir pendidikan, yang dapat dilihat dari output yang termasuk di dalamnya adalah prestasi belajar. Banyak hal yang turut berpengaruh pada prestasi belajar siswa, diantaranya adalah motivasi belajar siswa dan metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMA. Hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan dari metode pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar siswa SMA, dimana kelompok siswa yang dikenakan metode pembelajaran kooperatif memiliki prestasi belajar lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar kelompok siswa yang dikenakan metode pembelajaran tradisional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X-3 dan kelas X-4 salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yogyakarta. Kelas X-3 diberikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw, dan kelas X-4 diberikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode pembelajaran tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain control group pre-test-post-test. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil modifikasi Skala Motivasi Belajar yang dibuat oleh Hasanah (2006), dengan total aitem sebanyak 60 aitem yang terbagi dalam tiga aspek, serta alat untuk mengukur hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa, yakni dengan Tes Hasil Belajar Bahasa Indonesia, dimana pada tes hasil belajar ini berisikan materi paragraf dengan pertanyaan sebanyak 36 butir soal. Tes hasil belajar ini disusun sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada silabus yang digunakan oleh guru yang bersangkutan. Hasil analisis menunjukkan t sebesar 0,257 dengan p=0,798, memperlihatkan hasil yang tidak signifikan (p>0,05), yang artinya bahwa tidak ada perbedaan antara kedua kelompok. Kesimpulan, tidak ada perbedaan prestasi belajar Bahasa Indonesia pada siswa antara kelompok siswa yang diberikan pembelajaran kooperatif dengan kelompok siswa yang diberikan pembelajaran tradisional. Kata Kunci: Metode Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning), Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Bahasa Indonesia    THE INFLUENCE OF COOPERATIVE LEARNING METHOD AND LEARNING MOTIVATION TOWARD ACADEMIC ACHIEVEMENT OF HIGH SCHOOL STUDENTS  ABSTRACT Improvement of education quality can be observed from the end result of education, which can be noticed from the output that includes academic achievement. There are many things that effect on student achievement, including the students motivation and learning methods that used by teacher. This study aimed to test whether there is influence of cooperative learning methods and students’ motivation of student achievement in high school. Hypothesis of this study was that there are significant effects of cooperative learning methods towards student achievement in high school, where groups of students who apply methods of cooperative learning had higher achievement compared with students’ achievements of group learning who used the traditional learning methods. Subjects in this study were students of X-3 class and X-4 class at one of high school in Yogyakarta. X-3 class were given Bahasa Indonesia’s lesson with cooperative learning method and the Jigsaw techniques, and X-4 class were given Bahasa Indonesia’s lesson with traditional learning methods. This study was a quasi-experimental research with control group pre-test-post-test design. Measuring instrument used in this study was modification version of Learning Motivation Scale by Hasanah (2006), with a total of 60 items that divided into three aspects, and tools to measure students achievement in Bahasa Indonesia’s lesson, with Bahasa Indonesia Achievement Test, where this achievement test consists of paragraph matter in question as much as 36 items. This achievement test compiled by researcher with reference to syllabus that used by the teacher. Analysis of this study showed t = 0.257 with p = 0.798, showed no significant results (p> 0.05), which means that there was no difference between the two groups. As conclusion, there was no difference in students’ achievement of Bahasa Indonesia between group of students given cooperative learning method and group of students given traditional learning method. Keywords: cooperative learning method, students’ motivation, academic achievement, Bahasa Indonesia’s Lesson

Terapi Sufistik dalam Pengobatan di Pekanbaru Riau

Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.324 KB)

Abstract

Based on the social phenomena of the society, specifically in the city of Pekanbaru, rapid social changes occur with unlimited communication, tend to be materialistic, secularistic and rationalistic. Thus, they arouse various psychological and physical problems. One of psychological problem is a disease that comes from the loss of a divine vision. The vision is blunts to see the reality of life and life itself. Treatment with sophisticated tools and chemicals develops in such a way, but in reality is unable to fully solve the many problems of disease, then switch to alternative-spiritualistic treatment. This study used a qualitative approach by conducting in-depth interviews with subject who practices sufistic therapy. In Pekanbaru, the tendency of people to seek treatment through sufistic therapy can be seen from the amount of sufistic medicine houses. The results of this study show that sufistic therapy or sufi healing is a new trend among modern society which seems to have experienced a saturation point with various patterns of material orientation, thus,  the spiritual world becomes an alternative

Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Aceh Besar

Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 2 (2016): Jurnal MUDARRISUNA
Publisher : UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The school principal is prioritizing the interests of tasks in school, especially in improving teacher performance. The purpose of this study was to determine how the style of principal leadership in improving the performance of Islamic religious education teachers in secondary schools the district of Aceh Besar. This research was conducted at the junior high school environment Aceh Besar District Education Office by using qualitative research through observation. The source of the data in this study is the headmaster and teacher of Islamic education in junior high school environment Aceh Besar District Education Office. In addition to source samples of data taken by the author are the documents relevant to the style of school leadership in improving the performance of Islamic education teachers in junior high school environment Aceh Besar District Education Office. Data collected through research instruments such as interviews, observation, documentation and studies in processing and analyzing the data the author uses triangulation techniques. Based on the research results in Junior High School environment of the District Education Office of Aceh Besar findings suggest that efforts are being made by the principal in improving the performance of teachers of Islamic education, including by providing training and giving them the opportunity to develop its human resources through the container MGMPs Religious Education Islam as well as give them the opportunity to attend trainings organized by the Regional Office of the Ministry of Religious provincial and organized by the Office of Religious Affairs of Aceh Besar district for the sake of their personal development in order to carry out the teaching and learning process subjects of Islamic education in accordance with what has been outlined in the syllabus and RPP subjects of Islamic Religious Education

RASIONALITAS DAN RELIGIUSITAS KAUM PEDAGANG DI PEDESAAN ( Studi Terhadap Problema Dilematis Kaum Pedagang Tentang Hubungan antara Logika dan Keimanan di Pasar Teratak Buluh, Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar, Riau)

Jurnal Ushuluddin Vol 19, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah ihktiar untuk menelusuri konflik batiniah para pedagang di desa Teratak Buluh menyangkut problema dilematis antara keimanan dan trik serta logika dagang. Logika dagang mengharuskan mencari keuntungan ynag sebesar-besarnya, sementara keimanan Islam mengharuskan sifat amanat, jujur dan nashihah bagi kaum pedagang. Di bidang perdagangan, rasionalitas diaktualisasikan dengan pengetahuan yang logis tentang perdagangan secara menyeluruh, meliputi informasi yang akurat tentang fluktuasi harga barang-barang, sumber-sumber permodalan, sistem distribusi modern, sistem pengkreditan, organisasi pedagang yang rasional dan sebagainya. Bahkan rasionalisme perdagangan juga mengesahkan sifat-sifat pragmatis dan kapitalisme yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, tanpa menghubungkannya dengan sistem keimanan. Melalui penulisan yang dilakukan dipasar desa ini, para pedagang lokal (Local Traders) belum bisa di kategorikan sebagai suatu kelas pedagang karena belum terdapat perorganisasian diri secara formal dan rasional. Para pedagang di desa ini umumnya adalah beragama Islam dan sangat meyakini bahwa rezki manusia dan ajalnya adalah telah ditetapkan oleh Allah SWT dan tidak dapat lagi dirubah oleh manusia. Bangkrut atau majunya usaha dagang dan larisnya jualan adalah berasal dari Allah dan merupakan ketetapan yang harus diterima secara tawakal. Terdapat pedagang lokal yang tidak berusaha merubah pola berniaganya dari tahun ketahun. Pedagang kios, pedagang kedai dan kaki lima masih tetap dengan pemahaman kaum jabariah tentang tawakal, sehingga tidak berusaha mengembangkan pola perniagaan yang lebih rasional dan menguntungkan. 2 Persaingan dengan pedagang luar atau pedagang jarak jauh (Long Distance Traders), membuat mereka secara perlahan-lahan kehilangan pola kepemilikan (Power of Ownership) atas akses pasar, pola pengelolaan (Power of Management) dan penataan pasar, serta pola pengambilan pemanfaatan dan keuntungan (Power of Utility) dari arus jual beli di pasar desa mereka sendiri. Rasionalitas dan pemahaman keimanan, tentang tawakal, rezki dan ikhtiar pada komunitas pedagang tradisional di desa Teratak Buluh merupakan studi yang sangat penting dalam rangka menselaraskan antara keimanan dan ikhtiar yang rasional bagi kaum pedagang di pedesaan.

Renaissance dan Humanisme Sebagai Jembatan Lahirnya Filsafat Modern

Jurnal Ushuluddin Vol 22, No 2 (2014): Juli - Desember
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.569 KB)

Abstract

Tulisan ini memuat sejarah munculnya gerakan renaissance dan humanisme di Eropa selepas berakhirya abad kegelapan. Renaissance dan humanisme dianggap sebagai latar belakang lahirnya filsafat modern. Melalui gerakan pemikiran ini seluruh kebudayaan Barat seolah dibangunkan dari tidur nyenyak abad pertengahan. Manusia mulai mempelajari hakikat diri dan alam semesta sebagai pusat kenyataan. Pada periode yang berkisar antara abad 14 dan 16 ini, manusia menganggap dirinya tidak lagi sebagai Victor Mundi (orang yang berziarah didunia ini), melainkan sebagai Faber Mundi (orang yang menciptakan dunianya). Tiga faktor yang mempercepat perkembangan baru Pada masa renaissance adalah tiga penemuan : mesiu, seni cetak dan kompas. Mesiu berarti runtuhnya kekuasaan feudal dimana senjata dapat dimiliki oleh kaum proletar. Seni cetak berarti pengetahuan tidak lagi milik ekslusif suatu elite, melainkan terbuka untuk semua orang. Kompas berarti navigasi telah aman dan memungkinkan orang-orang Eropa untuk berlayar dan memperluas horison Barat kearah dunia yang baru di Timur.   

Strategi Pemberdayaan Kaum Pedagang Perempuan di Pasar Baru Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau

Sosial Budaya Vol 10, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.302 KB)

Abstract

Perdagangan pasar sangat identik dengan kaum perempuan, karena memang selain aktivitas berdagang merupakan kegiatan yang (mudah dimasuki), tidak membutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi, juga pekerjaan berdagang merupakan kegiatan yang memerlukan keuletan, kehalusan, dan ketelitian yang cocok dilakukan oleh kaum perempuan. Di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan terdapat sebuah pasar (Pasar Baru), yang setiap hari menjadi pusat aktivitas jual beli beberapa desa di sekitarnya. Bahkan penduduk dari desa-desa kecamatan lain yang berdekatan juga melakukan mengalir deras, dengan proses jual beli yang terpecah- Melalui observasi awal yang peneliti lakukan di pasar ini, para pedagang perempuan (woman ) belum bisa dikategorikan sebagai suatu kelas pedagang karena belum terdapat perorganisasian diri secara formal.

PENGEMBANGAN MEDIA PETA PUZZEL DALAM PEMBELAJARAN IPS MADRASAH IBTIDAIYAH USWATUN HASANAH MERAMBUNG

Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.897 KB)

Abstract

The objective of this research is to fine a media of instructional such as puzzle map Lampung Province to be applied in social studies learning. Approach the used is Researchand and Development (R&D). Result so fresearch and development are: Instructional media named puzzlemap Lampung provincein 2013th, Puzzle shapes are applied is jigsaw puzzle, Consists of a mappuzzle piecesdistricts/cities throughout theprovince ofLampung. Map Lampung provincein 2013 can be presented vertically andhorizontally. Mappuzzle according to Jean Piagets theory of development, materialin the form of map elements and the conditions that existin the map with the coordinates of point accuracy and proper scale. Mappuzzle to be used primarily in the Basic Competency, “Readmapslocal neighborhood (district/city, province) using asimplescale". Instructional mediapuzzle map efefktif over the process and the learning outcomes of usingnormal maps.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa peta puzzle provinsi Lampung untuk diterapkan pada pembelajaran IPS. Hasil dari penelitan pengembangan ini adalah: Media pembelajaran diberi nama media pembelajaran peta puzzle provinsi Lampung tahun 2013. Bentuk puzzle yang diterapkan adalah jigsaw puzzle.Potongan puzzle terdiri atas peta kabupaten/kota yang tersebar di provinsi Lampung dan syarat dan ketentuan yang ada pada peta.  Peta provinsi Lampung tahun 2013 dapat disajikan secara vertikal dan horizontal. Peta puzzle sesuai dengan teori perkembangan Jean Piaget, materi peta berupa unsur-unsur dan syarat-syarat yang ada dalam peta dengan akurasi titik koordinat dan skala yang tepat. Peta puzzle dapat digunakan pada Kompetensi Dasar “Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota, provinsi) dengan menggunakan skala sederhana“. Media pembelajaran peta puzzle lebih efefktif terhadap proses dan hasil belajar peserta didik daripada menggunakan peta biasa.Kata kunci: peta puzzle, efektif terhadap proses, hasil belajar

RASIONALITAS DAN RELIGIUSITAS KAUM PEDAGANG DI PEDESAAN

Jurnal Ushuluddin Vol 16, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah ihktiar untuk menelusuri konflik batiniah para pedagang di desa Teratak Buluh menyangkut problema dilematis antara keimanan dan trik serta logika dagang. Logika dagang mengharuskan mencari keuntungan ynag sebesar-besarnya, sementara keimanan Islam mengharuskan sifat amanat, jujur dan nashihah bagi kaum pedagang. Di bidang perdagangan, rasionalitas diaktualisasikan dengan pengetahuan yang logis tentang perdagangan secara menyeluruh, meliputi informasi yang akurat tentang fluktuasi harga barang-barang, sumber-sumber permodalan, sistem distribusi modern, sistem pengkreditan, organisasi pedagang yang rasional dan sebagainya. Bahkan rasionalisme perdagangan juga mengesahkan sifat-sifat pragmatis dan kapitalisme yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, tanpa menghubungkannya dengan sistem keimanan. Melalui penulisan yang dilakukan dipasar desa ini, para pedagang lokal (Local Traders) belum bisa di kategorikan sebagai suatu kelas pedagang karena belum terdapat perorganisasian diri secara formal dan rasional. Para pedagang di desa ini umumnya adalah beragama Islam dan sangat meyakini bahwa rezki manusia dan ajalnya adalah telah ditetapkan oleh Allah SWT dan tidak dapat lagi dirubah oleh manusia. Bangkrut atau majunya usaha dagang dan larisnya jualan adalah berasal dari Allah dan merupakan ketetapan yang harus diterima secara tawakal. Rasionalitas dan pemahaman keimanan, tentang tawakal, rezki dan ikhtiar pada komunitas pedagang tradisional di desa Teratak Buluh merupakan studi yang sangat penting dalam rangka menselaraskan antara keimanan dan ikhtiar yang rasional bagi kaum pedagang di pedesaan

IDENTIFIKASI FITOPLANKTON DARI PERAIRAN WADUK NADRA KRENCENG KOTA CILEGON BANTEN

Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 4 (2014)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.414 KB)

Abstract

Inlet of Waduk Nadra affected by the antrophogenic wastes from the domestic activity in surronding area. For the management reason, it is important to do the research in this waters area. The study conducted on June – July 2014 at Waduk Nadra Krenceng, Cilegon Banten. The research used purpossive sampling methods and analyzed by the desctriptive methods. The result showed there were 10 genus of phytoplankton i.e Anabaena sp, Closterium sp, Staurastrum sp, Tetraedron sp, Gloeocystis sp, Desmodesmus sp, Navicula sp, Melosira sp, Gonyostomum sp, and Staurodesmus sp. The most abundant phytoplankton is Anabaena sp and followed by Closterium sp. Total abundance of algae at Waduk Nadra in a range of 6.795 – 16.099 ind/l, where the highest abundance was at station I and the lowest at station III.Keywords: Waduk Nadra, management, phytoplankton

Rasionalitas dan Religiusitas Kaum Pedagang di Pedesaan

Jurnal Ushuluddin Vol 20, No 2 (2013): Juli - Desember
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2402.91 KB)

Abstract

Tulisan ini adalah ihktiar untuk menelusuri konflik batiniah para pedagang di desa Teratak Buluh menyangkut problema dilematis antara keimanan dan trik serta logika dagang. Logika dagang mengharuskan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, sementara keimanan Islam mengharuskan sifat amanat, jujur dan nashihah bagi kaum pedagang . Di bidang perdagangan, rasionalitas diaktualisasikan dengan pengetahuan yang logis tentang perdagangan secara menyeluruh, meliputi informasi yang akurat tentang fluktuasi harga barang-barang , sumber-sumber permodalan , sistem distribusi modern, sistem pengkreditan, organisasi pedagang yang rasional dan sebagainya. Bahkan rasionalisme perdagangan juga mengesahkan sifat-sifat pragmatis dan kapitalisme yang menghala/kan segala cara untuk memperoleh keuntungan sebesar­ besarnya , tanpa menghubungkannya dengan sistem keimanan. Melalui penulisan yang dilakukan dipasar desa ini, para pedagang lokal (Local Traders) belum bisa di kategorikan sebagai suatu kelas pedagang karena belum terdapat perorganisasian diri secara formal dan rasional . Para pedagang di desa ini umumnya adalah beragama Islam dan sangat meyakini bahwa rezki manusia dan ajalnya adalah telah ditetapkan oleh Allah SWT dan tidak dapat lagi dirubah o/eh manusia. Bangkrut atau majunya usaha dagang dan larisnya jualan adalah berasal dari Allah dan merupakan ketetapan yang harus diterima secara tawakal Rasionalitas dan pemahaman keimanan, tentang tawakal rezeki dan ikhtiar pada komunitas pedagang tradisional didesa teratak buluh merupakan studi yang sangat penting dalam rangka mensalaraskan antara keimanan dan ikhtiar yang rasional bagi kaum pedagang di pedesaan