Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DIMAS

Penguatan Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan bagi Calon Jamaah Haji Ernawati, Briliyan; Saifudin, Saifudin; Arafat, Mohammad Tajuddin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2426

Abstract

The enthusiasm of Indonesian society to fulfill the worship of hajj is the reason for the long queue of quota of pilgrimage. Therefore, strong commitment is needed for Hajj pilgrims in improving services to pilgrims Hajj. One form of service is the assistance in the form of guidance of pilgrims held by Hajj pilgrims in their respective areas. Hajj pilgrimage during this only focus on the hajj manasik only. In the history of Islam in Indonesia shows that Haj is one of the effective path in the process of disseminating knowledge and understanding of Islam to Indonesia. The method used in this activity is by using the Focus Group Discussion (FGD) method. The result of this activity is that pilgrims are in need of this kind of provision to fortify them from radical Islamic ideology especially those that lead to the movement to establish an Islamic caliphate. All elements must play an active role in counteracting this movement that is by strengthening the values of national insight for prospective pilgrims jamaah. Hajj Guidance Group (KBIH) should be able to play a role in overcoming this problem. Antusias memasyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah hajimenjadi alasan panjangnya antrean kuota ibadah haji. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat bagi penyelenggara haji dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji. Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah pendampingan dalam bentuk bimbingan manasik haji yang diselenggarkan oleh penyelenggara haji di daerah masing-masing. Pendampingan jamaah haji selama ini hanya fokus terhadap manasik haji saja. Dalam catatan sejarah Islam di Indonesia menunjukkan bahwa haji merupakan salah satu jalur yang efektif dalam proses penyebaran keilmuan dan paham Islam ke Indonesia.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa calon jamaah haji sangat memerlukan pembekalan semacam ini untuk membentengi mereka dari ideologi islam radikal lebih-lebih yang mengarah pada gerakan mendirikan khilafah islamiyah. Semua elemen harus berperan aktif dalam menangkal gerakan ini yaitu dengan menguatkan nilai-nilai wawasan kebangsaan bagi calon  jama’ah haji. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) harus mampu berperan dalam mengatasi masalah ini.
Peningkatan Kualitas Keberagamaan melalui Pembelajaran Alquran bagi Keluarga Muda Urban Maskur, Ali; Saifudin, Saifudin; Nisa', Khoirotin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2019.191.4140

Abstract

The Learing of the Koran for young urban families in Gondoriyo Ngaliyan Semarang includes makharij letters, tajwid, reading with tartil and additional material in the form of fiqh of worship which is carried out daily. The method of listening to the cleric read then the tikrar (imitating together and personal) followed by reading in front of the cleric is very effective. The ability of students is monitored and can be monitored directly. Koran learning options based on needs analysis with awareness must be able to read the Koran which finally can teach their children later, arrange curriculum in accordance with the ability and level of education, learning methods and selection of learning time three times a week carried out after the evening prayer or evening. One of the keys to the success of learning in urban urban societies is to align diverse needs because of their homogeneity. Personal approach, dialogue and offerings by seeing the saturation of life so that it requires a fountain of life, that is, religion properly. Pembelajaran Alquran bagi keluarga muda urban di Gondoriyo Ngaliyan Semarang meliputi makharij huruf, tajwid, membaca dengan tartil dan materi tambahan berupa fikih ibadah yang dilakukan sehari-hari. Metode mendengarkan ustadz membaca kemudian tikrar (menirukan bersama dan personal) dilanjutkan membaca dihadapan ustadz sangat efektif. Kemampuan santri terpantau dan dapat dimonitor secara langsung. Pilihan pembelajaran Alquran berdasarkan analisa kebutuhan dengan kesadaran harus bisa membaca Alquran yang akhirnya bisa mengajari anak-anaknya kelak, menyusun kurikulum yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat pendidikan, metode pembelajaran dan pemilihan waktu pembelajaran seminggu tiga kali dilaksanakan setelah sholat maghrib atau isya. Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran di masyarakat urban perkotaan dengan menyelaraskan kebutuhan kebutuhan yang beragam karena homoginitasnya. Pendekat personal, dialogis dan penawaran dengan melihat jenuhnya kehidupan sehingga membutuhkan mata air kehidupan yaitu beragama secara baik dan benar.