Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal POLIMESIN

PENGUATAN KAYU DAN PLYWOOD MELALUI PROSES SANDWICH DENGAN KOMPOSIT POLYESTER SERAT GELAS UNTUK BAHAN PEMBUATAN PERAHU Azwar, Azwar; Ismy, Ady Saputra; Saifuddin, Saifuddin
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.987 KB)

Abstract

Keterbatasan kayu berkualitas untuk pembuatan perahu nelayan menyebabkan harga perahu meningkat dan kualitasnya menurun sehingga berimbas pada nalayan tradisional. Penurunan kualitas perahu salah satunya disebabkan oleh proses pelapukan kayu akibat terendam air dan terpampang terhadap sinar matahari pada jangka waktu yang lama. Maka proses pelapukan tersebut dapat diminimalisir melalui proteksi kayu dari kontak langsung dengan air atau matahari yang dengan lapisan komposit polyester serat gelas, yang menjadi tujuan penelitian ini. Penyiapan specimen uji mengacu pada standart ASTM C 1341 – 06 (Standart Test Method for Flexural Properties of Continuos Fiber-Reinforced Advance Ceramic Composites) dengan ukuran spesimen mengacu pada L/d = 16/1. Proses pengujian dilakukan menggunakan uji bending 3 titik (3 poin bending test). Hasilnya menunjukkan bahwa Lapisan komposit polyester baik dengan serat gelas atau tanpa serat gelas dapat menghalangi penyerapan air pada kayu yang dilapisinya serta meningkatkan kekuatan dari kayu yang akan dijadikan bahan baku pada pembuatan perahu nelayan sekitar ± 20 %. Dari 2 jenis kayu yang di teliti didapati bahwa kayu damasui yang diperkuat komposit serat gelas memberi efek penguatan yang lebih baik dibandingkan dengan kayu bayu. Untuk komposit sandwich plywood dan serat gelas Penggunaan 2 lapis serat sebagai kulit (skin) dapat meningkatkan kekuatan bahan komposit sandwich, namun peningkatannya tidak signifikan. Sedangkan ketebalan plywood (core) mempengaruhi kekuatan bahan komposit sandwich, dimana semakin tebal,kekuatannya semakin menurun. Analisa fractography juga menunjukkan bahwa bagian interface antara kayu dan komposit merupakan titik awal kegagalan specimen secara laminasi, sehingga kekuatan mekaniknya sangat tergantung dari kualitas ikatan pada interface, dimana ikatan yang baik akan membentuk cross linking antara kayu dengan komposit.Kata kunci : Kayu komposit, sifat mekanik, absorbsi air, komposit polyester, uji bending Plywood, core, komposit sandwich,
Pembuatan Gelas Dengan Bahan Polypropylene Dengan Menggunakan Cetakan Plastik Saifuddin, Saifuddin; Usman, Ramli; Zuhaimi, Zuhaimi
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.891 KB)

Abstract

Mould adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan produk, yang salah satunya adalah pembentukan produk dari bahan plastik dan dilakukan pada jenis mesin injeksi. Untuk menghasilkan sebuah mould secara tepat, tentunya banyak faktor yang harus dipertimbangkan sehingga produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar kualitas yang diinginkan secara optimal baik itu dari kepresisian dimensi, kompleksitas geometri, maupun efisiensi proses. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan dan pemahaman tentang dasar teknik desain cetakan, proses manufaktur, proses injeksi dan parameter lain yang berpengaruh terhadap perancangan mould dan produk hasil cetakannya. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan satu unit cetakan injection moulding untuk membuat cetakan gelas. Metode yang digunakan adalah dengan merencanakan pembuatan mould yang meliputi proses desain/perancangan, pemilihan bahan produk, pemilihan bahan cetakan dan proses manufakturnya. Berdasarkan perhitungan bagian utama cetakan  maka didapat total keseluruhan volume produk adalah 523,124 mm3, berat produk 47,081 gram  dan gaya injeksi yang di dibutuhkan dalam proses pencetakan ialah: 154,6 N. Kata kunci: Cetakan Plastik, Sistem Injeksi, Cetakan standart, Polypropylene  Abstract Mold is a tool used to produce products, one of which is the formation of products from plastic materials and is carried out on the type of injection machine. To produce a mold appropriately, of course there are many factors that must be considered, so that the product produced can meet the desired quality standards optimally, whether from dimensional precision, geometry complexity, or process efficiency. Therefore, there is a great need for knowledge and understanding of the basis of mold design techniques, manufacturing processes, injection processes and other parameters that influence the design of molds and printed products. The purpose of this study was to plan a single injection molding mold to make glass molds. The method used is to plan the manufacture of mold which includes the design / design process, product material selection, selection of printed materials and the manufacturing process. Based on the calculation of the main part of the mold, the total volume of the product is 523.124 mm3, the product weight is 47.081 grams and the injection force required in the printing process is: 154.6 N. Keywords: Plastic Mold, Injection System, Standard Mold, Polypropylene
PERAWATAN PADA LABYRINTPERAWATAN PADA LABYRINTH KOMPRESOR SENTRIFUGAL KAWASAKI K-2501 A DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. ARUN NGL BLANG LANCANG Saifuddin, Saifuddin; Jalil, A.; Arlena, Fitri
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.352 KB)

Abstract

Sesuai dengan perkembangan industri pada saat sekarang ini, banyak diciptakan peralatan dan alat bantu yang dapat mempercepat proses kerja suatu industri, diantaranya adalah kompresor.Kompresor sentrifugal kawasaki beroperasi pada unit 88 yang terdiri dari motor listrik sebagai penggerak. Kompresor sentrifugal kawasaki K-2501 A adalah jenis kompresor sentrifugal yaitu kompresor dengan kedudukan poros horizontal yang berfungsi untuk untuk menaikkan tekanan gas untuk keperluan tertentu atau dengan kata lain kompresor meningkatkan energi (head) fluida gas yang mengalir dari level energi tertentu ke level energi yang lebih tinggi. Dalam dunia industri kompresor mempunyai kegunaan yang sangat luas seperti dalam bidang perminyakan, petrokimia workshop, dan lain-lain.hasil analisadata lapangan, terdapat beberapa item yang mengalami kerusakan seperti Labyrinth, o ring , dan impellerpada Kompresor sentrifugal K-2501 A yang mengakibatkan kompresor harus dilakukan breakdown maintenance. Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memaksimalkan umur pakai komponen dari sebuah kompresor dengan menganalisa kompresor tersebut menggunakan metode FailureMode Effecy And Analysis (FMEA).Kata kunci : kompresor sentrifugal, failure Mode and Effect Analisys (FMEA)
APLIKASI DAPUR PEMANAS BAGI PENGRAJIN PANDAI BESI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK ALAT-ALAT PERKAKAS PERTANIAN Saifuddin, Saifuddin; Arskadius A, Mohd.; Lukman, Lukman
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.522 KB)

Abstract

Penggunaan alat perkakas pertanian dan rumah tangga, terus meningkat dari tahun ke tahun, hal ini di karena berkembangnya lahan pertanian dan perkebunan baru di daerah Aceh. Fenomena ini berpengaruh signifikan terhadap permintaan dan pertumbuhan para pengrajin pandai besi di daerah Aceh, khususnya Aceh Utara. Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sejahtera yang selama ini menaungi beberapa pengrajin pandai besi di desa Pande, kecamatan Tanah Pasir, yang merupakan pemasok bahan baku dan juga sebagai pemasar hasil pengrajin baik di daerah Aceh Utara maupun luar Aceh mengalami permasalahan dimana selama ini yang dikeluhkan oleh konsumen adalah ketidakseragaman produk dan kualitas produk, terutama untuk peralatan pertanian, sehingga kalah bersaing dengan produk dari luar. Kondisi pengrajin pandai besi yang tidak memiliki pengetahuan teknologi dalam memilih material dasar dan proses sepuhan (heat treatment) yang hanya mengandalkan pada kebiasaan secara turun menurun sangat mempengaruhi pada produk akhir. Metode penyelesaian permasalahan ini di mulai dari pengenalan kualifikasi material baja, workshop, pembuatan dapur pemanas (furnace heater) dan implementasinya serta pelatihan managemen usaha. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk aplikasi dapur pemanas ini adalah untuk meningkatkan produktifitas, kualitas dan nilai jual (pemasaran) produk pengrajin ke penampung serta mudah digunakan dan perawatannya oleh masyarakat. Dapur pemanas yang telah dibuat dengan spesifikasi sebagai berikut: Dimensi: P x L x T = 600 x 4000 x400 mm, Media Pemanas yang digunakan gas Elpiji, penggerak: Blower Type Extrusi Fire. Kapasitas dapur dapat memuat 20 jenis peralatan sekali proses penyepuhan dalam jangka waktu 20 s/d 30 menit, dibandingkan dengan proses dapur tiup terbuka yang membutuhkan waktu 50 menit untuk satu produk, sehingga terjadi efisiensi dari segi waktu dan biaya produksi.Kata Kunci: Alat perkakas Pertanian, penyepuhan, managemen usaha, kualifikasi material.