Nirwan Sahiri
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH KUANTITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR ANTOSIANIN DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC) SECARA IN VITRO Ariany, Septian Palma; Sahiri, Nirwan; Syakur, Abdul
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kuantitas cahaya yang berbeda pada kultur in vitro menghasilkan pertumbuhan dan kandungan antosianin tertinggi dari tanaman Daun Dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan serta setiap perlakuan terdapat 2 botol tanaman sehingga seluruhnya terdapat 40 unit botol kultur tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah Perlakuan A = Intensitas cahaya (1156 lux, 107 fc), Perlakuan B = Intensitas cahaya (1818 lux, 167 fc), Perlakuan C = Intensitas cahaya (2500 lux, 213 fc), Perlakuan D = Intensitas cahaya (2850 lux, 302 fc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya nyata meningkatkan semua peubah pertumbuhan dan memberi rata-rata konstribusi kadar antosianin tertinggi.  Perlakuan A intensitas cahaya 1156 lux, 107 fc dengan suhu 240C memberikan hasil pertumbuhan terbaik pada 15 MST yaitu tinggi tunas (5.2 cm), jumlah tunas (20 tunas) dan jumlah daun (81.6 helai).  Kadar antosianin tertinggi dicapai oleh perlakuan A intensitas cahaya 1156 lux, 107 fc (0.92%), selanjutnya diikuti oleh perlakuan C intensitas cahaya 2500 lux, 213 fc (0.85%), perlakuan B 1818 lux, 167 fc (0.75%)  dan kadar antosianin terkecil terdapat pada perlakuan D intensitas cahaya 2850 lux, 302 fc (0.72%).
PENGARUH BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN DAUN DEWA (Gynura pseudochina(L.)DC) Anata, Ramdan; Sahiri, Nirwan; Ete, Andi
AGROTEKBIS Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun dewa merupakan tanaman berkhasiat obat yang masih kurang dikenal masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kota Palu. Tanaman ini banyak memiliki khasiat untuk pengobatan dan juga mudah untuk di budidayakan, sehingga berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi berbagai media tanam dan jenis pupuk kandang yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman daun dewa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2013 yang bertempat di Kelurahan Petobo Jln. Jenderal Soeharto, Kecamatan Palu Selatan, dengan ketinggian tempat kurang lebih ± 85m di atas permukaan laut (dpl). Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yang terdiri atas faktor pertama adalah komposisi media yang berbeda (M) yang terdiri atas 3 (tiga) taraf perlakuan yakni M1 (1:1 (Tanah:Pasir), M2 (1:2 (Tanah:Pasir) dan M3 (2:1 (Tanah:Pasir)dan faktor kedua adalah pupuk kandang (P) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yakni P1 (Pupuk Kandang Ayam), P2(Pupuk Kandang Sapi) dan P3 (Pupuk Kandang Kambing). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali,sehingga secara keseluruhan terdapat 3 x 3 x 3 = 27 dan masing masing perlakuan terdapat 2 (dua) tanaman sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 54 tanaman. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter pengamatan, maka dilakukan analisis ragam (uji F 5%). Jika pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5%.Hasil penelitian menujukan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang terbaik terdapat pada perlakuan P2 dan perlakuan komposisi media terdapat pada perlakuan M1 serta interaksi terbaik terdapat pada perlakuan P2M1 untuk variabel jumlah daun, jumlah anakan dan berat basah tajuk.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC) Listyaningsih, Weni; Sahiri, Nirwan; Madauna, Ichwan
AGROTEKBIS Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun dewa mengandung berbagai unsur kimia, antara lain saponin, flavonoid, minyak atsiri, dan antikoagulan. Dalam pembudidayaan daun dewa perlu pemberian nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhannya karena keberhasilan dari budidaya ditentukan oleh kemampuan produksi tanaman.Sehingga perlu pemberian bahan organik sebagai unsur hara untuk mendapatkan hasil yang optimal bagi pertumbuhan daun dewa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media dan frekuensi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil daun dewa (Gynura Pseudochina (L.) DC). Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yang terdiri atas Faktor pertama adalah komposisi media yang berbeda (K) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf perlakuan yakni K1 (Tanah), K2 (Tanah 1 : Pasir 1) dan K3 (Tanah 2 : 1 Pasir : 1 Pupuk Kandang) dan Faktor kedua adalah Frekuensi pemberian pupuk organik cair (P) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yakni P1 (1 kali; 2 MST), P2 (2 Kali; 2 dan 4 MST) dan P3 (3 Kali; 2, 4 dan 6 MST). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali,sehingga secara keseluruhan terdapat  3 x 3 x 3 = 27  petak percobaan.Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan melihat perlakuan komposisi media yang berbeda (K) dan Perlakuan Frekuensi pemberian pupuk organik cair (P) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman daun dewa, perlakuan komposisi media yang berbeda (K) berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah tajuk dan berat kering tajuk. Perlakuan Frekuensi pemberian pupuk organik cair (P) berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang. Sedangkan interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap variabel panjang akar pada perlakuan media tanah + pasir + pupuk kandang dan penyemprotan 2,4 dan 6 MST.
THE IDENTIFICATION OF MANGO MORPHOLOGY AND ANATOMY (MANGIFERAINDICA L) AT WEST TOBOLI AND POMBALOWO VILLAGE, PARIGI MOUTONG. Wulandari, Widya Tri; Sahiri, Nirwan; Adelina, Enny
AGROLAND: The Agricultural Sciences Journal Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24077593.2018.v5.i1.10331

Abstract

Mango (Mangiferaindica L.) is a type of tropical fruit  which is favored by people in the world and becomes a commodity trade between countries. According to the information, known as mango The Best Loved-Tropical, accompany the popularity of durian as the King of Fruit. The main product of the mango is its thatis  usuallyconsumed in fresh or processed products. But in addition to the fruit,,other components that also played an important role were the mangoes leaves than can be benefit from medicinal plants as an alternative. This research aimed to obtain a diversity of mango tree based on morphological and anatomical analysis of plant the mango in the West Toboli village and Pombalowo Regency, Parigi Moutong Regency. This research was carried out in the village of West Toboli,  District Toboli Parigi North and the village of Pombalowo sub-district of Parigi, Parigiranga Reddy District and Laboratory Science (FMIPA), the University of Tadulako conducted in July to August 2016. This research method using exploratory, as for a character that observed was the height of the plant (m), diameter (cm), the shape of the canopy, the long strands of leaves (cm) width (cm) leaf blade, petiole length (cm). Cluster analysis results in the village there were three groups of Western Toboli diverse namely TBB12, TBB14 and TBB11, in the village of Pombalowo there were three diverse groups namely PBL1, PBL5 and PBL8. Whereas in the second the village obtained a combined five diverse groups namely TBB12, TBB14, TBB2, PBL1 and TBB11. Characters that distinguished the selected accessions were the height of plants, and the diameter of the rod.
PENGARUH JENIS RIMPANG DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc.) Aidin, Anita; Sahiri, Nirwan; Madauna, Ichwan
AGROTEKBIS Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Red ginger (Zingiber officinale Rosc.) is a herbal plant that is cultivated by farmers to meet the raw material of medicine industry and conserve the living environment. It contains various chemical substances such as essential oil and oleoresin (gingerol, zingeron, shogaol, and resin).     It has a rhizome used to proliferation and hoarding food substances. Its rhizome can be devided into main rhizome and tillers rhizome. The main rhizome has an elliptical form while the tillers rhizome has a form of root which distend at the point and forming tubers. In cultivating red ginger, it needs the right media to support the growth. It is because the successful cultivation determined by         the capability of plant production, therefore the use of right media is needed as the supplier of nutrients to get the optimal result for the growth of red ginger. This research was aimed to obtain the kinds of good rhizome and the right composition of planting media in breeding the red ginger. The significance of this research is to give informations about the kinds of good rhizome and the right composition of planting media in breeding red ginger. This research was conducted in an experimental design arranged based on a Randomized Block Design with two factors: first factor is the kind of rhizome consists of main rhizome and tillers rhizome; and second factor is the composition of planting media consist of: soil, soil + sand (1:1); soil + sand + chicken manure (1:1:1); soil + sand + straw (1:1:1). Therefore, there were 8 combination treatments and each treatment repeated for three (3) times. Every experimental unit has two (2) samples of plants. So, there are 48 samples of plants in the polybag. The result of this research shows that the treatment for rhizome type, the composition of planting media and the interaction has significant effect on the plant height, number of leaves, girth, number of shoots and leaf area on the plant agse of 4, 6, 8,10 and 12 weeks after planting (WAP). The highest plant height is 58.35 cm, the highest number of leaves is 13.83, the highest girth is 3.90 cm, the highest number of shoots is 5.67, and the highest leaf area is 418,27 cm2, by using the combination of tillers rhizome and the composition of soil planting media + sand + chicken manure with the composition ratio 1:1:1. Key Words: Planting media composition, Red Ginger, and rhizome.
PERTUMBUHAN BIBIT MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa L.) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM Mutmainna, Mutmainna; Sahiri, Nirwan; Adrianton, Adrianton
AGROTEKBIS Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study objectives is to determine seedling growth of Gods Crown in polybag. The study design was Randomized Block Design with 6 (six) treatments and 4 (four) replications. Treatment used M0 (control), M1 (1:1:1 (soil:sand:chicken manure), M2 (1:1:2), M3 (1:2:1), M4 (2:1:1), and    M5 (2:1:2). The result of research showed that the M2 (1:1:2 (soil:sand:chicken manure) is tangible effect on plant height and number of leaves, but not give the effect to diameter stem, wet weight     of the canopy, dry weight of the canopy, wet weight of root, dry weight of root and ratio dry of    the canopy and root. Treatment M2 with composition (1:1:2) give the best result at this research. Key Words: Gods Crown (Phaleria macrocarpa L), growth, media growing composition.
IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DAN ANATOMI TANAMAN JERUK LOKAL (Citrus Sp) DI DESA KARYA AGUNG DAN KARYA ABADI KECAMATAN TAOPA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Murtando, Hefip; Sahiri, Nirwan; Madauna, Ichwan
AGROTEKBIS Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the morphology and anatomy characters of local citrus cropat the Karya Agung and Karya Abadi. The collection of materials was done by exploration on the morpholog of local citrus cropsat Karya Agung the Village and Karya Abadi villages located at Taopa district of Parigi Moutong and the anatomy observation was done at Laboratory of Integrated Pest and Diseaseof Agriculture Faculty of Tadulako University. The study was conducted in October to November 2015. Total sample of citrus crop were collected for morphology and anatomy was 20 samples consisting of 10 samples from the Karya Agung and 10 samples Karya Abadi village, respectively and analyzed using cluster analysis and the results will be shown as dendrogram. The results showed in dendogram there ara citrus cultivars diversity in Parigi Moutong, especially in the village Karya Agung and Karya Abadi, it is visible from the morphological characters and specific anatomical features shown by the results of a cluster analysis to look at the level of the great diversity. There are three groups of accessions in Karya Agung village named KA03, KA01 and KA09. Also, three groups ofaccessions in Karya Abadi Village named KB09, KB01 and KB10.Key Words: Anatomy, citrus crop, characters, morphology.
IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DAN ANATOMI TANAMAN MANGGA (mangifera) Di KECAMATAN BUNGKU TENGAH KABUPATEN MOROWALI Iban, Iban; Adelina, Enny; Sahiri, Nirwan
AGROTEKBIS Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study was to determine the characteristics ofmangoplant based on specific characteristic of morphology and anatomy of mango plant leaves in the village of Ipi and Bahomohoni, Subdistrict of Central Bungku, Morowali District. Observation of morphological features has done in the village of Ipi and Bahomohoni, while the anatomical observations done in the Laboratory of Biotechnology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, TadulakoUniversity, from June until August 2016. The observed morphological parameters include plant age, height plant, stem diameter, canopy diameter, canopy shape andbars color. Variables of leaf anatomy consists of stomata size, size of the epidermis, stomatal density and stomatal index. The result showed that the morphological and anatomical characters observed based on a cluster analysis described dendogram form. The results of cluster analysis of both villages onthe distance of 0.7 resulted five accession namelyBI14, IP13, IP1, IP9 and BI1. Highest stomatal index of the both villages is accession IP7 and the lowest accession is BI14, while accessions has the highest stomata density/mm2is accession IP13, and the lowest one is accession IP9. That is as initial step to find the source ofhigh quality mango seed.Keywords: Anatomy, Mango, morphology.
PENGARUH BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN DAUN DEWA (Gynura pseudochina(L.)DC) Anata, Ramdan; Sahiri, Nirwan; Ete, Andi
AGROTEKBIS Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun dewa merupakan tanaman berkhasiat obat yang masih kurang dikenal masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kota Palu. Tanaman ini banyak memiliki khasiat untuk pengobatan dan juga mudah untuk di budidayakan, sehingga berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi berbagai media tanam dan jenis pupuk kandang yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman daun dewa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2013 yang bertempat di Kelurahan Petobo Jln. Jenderal Soeharto, Kecamatan Palu Selatan, dengan ketinggian tempat kurang lebih ± 85m di atas permukaan laut (dpl). Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yang terdiri atas faktor pertama adalah komposisi media yang berbeda (M) yang terdiri atas 3 (tiga) taraf perlakuan yakni M1 (1:1 (Tanah:Pasir), M2 (1:2 (Tanah:Pasir) dan M3 (2:1 (Tanah:Pasir)dan faktor kedua adalah pupuk kandang (P) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yakni P1 (Pupuk Kandang Ayam), P2(Pupuk Kandang Sapi) dan P3 (Pupuk Kandang Kambing). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali,sehingga secara keseluruhan terdapat 3 x 3 x 3 = 27 dan masing masing perlakuan terdapat 2 (dua) tanaman sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 54 tanaman. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter pengamatan, maka dilakukan analisis ragam (uji F 5%). Jika pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5%.Hasil penelitian menujukan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang terbaik terdapat pada perlakuan P2 dan perlakuan komposisi media terdapat pada perlakuan M1 serta interaksi terbaik terdapat pada perlakuan P2M1 untuk variabel jumlah daun, jumlah anakan dan berat basah tajuk.
PENGARUH KUANTITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR ANTOSIANIN DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC) SECARA IN VITRO Ariany, Septian Palma; Sahiri, Nirwan; Syakur, Abdul
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kuantitas cahaya yang berbeda pada kultur in vitro menghasilkan pertumbuhan dan kandungan antosianin tertinggi dari tanaman Daun Dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan serta setiap perlakuan terdapat 2 botol tanaman sehingga seluruhnya terdapat 40 unit botol kultur tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah Perlakuan A = Intensitas cahaya (1156 lux, 107 fc), Perlakuan B = Intensitas cahaya (1818 lux, 167 fc), Perlakuan C = Intensitas cahaya (2500 lux, 213 fc), Perlakuan D = Intensitas cahaya (2850 lux, 302 fc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya nyata meningkatkan semua peubah pertumbuhan dan memberi rata-rata konstribusi kadar antosianin tertinggi.  Perlakuan A intensitas cahaya 1156 lux, 107 fc dengan suhu 240C memberikan hasil pertumbuhan terbaik pada 15 MST yaitu tinggi tunas (5.2 cm), jumlah tunas (20 tunas) dan jumlah daun (81.6 helai).  Kadar antosianin tertinggi dicapai oleh perlakuan A intensitas cahaya 1156 lux, 107 fc (0.92%), selanjutnya diikuti oleh perlakuan C intensitas cahaya 2500 lux, 213 fc (0.85%), perlakuan B 1818 lux, 167 fc (0.75%)  dan kadar antosianin terkecil terdapat pada perlakuan D intensitas cahaya 2850 lux, 302 fc (0.72%).