Sahidin Sahidin
Department of Chemistry, Faculty Mathematics and Natural Sciences, Haluoleo University, Kampus Baru Tridharma Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Antimicrobial activities of ethanol extract of Wualae (Etlingera elatior (JACK) R.M. Smith) Wahyuni, Wahyuni; Malik, Fadhliyah; Ningsih, Andryani; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Sahidin, Sahidin
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 3 No 1 (2018): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.707 KB)

Abstract

Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) adalah salah satu tumbuhan dari genus Zingeberaceae yang banyak tersebar di Sulawesi Tenggara yang secara empiris telah digunakan sebagai bahan pangan dan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah E. elatior terhadap bakteri gram positif Staphylococcus aureus ATCC 25923, Bacillus subtilis FNCC 0060, dan bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Salmonella enterica ATCC 14028 menggunakan metode Cup-plate technique dengan pengukuran diameter daya hambat (DDH). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak lebih aktif pada bakteri gram positif dibandingkan gram negatif. Penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh konsentrasi 20 mg/mL dengan nilai DDH 5 mm. sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah E. elatior memiliki aktivitas antibakteri dengan DDH kategori lemah.
Efek Pemberian Ekstrak Etanol Akar Rumput Belulang (Eleusine indica l. Gaertn) Terhadap Penurunan Jumlah Bakteri pada Mencit (Mus musculus) yang Diinokulasi Salmonella typhi Fitra, Idhul Ade Rikit; Sahidin, Sahidin; Karim, Abdul
Medula Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Medula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.5 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek dari pemberian ekstrak etanol akar rumput belulang (E. indica L. Gaertn) terhadap penurunan jumlah bakteri pada hepar mencit (Mus musculus) yang diinokulasi S. typhi.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan the post-test only control group design. Dua puluh ekor mencit dibagi menjadi 4 kelompok, satu kelompok kontrol dan tiga kelompok uji. Kelompok I tidak diberi ekstrak etanol akar rumput belulang sebagai K. Kelompok II diberi ekstrak etanol akar rumput belulang dengan dosis 10 mg/ekor sebagai Uji I. Kelompok III diberi ekstrak etanol akar rumput belulang dengan dosis 20 mg/ekor sebagai Uji II. Kelompok IV diberi ekstrak etanol akar rumput belulang dengan dosis 40 mg/ekor sebagai Uji III. Semua kelompok diberi pakan standar pada hari ke-1 sampai hari ke-7. Pada hari ke-8 mencit diinokulasi S. typhi 1 x 10 6, setelah 2 jam mencit diberi ekstrak etanol akar rumput belulang pada kelompok uji dan Aquadest pada kelompok kontrol. Setelah 24 jam mencit didekapitasi dan diambil heparnya untuk menghitung jumlah koloni bakteri pada jaringan hepar. Rerata jumlah bakteri pada pengenceran ke-2 didapatkan kelompok K = 26.78, kelompok Uji I = 28.28, kelompok Uji II = 24.74, dan kelompok Uji III = 7.98. Uji Mann-Whitney U didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok K dengan Uji III p=0.008, Uji I dengan Uji III p=0.007, dan Uji II dengan Uji III p=0.009(p=<0,05).Ekstrak etanol akar rumput belulang dapat menurunkan jumlah koloni bakteri pada mencit yang diinokulasi S. typhi pada tiap-tiap dosis.Kata Kunci : Akar rumput belulang, Koloni bakteri, Hepar, Salmonella typhi
Toksisitas Akut Senyawa Metabolit Sekunder dari Spons Laut Clathria sp. Sadarun, Baru; Malaka, Muhammad Hajrul; Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, Sahidin
Pharmauho Vol 3, No 1 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.894 KB)

Abstract

Isolasi dan penentuan struktur senyawa metabolit sekunder dari ekstrak metanol spons laut Clathria sp serta uji toksisitasnya terhadap larva udang Artemia salina Leach telah dilakukan. Tahapan isolasi dimulai dengan ekstraksi menggunakan teknik maserasi dengan pelarut metanol dilanjutkan, selanjutnya dilakukan pemisahan dengan teknik kromatografi, meliputi kromatografi kolom vakum (KKV), dan kromatografi radial (KR). Struktur senyawa hasil pemurnian dianalisis dengan metode spektroskopi menggunakan FTIR dan NMR-1D (1H dan 13C-NMR) serta dibandingkan dengan data sejenis dari literatur. Isolat diperoleh berupa padatan berwarna putih 3β-(hydroxymethyl)-A-nor-5α-cholest-l5-ene. Hasil uji toksisitas akut isolat terhadap larva A. salina menunjukkan isolat tidak bersifat toksik dengan nilai LC50 sebesar 497,58 ppmKata kunci: Clathria, spons, steroid, toksisitas, A. salina
Aktivitas Antioksidan Senyawa Asam 5(E)-Eikosenoat dari Batang Tanaman Polygonum pulchrum Bl Malaka, Muhammad Hajrul; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Azhar, Muhammad; Hamsidi, Rini; Sahidin, Sahidin
Pharmauho Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.093 KB)

Abstract

Isolation and identification of secondary metabolite stem bark of Polygonum pulchrum and its antioxidant activity were done. Extraction was performed by maceration using methanol solvent. The separation and purification obtained by using vacuum liquid chromatography (VLC), radial chromatography (RC) and monitored by thin layer chromatography (TLC). Identification of isolated compounds determined by spectroscopy method i.e. FT-IR, 1D-NMR (1H, 13C-NMR and DEPT) and 2-D NMR (HMQC and HMBC). White solid compound was isolated and characterized as 5(E)-eicosenoic acid. Antioxidant was analyzed towards DPPH (1,1-diphenyl-picrilhydrazil). The compound showed that has antioxidant potency with IC50 value at 348.10 µM.Keywords: Polygonum pulchrum, 5(E)-eicosenoic acid, antimicrobial, antioxidant 
RESVERATROL 10C-GLUKOPIRANOSIDA DAN HEIMIOLA, KARAKTER Hopea gregaria SECARAKEMOTAKSONOMI Sahidin, Sahidin; Hakim, EH; Syah, YM; Juliawaty, LD; Achmad, SA; Din, LB; Latip, J
BERITA BIOLOGI Vol 9, No 3 (2008)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.081 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v9i3.785

Abstract

Ten resveratrol oligomers have been isolated from the stem bark of H. gregaria i.e. resveratrol lOC-glucopyranoside (1), heimiol A (2), balanocarpol (3), ampelopsin A (4), hopeaphuran (5), E-viniferin (6), parviflorol (7), a-viniferin (8), hopeaphenol (9), and vaticanoi B (10). The structures of these compounds were determined base on spectroscopic methods including UV, IR, 1-D NMR, 2-D NMR and comparison with the reported data. Implication of the compounds invention is not only strengthen conclusion that Hopea tends to produce resveratrol dimmers but also showed that resveratrol lOC-glucopyranoside (1) and heimiol A (2) are phytochemical markers of. H. gregaria.
RESVERATROL DIMERS FROM STEM BARK OF Hopea gregaria AND THEIR CYTOTOXIC PROPERTIES Sahidin, Sahidin; Hakim, Euis Holisotan; Syah, Yana Maolana; Juliawaty, Lia Dewi; Achmad, Sjamsul Arifin; Bin Din, Laily; Latip, Jalifah
Indonesian Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.862 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21629

Abstract

Six resveratrol dimers have been isolated from the stem bark of H. gregaria, ampelopsin A (1), balanocarpol (2), ε-viniferin (3), hopeafuran (4), heimiol A (5), and parviflorol (6). The structures of these compounds were determined based on spectroscopic evidence such as UV, IR, 1-D, 2-D NMR and comparison with the reported data. These compound inventions are strengthen conclusion that Hopea tends to produce resveratrol dimers. Biological activity of those compounds against murine leukemia P-388 cells showed that ε-viniferin (3) is the most active compound with IC50 value 5.1 ± 0.3 μg/mL.   Keywords: H. gregaria, resveratrol dimers, murine leukemia P-388 cells
KAJIAN FITOKIMIA Hopea mengarawan DAN IMPLIKASINYA PADA KEMOTAKSONOMI HOPEA Sahidin, Sahidin; Hakini, EuisH; Syah, Yana M; Juliawaty, Lia D; Achmad, Sjamsul A.; Din, Laily Bin; Latip, Jalifah
BERITA BIOLOGI Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.734 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v8i2.2036

Abstract

Nine resveratrol oligomers have been isolated from the stem bark of Hopea mengarawan i.e. diptoindonesin D (1), balanocarpol (2), ampelopsin A (3), hopeaphuran (4), heimiol A (5), parviflorol (6), a-viniferin (7), isohopeaphenol (8), and vaticanol B (9).The structures of these compounds were determined based on spectroscopic evidence such as UV, IR, 1-D, 2-D NMR and comparison with the reported data. Those compounds implied that Hopea tends to produce resveratrol dimers. Moreover, in subgenus level, besides ampelopsin A (3) and isohopeaphenol (9), resveratrol oligomers in H. mengarawan the same as in H.dryobalanoides. It indicated that H. mengarawan and H. dryobalanoid.es came from the same subgenus.
Uji Efek Antihiperlipidemia Ekstrak Etanol Batang Tumbuhan Bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) pada Mencit Jantan Galur Balb-C Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, Sahidin; Rustam HN, Muhammad; Malaka, Muhammad Hajrul; Yusuf, Muhammad Ilyas; Poko, Feny Rizkia
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.089 KB)

Abstract

Abstrak Hiperlipidemia adalah penyakit kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar kolesterol total, LDL (Low Density Lipoprotein), trigliserida, dan penurunan kadar HDL (High Density Lipoprotein) di dalam darah, serta penyebab terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperlipidemia dari ekstrak etanol batang tanaman bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) pada mencit jantan galur Balb-C. Sebanyak 42 ekor mencit jantan galur Balb-C dibagi secara acak ke dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kelompok kontrol induksi MDLT, kelompok kontrol dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok pembanding (simvastatin). Kelompok kontrol normal hanya diberikan makanan standar (pellet). Kelompok kontrol induksi MDLT, dosis I, dosis II, dosis III, dan pembanding (simvastatin) diberikan Makanan Diet Lemak Tinggi (kuning telur 80%, sukrosa 15%, lemak sapi 5% dan PTU 25 mg/ml). Setelah 2 minggu pemberian, ditambahkan berturut-turut Na-CMC 0,5% ekstrak dengan dosis 1,36 mg/gBB, 4,09 mg/gBB, 7,28 mg/gBB, dan simvastatin 0,1 mg/gBB pada kelompok kontrol dosis I, dosis II, dosis III dan kelompok pembanding (simvastatin). Setelah 1 minggu perlakuan, dilakukan pengambilan darah pada vena aorta dan penetapan kadar kolesterol total, kadar trigliserida, kadar HDL dan kadar LDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang tanaman bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) memiliki efek antihiperlipidemia pada dosis 4,09 mg/gBB ditinjau dari penurunan kadar kolesterol total, kadar trigliserida, peningkatan kadar HDL dan dosis III 7,28 mg/gBB ditinjau dari penurunan kadar LDL.Kata kunci: Bambu-bambu, HDL, LDL, hiperlipidemia, mencit.
Anti-inflammatory Activity of Pharmaceutical Gel of Ethanolic Extract from Marine Sponge Xestospongia Sp Zubaydah, Wa Ode Sitti; Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, Sahidin; Halik, Tian Amalia; Andriani, Rina; Indalifiany, Astrid; Fristiohady, Adryan
Borneo Journal of Pharmacy Vol 2 No 1 (2019): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : ?Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v2i1.694

Abstract

The aim of this study was to determine the characteristics of the gel formula based on it’s organoleptic properties, pH, viscosity, dispersion and homogenity by stability test carried out using the cycling test method and to determine the anti-inflammatory activity of the Xestospongia Sp. in male white mice (Mus musculus) by creating an artificial edema on the mice left foot induced by 1% λ-carrageenan. The gel formula from the ethanol extract of Xestospongia Sp. sponge was physically stable in terms of its organoleptic observation, homogenity, pH and viscosity test. However, the results that were obtained after dispersion test did not fulfill the requirements. In this study, the gel formula of the ethanol extract of Xestospongia Sp. sponge was administered on the mice left foot by using the variations in extract concentration of 0.02%, 0.03%, and 0.04%, and the gel without extract as a negative control and Galtaren®gel (1% Diclofenac Sodium) as a positive control. The evaluated data were in the form of mice leg edema volume measured based on its percent of inflammation and percent of inflammatory inhibition and observed for 360 minutes. The data were analyzed by using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test with a confidence level of 95%. The results of this study showed that the gel formula of ethanol extract of Xestospongia Sp. sponge has an anti-inflammatory effect on each concentration and the formula that has a large anti-inflammatory effect was obtained at extract concentration of 0.04%.
Potensi Antibakteri Ekstrak Metanol dan Senyawa Aromatik dari Buah Wualae (Etlingera elatior) Sahidin, Sahidin; Salsabila, Syefira; Wahyuni, Wahyuni; Adryan, Fristiohady; Imran, Imran
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Syarif Hidayatullah State Islamic Uni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i1.8658

Abstract

Buah tanaman wualae (bahasa Tolaki) atau Etlingera elatior digunakan oleh masyarakat Tolaki (Sulawesi Tenggara) sebagai bumbu masak dan obat tradisional. Untuk mengungkap potensi tersebut, khususnya buah wualae, dilakukan kajian fitokimia dan farmakologi buah wualae. Kajian fitokimia meliputi isolasi dan penentuan struktur dikerjakan dengan metode kromatografi (kromatografi vakum cair dan kromatografi radial) dan spektroskopi (1H dan 13C NMR). Kajian farmakologi meliputi uji aktivitas biologi terhadap enam jenis bakteri (Bacillus subtilis FNCC 0060, Escherichia coli ATCC 35218, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Salmonella enterica ATCC 14028, Staphylococcus aureus ATCC 25923, dan Streptococcus mutans ATCC 25175). Hasilnya menunjukkan tiga senyawa fenolik telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari buah wualae yaitu asam vanilat (1), asam p-hidroksibenzoat (2), dan asam kumarat (3). Ketiga senyawa tersebut pertama kali dilaporkan berhasil diisolasi dari buah E. elatior. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol buah wualae dan tiga senyawa hasil isolasi menunjukkan bahwa sampel tersebut paling aktif terhadap bakteri S. mutans. Dengan demikian aktivitas senyawa-senyawa hasil isolasi dari buah E. elatior  berkorelasi dengan aktivitas ekstrak metanol buah E. elatior  terhadap S. mutans, dimana senyawa paling aktif adalah asam vanilat. Ekstrak yang dominan mengandung asam vanilat dari tanaman ini dapat dikembangkan sebagai herbal antibakteri S. mutans seperti herbal karies gigi dan obat kumur. Kata kunci: Etlingera elatior, wualae, buah, senyawa aromatik, antibakteri. The fruits of wualae (Tolakinese) or Etlingera elatior is utilized by Tolakinese (Sulawesi Tenggara) as spices and traditional medicine. To reveal the potencies, a study on phytochemical and pharmacological aspects have been carried out. The phytochemical study includes isolation and structure determination used chromatography methods (vacuum liquid chromatography and radial chromatography) and spectroscopy methods (1H NMR and 13C NMR). Biological activity was evaluated against some bacteria that are Bacillus subtilis FNCC 0060, Escherichia coli ATCC 35218, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Salmonella enterica ATCC 14028, Staphylococcus aureus ATCC 25923, and Streptococcus mutans ATCC 25175). The results showed that three aromatic compounds had been isolated and identified that are vanillic acid (1), p-hydroxybenzoic acid (2) and coumaric acid (3). All compounds are firstly reported that successfully isolated from fruits of Wualae. Antibacterial potency indicated that the methanol extracts and the isolated compounds are the most active towards S. mutans and have good activity correlation between the extracts and the compounds. Vanillic acid is the most active compound from E. elatior fruits. Thus, the extracts contain dominantly vanillic acid from          E. elatior fruits can be developed to be antibacterial herbals caused by S. mutans. Keywords: Etlingera elatior, wualae, fruits, aromatic compounds, antibacterial activity.