Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS RESPON PEMANGKU KEPENTINGAN DI DAERAH TERHADAP KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT

ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.906 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan dan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Riau kurang berminat terhadap program penanaman tanaman kehutanan, disebabkan adanya pengalaman buruk di masa sebelumnya. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta menyambut baik program tersebut, dan mendukung terselenggaranya program sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan hasil analisis stakeholder diketahui bahwa terdapat sejumlah pemangku kepentingan di daerah yang memiliki posisi dan pengaruh penting untuk keberhasilan program. Hal ini berimplikasi bahwa para pengambil kebijakan di tingkat pusat harus mempertimbangkan aspirasi mereka untuk mewujudkan keberhasilan program HTR.

SEJARAH PENGUASAAN SUMBER DAYA PESISIR DAN LAUT DI TELUK TOMINI

Paramita: Historical Studies Journal Vol 25, No 1 (2015): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze the historical milestones of coastal and sea resources management in Tomini Bay. It used a critical theory paradigm with two strategies, namely historical sociology and case studies. The collected data were primary and secondary ones, then were analyzed by using qualitative approach. The analysis results indicated that coastal and sea management in To-mini Bay could be divided into era before 1901, when Bajo Tribe was the sea adventurer in To-mini Bay as well as owning the resources. Since 1901 to independence era of Old Order, Bajo tribe began to settle to coastal area, built houses above the sea surfaces with economic resources coming from fishing and other sea pickings.  During the New Order, precisely from 1977 to Reformation Order, the existence of Bajo Tribe was terribly disturbed by the wood company, fishpond, and conservation policy. In this era, Bajo Tribe faced the resettlement pressure that caused their community was divided, Sea Bajo and Land Bajo.  This reality caused the access of the Land Bajo community to the coastal and sea resources was limited, while the Sea Bajo community was progressively under the pressure of of the expansion of the wood company, fishpond, and conservation policy.Key words: Bajo Tribe, wood company, fishpond, conservation, resettlement, cultural tourismTujuan penelitian ini adalah menganalisis tonggak-tonggak sejarah penguasaan sumber daya pesisir dan laut di Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan paradigma teori kritis, dengan strategi sosiologi sejarah dan studi kasus. Data yang terkumpul berupa data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan sumber daya pesisir dan laut di Teluk Tomini dapat dibagi atas masa sebelum tahun 1901, yang ditandai Suku Bajo sebagai pengembara laut di Teluk Tomini sekaligus me-nguasai sumber daya yang ada. Sejak tahun 1901 sampai masa kemerdekaan (Orde Lama), Suku Bajo mulai hidup menetap dengan membangun rumah di atas permukaan laut, ekonomi bersumber dari menangkap ikan di pesisir dan mengumpulkan hasil-hasil laut lainnya. Memasuki Orde Baru, tepatnya mulai tahun 1977 sampai Orde Reformasi, eksistensi Suku Bajo mulai terganggu dengan masuknya perusahaan kayu, tambak, dan kebijakan konservasi. Di era ini Suku Bajo mengalami tekanan resettlement, menyebabkan komunitas mereka terbelah. Akses komunitas Bajo Darat ke laut menjadi terbatas, sementara komunitas Bajo Laut makin terjepit oleh ekspansi perusahaan kayu, tambak, dan kebijakan konservasi.Kata-kata kunci: Suku Bajo, perusahaan kayu, usaha tambak, konservasi, resettlement, pariwisata budaya  

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi Kasus Putusan No: 164/Pid.B/2009/PN.PL)

Legal Opinion Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Legal Opinion

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.022 KB)

Abstract

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pada Pasal 1 Ayat (2) dijelaskan bahwa: ”perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Kenakalan anak sering disebut dengan “ Juvenile delinquency “ yang diartikan dengan anak cacat sosial. Delinkuensi diartikan sebagai tingkah laku yang menyalahi secara ringan norma dan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat. Kenakalan remaja adalah terjemahan kata “ Juvenile delinquency “ dan dirumuskan sebagai suatu kelainan tingkah laku, perbuatan ataupun tindakan remaja yang bersifat asosial, bertentangan dengan agama, dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Dalam kaitan ini remaja diartikan sebagai anak yang ada dalam usia antara dua belas tahun dan di bawah delapan belas tahun serta belum menikah.Penanganan perkara anak yang tidak dibedakan dengan perkara orang dewasa dipandang tidak tepat karena sistem yang demikian akan merugikan kepentingan anak yang bersangkutan. Anak yang mendapat tekanan ketika pemeriksaan perkaranya sedang berlangsung akan mempengaruhi sikap mentalnya. Ia akan merasa sangat ketakutan, merasa stres, dan akibat selanjutnya ia menjadi pendiam dan tidak kreatif. Dalam dirinya ia merasa dimarahi oleh pejabat pemeriksa dan merasa pula dirinya dijauhi oleh masyarakat. Hal ini yang sangat merugikan kepentingan anak. Jangan sampai nantinya setelah menjalani masa hukuman, anak menjadi bertambah kenakalannya. Jangan sampai si anak yang pernah tersangkut perkara pidana tidak dapat bergaul dengan baik, sehingga anak dapat mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa. Oleh karena itu dalam menangani perkara anak terutama bagi para petugas hukum diperlukan perhatian yang khusus. Pemeriksaannya atau perlakuannya tidak dapat disama ratakan dengan orang dewasa, perlu dengan pendekatan-pendekatan tertentu sehingga si anak yang diperiksa dapat bebas dari rasa ketakutan dan rasa aman. Perhatian terbesar dalam tindakan perlindungan anak adalah perkembangan anak, agar anak dapat berkembang dan tumbuh dengan baik dalam berbagai sisi. Anak merupakan amanah sekaligus makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Anak wajib dilindungi dan dijaga baik secara hukum, ekonomi, politik, sosial maupun budaya dengan tidak membedakan suku, ras, agama, dan golongan. Anak sebagai generasi penerus yang akan menentukan nasib dan masa depan bangsa secara keseluruhan di masa yang akan datang sehingga hal-hal apa saja yang menjadi hak-hak anak merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijunjung tinggi. Kata Kunci : Perlindungan Hukum Terhadap Anak, Anak Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan

INTERFERENSI BAHASA BUGIS TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI PASAR TRADISIONAL DESA SIOYONG KABUPATEN DONGGALA

BAHASANTODEA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.747 KB)

Abstract

The title of this research “The Interference  of Buginese to the using Indonesian Language In the Sioyong Traditioal Market Donggala Regency”, the problem of this reearch is (1). How is the Buginese Interference form to the using indonesian language in the sioyong traditional market of Donggala regency, (2). What are the cause interference of buginese factors to the using indonesian language in the sioyong traditional market donggala regency happen. The purpose of this research are : (1) To describe the cause interference of buginese factors to the using indonesian language in the Sioyong traditional market donggala regency happen. The data accumulation was done by some of the techniques. There are: (1) Observation, (2) Interview, (3) Documentation, and (4) Fieldwork notes. There are two sources data. They are primary and secondary data. The method that used in this analysis data is descriptive qualitative method and the data analysis technique was done by (1) Data Accumulation, (2) Data reduction, (3) Data presentation steps (4) concluding step. According of this research could take the some of concludes: the interference happening at : (1). Phonology Interference is the changes of phonem /o/ to be /u/, Phonemes /e/ be /i/, the missing of Phoneme /e/, /h/ and /k/ (2). Morphology interference, (a) affixation interference; is the prefix {pem-} be {pen-}, {pe-} be {pa-}, {ter-} be {ta-}, the using of enclitic {-pi}and {-kik}, and (b) lexical Interference are verb interference, noun interference, adjective interference, question word interference, and numeral word interference. (3) Syntactic interference is the changes of the structure sentence pattern of indonesian language which interferenced by buginese. There are (a) Phrase interference, and (b) Clause Interference.

The Existence of Gampong in the Middle of Changing Community

KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 8, No 1 (2016): Komunitas, March 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The passage of Act No. 18, 2001 on regional autonomy and followed up with the issuance of Qanun No. 4, 2003 on mukim, and Qanun No. 5, 2003 on gampong and reinforced by UUPA No. 11, 2006 on Acehnese government is a history of social identity of Acehnese society, which has been neglected during the conflict. The regional government has made some breakthroughs and one of the breakthroughs was gampong revitalization through a program called “back to gampong”. The study aims to answer the dynamic of revitalization of gampong institution in the middle of special autonomy implementation and the implementation of Qanun gampong in the administration of gampong institution. The study shows that the implementation of program “back to gampong” encourages the strengthening process of gampong institution as well as weakens the institution itself. The development of gampong that focuses on physical aspect has created coordination gap among officials of gampong institution in planning system and financial management.  The tug in the mechanism of financial development and management at gampong has created a space for the involvement and influence from gampong elite in gampong governance. Non-uniform honorary allocation for gampong governmental apparatus is one of indicators of weak role and function of gampong cultural institution because the previous inherent communal values have been calculated economically.

ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PEMBAYARAN UANG KULIAH (STUDI KASUS STIE MUHAMMADIYAH PALOPO)

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Ekonomi Pembangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan dalam penelitian ini membahas tentang analisis sistem informasi akuntansi pada sistem pembayaran uang kuliah STIE Muhammadiyah Palopo dengan menggunakan program Sistem Informasi Manajemen Keuangan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui prosedur pembayaran uang kuliah di STIE Muhammadiyah Palopo. Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan ke para pengguna. Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA MASYARAKAT PADA OBJEK WISATA ALAM DI KELURAHAN KAMBO KECAMATAN MUNGKAJANG KOTA PALOPO

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Ekonomi Pembangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.18 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan progam KKN-PPM ini adalah peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat untuk memanfaatkan potensi objek wisata alam pada Kelurahan Kambo Kecamatan Mungkajang Kota Palopo sebagai mata pencaharian dan sumber pendapatan keluarga. Melakukan pembinaan dan pendampingan dalam menyiapkan berbagai fasilitas pendukug objek wisata alam, baik pada aspek teknis maupun aspek manajemen secara komprehenship. Target khusus progam KKN-PPM ini adalah berupa pembuatan gazebo pada lokasi strategis, menyiapkan fasilitas pendukung yang berdampak pada penumbuhan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha jasa wisata, peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya berusaha, peningkatan pengetahuan tentang manajemen pemasaran jasa wisata, sehingga terjalin kerjasama yang memberikan manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam progam KKN-PPM ini adalah pendampingan dan penyuluhan dalam bentuk pelatihan pembuatan gazebo pada lokasi objek wisata alam yang strategis. Selain itu dilakukan pembinaan manajemen kerjasama antar kelompok yang saling menguntungkan. Adapun rencana kegiatan progam KKN-PPM, meliputi: (a) sosialisasi program KKN-PPM untuk menyatukan persepsi tim pengusul dengan mitra, (b) penyiapan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan kegiatan, (c) penyiapan peralatan dan introduksi peralatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh tim pengusul, (d) peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra melalui pelatihan (penguatan jiwa entrepreneurship, pelatihan pembuatan gazebo, pelatihan penggunaan dan perawatan objek-objek wisata alam, pelatihan manajemen pemasaran jasa wisata, (e) operasionalisasi program KKN-PPM dan (f) monitoring dan evaluasi program untuk menjamin keberlanjutan dan pengembangan program KKN-PPM di masa yang akan datang. Keyword: Pemberdayaan, Objek wisata alam dan Kelompok usaha

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP RISIKO KREDIT MACET KENDARAAN BERMOTOR PADA PT ADIRA FINANCE CABANG PALOPO

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 3, No 2 (2017): Desember
Publisher : Jurnal Ekonomi Pembangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.214 KB)

Abstract

Bisnis pembiayaan kendaraan bermotor merupakan salah satu bisnis yang memiliki tingkat risiko yang sangat besar. Usaha untuk mengurangi risiko yang akan timbul dalam proses pemberian kredit, perusahaan memperketat dan mengevaluasi prosedur yang digunakan untuk pengkreditan dengan cara menerapkan system pengendalian internal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi sistem pengendalian internal terhadap risiko kredit macet kendaraan bermotor pada PT Adira Finance Cabang dan mengidentifikasi dampak penerapan pengendalian internal terhadap risiko kredit macet kendaraan bermotor pada PT Adira Finance Cabang Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup signifikan antara sistem pengendalian internal dengan risiko kredit macet kendaraan bermotor pada PT Adira Finance Cabang Palopo dimana nilai korelasinya 61,6% dan determinasinya 37,9%.

Pengabdian KKN-PPM Desa Wonorejo Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur

RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Desember
Publisher : RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.731 KB)

Abstract

Melalui kegiatan KKN-PPM kita dituntut untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kita diharapkan menjadi motivator dan fasilitator dari usaha pembangunan terutama di daerah pedesaan. Masyarakat dapat berbagi permasalahan yang ada dan mencari solusi dengan partisipasi peserta KKN-PPM, terjalin kerjasama dalam proses pembangunan di daerah setempat. Adapun tujuan atau target diharapkan dapat tercapai adalah: (a) menumbuhkan rasa solidaritas gotong royong antarwarga; (b) pelatihan penerapan pengajaran atau pembimbingan kurikulum TPA di setiap Mushalla; (c) mencegah anak-anak yang sudah merokok di usia dini; dan (d) melatih ibu-ibu rumah tangga agar bisa mengembangkan usaha industri rumah tangga dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Metode pelaksanaan kegiatan KKN-PPM dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan-pelatihan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat secara langsung. Beberapa hasil yang dicapai dari kegiatan KKN-PPM ini adalah terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman, tersedianya guru pengajar sesuai kurikulum TPA di setiap mushalla, tumbuhnya jiwa kewirausahaan ibu rumah tangga, dan tersedianya obat-obat alami dari tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga). 

PENGARUH PELAYANAN ERNA SALON TERHADAP KEPUASAN JASA KECANTIKAN (KONSUMEN) DI BAEBUNTA KABUPATEN LUWU UTARA

Jurnal Manajemen Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Manajemen

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Pelayanan Erna Salon Terhadap Kepuasan Jasa Kecantikan (Konsumen) di Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian explanatory dan menggunakan metode survey. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pelanggan/konsumen pada Erna Salon selama tiga bulan terakhir yakni terhitung pada bulan Januari–Maret dimana sampel penelitian ini berjumlah 100 Sampel, yang diambil dari responden. Metode analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Regresi Linier Berganda, dimana variabel bebasnya yaitu Pendidikan (X1), Keterampilan Kerja (X2), Empati (X3), Pengalaman Kerja (X4) sedangkan untuk variabel dependen yaitu Keputusan Memilih Salon (Y).