Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Sistem Audit Sosial untuk Mengevaluasi Kinerja Layanan Pemberdayaan Sosial Muljono, Pudji; Saharuddin, .; Sihaloho, Martua
Jurnal Sodality Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Departemen SKPM FEMA IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Audit sosial merupakan kerangka kerja yang memungkinkan sebuah organisasi memiliki dokumentasi, laporan dan menyusun sebuah proses yang dapat menghitung kinerja sosial, melaporkan kinerja dan menciptakan sebuah rencana aksi untuk mengembangkan kinerja tersebut, sampai kepada aspek pemahaman dampak pada masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada stakeholders. Tujuan penulisan ini adalah untuk menyajikan hasil pengembangan sistem audit sosial yang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai kinerja pelaksanaan program/kegiatan yang berlangsung di lingkup Departemen Sosial RI. Lokasi uji coba pengembangan sistem audit sosial adalah pada 6 (enam) provinsi yaitu Provinsi Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja program layanan sosial bervariasi antara satu daerah atau lokasi dengan daerah atau lokasi lainnya. Rekomendasi yang diajukan dari kajian ini adalah bahwa untuk mendukung implementasi sistem audit sosial perlu dikeluarkan seperangkat regulasi di tingkat kementrian berupa Keppmen, sehingga penerapan sistem audit sosial lebih bersifat mengikat dan pedoman operasional atau pedoman teknis terkait. Selain itu perlu upaya pengembangan sumberdaya manusia yang akan mengelola sistem audit sosial tersebut pada lingkup dinas sosial provinsi atau kab/kota dan PSKS/komunitas, misalnya melalui pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, dan sebagainya.
Analysis of growth of sandfish Holothuria scabra cultured at different cultivated habitat Tuwo, Ambo; Tresnati, Joeharnani; Saharuddin, .
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 2, No 1 (2012): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in the sea cucumber culture development in Indonesia is the difficulty to find the culture area that could provide optimal production. This study analyzed the cultivated habitat that could provide optimal growth,proximate and total energy to sandfish Holothuria scabra cultivated in different habitats. The study was done from March to June 2011 in the Puteangin Island, Lasitae Village, District Tanete Rilau, Barru Regency, South Sulawesi.The cage size used was 2 m in length, 1 m in width, and 1.5 m in height. The net mesh-size was 0.5 inch. The cage placed at three different habitats, i.e. sandy overgrown with seagrass habitat, sandy covered with corals habitat, andsandy habitat. The study consisted of three treatments and three replications. Growth was observed by measuring the daily specific growth rate and absolute weight growth. Proximate and energy content of sandfish was analyzed atthe beginning and the end of the study. The study reveals that the sand and seagrass habitat provide the best results with daily specific growth rate is 1.15% ± 0.03%. The absolute weight growth is 28.45 g ± 0.95 g. The proximate content is 0.24 g ± 0.492 g for protein, 0.07 g ± 0.395 g for fat, and 18.026 g ± 0.39 g for carbohydrate. The highest energy content is 176 997 calories.
Pengembangan Sistem Audit Sosial untuk Mengevaluasi Kinerja Layanan Pemberdayaan Sosial Muljono, Pudji; Saharuddin, .; Sihaloho, Martua
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Audit sosial merupakan kerangka kerja yang memungkinkan sebuah organisasi memiliki dokumentasi, laporan dan menyusun sebuah proses yang dapat menghitung kinerja sosial, melaporkan kinerja dan menciptakan sebuah rencana aksi untuk mengembangkan kinerja tersebut, sampai kepada aspek pemahaman dampak pada masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada stakeholders. Tujuan penulisan ini adalah untuk menyajikan hasil pengembangan sistem audit sosial yang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai kinerja pelaksanaan program/kegiatan yang berlangsung di lingkup Departemen Sosial RI. Lokasi uji coba pengembangan sistem audit sosial adalah pada 6 (enam) provinsi yaitu Provinsi Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja program layanan sosial bervariasi antara satu daerah atau lokasi dengan daerah atau lokasi lainnya. Rekomendasi yang diajukan dari kajian ini adalah bahwa untuk mendukung implementasi sistem audit sosial perlu dikeluarkan seperangkat regulasi di tingkat kementrian berupa Keppmen, sehingga penerapan sistem audit sosial lebih bersifat mengikat dan pedoman operasional atau pedoman teknis terkait. Selain itu perlu upaya pengembangan sumberdaya manusia yang akan mengelola sistem audit sosial tersebut pada lingkup dinas sosial provinsi atau kab/kota dan PSKS/komunitas, misalnya melalui pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, dan sebagainya.
Pengembangan Program Green-Posdaya dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pemberdayaan Masyarakat Muljono, Pudji; Saharuddin, .
Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2015): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this activity is to develop a Green-Posdaya programe to improve the quality of community empowerment, especially in the fields of economics, education, health, and the environment. The program is implemented in five villages in the District Klapanunggal, Bogor Regency, whose synergy between professional course work (KKP) IPB student partnership programe through CSR activities of PT. Holcim indonesia, Tbk. In the first year has been realized several achievements that are still pioneering activities and mentoring beginning, namely the development of Green-Posdaya, improved management of early childhood education, and strengthening microfinance institutions. It is expected that the activities of the next period, gradually achieved healthier living conditions and welfare of local communities. 
Pengembangan Sistem Audit Sosial untuk Mengevaluasi Kinerja Layanan Pemberdayaan Sosial Muljono, Pudji; Saharuddin, .; Sihaloho, Martua
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/sodality.v1i3.5898

Abstract

Audit sosial merupakan kerangka kerja yang memungkinkan sebuah organisasi memiliki dokumentasi, laporan dan menyusun sebuah proses yang dapat menghitung kinerja sosial, melaporkan kinerja dan menciptakan sebuah rencana aksi untuk mengembangkan kinerja tersebut, sampai kepada aspek pemahaman dampak pada masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada stakeholders. Tujuan penulisan ini adalah untuk menyajikan hasil pengembangan sistem audit sosial yang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai kinerja pelaksanaan program/kegiatan yang berlangsung di lingkup Departemen Sosial RI. Lokasi uji coba pengembangan sistem audit sosial adalah pada 6 (enam) provinsi yaitu Provinsi Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja program layanan sosial bervariasi antara satu daerah atau lokasi dengan daerah atau lokasi lainnya. Rekomendasi yang diajukan dari kajian ini adalah bahwa untuk mendukung implementasi sistem audit sosial perlu dikeluarkan seperangkat regulasi di tingkat kementrian berupa Keppmen, sehingga penerapan sistem audit sosial lebih bersifat mengikat dan pedoman operasional atau pedoman teknis terkait. Selain itu perlu upaya pengembangan sumberdaya manusia yang akan mengelola sistem audit sosial tersebut pada lingkup dinas sosial provinsi atau kab/kota dan PSKS/komunitas, misalnya melalui pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, dan sebagainya.