Articles
12
Documents
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 21 MAKSSAR

JKIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5 No 2 (2018): JKIP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.116 KB)

Abstract

Tesis ini membahas tentang strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 21 Makassar, tujuannya untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 21 Makassar, mutunya,  faktor pendukung dan penghambat serta alternatif kepala sekolah menghadapi hambatan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 21 Makassar.             Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, interviw, dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogis, sosiologis, psikologis dan manajerial.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu  pendidikan di SMA Negeri 21 Makassar meliputi: komitmen kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, merumuskan visi-misi pendidikan, membentuk team work sebagai penggerak mutu,  membagi wewenang dan tanggung  jawab, melengkapi sarana-pra sarana sesuai kebutuhan sekolah, memberdayakan seluruh komponen sekolah, mengontrol seluruh kegiatan sekolah, dan evaluasi setiap diri untuk meningkatkan kinerja.  Mutu pendidikannya meliputi: inputnya baik, proses berjalan efektif dan efesien, outputnya baik karena banyak berhasil masuk Universitas  Negeri dan outcome baik, karena mendapatkan apresiasi di masyarakat. Faktor pendukungnya meliputi: Kepemimpinan yang ramah dan tidak sentralistik, sarana-pra sarana memadai, SDM  (profesionalisme),  team work  yang baik, dukungan  seluruh komponen sekolah  dan  masyarakat. Foktor penghambatnya meliputi: Rendahnya sarana,  rendahnya kualitas guru, rendahnya prestasi siswa, mahalnya biaya pendidikan bagi sekolah sebelum ada dana bantuan dari APBN, dan alternatifnya meliputi: Evaluasi kepala sekolah  terhadap; sarana pra sarana agar ditingkatkan sesuai kebutuah siswa, Pelatihan dan Ditlat bagi guru dan staf untuk  meningkatkan profesionalisme mereka, mengadakan bimbingan secara kontinew bagi seluruh siswa untuk meningkatkan kecerdasan dan mengembangkan bakat mereka,  briping setiap hari bersama team work untuk saling berbagi informasi tentang kemajuan dan kemunduran  sekolah, dan  bermusyawara bersama seluruh stake holders jika ada persoalan besar yang harus diselesaikan.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DENGAN PENDEKATAN BERMAIN TERHADAP PENINGKATAN KESEGARAN JASMANI SISWI SMA NEGERI 1 PINRANG

GLADI JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 6, No 2 (2012): GLADI JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : PPs UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; gambaran tingkat kesegaran jasmani siswi SMA Negeri 1 Pinrang sebelum dan sesudah pelaksanaan model pembelajaran pendidikan jasmani dengan pendekatan bermain, dan pengaruh model pembelajaran pendidikan jasmani dengan pendekatan bermain terhadap tingkat kesegaran jasmani. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen lapangan. Populasinya adalah siswi SMA Negeri 1 Pinrang dengan sampel berjumlah 40 orang dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik secara persen dan parametrik secara uji t pada taraf signifikan 95% atau  0,05. Dimana pendidikan jasmani merupakan suatu bagian dari pendidikan keseluruhan yang mengutamakan aktifitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan pengembangan jasmani, mental, sosial, dan emosional yang serasi selaras dan seimbang, dan  merupakan salah satu media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-spritual-dan sosial), serta pembiasan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat kesegaran jasmani siswi SMA Negeri 1 Pinrang sebelum pelaksanaan model pembelajaran pendidikian jasmani dengan pendekatan bermain dikategorikan kurang; (2) Tingkat kesegaran jasmani siswi SMA Negeri 1 Pinrang sesudah pelaksanaan model pembelajaran pendidikan jasmani dengan pendekatan bermain dikategorikan baik; dan (3) berdasarkan hasil penelitian tersebut ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran pendidikan jasmani dengan pendekatan bermain terhadap tingkat kesegaran jasmani siswi SMA Negeri 1 Pinrang (to = 21,198 > tt = 2,021).Kata kunci: Model Pembelajaran, Pendidikan Jasmani, Bermain, Kesegaran Jasmani

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBERIAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE PEMILU

Legal Opinion Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Law Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menjaga kemandirian partai politik, calon anggota Legislatif dan calon Eksekutif dari pengaruh uang yang diberikan oleh para penyumbang non Pemerintah, Perseorangan, Kelompok, dan Badan usaha non Pemerintah.Penelitian dalam tulisan ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari bahan hukum primer, bahan hukum skunder, sedangkan teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan melalui proses studi kepustakaan (Library Research).  Analisis data yang digunakan dengan cara analisis kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif.Berdasarkan hasil analisis yaitu pada kondisi dimana iuran partai politik, calon Legislatif dan calon Eksekutif tidak bisa diharapkan lagi, maka untuk mendapatkan dana besar, partai politik, calon Legislatif dan calon Eksekutif berpaling kepada para penyumbang, baik penyumbang perseorangan, Kelompok, maupun Badan usaha nonpemerintah. Disinilah partai politik, calon Legislatif dan calon Eksekutif menghadapi dilema: disatu pihak, untuk berkampanye merebut suara rakyat, partai politk, calon Legislatif dan calon Eksekutif membutuhkan dana besar; dilain pihak, besarnya dana sumbangan membuat partai politik, calon Legislatif dan calon Eksekutif tergantung kepada para penyumbang, sehingga partai calon, calon Legislatif dan calon Eksekutif bisa terjebak pada kepentingan penyumbang dan lupa memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal ini diatur dalam UU No.8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Anggota DPR RI, DPRD, DPD. Dan juga UU No.42 Tahun 2008 Tentang Pemlihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden. Fungsi penerapan sanksi pidana yaitu memberikan efek jera bagi pelakunya. Hal ini dikarnakan ketika pemberian sanksi administratif yaitu pemberhentian atau ganti rugi kepada pelakunya tidak dapat memberikan efek jera maka perlu adanya sanksi pidana.

MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN BARONANG (Siganus canaliculatus PARK, 1797) DI PERAIRAN TELUK BONE DAN SELAT MAKASSAR

TORANI : Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 25, No 1 (2015)
Publisher : TORANI : Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menentukan perbedaan karakter morfometrik dan meristik ikanbaronang Siganus sp yang berada di Teluk Bone dan Selat Makassar, untuk menentukan apakah spesies Siganussp yang ada di Kabupaten Luwu memiliki perbedaan dengan daerah lain. Sampel ikan 60 ekor diidentifikasi dandianalisis dengan mengacu pada metode identifikasi Saanin (1995), Allen (2000) serta Carpenter (2001).Analisis data yang digunakan adalah Analisis Faktorial Diskriminan dengan bantuan Software microsoft exceldan SPSS Statistics 16.0, untuk menguji apakah terdapat perbedaan karakter yang nyata antar kelompokpopulasi yang ditentukan oleh sejumlah variabel kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatduakarakter penciri untuk Kabupaten Luwu yaitu Panjang Total, dan Lebar Mata, sedangkan untuk perairan KotaParepare memiliki tiga karakter penciri yaitu Tinggi Badan, Panjang Jari-jari Sirip Perut Terakhir, dan PanjangHidung. Hasilpenelitianmenunjukkandarikedualokasimerupakanspesies yang sama. Ujitest of equality dari 29karakter yang diuji menghasilkan 24 karakater yang tidak bersifat pembeda atau sekitar (83%) karakater(cenderung sama), dan sekitar (17%) karakteristik morfometrik yang cenderung berbeda.Kata Kunci : Morfometrik, Meristik, Siganus canaliculatus

KOMPOSISI NUTRIEN DAN PERTUMBUHAN MIKROALGAE Chaetoceros gracilis YANG DIKULTURKAN PADA BERBAGAI KONSENTRASI KARBONDIOKSIDA

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed at observing the influence of the additional carbondioxide concentrations in cultured media to quantity and quality of microalgae Chaetoceros gracilis.The research container was a polyethylene line of 50 l volume which initial stocking density 105 cel/mlof C.gracilis and polycarbonate tank 100 l volume for tiger shrimp larvae rearing with stocking density of 100 naupli /l. The carbondioxide used were commercial carbondioxide injected in aeration system  ofC. gracilis culture media. The experiments tried with different carbondioxide concentrations were, A = 0% (Non additional CO2), B = 2%, C = 4% and D = 6% with three repetition times.     The result of the research revealed that  experiment of the additional carbondioxide in culture media increasing protein and BETN,but decreasing of fat, ash and crude fibre C.gracilis. The best carbondioxide concentrations to growth rate C. gracilis obtained in 2% (v/v) carbondioxide concentrations.

JENIS LEBAH DAN PERANANNYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI BIJI TANAMAN TIMUN (Cucumis sativus L.) DI DESA WUASA KECAMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO

Biocelebes Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Biocelebes

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research about " Bee species and ther Role in Improving Crop Seed production of Cucumber (Cucumis sativus L.) in Wuasa village of Poso Lore Utara" was carried out from July to October of 2011 the aims  of this research is to identify species of bees and their role in increasing the production of cucumber seeds. The method used is a survey method. The results showed that there were six species of bees that come to visit flowers of cucumber plants in different time. that is consisting of Amegilla, Apis cerana, Ceratinidae, Nomia, Lasiogllosum and Xylocopa. Duration visit of bee affect the amount of cucumber seed production. The dominance of the cucumber plant flower visiting bees were Apis Cerana, Ceratinidea and Nomia. The lughes seed production was most those visit by Ceratinidea than followed by Apis cerana and Nomia.   Key word :  Bee, Cucumis sativus L, Wuasa, Lore Utara Poso

Uji Penerapan Metode Geolistrik Time-Lapse untuk Memonitoring Pergerakan Fluida Bawah Permukaan (Air Tanah) Di Lokasi Sumur Produksi Air Tanah Warga Kelurahan Tondo Kota Palu

Gravitasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStudi kasus dipilih pada wilayah Kelurahan Tondo Kota Palu, karena banyak pemukim yang menggunakan sumber air tanah, serta secara geografis berdekatan dengan pantai. Berdasarkan kondisi wilayah tersebut, kemungkinan terdapat sifat dinamika pergerakan fluida bawah permukaan dari pengaruh pengisian dan produksi air tanah, serta keberadaan air laut. Untuk mendeteksi pergerakan fluida tersebut, kami menerapkan metode geolistrik. Metode ini diuji sebagai teknologi monitoring pergerakan fluida bawah permukaan (air tanah) pada selang waktu tertentu (time lapse). Untuk menggambarkan pergerakan dinamika air tanah tersebut, kami membuat 1 lintasan pengukuran geolistrik 2-D di sekitar lokasi sumur air tanah warga serta melakukan survei kondisi fisik sumur tersebut. Hasil yang diperoleh terdapat 3 buah sumur air tanah. Level muka air tanah berada di sekitar kedalaman 9 m. Kedudukan air tanah tersebut merupakan jenis lapisan air tanah dangkal pada sistem lapisan akuifer semi bebas atau akuitar. Lapisan tersebut memiliki litologi pasir lempungan dan kerikil. Air tanah setempat memiliki nilai DHL 700 – 1000 µS/cm, dimana semakin ke arah laut rasa air tanah telah payau atau terkadang asin. Berdasarkan hasil monitoring yang diturunkan dari data geolistrik time lapse, vektor pergerakan air tanah akan semakin besar (cepat bergerak) menuju nilai resistivitas tinggi 40-100 Ohm-m, dan ditemukan pergerakan tersebut berakumulasi pada kedalaman lebih dari 9 m. Pola pergerakan air tanah pada lapisan akuitar setempat, lebih dominan dipengaruhi oleh faktor gravitasi, infiltrasi dan perkolasi, aktivitas produksi sumur, serta pengaruh intrusi air laut. Untuk pengaruh intrusi air laut, ini cukup signifikan kenampakannya di sisi barat lintasan (jarak 90-100 m). Terlihat dari waktu ke waktu pola anomali resisitivitas yang terdefinisi mengandung air di bawah permukaan (terutama di sekitar sumur) tidak mengalami perubahan pola secara signifikan, hal ini mengindikasikan volume air tanah pada sistem lapisan tersebut cenderung konstan atau tetap adanya dari faktor pengisian dan produksi sumur air tanah warga.Kata Kunci :Geolistrik, Sumur, Air Tanah, Resistivitas

MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN BARONANG (Siganus canaliculatus PARK, 1797) DI PERAIRAN TELUK BONE DAN SELAT MAKASSAR

TORANI: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 25, No 1 (2015)
Publisher : Marine Science and Fisheries Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.514 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menentukan perbedaan karakter morfometrik dan meristik ikanbaronang Siganus sp yang berada di Teluk Bone dan Selat Makassar, untuk menentukan apakah spesies Siganussp yang ada di Kabupaten Luwu memiliki perbedaan dengan daerah lain. Sampel ikan 60 ekor diidentifikasi dandianalisis dengan mengacu pada metode identifikasi Saanin (1995), Allen (2000) serta Carpenter (2001).Analisis data yang digunakan adalah Analisis Faktorial Diskriminan dengan bantuan Software microsoft exceldan SPSS Statistics 16.0, untuk menguji apakah terdapat perbedaan karakter yang nyata antar kelompokpopulasi yang ditentukan oleh sejumlah variabel kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatduakarakter penciri untuk Kabupaten Luwu yaitu Panjang Total, dan Lebar Mata, sedangkan untuk perairan KotaParepare memiliki tiga karakter penciri yaitu Tinggi Badan, Panjang Jari-jari Sirip Perut Terakhir, dan PanjangHidung. Hasilpenelitianmenunjukkandarikedualokasimerupakanspesies yang sama. Ujitest of equality dari 29karakter yang diuji menghasilkan 24 karakater yang tidak bersifat pembeda atau sekitar (83%) karakater(cenderung sama), dan sekitar (17%) karakteristik morfometrik yang cenderung berbeda.Kata Kunci : Morfometrik, Meristik, Siganus canaliculatus

Ahamm al-Muṣṭalaḥāt al-Ḥadīthiyyah al-Muʻtabarah ʻInd al-Muḥaddithīn

AL-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol 6, No 1 (2007): AL-ZAHRĀʼ: JOURNAL FOR ISLAMIC AND ARABIC STUDIES
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.942 KB)

Abstract

This paper relates with the science of hadith that explains the terms in books of hadith such as Musnad, Sunan, Muwatta, shahifah, jami , musannaf etc; and the terms used in their books include authentic, hasan, dhaif, Gharib, mutawatir, ahad, muttafaq alaih etc. This exposure is important to the reader understand the terms used by scholars of hadith in their books.

Review : Gastropods As A Bioindicator and Biomonitoring Metal Pollution

Aquacultura Indonesiana Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Aquaculture Society (MAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.237 KB)

Abstract

Water pollution effect on aquatic organisms and if consumed can affect peoples health. These pollutants can be heavy metals such as Cd, Pb, Cr, Hg, and others. Heavy metals have high levels will cause disorders of the kidneys, brain, severe irritation to the skin, can cause diarrhea and even death. The purpose of this paper is to explain physiological mechanisms that occur in the body of gastropods are linked to pollutants in the water environment. Therefore, monitoring the level of pollution a body of water that is alleged to have suffered contamination is very important. Gastropods are one of the aquatic animals (Class) used as bioindicators and biomonitoring for this group of animals has a high ability to accumulate heavy metals in their bodies compared to other aquatic animals. Gastropods is one bioavailability against metal pollution so that it can be used for environmental monitoring. Littoraria scabra, Nassarius reticulatus, Nerita albicilla, Nucella lapillus, Gibberulus gibbosus, Terebralia palustris, and Telescopium telescopiun always use as biomonitoring metal pollution. The main indicator that can be shown by gastropods is declining abundance and body size. Other indicators are as bioavailability of heavy metals in the soft tissues and shells. The ability of the heavy metal deposits is influenced by environmental factors, body size, weight, and gender. Heavy metals can affect hard, thickness, volume, and color of the shell.