Articles

Found 8 Documents
Search

Rekomendasi Pemupukan Kalium untuk Tanaman Nenas Berdasarkan Status Hara Tanah Safuan, La Ode; Poerwanto, Roedhy; Susila, Anas Dinurrohman; Sobir, ,
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 39, No 1 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.796 KB)

Abstract

Potassium (K) is required in a large amount for plant growth and production of most fruit crops, including pineapple. However, excess application may decrease its growth and production. Therefore, fertilizer application must be site specific, based on soil nutrient status and plant requirements. The aims of the research were (1) to determine the soil K nutritional status of pineapple and (2) to determine the optimum dosage of  K fertilization for pineapple grown in Sawah Baru, Darmaga, Bogor.  The research was conducted using split plot randomized block design with five soil K status as main plots i.e. 0, 70, 140, 210, and 280 kg K2O ha-1 representing status levels of very low, low, moderate, high, and very high, respectively. The sub plot was dosage of  K fertilizer i.e. 0, 200, 400, 600, and 800 kg K2O ha-1. The result of the research showed   that plant growth and production of pineapple were improved by soil K nutrient status and dosage of K application.  The  level  of  soil K  nutrient  availability  was  classified  into  low  (50 ppm K2O). Potassium fertilizer is recommended for the soil with low  soil K status of 634 kg K2O ha-1.    Keywords: Ananas comosus, fertilization, potassium, soil nutrient status
Perlakuan Benih dengan Rizobakteri Meningkatkan Mutu Benih dan Hasil Cabai (Capsicum annuumL.) Sutariati, Gusti Ayu Kade; Safuan, La Ode
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 40, No 2 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.715 KB)

Abstract

The development of biological products based on beneficial microorganisms could extend the range of options for maintaining the health and yield of crops. Rhizobacteria have been used for ‘promoting plant growth. The objectives of this research were to determine the best method of preplant seed treatment through seed conditioning with rhizobacteria which would be effective to improve yields and increase seed quality of hot pepper. This research was conducted in Agronomy Laboratory Haluoleo University and in the field of Wawotobi Seed Farm Centre of Southeast Sulawesi Province. Seed conditioning with rhizobacteria was effective in improving plant growth, yield and seed quality of hot pepper. However, the most effective treatment was the integration of sawdust seed matriconditioning with rhizobacteria Bacillus polymixaBG25. The seed treatment increased fruit total per plant to 51, compared with 26 in the control seeds. The treatment was also effective in increasing seed viability and vigor (germination percentage and vigor index) to 81% and 46% compared with 41% and 26% in the control seeds. Based on this experiment, rhizobacteria B. polymixaBG25 integrated with sawdust seed matriconditioning could be recommended as biofertilizer in improving yield and seed quality of hot pepper. Keywords: hot pepper, matriconditioning, rhizobacteria, sawdust, seed treatment
ANALISIS VARIABILITAS KULTIVAR JAGUNG PULUT (Zea mays Ceritina Kulesh) LOKAL SULAWESI TENGGARA SAFUAN, LA ODE; BOER, DIRVAMENA; WIJAYANTO, TEGUH; SUSANTI, NELI
Jurnal Agroteknos Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Agroteknos

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.771 KB)

Abstract

The experiment was conducted in the Rahandouna village, Poasia, Kendari Southeast Sulawesi, from August to November 2013.  The purpose of this study was to determine the estimate of heritability between characters of thirteen local waxy corn cultivars of Southeast Sulawesi. This study was prepared using a randomized block design (RBD), with 3 replicates. Total waxy corn cultivars studied was 13 species, so that there were 39 plots. Each plot consisted of a single cultivar. Observed variables were plant height (cm), stem diameter (cm), leaf area (cm2), number of leaves (strands), ear length (cm), cob diameter (cm), number of rows per ear, weight of 100 seeds (g), ear weight. The results of this study showed that there was narrow variability on all local waxy corn characters observed. Keywords: Local waxy corn, characters, cultivars, Southeast Sulawesi, variability
PENGEMBANGAN SAYURAN ORGANIK PADA LAHAN PEKARANGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA KENDARI Sutariati, Gusti Ayu Kade; Safuan, La Ode; Muhidin, Muhidin; Hasid, Rachmawati
Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.442 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat terintegrasi KKN Tematik ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan budidaya tanaman organik kepada mitra sasaran (Dharma Wanita Persatuan Universitas Halu Oleo), sehingga mereka dapat mengembangkan tanaman sayuran organik di pekarangan masing-masing. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian UHO sebagai peserta KKN Tematik dalam pembuatan demplot sayuran organik. Metode pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan bimbingan teknis serta pendampingan teknologi secara langsung pada mitra sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini telah tercapai, ditandai dengan respon peserta yang sangat positif dan antusiasme yang tinggi terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Transfer pengetahuan dan teknologi melalui penyuluhan yang langsung diimplementasikan dalam bentuk demplot teknologi merupakan metode yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran peserta sehingga diharapkan mereka dapat dengan mudah menduplikasi teknologi yang diberikan secara berkelanjutan terutama di lingkungan rumah tangga masing-masing.
EFFECTIVENESS OF BIO-INVIGORATION TECHNIQUE AGAINST VIABILITY AND VIGOR OF SOME COCOA SEED SOURCE Handayani, Fitrianti; Safuan, La Ode; Sutariati, Gusti Ayu Kadek
AgroTech Journal Vol 1, No 1 (2016): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2168.926 KB)

Abstract

The research was aimed to evaluate the effectiveness of bio-invigoration treatment and seed sources on seed viability and vigor. The experiment was conducted in Agronomy Laboratory Unit of Agriculture Faculty of Haluoleo University, from January to May 2013. Laboratory research was arranged in split plot completely design.  The main factor was variety which consisted of 3 varieties i.e. Hybrid  (V1), Sulawesi 1 (V2) and Sulawesi 2 (V3). The sub plot was seed bio-osmoconditioning with rhizobacteria treatments which consisted of 6 treatments, namely: without seed bio-osmoconditioning (B0), seed bio-osmoconditioning with Bacillus sp. CKD061 (B1), seed bio-osmoconditioning with P. fluorescens PG01 (B2), seed bio-osmoconditioning with S. liquefaciens SG01 (B3), seed bio-osmoconditioning with Trichoderma sp. (B4), and seed osmoconditioning with KNO3 (B5). Every treatment was replicated 3 times. Therefore, overall there were 54 experimental units. Data obtained were analized using analysis of variance and followed with Duncan’s Multiple Range Test. The result of experiment in the Laboratory showed that Bacillus sp. CKD061 and Trichoderma sp. were efective in improving viability and vigor of all seed sources of cocoa seed used. In all seed sources used (Hybrid, Sulawesi 1, and Sulawesi 2), these treatment were effective in increasing germination power, homogenous growth, index vigor, and growth compared with untreated treatment. For the best result, still needed further research to evaluated stability effect of seed bio-osmoconditioning on cocoa seedling in the field
Aplikasi Pupuk Organik Sebagai Alternatif Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Ultisol dan Produksi Tanaman Pangan dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan di Sulawesi Tenggara Safuan, La Ode
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun K
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.958 KB)

Abstract

Tanah Ultisol merupakan tanah pertanian yang paling luas ditemukan di Sulawesi Tenggara. Tanah jenis ini mempunyai tingkat kesuburan yang rendah baik ditinjau dari aspek fisik, kimia, maupun biologi tanah. Untuk meperbaiki tingkat kesuburan tanah ultisol dapat dilakukan melalui aplikasi pupuk organik karena pupuk organik dapat meperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, tetapi aplikasi pupuk organik membutuhkan jumlah yang banyak untuk dapat memperbaiki kesuburan tanah. Pengetahuan tentang dosis pupuk organik yang dibutuhkan sesuai jenis tanaman dan status kesuburan tanah pada lokasi penanaman sangat dibutuhkan. Berdasarkan hasil kajian ini maka dapat kemukakan bahwa; Aplikasi pupuk organik dapat meningkatkan ruang pori tanah dan kemampuan tanah menyimpan air, serta meningkatkan pH tanah, kadar hara Nitrogen, Phosfor, dan Kalim tanah. Pemberian pupuk organik dapat meningkatkan produksi tanaman pada sistem pertanian lahan kering maupun sistem pertanian lahan basah. Kompos kulit buah kakao lebih efektif dan efisien terhadap peningkatan produksi padi sawah. Pada pertanian lahan kering, untuk mendapatkan hasil jagung lokal yang tinggi dibutuhkan pupuk organik 15 ton perhektar, dan untuk kacang tanah varietas lokal dibutuhkan 10 ton per hektar.Pemberian pupuk kandang sapi dapat meningkatkan produksi tanaman tomat lokal dan untuk mendapatkan produksi yanggi dapat diberikan pupuk kandang sebanyak 20 ton per hektar.
Analisis Agroekosistem untuk Pengembangan Tanaman di Kota Kendari An Analysis of Agro Ecosystem for the Development of Crops in Kendari City Jufri, Syamsuddin; Ginting, Sahta; Safuan, La Ode
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.291 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis untuk pengembangan tanaman di Kota Kendari,  terdiri dari tanaman padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), sorghum (Shorgum bicolar), ubi kayu (Manihot esculenta), dan kacang tanah (Arachis hypogea). Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota Kendari , analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Seameo Biotrop Bogor pada Bulan Desember 2014 sampai dengan Juli 2015. Kajian kondisi agroekosistem ini menggunakan beberapa analisis yaitu analisis iklim menggunakan metode klasifikasi Iklim Oldeman dan analisis kesesuaian iklim dan tanah terhadap tanaman menggunakan metode FAO pada tingkat kelas; dan analisis  produksi tanaman terhadap kondisi iklim menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan di Kota Kendari berkisar 1.744-1.942 mm, rata-rata temperature udara  24-27°C, dan kelembapan 81-95%, dengan tipe iklim D3 and E2. Kesesuaian  tanaman terhadap kondisi iklim berkisar antara sangat sesuai (S1) sampai dengan agak sesuai (S3), kesesuaian terhadap kondisi fisik dan kimia tanah berkisar antara sangat sesuai (S1) sampai dengan tidak sesuai (N2).  Lahan di Kendari untuk budidaya tanaman direkomendasikan  untuk pengembangan tanaman  padi mencapai 13.219,93 ha, untuk jagung mencapai 10.753,60 ha, untuk sorghum  mencapai  13.219,93 ha, untuk ubi kayu 13.689,41 ha, dan untuk kacang tanah 13.219,93 ha.Keywords: Agroekosistim, curah hujan,, evaluasi laha, iklim, , kelembapan udara, temperature udara
Hubungan Kadar Hara N, P, K Tanah dan Jaringan Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Khalik, Muh. Nur; Bahrun, Andi; Safuan, La Ode
Berkala Penelitian Agronomi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hara N, P, K  tanah dan jaringan tanaman terhadap produksi tanaman sagu. Penelitian ini dilaksanakan pada sentra produksi tanaman sagu di Kelurahan Labibia Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan membatasi area yang dijadikan sampel tanaman. Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu, tanaman sagu, sampel tanah, sampel daun, amplop, plastik, sedangkan alat-alat yang digunakan yaitu meteran, bor tanah, parang dan alat tulis menulis. Pengambilan contoh tanah dilakukan pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm yang dikompositkan untuk analisis kadar hara N, P, K tanah. Pengambilan sampel daun dilakukan pada pelepah daun yang diukur kemudian mengambil anak daun pada pelepah masing-masing diambil empat helai daun pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri. Kadar hara N, P, K tanah dan jaringan tanaman dianalisis di Laboratorium Pusat Tanah Bogor. Data dianalisis menggunakan regresi dan korelasi dengan menggunakan aplikasi SAS 9.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman tertinggi pada tanaman 6 dengan tinggi tanaman 23,98 m, panjang batang 11,90 m, diameter batang 28,34 cm, panjang pelepah 9,40 m, jumlah pelepah 18 pelepah, panjang daun 171,35 cm dan lebar daun 9,58 cm dengan nilai produksi 392.92 kg tepung basah tanaman-1. Hasil korelasi antara pertumbuhan tanaman dengan produksi nilai korelasi tertinggi terdapat pada hubungan antara jumlah pelepah dengan nilai 0.942. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kadar hara N, P, K tanah terhadap produksi tanaman sagu, produksi tertinggi berada pada kadar  N= 0,39%, P= 0,6(ppm) dan K= 53(ppm). Korelasi antara hara N, P, K tanah terhadap produksi nilai korelasi kadar N= 0,458, P= 0,577, K= 0,498 dan hubungan korelasi antara N, P, K tanaman terhadap produksi nilai korelasi kadar hara N= 0,752, P= 0,736 dan K= 0,723.Kata kunci:   Tanaman sagu, pertumbuhan, produksi, hara N, P, K.